SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 34



Emira berlarian kecil saat kembali dari toilet, ia khawatir jika para member mencarinya. Meskipun syuting tengah berlangsung, namun ia tetap tidak bisa meninggalkan para member begitu lama. Karena terburu-buru, ia jadi tidak memperhatikan jalan dan menabrak seseorang.


“Maaf”


Emira membungkukkan badan, merutuki kecerobohannya.


“Jangan minta maaf seperti itu, aku juga bersalah” Ucap lelaki itu.


Dengan segera Emira berpamitan dari hadapan lelaki itu.


“Tunggu...”


Emira menghentikan langkah saat lelaki itu memanggilnya.


“Sepertinya kita pernah bertemu”


Emira mengangkat kepalanya, menatap lelaki yang kini berdiri di hadapannya.


“Iya...” Jawab Emira pelan.


“Bukankah kau asistennya SUN?” Tanya Juna, orang yang pernah menolong Emira saat terjatuh di kolam dan leader dari SKY.


“Iya, saya adalah asisten SUN”


“Kebetulan sekali kita bertemu di sini. Apa SUN juga sedang syuting?”


“Iya, mereka ada di studio 3”


Emira menunjuk pada ruangan dengan pintu bernomorkan angka 3.


Juna menganggukkan kepala, lalu berkata “Kami ada di studio 5. Jika kau punya waktu, mampirlah. Kami juga teman-teman SUN, kau tak perlu sungkan”


“Baik, terima kasih atas tawarannya”


“Hubunganmu dan para member SUN sepertinya sangat baik” Juna yang melihat ekspresi bingung Emira kembali bergeming, “Maksudku, kalian tidak terlihat seperti asisten dan artis. Pasti menyenangkan jika kami juga punya asisten sepertimu”


“Tidak. Kami dekat karena pekerjaan” Elak Emira.


“Sepertinya, aku membuatmu tidak nyaman. Maaf”


“Hah...tidak” Emira ragu untuk mengatakannya, namun tidak ingin Juna salah paham. Dengan hati-hati ia berkata, “Sebenarnya, aku sedikit gugup karena aku adalah penggemarmu”


Juna sedikit terkejut, lalu ia tersenyum dengan ramah, “Mau foto bersama?” Ajaknya.


Mata Emira membola mendengar ajakan Juna. Ia lalu mengeluarkan ponsel dari saku celana dan mengambil dua foto bersama Juna.


“Jika kita bertemu lagi, akan ku bawakan album terbaru SKY” Ucap Juna.


“Benarkah?. Terima kasih” Jawab Emira antusias.


“Iya. Maka dari itu, kita harus bertemu lagi” Juna tersenyum, membuat Emira jadi salah tingkah.


Emira lalu berpamitan dan kembali menemui para member SUN.


‘Sepertinya, menarik jika sedikit mengganggunya’ Gumam Juna sambil menatap Emira yang semakin menjauh.


“Apa kita punya tujuan yang sama?” Tanya Sheril.


“Kenapa kau ada di sini?”


Bukannya menjawab, Juna malah bertanya.


“Aku ada pemotretan”


Sheril menunjuk ruangan yang ada tepat di belakang mereka.


“Jadi...apa kau mau menjadikan perempuan itu bonekamu?” Wanita itu kembali bertanya.


Juna menatap Sheril dengan tajam, “Jangan berani menyentuh sesuatu yang menjadi milikku!. Aku tak tertarik bersekutu denganmu” Ucapnya, lalu berjalan meninggalkan Sheril yang terlihat kesal.


‘Menyebalkan, berani sekali dia berkata seperti itu!. Lihat saja, aku akan membuatnya menyesal. Dan perempuan tak tahu malu itu, apa hebatnya dia?! Beraninya dia mengusik ketenanganku!’ Sheril mengepalkan tangan menahan kekesalan.


***


Emira kembali tepat saat para member telah menyelesaikan syuting. Studio yang tadinya sepi, kini menjadi riuh. Beberapa staf nampak sibuk membereskan properti, dan sebagian lainnya tengah berdiskusi.


“Kau dari mana?”


Zhi mengulurkan tangan, meminta air mineral yang ada di tangan Emira.


“Aku hanya berjalan-jalan sebentar. Aku ingin menunjukkan sesuatu padamu” Ucap Emira dengan girang.


“Apa?” Jawab Zhi setelah menenggak minumannya.


Emira mengeluarkan ponsel dan menunjukkan fotonya bersama Juna.


Zhi mengerutkan kening melihatnya, tapi tidak berkomentar apa pun.


“Lihat” Ucap Zhi pada Chan. Zal dan Dza yang berada di belakang Chan juga ikut melihat.


“Kapan kalian bertemu?” Tanya Chan.


“Saat kalian sedang syuting, kami tidak sengaja bertemu” Jawab Emira.


“Kau sengaja menemuinya saat tidak ada kami?!” Zhi menatap Emira lekat.


“Tidak...kami hanya kebetulan bertemu”


“Kau sangat mencurigakan” Chan menyipitkan mata, seperti tengah mengintimidasi.


“Kau tersenyum bahagia, berbeda saat berfoto bersama kami” Ucap Dza.


