SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 60 END



Khai geram melihat Chan yang terus mondar-mandir seperti setrika.“Kau bisa duduk dengan tenang tidak?!” Tanyanya.


Emira menepuk lengan Khai yang duduk di sampingnya, “Jangan seperti itu. Kak Chan pasti sangat khawatir sekarang”


Khai hanya diam mendengarnya, sedangkan Chan tetap tak bisa tenang sebelum mengetahui hasil pemeriksaan Ez.


Selang 20 menit, dokter yang memeriksa Ez keluar dari ruang IGD. Pak Sugara, Pak Arsel, Emira, dan kelima member segera menyambut dokter yang masih berdiri di depan ruangan.


Tanpa ditanya, dokter itu segera menjelaskan kondisi pasien yang baru saja diperiksanya. Ez harus melakukan operasi karena cedera tempurung lututnya semakin parah.


Dengan tatapan memohon, Pak Sugara berkata, “Lakukan yang terbaik untuknya”


Setelah kedua orang tua Ez datang, dokter segera melakukan tindakan operasi.


Meskipun lelah karena konser, namun kelima member tetap setia menunggu Ez yang masih terbaring di dalam ruang operasi.


“Sebenarnya, apa yang terjadi pada kak Ez?” Pertanyaan Emira memecah keheningan.


“Dia pernah cedera saat latihan, dan harus menjalani operasi dua kali. Saat itu, kami mempunyai banyak kegiatan dan jadwal konser yang padat. Karena tidak mau semua jadwal SUN terhambat, dia jadi menunda operasi ke duanya. Padahal, kami sudah memaksanya untuk melakukan operasi tapi karena tidak pernah kambuh, dia jadi terus beralasan untuk menundanya” Terang Khai.


“Kak Ez sangat keras kepala, padahal itu untuk kesehatannya juga” Timpal Dza.


Emira menghela napas dan mengusap wajah dengan pelan, “Meskipun bekerja keras, tapi jangan abaikan kesehatan kalian” Gumam Emira, para member hanya diam mendengarnya.


Khai menoleh, mengusap lembut pucuk kepala Emira, “Kau pasti lelah. Pulang dan istirahatlah” Titahnya.


“Iya, kau pulang saja. Biar kami yang berjaga di sini” Zal ikut bersuara.


Emira menggelengkan kepala, “Tidak mau. Aku mau menemani kalian” Jawabnya.


“Dasar keras kepala” Ujar Zhi sambil mengacak rambut Emira.


Khai langsung menepis tangan Zhi, “Beraninya kau menyentuh Emira di depanku!”


Zhi menyunggingkan sebelah bibirnya, “Berlebihan sekali!” Umpatnya.


Khai bersiap hendak membalas Zhi, namun Emira segera menengahi. Hingga akhirnya, kedua orang itu diam tak bergeming.


1 Jam berlalu, masa-masa menegangkan telah usai. Melihat dokter keluar dari ruang operasi dengan ekspresi lega membuat mereka menjadi tenang.


Dokter tersebut berpamitan setelah berbincang sebentar dengan kedua orang tua Ez juga para member.


“Kalian pulang saja, biar kami yang menjaganya” Ujar lelaki paruh baya yang merupakan ayah dari Ez.


“Benar. Kalian pasti lelah, pulang dan istirahatlah” Ibunya Ez juga ikut memberi saran.


Khai menoleh ke arah para member, “Kalian pulang saja, aku akan bermalam di sini” Putusnya kemudian.


Keempat member menganggukkan kepala dengan kompak, menyetujui keputusan dari leader mereka.


Emira berkata dengan pelan, hingga hanya terdengar jelas oleh Khai, “Meskipun tidak pulang, tapi kakak tetap harus istirahat”


Khai menyunggingkan senyuman, “Karena calon istriku yang meminta, jadi akan ku lakukan” Ujarnya sambil berbisik.


‘Kenapa dia jadi pintar membuat orang salah tingkah begini?!’ Gumam Emira dengan pelan, lalu mengatur napas agar wajahnya yang memerah kembali normal.


.


.


.


Keempat member serta Emira kembali ke SUN house, meninggalkan Khai dan kedua orang tua Ez yang akan bermalam di rumah sakit. Sedang, Pak Sugara dan Pak Arsel telah pulang lebih dulu karena harus kembali ke lokasi konser untuk menyelesaikan beberapa urusan.


