
Setelah menemui ayahnya, Khai kembali ke SUN house dengan girang. Ia terus bernyanyi sambil sesekali bersiul.
“Hari ini, kalian mau makan apa?. Aku yang akan mentraktir” Ujar Khai sambil tersenyum.
Kelima member saling pandang, merasa heran melihat tingkah aneh Khai.
Belum sempat mereka menjawab, Khai kembali bergeming “Khusus untuk hari ini, apa pun yang kalian mau, akan aku berikan. Jika ada yang ingin kalian beli, katakan saja. Biar aku yang membayarnya”
“Ahhh...ternyata, berdamai dengan diri sendiri memang menyenangkan” Ujar Khai sambil melenggang meninggalkan para member yang masih bingung dengan sikapnya.
“Dia kenapa?” Tanya Dza sambil menatap Khai yang semakin menjauh.
“Apa mungkin... kak Khai kecelakaan, lalu kepalanya terbentur sesuatu?!. Makanya, dia aneh begitu”
Ez menoyor bahu Chan sebagai jawaban atas pertanyaannya, sementara Chan malah tertawa puas.
Beberapa menit kemudian, Khai kembali menemui para member. Seperti mendapat komando, mereka kompak memperhatikan penampilan Khai yang sangat rapi.
Sambil tersenyum sumringah, Khai berkata “Kenapa kalian masih bersantai?. Ayo, aku akan mentraktir kalian belanja dan makan!”
Tak juga mendapat respon, Khai menarik lengan Zhi dan Chan “Ayo! Kalian suka belanja, bukan?!” Ujarnya kemudian.
Chan tertawa terbahak-bahak sambil berkata, “Ayo, apa yang kalian tunggu?!. Kita harus menghabiskan uang kakak kita ini”
“Benar. Ayo, kita pergi sekarang!” Ujar Zhi sambil menepuk-nepuk pundak Khai.
Sedangkan, ketiga member lainnya hanya menganggukkan kepala menyetujui.
.
.
.
Khai mengajak kelima rekannya ke mall terbesar dan termewah di pusat kota. Membiarkan kelima member membeli apa pun yang mereka inginkan. Bahkan, ia meminta toko tersebut di tutup agar kelima rekannya bisa belanja dengan nyaman.
“Apa ada sesuatu yang membuatmu senang?” Tanya Ez pada Khai yang sejak tadi terlihat bahagia.
Khai merangkul pundak Ez, mencubit kedua pipi sahabatnya dengan gemas “Tentu saja” Ujarnya.
Ez bergumam, “Menggelikan” Sambil menatap sinis pada Khai.
Zal membawa dua kemeja serta satu topi, menghampiri Khai dan Ez, “Hal baik apa yang tengah kakak dapatkan?!” Tanyanya.
“Aku sudah berbaikan dengan ayahku” Jawab Khai dengan bangga.
“Pantas saja kau sangat senang sejak tadi” Timpal Ez.
“Syukurlah, jika kalian sudah berbaikan. Tapi... kemeja mana yang lebih cocok dengan topi ini?” Zal menunjukkan dua kemeja yang ada di tangannya.
“Aku bingung memilihnya” Ujar Zal lagi.
“Kau ambil saja keduanya” Khai berkata dengan santai.
Mata Zal berbinar mendengar ucapan Khai, “Apa boleh?” Tanyanya memastikan.
Khai menganggukkan kepala, lalu melenggang pergi.
Karena terlalu senang, Zal sampai tak sadar telah memukul pundak Ez, “Wahhh...harusnya, sejak dulu kak Khai berbaikan dengan ayahnya. Benarkan, kak?” Tanya Zal.
“Hmmm...” Sahut Ez sambil melirik Zal dengan tajam.
Zal tersenyum kikuk, dan berkata “Maaf”.
Ez tak bergeming dan berlalu begitu saja.
‘Bahkan, hembusan napasnya terasa mengerikan’ Gumam Zal pelan.
Toko kembali dibuka setelah keenam member selesai berbelanja. Keenam member hendak meninggalkan toko tersebut kalau saja tidak dihentikan oleh seseorang.
Dengan sinis, Zhi berkata “Kenapa kau di sini?. Kau mengikuti kami?”
Lelaki itu menggelengkan kepala, “Jangan salah paham” Ujarnya. Ia menjeda kalimatnya, lalu kembali bergeming “Apa aku boleh minta nomor telepon Emira?”
Keenam member terkejut mendengar permintaan lelaki itu.
