SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 8



Beberapa staf dan asisten umum nampak tengah sibuk menyiapkan perlengkapan para member untuk syuting acara ‘Cerita SUN’. Meskipun lokasi syuting kali ini hanya di SUN house, tapi tetap saja Emira dibuat kewalahan karena para member kerap teledor. Seperti pagi ini saja, Emira dibuat berlarian dari aula ke rumah utama karena Zal lupa membawa skrip, lalu mengambilkan baju ganti untuk Chan yang menumpahkan minuman saat syuting akan di mulai. Belum lagi, Zhi yang tiba-tiba sakit perut karena memakan mie pedas tadi malam.


“Ini” Pak Arsel memberikan air mineral pada Emira.


“Terima kasih” Emira mengatur napas sebelum menenggak tandas air mineral pemberian Pak Arsel.


“Apa kau merasa kesulitan?”


“Tidak...kalaupun sulit, saya akan tetap bertahan dan berusaha melakukan yang terbaik”


Pak Arsel tersenyum mendengar perkataan Emira “Keyakinanku memang tak pernah salah. Ayo, kita harus bersiap untuk syuting selanjutnya”


Emira beranjak dari duduknya dan mengekori Pak Arsel.


***


Syuting selesai pada malam hari, Pak Arsel serta para staf sudah pulang sejak dua puluh menit lalu, meninggalkan Emira, member SUN, juga beberapa kru yang masih membereskan properti.


“Mau mencobanya?” Tanya Ez saat melihat Emira tengah memperhatikan sepatu roda yang menjadi salah satu properti syuting.


“Apa boleh?”


“Tentu” Ez memilihkan sepatu roda yang ukurannya pas untuk Emira.


“Aku belum pernah memakai sepatu roda sebelumnya, bagaimana cara menggunakannya?”


Ez mengulurkan tangan, menuntun Emira yang kesulitan berjalan.


“Sekarang kau yang jaga” Tepukan Chan membuat Emira dan Ez menoleh bersamaan.


“Apa?. Kita tidak sedang bermain kucing dan tikus” Protes Emira.


“Aku sudah menepukmu, cepat kejar. Ayo, kak lari” Chan menarik Ez agar menjauh dari Emira.


“Tunggu...ini tidak adil, aku bahkan baru belajar menggunakannya beberapa menit yang lalu”


“Jangan curang!. Cepat kejar kami” Zhi ikut menimpali.


Para member SUN yang memang belum melepaskan sepatu roda setelah syuting, sengaja menggoda Emira dengan mengajaknya bermain kucing dan tikus. Kini tak hanya Ez, Chan, dan Zhi, tetapi ketiga member lain juga ikut bergabung.


“Arrghh, awas saja kalian. Ayo, tunjukkan pada mereka kemampuanmu, Em” Emira akhirnya mengikuti permainan yang dimulai secara sepihak.


Zhi yang tidak berhenti tertawa melihat Emira kesusahan berjalan, menjadi kurang fokus hingga kehilangan keseimbangan dan terjatuh. Kesempatan itu tentu tidak disia-siakan Emira untuk menangkapnya.


“Kena kau” Emira kegirangan karena berhasil menangkap Zhi.


“Aku terjatuh. Bagaimana bisa, kau memanfaatkan kesusahan seseorang?” Protes Zhi.


“Jangan beralasan. Sekarang, kau yang jaga” Emira tak mau kalah.


“Awas kau ya!”


Emira segera berlari menjauh dari Zhi dan berkumpul bersama member lain.


‘Entah kenapa, aku merasa sangat senang sekarang. Rasanya, telah lama tidak bermain dan tertawa lepas seperti ini’ Emira memperhatikan satu persatu wajah para member yang saat ini tengah berlari menghindari Zhi.


‘Khai tertawa lepas, sangat beda dari dia yang biasanya. Perhatian Ez yang membuat para member nyaman. Sikap tegas Zal seolah menunjukkan, jika ia akan selalu menjadi pelindung untuk member lain. Senyuman Dza yang manis mampu memberikan energi positif untuk SUN. Kecerian Chan menjadi warna diantara mereka. Dan tingkah konyol Zhi menjadi kebahagian untuk SUN’.


***Pagi Hari***


‘Arrgghh, mereka berisik sekali. Aku jadi tidak bisa tidur’ Gerutu Emira sembari beranjak dari kamarnya.


“Apa yang kalian ributkan?” Tanya Emira pada keenam member.


“Ibu Tari hari ini tidak masak karena pergi ke acara pernikahan keponakannya, petugas kebersihan juga izin tidak bisa datang karena sakit. Sekarang, kami sedang menentukan menu makanan hari ini. Tapi, mereka tidak mau mengalah” Terang Zhi.


“Sudah ku putuskan, kita akan makan daging hari ini” Timpal Khai.


“Kita kemarin sudah makan daging, hari ini harus menu lain” Protes Zal.


“Benar. Lebih baik, hari ini makan sup ayam saja” Usul Dza.


“Dua hari lalu, kita sudah makan sup ayam. Lebih baik makan ikan untuk hari ini” Chan ikut memberikan usul.


“Sepertinya, sea food lebih cocok” Ez juga memberi usul.


“Aku mau cumi dan sayur” Ucap Zhi.


“Tidak!. Kita akan makan daging hari ini” Tegas Khai yang langsung diprotes oleh member lain.


Emira mengurut pelipisnya karena melihat keenam orang dengan tubuh besar, tapi bertingkah seperti bocah.


“DIAM!!!!” Teriakan Emira membuat para member terdiam dan menoleh bersamaan ke arahnya.


