
Hallo readers... apa kabar?
Semoga kalian sehat dan bahagia terus, ya😇🤗🙏🏻
Author balik lagi bawa cerita baru nihhh...
Sequel nya SUN (My Spring)😍
Kali ini menceritakan tentang Chan yang lagi cari jodoh wkwk
Mohon dukungannya, ya 🙏🏻
Terima kasih untuk like, comment, vote, gift, and subscribe 🙏🏻🤗😘
***Say Hello***
Chayra mencubit lengan Lea dengan gemas sembari mengomel, “Kau ini jangan sembarangan berkenalan dengan orang di sosial media!”
“Iya, aku tahu. Kami hanya berteman, kenapa kau heboh sekali?!”
“Semua orang juga awalnya akan berkata begitu. Setelah semakin akrab, mereka akan bertemu di dunia nyata. Jika orang itu jahat, kau bisa saja diculik dan dimutilasi. Kau mau seperti itu?!” Chayra kembali mengomeli sahabatnya.
Lea menarik napas dalam, merangkul pundak sahabatnya dan berkata, “Kau tahu kan, kehidupanku bagaimana?. Aku tidak punya teman yang benar-benar tulus selain dirimu, tapi aku tidak bisa terus-terusan membebanimu dengan semua permasalahanku. Aku juga butuh teman untuk cerita. Juga... orang itu sepertinya baik dan tidak berbahaya”
Chayra menghembuskan napas berat, “Kau tidak pernah membebaniku, berapa kali harus ku katakan?”
Lea terdiam sejenak, lalu kembali berkata “Aku semakin merasa bersalah jika kau terus seperti itu”
“Terserah kau saja, yang penting aku sudah mengingatkan. Tapi kau tidak memakai identitas asli, kan?”
“Aku tidak sebodoh itu!” Jawab Lea dengan kesal.
Chan tersenyum girang membaca balasan pesan dari seseorang yang dikenalnya melalui sebuah aplikasi. Semenjak rekannya menikah, ia jadi berpikir untuk mencari pasangan juga. Meskipun banyak yang mendekati, tapi tak ada yang benar-benar bisa menarik perhatiannya.
Chan tahu jika mereka menyukainya karena ia seorang idol. Itu sebabnya, ia mencoba mencari pasangan melalui sebuah aplikasi bernama ‘Say Hello’. Sama seperti Khai, Chan juga ingin punya pasangan yang tulus tanpa memandang statusnya sebagai idol.
“Ibu perhatikan, sejak tadi kau memandang ponsel sambil tersenyum. Apa kau punya pacar?” Tanya seorang wanita paruh baya yang kini duduk di samping Chan.
Chan menggaruk kepalanya yang tidak gatal sambil tersenyum canggung, “Mana ada perempuan yang mau menjadi pacarku?!” Ujarnya sambil memakan sepotong buah mangga yang tersaji di atas meja.
Chan meringis sambil mengusap pundaknya, “Duniaku terlalu rumit untuk memiliki kekasih, aku jadi tidak yakin dengan diriku sendiri”
“Ibu yakin, pasti ada seseorang yang bisa menemani perjalananmu. Seperti Emira yang bisa menerima Khai, kau juga akan menjalani hidup seperti itu nantinya”
Chan menganggukan kepala, lalu berkata dengan hati-hati “Jika aku mencari pasangan melalui sebuah aplikasi, apa ibu setuju?”
Tatapan wanita paruh baya yang tadi terlihat sendu, kini berubah menjadi menyeramkan karena perkataan putranya, “Jangan mengada-ada, orang yang ada di media sosial tidak bisa dipercaya sepenuhnya!” Ujarnya. Setelah menjeda kalimatnya, wanita paruh baya itu kembali bergeming, “Tidak perlu mencari di aplikasi. Teman-teman ibu banyak yang mempunyai anak perempuan, ibu bisa mengenalkanmu”
“Anak-anak dari teman ibu adalah ‘My Spring’, sudah pasti mereka akan menerimaku. Aku ingin menyembunyikan identitas agar bisa mendapat pasangan yang benar-benar tulus”
“Kalau begitu, terserah kau saja!. Tapi, kau tetap harus hati-hati. Jangan mau dibodohi oleh aplikasi. Bahkan, mereka bisa membuat wajah menjadi cantik dengan aplikasi!” Ujar wanita paruh baya itu, lalu meninggalkan Chan yang masih terpaku di tempatnya.
‘Padahal, aku yang berkecimpung di dunia hiburan tapi ibu berkata seolah-olah sudah sangat pengalaman di dunia itu’ Ujar Chan sambil menatap ibunya yang semakin menjauh dari pandangan.
\*\*\* Kelanjutnya langsung baca aja di novelnya, ya😘\*\*\*

Yuk readers ramein.....
Sekali lagi terima kasih banyak semuanya 🙏🏻🙏🏻🙏🏻