“Ada perlu apa kau dengannya?” Tanya Zal.
“Aku ingin minta maaf. Aku tidak menyangka, dia akan mengundurkan diri seperti ini” Ujar Juna.
Khai menatap Juna dengan tajam, “Jadi, kau menyesal sekarang?!” Tanyanya.
Juna membalas tatapan tajam Khai, dan berkata “Jangan membuat keributan di sini, tolong berikan saja”
Keenam member menatap Juna dengan kesal.
Chan berdecak sambil bergumam, “Kehadirannya saja sudah membuat keributan, malah berlagak memperingatkan orang lain!”
Juna mengusap wajah dengan kasar, “Baiklah, jika kalian tidak mau memberinya. Tapi...aku benar-benar tidak berniat melukainya” Ujarnya, lalu melenggang dari hadapan keenam member.
“Menjengkelkan!. Dia berkata seolah-seolah sudah mengenal Emira dengan baik” Gerutu Zhi.
Para member membatalkan niat untuk makan di restoran karena ada jadwal siaran langsung di sosial media. Mereka lantas kembali ke SUN house.
***SUN House***
Zhi mengetik sesuatu pada layar ponselnya. Dengan semangat berkata, “Ayo, pesan makanan. Kita harus mengisi tenaga”
Chan mengedipkan sebelah mata pada Zhi, lalu berkata “Benar. Kita harus memesan banyak makanan karena kak Khai yang akan membayarnya”
Dza yang ada di samping Chan hanya tertawa melihat tingkah kedua adiknya yang sangat senang menghabiskan uang member lain.
Para member memulai siaran langsung sembari menunggu makanan yang mereka pesan datang.
‘Saat ada yang menyerang kalian, kami sangat takut jika kalian salah paham dan jadi membenci kami’
‘Kami minta maaf, karena tidak bisa melindungi kalian’
‘Kami bangga karena kalian sangat kompak dan berjiwa sosial. Kalian memang pantas dijadikan idola’
‘Apa pun yang akan terjadi nantinya, kami akan selalu mendukung SUN’
‘Maaf, jika selama ini kami telah menjadi penggemar yang sangat mengatur. Padahal, kami tidak suka diatur tapi tanpa sadar, kami telah mengatur hidup kalian. Semoga kalian selalu bahagia’
‘Kalian pasti tertekan karena ruang kalian selalu di batasi. Tapi, kami malah egois dengan membiarkan hal itu terjadi selama bertahun-tahun. Maaf’
Mata Dza berkaca-kaca saat membaca komentar dari para penggemarnya.
“Mana mungkin kami bisa membenci kalian. Kalian sama sekali tidak bersalah, jadi jangan minta maaf” Ujar Dza.
Khai tersenyum, lalu dengan jelas berkata “Sama seperti kalian, kami juga ingin melindungi orang-orang yang kami sayangi. Kami sangat bahagia dan bersyukur karena kalian selalu mendukung dan memberi kami banyak cinta. Tapi, tolong cintai kami sewajarnya saja. Kalian harus ingat, bahwa ada keluarga yang juga membutuhkan cinta kalian. ‘My Spring’ terima kasih”
Khai adalah member yang paling sering mengingatkan penggemarnya agar tidak berlebihan mencintai mereka. Khai berkata seperti itu karena tak ingin penggemarnya terobsesi pada idola hingga mengabaikan kehidupan pribadi.
“Dia bukan hanya asisten yang bekerja untuk SUN, tapi juga memperlakukan kami seperti keluarga. Jika kalian menyayangi kami, seharusnya kalian juga bisa menerima dengan baik orang yang kami sayangi” Zal ikut bersuara.
Beberapa detik kemudian, ‘My Spring’ kembali membanjiri kolom komentar. Mereka mengaku bersalah karena pernah berperasangka buruk pada Emira.
“Apa yang media katakan, itu tidak benar. Dia tidak pernah menggoda kami, bahkan dia sangat sopan. Baik dari penampilan, maupun perkataan” Chan menjawab komentar dari salah satu ‘My Spring’
“Sebenarnya dalam beberapa hal, kami masih sering berselisih, tapi Emira menyatukan kami menjadi lebih kuat. Aku sangat berterima kasih karena dia menjadi asisten SUN. ‘My Spring’... tolong, terimalah dia dengan baik” Ujar Zhi.
