SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 18



Syuting program ‘Cerita SUN’ kali ini, menceritakan kegiatan liburan singkat mereka dengan memancing. Para member diberi tantangan yang harus diselesaikan jika ingin kembali ke SUN house. Mereka harus membentuk tim yang masing-masing beranggotakan dua orang. Pemilihan tim ditentukan secara acak oleh para staf.


Tim 1 : Chan dan Zal


Tim 2 : Khai dan Zhi


Tim 3 : Ez dan Dza


“Kalian akan menaiki perahu untuk memancing. Yang mendapatkan banyak ikan, dialah pemenangnya” Komando staf, sebelum acara dimulai.


“Apa tantangan kali ini ada hadiahnya?” Tanya Zhi pada staf.


“Iya”


“Apa hadiahnya?” Chan juga ikut bertanya.


“Akan diberitahu setelah kalian berhasil menyelesaikannya” Terang salah satu staf yang bertugas sebagai pemandu acara.


Mendengar kata hadiah, para member menjadi bersemangat. Meskipun hadiahnya bukanlah sesuatu yang bernilai mahal, tapi mereka tetap senang.


Kini mereka telah berada di pinggir danau, semua tim tengah bersiap untuk menaiki perahu. Dalam hitungan ketiga, perahu-perahu itu telah melaju.


“Airnya dingin sekali” Ucap Chan yang tidak sengaja terkena percikan air karena ulah Zal.


“Benarkah?” Zal yang penasaran, dengan sengaja menyentuh air danau itu.


“Kenapa malah menyentuhnya?” Chan tertawa melihat ekspresi polos Zal, seperti anak kecil yang suka meniru tingkah orang dewasa.


“Kakak memancing saja, biar aku yang mendayung. Perahu kita bisa tenggelam, jika kakak yang mendayungnya!” Chan yang sudah sangat paham akan sifat ceroboh Zal, mengambil alih dayung yang ada di tanganya.


Sementara itu, di perahu Zhi dan Khai juga ricuh. Mereka berebut untuk memancing dan tidak ada yang mau mendayung.


“Kenapa kau susah sekali mengikuti perkataanku?!” Protes Khai.


“Kakak juga tidak mau mengalah denganku” Jawab Zhi.


“Kau masih muda, tenagamu lebih banyak dariku. Cepat dayung!” Titah Khai.


Bukannya menurut, Zhi malah diam tak bergeming.


“Ayo, kita tentukan siapa yang mendayung!” Khai mencoba memberikan penawaran.


Mereka lantas melempar koin untuk menentukannya. Namun, koin itu justru terjatuh ke danau.


“Kak...kau menjatuhkan koinku!!!” Zhi melihat ke air, mencoba mencari koin yang kini sudah tak terlihat.


Bukannya merasa bersalah, Khai justru tertawa. “Kau berdosa karena tak menuruti perkataanku”


“Berdosa apanya?. Kakak yang melemparnya tidak benar. Itu koin yang ku dapat saat kita konser di Paris”


“Aku akan menggantinya ketika konser lagi” Ucap Khai santai.


“Aku akan benar-benar memintanya saat konser nanti!”


“Lakukan saja, aku bisa menggantinya sepuluh kali lipat. Aku ini kaya, kau tahu kan?” Tanya Khai.


“Aku juga kaya!” Zhi tak mau kalah. Keduanya tertawa, karena merasa konyol.


Khai dan Zhi adalah dua member dengan perbedaan umur yang paling jauh, namun keduanya sering bersikap layaknya bocah kembar. Hal ini dikarenakan, Khai adalah anak tunggal sedangkan Zhi anak bungsu. Meskipun kerap meributkan hal kecil, tapi Khai menyayangi Zhi seperti adiknya sendiri. Dari awal mereka bertemu, Khai yang paling menjaganya. Zhi pernah mengalami situasi yang buruk saat masih sekolah, sehingga Khai selalu memastikan agar Zhi aman ketika pergi dan pulang sekolah dengan cara tidak membiarkannya ke sekolah menggunakan bus.


“Kita sudah tertinggal jauh kak” Dza mulai kesal karena Ez hanya diam seperti batu.


