SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 45



Para member tengah menghadiri talk show di salah satu stasiun televisi. Selain SUN, banyak aktris dan aktor lain yang hadir, hal itu dikarenakan stasiun televisi tersebut mempunyai banyak program acara.


Sementara syuting berlangsung, Emira sibuk mengabadikan kegiatan para member menggunakan ponselnya. Ia ingin punya kenangan khusus sebagai asisten SUN. Itu sebabnya, ia selalu mengambil foto dan merekam sendiri setiap momen SUN menjadi bintang tamu di suatu acara atau saat konser.


Zhi dan Chan segera menghampiri Emira setelah menyelesaikan syuting.


“Sepertinya, kau sangat mengagumi kami”


Zhi menyindir Emira yang tersenyum sambil menatap ponsel.


Emira mengerutkan kening, “Aku hanya ingin mengabadikan momen selagi masih menjadi asisten kalian” Jawabnya.


“Kau bicara seolah-olah akan pergi saja, menakutkan!” Sergah Chan.


Emira tersenyum, lalu berkata, “Jika nanti aku sudah tidak menjadi asisten kalian lagi, apa kita masih bisa bertemu?”


“Apa yang kau katakan?!. Kami tidak akan pernah mengizinkanmu berhenti menjadi asisten SUN” Ucap Zhi dengan posesif.


“Benar. Kau sudah terlanjur masuk terlalu jauh dalam kehidupan SUN, maka sulit bagimu untuk kembali” Chan ikut bergeming.


“Wahhh...bukankah, kalian yang sebenarnya mengagumiku?” Emira sengaja menggoda kedua member tersebut.


“Siapa yang mengajarimu percaya diri seperti ini?. Hah?!” Tanya Chan sambil mengacak rambut Emira, dan Zhi juga melakukan hal yang sama.


Emira ingin mengelak, namun percuma melawan kedua member yang memang senang menjahilinya.


Sementara itu, seseorang tengah mengamati keakraban mereka dari kejauhan. Ekspresinya sangat tidak bersahabat.


‘Rubah kecil itu ternyata lebih bahaya dari pada yang ku pikirkan’ Ia menjeda kalimatnya, lalu kembali berkata, ‘Kita lihat saja, sampai sejauh apa kau bisa bertingkah’.


“Wow...kenapa jadi menarik begini?”


Aerin segera menoleh ke arah sumber suara. Ia sangat terkejut karena seseorang yang ada di sampingnya adalah Sheril.


“Kenapa kau terkejut?. Kita ada di tim yang sama” Sheril berbisik pada Aerin.


“Apa maksud Anda?” Tanya Aerin dengan hati-hati.


Sheril menarik napas dalam, lalu menghembuskannya pelan, “Aku juga tidak menyukainya” Ucapnya sambil menunjuk seseorang.


“Benarkah?” Mata Aerin berbinar saat mendengar pernyataan Sheril.


“Apa aku terlihat tengah bercanda?!”


Melihat raut wajah tegas Sheril membuat Aerin jadi kikuk, “Maafkan saya” Sesalnya kemudian.


“Bukankah, kalian bekerja di tempat yang sama?”


Belum sempat Aerin menjawab, Sheril telah lebih dulu bergeming, “Ah, benar. Meskipun menghasilkan uang di tempat yang sama, bukan berarti kalian seirama”


“Akan sangat bosan jika tidak ada permainan, apa kau punya sesuatu yang menarik?”


Seperti paham akan keinginan lawan bicaranya, Aerin segera mengeluarkan ponsel dari tas dan menunjukkan sesuatu pada Sheril.


Seketika senyum Sheril mengembang, dan sorot matanya menunjukkan kebahagiaan.


“Aku masih ingin mengobrol denganmu, tapi sayang sekali...aku harus kembali syuting” Sheril melambaikan tangannya, lalu meninggalkan Aerin.


“Ah, aku lupa...siapa namamu?” Sheril menghentikan langkah, dan berbalik menatap seseorang yang kini ada di depannya.


“Nama saya, Aerin" Jawab Aerin. Ia tersenyum ramah, seolah telah akrab dengan Sheril.


“Baiklah. Aku akan mengingatnya dengan baik” Ucap Sheril, lalu benar-benar meninggalkan Aerin yang masih terdiam di tempatnya.


‘Kau lihat itu?. Sekarang, aku punya seseorang yang akan mendukungku’ Monolog Aerin dengan bangga.


***


Sebelum kembali ke SUN house, Zhi, Emira, dan Ez, singgah ke supermarket untuk membeli cemilan. Sedangkan, keempat member berada di mobil yang berbeda telah lebih dulu pulang.


“Kau harus menepati janjimu”


Emira mengingatkan Zhi yang beberapa waktu lalu berjanji akan membelikannya es krim.


“Ambil saja sesukamu!”


Mata Emira berbinar mendengar perkataan Zhi, sedang Ez tersenyum melihat ekspresi keduanya yang bertolak belakang, namun sama lucunya.


Ketika mereka sedang memilih es krim, ada ‘My Spring’ yang menghampiri dan meminta foto. Dengan ramah, Zhi dan Ez meladeni kedua ‘My Spring’ tersebut. Bahkan, Zhi juga membelikan es krim untuk keduanya.