“Waktu akan terus berputar, ada saatnya...” Ez menjeda kalimatnya, lalu kembali berkata “Kami akan mempunyai keluarga. Semoga... sampai saat itu tiba, kalian akan selalu mendukung kami seperti ini. Tolong, jangan berikan kami pilihan yang sulit. Memilih antara ‘My Spring’ atau orang yang kami cintai, benar-benar membuat kami tertekan, karena kalian sama berharganya untuk kami”
“Mungkin terdengar egois, karena menginginkan ‘My Spring’ tetap mencintai kami, tapi di saat yang bersamaan, kami juga ingin punya keluarga. Maaf...” Tutur Khai dengan pelan.
“Ayo, bersama-sama menjalani hidup yang baik dengan saling mendukung” Ajak Zhi pada para ‘My Spring’.
Ruangan yang terang itu, tiba-tiba terasa hening dan redup. Ada rasa sakit yang sulit untuk dijelaskan. Mereka tidak bisa meninggalkan orang-orang yang telah berjasa dalam perjalanan karir yang tidak mudah. Tapi, mereka juga ingin hidup dengan normal. Mempunyai keluarga kecil yang bisa jadi tempat untuk bersandar serta berbagi dalam semua situasi.
Mendengar pengakuan para member, kolom komentar semakin ramai. Banyak para penggemar yang mengatakan maaf dan berharap agar Emira kembali menjadi asisten SUN.
Sebelum mengakhiri siaran langsung, para member berulang kali mengucapkan terima kasih pada ‘My Spring’ yang selalu mendukung SUN. Mereka juga tak lupa menyampaikan permintaan maaf karena telah membuat ‘My Spring’ salah paham dan khawatir.
.
.
.
Keempat member berisirahat setelah makan malam, sedangkan Khai dan Ez masih berada di studio untuk menyelesaikan pekerjaan.
Ruangan yang tidak terlalu besar itu semakin tenang karena keduanya saling diam.
“Akh!!!” Khai mengusap wajah dengan kasar.
Ez melirik Khai yang ada di sampingnya, “Kenapa?” Tanyanya.
Khai mengurut pelipis, menghela napas dengan berat dan berkata, “Aku tidak bisa fokus”
Ez tersenyum mengejek, lalu memberikan sekaleng soft drink pada Khai.
“Terima kasih” Ucap Khai.
Khai membuka kaleng soft drink tersebut, mengajak Ez untuk bersulang sebelum meminumnya.
“Apa kau tidak berniat mencari Emira?” Tanya Ez.
Khai diam sesaat, lalu membalas pertanyaan Ez, “Bagaimana denganmu?”
“Aku memberimu kesempatan, jika tidak kau gunakan dengan baik... maka aku yang akan mengambilnya” Ujar Ez sambil menoyor bahu Khai, lalu menenggak kembali minumannya.
“Pertanyaanku mungkin terdengar basa-basi, tapi aku ingin mendengarnya langsung darimu. Apa kau menyukainya?” Tanya Khai dengan serius.
Ez menyunggingkan senyuman, “Kau naif sekali. Aku tidak akan menjawabnya” Ujarnya.
“Di depan ‘My Spring’ kau pernah bertanya, antara cinta dan persahabatan, mana yang akan ku pilih. Apa kau masih ingat jawabannya?” Tanya Ez.
Khai menganggukkan kepala sebagai jawaban dari pertanyaan Ez.
Dengan raut wajah serius, Ez berkata “Sekarang, aku sedang berusaha membuktikan ucapanku. Jadi, jangan membuatku goyah”
Khai hendak memeluk Ez, tapi Ez malah menghindar dan melayangkan tonjokkan. Namun, Ez tidak sungguh-sungguh melakukannya. Ia hanya menggoda Khai.
“Jika kau menyakiti atau tak bisa menjaganya dengan baik, maka aku tidak akan segan merebutnya darimu”
Bukannya takut, Khai justru tertawa mendengar ancaman dari sahabatnya.
“Terima kasih” Ucap Khai dengan tulus. Dan kembali berusaha memeluk sahabatnya. Kali ini, Ez tidak menghindar, ia justru membalas pelukan Khai.
“Besok, pergilah mencarinya!” Titah Ez.
Khai menganggukkan kepala, lalu memeluk Ez semakin erat.
“Menggelikan... lepaskan aku!” Teriak Ez.
Khai tidak perduli sama sekali, malah semakin senang melihat Ez mengomel.
...***...
Happy Reading... Semoga readers suka ya💛💜💙🧡❤🖤
Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah agar author makin semangat update😁🙏🏻
Terima kasih😘🤗🙏🏻