“Biarkan saja. Kita sedang mencari ikan, bukannya lomba lari”


“Tapi, aku ingin berkeliling danau seperti mereka” Dza menunjuk pada keempat rekannya yang telah berada di tengah danau.


Dengan tenang, Ez berkata “Kalau begitu, kau berenang saja ke sana”


“Aku akan mendayung perahunya!” Ucap Dza.


“Kita tidak akan dapat ikan jika perahunya bergerak. Lebih baik, diam saja di sini. Jika menurutiku, kita akan menang dan mendapat hadiah, lalu kembali ke SUN house lebih dulu” Terang Ez yang masih terlihat santai.


“Lebih dulu apanya?. Kita saja satu mobil dengan mereka!” Geram Dza.


Di antara member lain, Ez yang paling tidak banyak gerak. Ia hanya aktif ketika sedang di panggung atau latihan. Selain itu, ia akan sangat menghemat energi dan hanya bergerak untuk hal yang penting saja.


Setelah 45 menit berlalu, staf memberi komando agar mereka segera menepi karena batas waktu yang ditentukan telah selesai. Tantangan kali ini dimenangkan oleh tim Khai dan Zhi. mereka mendapatkan dua ikan. Tim Zal dan Chan mendapat skor nol, karena Zal tidak sengaja menjatuhkan ikan ke danau ketika hendak memasukkannya ke dalam ember. Sedangkan, tim Ez dan Dza mendapatkan satu ekor ikan.


“Sejak awal, aku sudah menduga jika mereka yang akan menang” Ucap Chan. Ia sudah hafal, jika Khai dan Zhi satu tim pasti akan menang. Karena keduanya sangat kompetitif saat mendapat tantangan.


“Kita kalah karena kakak tidak mau bergerak” Dza masih saja menyalahkan Ez.


“Setidaknya, kita masih mendapat seekor ikan” Ez melirik Chan dan Zal.


“Kami juga mendapat ikan, kalau saja kak Zal tidak melepaskannya” Sergah Chan, sementara Zal hanya tertawa mengingat kecerobohannya yang mengakibatkan ikan itu lepas.


“Apa hadiah untuk kami?” Tanya Zhi pada staf.


“Kalian mendapatkan daging sapi sebanyak 10kg” Jawab staf, lalu memberikan voucher yang bisa ditukar dengan daging kepada Zhi.


“Wahhh...kita bisa pesta daging malam ini” Zhi tersenyum puas, begitu juga member lain. Siapa pun yang memenangkan tantangan, member yang kalah juga akan mendapatkan hadiahnya. SUN telah tinggal bersama dalam waktu yang cukup lama, sehingga mereka sudah terbiasa berbagi satu sama lain.


Emira menatap heran keenam member yang antusias karena mendapatkan hadiah daging sapi.


“Kau tak perlu heran, mereka memang seperti itu” Bisik Pak Arsel.


“Padahal, mereka bisa membeli sapi beserta peternakannya” Jawaban Emira membuat Pak Arsel tak bisa menahan tawa.


“Kau benar. Tapi sepertinya, mereka lupa jika sudah kaya!” Ucap Pak Arsel.


“Kita harus bersiap-siap untuk pulang. Besok, kalian akan menghadiri acara musik. Kau juga persiapkan untuk keperluan besok, Em” Terang Pak Sugara.


“Baik” Jawab Emira.


“Siapa saja besok yang akan hadir?” Tanya Pak Sugara pada Pak Arsel.


“Selain SUN, akan ada Sheril dan SKY” Jawab Pak Arsel. Mata Emira membola mendengar kata SKY, ia menjadi tak sabar untuk besok.


Syuting selesai dengan baik, mereka kembali ke SUN house menjelang sore hari. Pak Arsel dan Pak Sugara menggunakan mobil yang berbeda, karena mereka akan langsung pulang ke rumah masing-masing tanpa singgah ke SUN house. Sementara, Emira dan para member SUN berada di mobil yang sama. Seolah tak memiliki rasa lelah, sepanjang perjalanan mereka terus bermain. Mulai dari game menyambung lirik lagu, tebak judul lagu, hingga tebak nama penyanyi, dan tentu saja Emira yang kalah. Sebagai hukumannya, ia yang akan memanggang daging sapi untuk para member.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