Meskipun seharian melakukan kegiatan yang melelahkan, namun Zhi dan Ez tetap bersikap ramah dan sabar ketika ‘My Spring’ itu meminta foto lebih dari satu kali. Hal itu membuat Emira kagum.


***SUN House***


Melihat keempat member tengah melakukan siaran langsung di sosial media untuk menyapa ‘My Spring’, membuat Emira segera menjauh. Kehebohan akan kembali muncul jika ‘My Spring’ tahu bahwa ia tinggal bersama idola mereka.


“Kemarilah, ‘My Spring’ mencari kalian sejak tadi” Ujar Dza. Lalu, Zhi dan Ez segera bergabung bersama keempat member.


“Apa maksudnya?” Chan menunjukkan beberapa komentar dari ‘My Spring’ yang membahas tentang es krim pada member lain.


“Aku tahu, tadi kami tidak sengaja bertemu ‘My Spring’ saat di supermarket. Apa benar itu yang kalian maksud?” Tanya Zhi sambil memperlihatkan es krim yang tadi dibelinya ke arah layar laptop.


“Aku kira sudah mengendarai mobil dengan cepat, ternyata beritanya jauh lebih cepat”


Ucapan spontan dari Ez membuat para member serta ‘My Spring’ yang menyaksikan siaran langsung mereka tertawa.


Zhi memang ingin memberitahu jika mereka tadi bertemu ‘My Spring’ secara tidak sengaja saat di supermarket, tapi ternyata ‘My Spring’ itu telah lebih dulu memberitahu ‘My Spring’ lainnya.


Para member tak bisa menahan tawa saat membaca komentar ‘My Spring’ yang mengaku iri pada kedua 'My Spring' yang beruntung karena mendapat es krim dari Zhi dan Ez.


"Seharusnya kalian iri karena 'My Spring' itu bertemu mereka secara langsung, bukannya iri pada es krim"


Khai protes dengan ekspresi seolah-olah tengah kesal. Namun, bukannya merasa bersalah ataupun takut, 'My Spring' yang menonton siaran langsung mereka justru semakin ramai.


Emira yang melihat para member tengah asyik mengobrol bersama para penggemarnya, berniat istirahat terlebih dulu. Tapi niat itu, ia urungkan karena teringat para member belum makan sejak pulang syuting. Karena tak ingin membangunkan Bu Tari yang sudah tidur, ia lantas menyiapkan sendiri makanan untuk keenam member.


Setelah tiga puluh menit, makanan dengan tiga menu sudah tersaji dengan rapi di atas meja. Namun, ketika melihat para member masih asyik mengobrol dengan 'My Spring', membuat Emira tak tega mengganggunya.


'Mereka pasti lelah karena bekerja sedari pagi, tapi tetap meluangkan waktu untuk 'My Spring', bahkan mereka sama sekali tidak menunjukkan rasa lelahnya. Wahhh...membuatku kagum saja' Monolog Emira.


Emira yang sudah tak bisa lagi menahan kantuk, akhirnya tertidur di meja makan karena menunggu para member menyelesaikan siaran langsung.


Karena terlalu pulas, Emira sampai tak sadar jika para member telah menyelesaikan siaran langsung di sosial media.


"Dia sampai tertidur karena menunggu kita" Ucap Zhi.


"Dia seperti seekor kucing yang setia pada pemiliknya" Ujar Chan dengan santai, namun beberapa detik kemudian, mendapat toyoran dari Ez.


"Dia juga pasti lelah, tapi tetap menyiapkan makanan untuk kita" Zal menatap Emira dengan iba.


"Kalian makan saja duluan, aku akan memindahkannya ke kamar"


Mendengar ucapan Ez, membuat Khai tidak tinggal diam.


"Bangunkan saja dia, jangan terus memanjakannya!"


Khai lantas menendang kaki Emira, namun sang empunya tak bergeming sama sekali. Bahkan hingga beberapa kali dibangunkan, Emira tetap tak bergeming.


"Dia tidur seperti orang mati"


Dza menatap heran pada Emira.


"Sudahlah, biar aku saja yang memindahkannya" Ujar Zal.


"Jangan!!!" Teriak Khai dan Ez bersamaan.


"Kalian ini kenapa?. Aku hanya akan memindahkannya saja" Zal tetap pada pendiriannya.


"Iya. Kasihan Emira, dia pasti sudah lama tertidur di sini"


Dza setuju dengan perkataan Zal, tapi Khai dan Ez malah menatapnya dengan tajam.


"Sebenarnya, apa yang kalian ributkan?. Biarkan saja kak Zal yang memindahkannya" Protes Zhi.


Emira terbangun karena suara para member yang sangat berisik.


"DIAM!!!"


Teriakan Emira membuat keenam member SUN terkejut.


"Kenapa kalian berisik sekali?!. Aku bahkan tidak bisa tidur dengan tenang" Ujar Emira, lalu berjalan menunju kamar dengan mata terpejam. Sedangkan, para member tak bisa berkata-kata melihat tingkahya.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