“Apa kalian ini bocah yang kelaparan?” Pertanyaan Emira membuat Khai melotot, karena teringat bahwa ia pernah berkata yang sama saat memarahi Zhi, Chan, dan Emira yang memakan snack untuk keperluan syuting.


“Sekarang, biarkan aku yang menentukan. Mulai hari ini, kita akan membuat jadwal menu makanan. Hari senin, menu makanan kesukaan kak Khai, selasa – kak Ez, rabu – kak Zal, kamis – kak Dza, jum’at – kak Chan, sabtu – Zhi, minggu – aku dan Bu Tari”. Ucap Emira dengan lantang.


“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Tanya Emira karena para member menatapnya dengan tajam.


“Aku dan Bu Tari juga tinggal di sini, rasanya tidak adil jika kami hanya makan sesuai keinginan kalian saja” Jelas Emira.


“Baiklah, aku setuju” Khai menganggukan kepala.


“Aku juga” Jawab Ez, Dza, dan Zal bersamaan.


“Karena ini hari minggu, jadi... kita akan makan apa pun yang aku suka”


“Akh...kau curang sekali” Keluh Zhi.


“Benar-benar picik” Ejek Chan.


“Apa yang kalian katakan?. Bukankah, kita sudah sepakat?” Protes Emira dengan kesal.


“Sekarang, aku yang akan memasak. Silakan kalian menunggu dengan tenang” Emira bergegas menuju dapur.


Selang tiga puluh menit, Emira kembali membawa makanan yang telah di masaknya.


“Tada...ayo, kita makan” Emira tersenyum sumringah, sedangkan para member terkejut dengan apa yang di sajikannya.


“Mie?” Zhi mengerutkan keningnya.


“Eum, ini enak sekali. Kalian harus mencobanya”


“Seleramu sangat buruk” Sindir Khai.


Emira menghela napas, dengan kesal berkata "Apa mie ini melakukan kesalahan?. Kenapa kakak menganggap orang yang menyukai mie seleranya buruk?!"


Tak ingin menimbulkan keributan, Zal segera mencegah Khai yang hendak menyahuti pertanyaan Emira “Tapi kita tidak bisa makan mie seharian” Ucapnya.


“Benar, kita bisa lemas jika hanya makan mie” Dza setuju dengan ucapan Zal.


“Selain mie, apa ada makanan lain yang kau suka?” Tanya Ez pada Emira.


Emira berpikir sejenak, mencari sesuatu yang disukainya “Aku suka udang lada hitam dan sayur wortel” Putusnya kemudian.


“Karena hari ini kita libur syuting, bagaimana jika kita saja yang memasaknya untuk Emira” Zhi memberi ide pada member lain.


“Ide yang bagus, aku setuju” Timpal Chan.


“Aku tidak setuju” Protes Khai.


“Ayolah, kak. Anggap saja ini ucapan selamat datang untuk Emira” Rengek Zhi.


‘Ucapan selamat datang yang sudah kadaluwarsa lebih tepatnya’ Batin Emira.


“Tidak!” Tolak Khai lagi.


Zhi tak ingin menyerah, “Kalau begitu, kita voting saja. Siapa di sini yang setuju denganku?” Tanyanya kemudian.


“Aku” Ucap Chan, Zal, dan Dza bersamaan.


“Sudahlah, ikuti saja mereka. Kita juga tidak sedang sibuk” Bujuk Ez pada Khai yang akhirnya mengalah, mengikuti kemauan para member lain.


“Karena kak Khai sudah setuju, mari kita membuat tim agar cepat selesai”


“Perlukah?” Tanya Ez.


“Iya. Aku saja yang akan menentukan timnya” Jawab Zhi antusias.


“Aku, kak Zal, dan kak Ez, akan memasak sayur wortel. Sedangkan, kak Khai, kak Chan, dan kak Dza, akan memasak udang lada hitam” Putusnya kemudian.


“Aku tidak setuju, kau sengaja memilih menu yang mudah untuk dimasak” Khai tidak terima atas keputusan Zhi.


“Aku setuju dengan kak Khai” Kali ini Dza ikut bersuara.


Keenam member kembali berdebat karena memilih tim, hal itu membuat Emira kembali berteriak.


“BERHENTI!!!! Kenapa kalian ribut sekali?. Akh, bisa gila aku” Emira menatap satu persatu wajah para member.


“Biar aku saja yang menentukan” Emira menengahi SUN agar tidak terus berdebat.


“Aku akan melempar koin ini. Siapa yang memilih sama, maka akan satu tim” Ucap Emira setelah mengambil koin yang ada di kamarnya.


Hasil akhir dari melempar koin adalah : Tim 1 akan memasak udang lada hitam (Khai, Zhi, dan Zal). Tim 2 akan memasak sayur wortel (Ez, Dza, dan Chan).


“Karena tim sudah di tentukan, silakan kalian mulai” Emira memberi komando.


“Tapi...apa kalian benar bisa memasak?” Tanya Emira ragu.


“Tentu saja, kami pernah beberapa kali syuting acara memasak” Timpal Zhi yang mendapat dukungan dari member lain.


Sambil tersenyum, Emira berkata “Baiklah, selamat menyelesaikan tugas kalian”


“Sebaiknya, kau istirahat saja. Kami akan memanggilmu jika makanan sudah siap” Ujar Zhi.


“Iya” Jawab Emira.


Sementara Emira di kamar, kehebohan terjadi di dapur.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya🖤❤🧡💙💜


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah 🙏🏻😁


Terima kasih😘🤗🙏🏻