*** 1 Bulan Kemudian ***


“Selamat datang...” Ujar para member dengan kompak. Mereka menyambut kepulangan Ez dengan suka cita. Sejak diizinkan pulang dari rumah sakit, Ez tinggal bersama orang tuanya. Hal itu dikarenakan Ez tidak suka minum obat, sehingga ibunya ingin memastikan kesembuhannya sebelum kembali ke SUN house.


Ez memeluk para member secara bergantian, “Ternyata, aku merindukan aroma tempat ini” Ujarnya.


Emira menghampiri para member sambil membawa sepiring roti, “Kakak sudah datang?”


Ez menoleh, menatap Emira dengan senyuman yang mengembang, “Bagaimana kabarmu?” Tanyanya.


Emira berdecak, “Harusnya, aku yang bertanya” Jawab Emira sambil meletakkan piring yang dibawanya di atas meja.


Zhi bertepuk tangan, “Malam ini kita akan berpesta” Ujarnya dengan antusias.


Kelima member bersorak, sepakat dengan apa yang dikatakan member termuda itu.


Emira menarik kursi, mempersilakan Ez untuk duduk, “Kaki kakak bisa keram jika terus berdiri” Ucapnya kemudian.


Ez tersenyum sambil mengusap lutut, “Aku sudah sembuh sekarang” Ujarnya penuh percaya diri.


Zal mulai memainkan gitarnya saat melihat para member serta Emira telah duduk dengan nyaman. Tanpa komando, kelima member menyanyikan lagu yang seirama dengan petikan gitar yang tengah dimainkan.


Lagu dengan judul SUN (My Spring) adalah salah satu lagu yang mereka bawakan saat konser satu bulan lalu. Lagu itu memiliki makna yang dalam karena liriknya ditulis oleh keenam member.


Emira menatap kagum keenam member yang bernyanyi dengan sepenuh hati, terlihat sangat tulus dan apa adanya.


Setelah mereka selesai bernyanyi, Emira bertepuk tangan dengan semangat. “Lagu yang indah” Ujarnya.


“Tentu saja. Semua lagu kami sangat indah” Jawab Zhi dengan penuh rasa percaya diri, sedang Emira hanya tersenyum menanggapinya.


“Ayo, makan. Dagingnya tidak enak jika dingin” Dza mengalihkan perhatian.


“Ayo. Setelah itu, kita nyalakan kembang api” Timpal Chan.


“Kalian menyiapkan itu juga?” Tanya Ez.


“Iya. Kakak pasti terharu, kan?” Jawab Zhi sebelum membuka penutup soft drink, lalu menenggaknya hingga tersisa setengah.


Setelah makanan yang dihidangkan habis tak tersisa, mereka beralih ke tengah lapangan untuk menyalakan kembang api.


Masing-masing member memegang kembang api yang sama. Sementara, Emira memilih untuk melihatnya saja. Dalam hitungan ketiga, percikan keenam kembang api itu menerangi langit malam yang indah.


Meskipun menutup telinga karena suara dentuman yang ditimbulkan dari kembang api tersebut, namun mata Emira tetap berbinar melihatnya.


“Kau tahu makna lagu yang tadi kami nyanyikan?” Tanya Khai tiba-tiba.


Emira menoleh pada Khai, lalu menggelengkan kepala sebagai jawaban.


“SUN (My Spring), SUN adalah nama group kami, ‘My Spring’ adalah penggemar yang sudah seperti keluarga kami, dan kau adalah bunga di musim semi” Terang Khai.


Emira kembali menoleh, menatap Khai dengan lekat, “Apa konsep benda langit itu kakak yang merencanakan?” Tanyanya.


Khai menganggukkan kepala, “Selain bunga, buku dan benda langit adalah hal yang ku sukai”


Emira mengulum senyuman mendengar perkataan Khai. Ternyata, lelaki itu masih mengingat perkataannya.


“Aku ingin mendengar sesuatu, karena sejak awal hanya aku yang mengatakannya” Bisik Khai.


Alis Emira bertaut mendengar perkataan Khai, “Apa?” Tanyanya.


