SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 12



*** Dunia Fantasi ***


“Apa tidak apa-apa jika kita keluar seperti ini?” Tanya Zal ragu.


“Iya, asal kalian tidak melepas topi dan masker” Jawab Khai santai.


“Tapi, ini pertama kalinya kita ke tempat umum tanpa pengawal” Chan juga terlihat ragu.


“Jika kalian takut, aku dan Emira saja yang masuk” Pernyataan Khai membuat Emira membolakan mata.


“Aku akan ikut kalian” Timpal Ez.


“Kalau begitu, aku juga akan ikut. Ayolah kak, akan lebih seru jika kita keluar tanpa pengawal” Rayu Zhi, dan akhirnya mereka sepakat untuk keluar bersama.


“Bagaimana jika kita mencoba wahana burung tempur terlebih dulu?” Usul Emira.


“Setuju” Ucap Zal dan Chan bersamaan.


“Kenapa langsung bermain wahana ekstrim?” Keluh Dza.


“Kakak tidak takut, kan?” Tebak Zhi yang langsung mendapat toyoran dari Dza.


“Ayo!” Zal berjalan memimpin.


Setelah mencoba wahana burung tempur, mereka kembali mencoba wahana ekstrim turbo drop dan juga halilintar. Emira dan kelima member sangat menikmati permainan. Terkecuali, Dza yang sejak tadi terlihat pucat.


“Apa kakak baik-baik saja?” Emira terlihat khawatir pada Dza.


“Iya, aku baik-baik saja”


“Tapi, kakak terlihat pucat” Emira merasa bersalah karena telah memaksa Dza untuk ikut.


“Kau kenapa?. Bukankah, kita pernah syuting di wahana ekstrim?” Sama seperti Emira, Khai juga terlihat khawatir.


“Aku akan istirahat sebentar, kalian bermainlah lagi” Dza mendudukan diri pada bangku panjang tanpa penyandar yang terbuat dari kayu.


“Aku akan membeli minum, tunggulah sebentar” Chan lantas pergi membeli minuman untuk Dza dan member lain ditemani oleh Zhi.


“Maaf” Ucap Emira lirih.


“Kenapa minta maaf?” Tanya Dza.


“Karena aku telah memaksa untuk bermain wahana ekstrim” Sesal Emira.


“Kau tidak bersalah. Aku yang tidak jujur pada kalian. Sebenarnya, aku sangat takut naik wahana ekstrim”


“Tapi ketika syuting, kau terlihat senang” Ujar Zal.


“Aku berbohong. Aku tidak ingin syuting menjadi kacau karena rasa takutku. Aku minta maaf karena tidak pernah memberitahu kalian”


“Seharusnya, kau berkata jujur pada kami. Kau pasti sangat tertekan waktu itu” Ez kini ikut duduk di samping Dza.


“Aku jadi malu, mengakui kalau kita sudah tinggal bersama selama bertahun-tahun” Khai menatap Dza dengan raut wajah bersalah.


Selang beberapa menit, Chan dan Zhi kembali.


“Ini” Chan memberikan sebotol air mineral pada Dza dan juga member lain.


“Apa sekarang sudah lebih baik?” Tanya Zhi yang kini duduk di samping Ez.


“Iya, terima kasih karena kalian telah mengkhawatirkanku” Dza menenggak air dalam botol hingga tersisa setengah.


“Jangan memaksakan diri melakukan hal yang tidak kau sukai lagi, kalian juga” Khai menepuk pelan bahu Dza.


“Jika ada hal yang kalian tidak sukai saat syuting, katakan saja. Kita bisa menolaknya!” Khai menatap para member. Sebagai leader, ia selalu berusaha membuat timnya merasa aman dan nyaman.


“Aku akan membeli cemilan sebentar, kalian tunggulah di sini” Emira sengaja menghindar untuk memberi waktu para member agar leluasa mengobrol.


“Apa yang Khai katakan benar, kita bukanlah SUN yang dulu. Sekarang, kita sudah bisa memutuskan apa yang akan kita lakukan” Ez juga ikut menimpali.


Khai dan Ez bukan hanya member tertua, tetapi juga member yang paling bertanggung jawab atas SUN. Segala bentuk kerjasama SUN dengan pihak lain, baik kontrak atau pun agensi, semua mereka yang menangani. Itulah yang menjadi alasan keempat member segan pada mereka.


“Aku tahu kau tidak suka jus apel, tapi kau sengaja meminumnya demi iklan. Bahkan, ketika ada 'My Spring' yang mengira kau suka jus apel dan mengirimkannya, kau juga meminumnya karena tidak ingin 'My Spring' itu kecewa. Berhentilah menyenangkan orang lain, kau akan lelah jika terus begitu” Tak hanya Zhi, tapi member lain juga terkejut atas pernyataan Khai.


“Terima kasih, karena kakak telah memperhatikanku sampai seperti itu” Zhi memeluk Khai. Bukannya senang, Khai justru menoyor kepala Zhi.


“Kau juga berhentilah mengatakan, ‘My Spring' wanita adalah kekasih SUN’. Jangan membuat mereka berhalusinasi atas kita. Mereka harus hidup dengan kenyataan” Ez memperingatkan Chan yang memang sering berkata demikian saat jumpa fans.