“Benar. Sepertinya, dia memang penggemar sejatinya SKY” Zal ikut bersuara.


“Tidak...kalian bisa menghapus fotonya jika tidak suka” Ujar Emira.


Zal mengusap lembut pucuk kepala Emira.


“Kau terlihat panik sungguhan”


Dza juga mengusap pucuk kepala Emira.


“Kau boleh menyukai artis manapun, tapi tetap...” Belum selesai Zhi berbicara, Emira telah lebih dulu bergeming, “Tetap SUN yang paling utama”


“Aku sangat posesif terhadap penggemarku. Karena kau sudah menjadi penggemar SUN, jadi jangan salahkan aku jika posesif padamu!”


Emira mengerutkan kening mendengar pernyataan Zhi, sementara member lain malah tertawa melihat ekspresi Emira yang tertekan namun lucu.


***


Khai, Dza, Zal, dan Emira telah lebih dulu menunggu di mobil, sedang Zhi dan Chan tengah mencari Ez yang tiba-tiba menghilang. Ponselnya juga tidak bisa dihubungi.


“Apa kau menemukannya?” Tanya Chan.


Zhi menggelengkan kepala, “Kau dengar sesuatu?” Tanyanya pada Chan.


Mereka diam sesaat, memastikan suara yang didengar dari balik dinding adalah milik seseorang yang tengah mereka cari.


Zhi membolakan matanya, tak percaya dengan apa yang tengah didengarnya, begitu juga dengan Chan. Zhi hendak menghampiri Ez, namun Chan melarangnya. Ia meletakkan jari telunjuk pada mulutnya, seolah memberi tanda agar Zhi tetap tenang.


“Kita kembali ke mobil sekarang” Bisik Chan.


“Tapi...”


Zhi tidak setuju dengan perkataan Chan.


“Kita tanyakan ketika sampai di rumah, terlalu berbahaya jika bicara di sini!”


“Huh!. Baiklah”


Zhi akhirnya mengalah.


Mereka lantas meninggalkan Ez, dan kembali menemui para member yang tengah menunggu.


“Di mana kak Ez?” Tanya Emira ketika Zhi dan Chan sudah kembali bergabung.


“Sebentar lagi dia akan menyusul” Jawab Chan.


Beberapa menit kemudian, Ez sudah ikut bergabung. Mobil melaju dengan cepat karena keadaan jalan yang tidak begitu ramai. Sepanjang perjalanan, para member hanya diam. Bahkan Chan dan Zhi yang biasanya selalu berceloteh, kini hanya diam. Mereka seolah sibuk dengan pikiran masing-masing.


Setelah tiba di SUN house, mereka segera menuju kamar masing-masing. Hal itu membuat Emira bingung, karena tidak biasanya mereka bersikap seperti itu. Namun, ia tidak mau mengganggu privasi para member. Meskipun mereka cukup dekat, tapi Emira tetap sadar posisinya sebagai asisten.


.


.


.


“Apa kakak ingin makan sesuatu?” Tanya Emira saat melihat Khai hendak menuju dapur.


“Tidak, aku ingin minum cokelat hangat saja” Ucap Khai, tangannya mulai mencari cokelat bubuk untuk diseduh.


“Biar aku saja yang membuatnya” Cegah Emira, ia lantas mengambil alih cangkir yang ada di genggaman Khai. Tanpa sadar, ia menyentuh tangan Khai.


“Kenapa menyentuhnya?” Tanya Khai.


“Hah?”


Emira nampak bingung.


“Apa kau akan terus memegangnya?”


Khai menunjuk tangannya. Emira yang menyadari, segera melepaskan tangannya dari tangan Khai, bahkan cangkirnya juga ikut terlepas.


Mata Emira terbelalak saat sadar bahwa cangkir yang baru saja ia pecahkan adalah cangkir milik Khai pribadi.


‘Ceroboh sekali, bisa-bisanya aku memecahkan benda berharga ini’ Gerutu Emira.


“Maaf, kak. Aku akan membelikan cangkir yang baru” Ucap Emira lirih.


“Aku membelinya saat konser di Amerika, apa kau yakin mau membeli cangkir yang sama?”


Emira terdiam sejenak, ia lupa jika barang milik Khai tidak mungkin murah dan dijual disembarang tempat, “Meskipun tidak bisa membeli yang sama persis, tapi aku akan membelikan yang terbaik” Ucapnya.


Emira memejamkan mata saat Khai berjalan ke arahnya, ia sudah siap jika Khai akan memukulnya.


“Minggir, kau menghalangiku”


Bukannya hendak memukul, Khai malah membersihkan pecahan cangkir yang berhamburan.


“Kakak tidak usah membersihkannya, biar aku saja” Cegah Emira.


“Kau sama cerobohnya dengan Zal, mana bisa aku membuatmu membersihkan ini!”


Emira tersenyum kikuk mendengar pernyataan Khai.


“Dari pada hanya melihat, lebih baik kau buat cokelat hangatnya” Titah Khai.


“Baik” Ucap Emira, sesekali ia melirik ke arah Khai yang masih membersihkan lantai.


‘Meskipun terkadang menyeramkan, tapi dia baik juga’ Gumam Emira pelan dan tidak disadari oleh Khai.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