“Aku jadi merasa ragu menikahimu karena kau tak pernah mengatakan cinta. Sepertinya, hanya aku yang antusias. Kau tidak terpaksa, kan?!”


“Apa itu masih perlu?. Aku bahkan tidak pernah melakukan penolakan”


Khai menganggukkan kepala, tatapan polosnya seperti seekor kucing yang tengah mengharapkan makanan dari pemiliknya, sangat lucu.


Emira tertawa melihatnya, “Aku cinta kakak” Ujarnya sambil berbisik.


“Aku tidak dengar” Jawab Khai


“Suaranya sangat keras” Ujar Khai lagi sambil menunjuk kembang api di tangannya.


Emira menarik napas dalam, lalu dihembuskan perlahan, “Aku cinta kak Khai!!!” Ujarnya dengan kencang. Di saat bersamaan, kembang api yang mereka nyalakan redup. Sontak saja, kelima member menoleh ke arahnya. Emira menundukkan kepala karena malu, sedangkan Khai malah tersenyum puas.


“Wahhh... kalian ini benar-benar pasangan yang keterlaluan, ya?!” Umpat Chan.


Zhi berdecak, “Kakak ipar, kau sangat tidak tahu situasi. Pengakuanmu telah mencemari telinga kami” Oloknya.


“Kalian membuat wajah kakak ipar jadi merah” Ujar Khai dengan santai.


‘Menyebalkan, padahal itu terjadi gara-gara dia’ Batin Emira bermonolog.


“Tapi... sepertinya, ada pasangan baru di sini”


Perkataan Dza mengalihkan perhatian para member dan Emira.


“Hmmm... adik kita sudah dewasa sekarang” Ujar Dza sambil merangkul Chan.


“Apa maksudnya?” Tanya Emira bingung.


Dza tertawa dengan girang sambil berkata, “Chan tertangkap kamera tengah mengantarkan pacarnya pulang”


Keempat member serta Emira menoleh bersamaan ke arah Chan, menuntut penjelasan darinya.


“Dia bukan pacarku. Dia hanya teman adikku. Karena rumahnya searah dengan SUN house, jadi ibu memintaku mengantarnya saat berkunjung” Terang Chan.


“Benarkah?. Lalu kenapa wajah kakak memerah?” Zhi meledek Chan yang salah tingkah.


“Ti...tidak, aku biasa saja” Jawab Chan dengan gugup.


“Sudahlah, akui saja” Ez ikut berkomentar.


"Akui apanya?. Dia hanya teman adikku" Elak Chan.


Zal mengacak rambut Chan, "Sepertinya, adik kita akan menjadi playboy sungguhan" Ujarnya sambil tertawa.


Melihat Chan yang salah tingkah, para member semakin senang menggodanya. Hingga akhirnya, Chan menyerah dan pasrah saat kelima member bergantian mengacak rambutnya.


Emira tersenyum, lalu mengambil ponsel dan merekam keenam member yang selalu kompak, seperti saudara sungguhan.


'Aku bersyukur karena ada di antara orang-orang baik seperti kalian, terima kasih' Ujar Emira lirih.


Terima kasih matahari, telah memberikan sinar yang hangat pada musim semi, hingga sang bunga tumbuh dan mekar dengan indah.


...TAMAT...


All member : Kita dipaksa author untuk mengatakan ini.


'Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca cerita dari author' -Khai-


'Terima kasih sudah membantu author mewujudkan salah satu cita-citanya (Menulis) sedari kecil' - Ez -


'Terima kasih atas like, comment, vote, gift, and subscribe' - Zal -


'Terima kasih untuk tidak meninggalkan komentar buruk' - Dza -


'Terima kasih sudah sabar menunggu author yang mageran dan hobi rebahan ini update'-Chan-


'Terima kasih readers, tunggu cerita terbaru author ya' - Zhi -


'Terima kasih readers. Maaf, kalau ada penulisan yang typo, kesamaan nama tokoh, atau cerita, karena semua murni FIKSI. Semoga cerita ini bisa memberi motivasi, kalaupun tidak termotivasi, setidaknya bisa menghibur readers😁. Author comeback tahun depan, tungguin ya😘 readers boleh oleng ke author lain tapi nanti harus (Maksa) balik lagi ya 😘😍 peluk online dari author 🤗🤗🤗


Bonus foto anak pantai :)