SUN hanya ingin dicintai dan didukung sebagai idola, mereka tidak ingin jika 'My Spring' terlalu mencintai mereka dan mengabaikan kehidupan pribadinya.


Emira kembali menemui para member dengan membawa beberapa kantong yang berisi sosis bakar.


“Ini” Emira membagikan sosis bakar pada keenam member.


“Terima kasih” Ucap keenam member kompak, seolah telah mendapat komando.


Saat mereka tengah menikmati sosis bakar, ada dua orang yang menghampiri mereka. Nampaknya, kedua orang itu adalah 'My Spring'.


“Wah…benar-benar SUN!” Seru salah seorang dari mereka.


“Apa sedang ada syuting di sini?” Tanya salah seorang lagi.


“Terima kasih telah mengizinkan kami berfoto, apa kalian sedang syuting?” Tanya salah seorang dari mereka.


“Tidak, kami hanya singgah sebentar untuk menemui seseorang” Jawab Dza.


“Apa kalian sedang berkencan?”


“Tidak…tolong jangan berpikir seperti itu” Sergah Emira.


“Kenapa kau yang menjawab?. Kami bahkan tidak bertanya padamu!” Ketus seorang tersebut.


“Asistennya menyebalkan sekali” Seorang dari mereka hendak menyiram Emira dengan air mineral namun dihalangi oleh Khai, sehingga membuat baju Khai basah.


“Apa yang kau lakukan?” Tanya 'My Spring' itu pada temannya.


“Ak…Aku tidak sengaja. Ini semua salahmu” Orang itu hendak memukul Emira, tapi Khai kembali menghalangi.


“Tolong jangan bersikap kasar!” Ucap Khai dengan tajam hingga membuat wanita itu takut.


Kejadian itu rupanya menarik perhatian pengunjung lain yang tengah lalu lalang.


“Bukankah mereka SUN?”


“Benar, itu SUN”


“Ayo, kita berfoto”


Beberapa orang menghampiri para member dan meminta foto. Hanya dalam hitungan menit, SUN sudah diserbu banyak orang. Karena terlalu ramai, mereka tidak bisa menangani keadaan yang mulai kacau.


“Hitungan ketiga, ayo lari” Bisik Khai pada para member.


Seperti komando Khai, pada hitungan ketiga, mereka semua berlari. Khai menarik tangan kanan Emira agar berlari dengan cepat, sementara Ez menarik tangan kirinya.


Emira terkejut saat Khai dan Ez menarik tangannya bersamaan, namun ia hanya bisa pasrah dan mengikuti kedua orang itu.


***


Para member dan Emira berlari dengan kencang karena 'My Spring' yang mengejar semakin ramai.


“Bagaimana ini?. Mereka terus mengejar!” Ucap Zhi.


“Kita cari tempat sembunyi” Zal berlari lebih cepat dari member lain untuk mencari tempat bersembunyi.


“Di sana” Zal menunjuk ruangan yang nampak seperti tempat penyimpanan mesin.


“Kita di sini dulu, sampai keadaan aman” Dza mencoba mengatur napasnya, menghirup udara sebanyak mungkin.


“Apa kalian akan menyeberang jalan?” Tanya Zhi saat melihat Khai dan Ez menggandeng tangan Emira.


Sadar sedang diperhatikan para member, Khai dan Ez segera melepas tangan Emira.


“Dia sangat lambat, jadi aku menariknya” Terang Khai, sementara Ez memilih tidak menjelaskan apa pun.


“Apa aku memegangnya terlalu kuat?” Tanya Ez yang melihat Emira memegangi tanganya.


“Ti…tidak. Terima kasih, kakak sudah membantuku” Emira tersenyum pada Ez.


"Tidak apa-apa" Jawab Ez singkat.


“Sebentar lagi akan ada wartawan yang datang. Kita tidak bisa di sini terus” Khai mencoba mengintip dari balik jendela yang nampak sudah tua dan berdebu.


“Apa sebaiknya kita minta bantuan Pak Sugara?” Tanya Emira.


“Jangan!!!” Jawab para member dengan kompak.


“Pak Sugara akan mengomel jika tahu kami pergi tanpa pengawal” Terang Chan.


“Benar. Tapi jika sampai ada media yang datang, beliau juga akan tahu nantinya” Ucap Dza


“Kalau begitu kita telepon saja sekarang, agar beliau mengirimkan orang untuk menjemput kita” Usul Zhi.


“Jangan, itu hanya akan menambah keributan” Khai menyandar pada pintu, mencoba mencari cara agar mereka bisa keluar tanpa ketahuan.


“Lalu sampai kapan kita harus di sini?” Zhi kembali bertanya.


“Atau... aku keluar saja untuk mengalihkan perhatian mereka?” Tanya Emira.


“Apa kau gila?!. Kau mau mereka menyerangmu seperti tadi?!” Omelan Khai langsung membuat Emira terdiam.


“Aku akan mencari celah untuk keluar dari sini, kalian tunggulah sebentar” Komando Ez.


“Aku akan membantumu” Zal mengekori Ez untuk mencari jalan keluar.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