
Setelah 15 menit, akhirnya Ez dan Zal menemukan celah untuk keluar dari tempat penyimpanan mesin.
“Kalian keluarlah lebih dulu, setelah itu bantu Emira” Komando Ez pada Zhi dan Zal.
Zhi dan Zal melompat jendela yang langsung terhubung dengan pagar keluar dunia fantasi.
“Apa ini???. Kenapa tinggi sekali?” Emira nampak ragu untuk melompat.
“Kau tidak akan terluka, percaya padaku” Ucap Zhi yang telah menunggu Emira dari luar.
“Lompat saja, jangan takut” Zal ikut meyakinkan.
Emira menutup mata hendak melompat, namun ia sangat takut hingga kakinya gemetar. Khai yang melihat hal itu, segera menarik tangan Emira dan mengajaknya melompat bersama. Tak hanya Emira, bahkan para member lain juga terkejut dengan sikap Khai.
“Apa kau baik-baik saja?” Tanya Zhi yang melihat Emira masih terkejut.
“Iya. Ini pertama kalinya aku melompat dari tempat yang tinggi secara tiba-tiba” Emira mencoba mengumpulkan kesadarannya, sedangkan Khai malah tersenyum melihat ekspresi Emira yang ketakutan namun terlihat lucu.
Ez, Chan, dan Dza melompat secara bergantian, menyusul member lain yang telah lebih dulu keluar.
“Kita tidak bisa kembali ke mobil, mereka pasti sudah menunggu di tempat parkir” Ujar Chan.
“Kau benar. Sekarang, kita harus keluar dari sini” Khai menatap pagar yang ada di belakangnya.
“Maksud kakak, kita akan melompati pagar ini?” Tanya Emira panik.
“Memangnya ada cara lain?” Tanya Khai.
“Apa tidak bisa kalian saja yang melompat dan aku lewat jalan keluar biasa?”
Dengan tegas, Khai berkata “Kau mau mereka mengejarmu?. Beberapa media dan 'My Spring' sudah tahu kalau kau asisten kami”
“Khai benar. Mereka bisa mengejarmu. Kau akan kesulitan jika menghadapinya sendirian” Ez membenarkan ucapan Khai agar Emira tidak keluar sendirian.
“Jangan khawatir, pagar ini tidak terlalu tinggi” Chan mencoba menghilangkan kekhawatiran Emira.
“Baiklah” Emira hanya bisa pasrah.
Zhi dan Zal melompat pagar lebih dulu, kemudian disusul oleh Dza, Chan, Emira, Khai, dan Ez.
“Ternyata melompat pagar lebih baik dari pada melompat jendela. Kita seperti sedang syuting film laga” Celoteh Emira dengan girang.
Khai mengernyitkan kening menatap Emira, “Kenapa ada perempuan aneh seperti ini?” Ucapnya, lalu berjalan mendahului Emira dan para member lainnya.
“Apa nya yang salah?. Benar seperti film laga, bukan?” Tanya Emira dengan antusias.
“Iya, kau benar” Jawab Ez dengan tersenyum.
“Sekarang bagaimana kita pulang?”
“Kita naik bus saja” Emira menjawab pertanyaan Zhi dengan santai.
“Di jam makan malam seperti ini, biasanya bus tidak terlalu ramai” Emira yang biasa mengunakan bus saat bepergian, nampak sudah hafal jadwal ramai dan tidaknya bus.
Hanya lima menit mereka menunggu, bus telah datang. Perkiraan Emira benar, bus tersebut sepi, bahkan kini hanya mereka yang ada di kursi penumpang.
“Setelah tadi dikejar banyak orang dan sekarang bus ini memutar lagu SUN, aku jadi tahu kalau kalian sangat terkenal” Gumam Emira pada Zhi yang kini duduk di sampingnya.
“Akhirnya, kau keluar dari goa”
Emira memalingkan wajah, menatap ke arah luar jendela karena tak ingin menanggapi Zhi yang meledeknya.
***
“Pak Sugara menunggu kalian di ruang rapat” Ujar Pak Alan yang telah menunggu para member serta Emira pulang sejak tadi.
“Apa beliau sudah tahu?” Tanya Khai.
“Iya. Sejak tadi banyak berita bermunculan, bahkan berita tentang kalian yang berkencan di dunia fantasi menjadi trending” Pernyataan Pak Alan membuat para member juga Emira tercengang.
“Sampai seperti itu?” Tanya Emira meyakinkan.
“Iya. Beberapa komunitas 'My Spring' menuntut agensi untuk klarifikasi mengenai rumor kalian berkencan” Terang Pak Alan.
Emira benar-benar tidak menyangka akan seperti ini, ternyata hal yang sangat biasa bisa menjadi luar biasa jika berkaitan dengan SUN.
Ketika mereka memasuki ruang rapat, Pak Sugara dan Pak Arsel telah menunggu di sana. Berbeda dengan wajah Pak Arsel yang tenang, wajah Pak Sugara justru terlihat menakutkan saat ini.
“Jelaskan ini” Pak Sugara memperlihatkan beberapa artikel mengenai SUN yang ada di dunia fantasi.
Belum sempat para member menjawab, Pak Sugara kembali bergeming “Aku memang memberikan kalian waktu untuk bermain, tapi bukan berarti kalian bisa pergi seenaknya saja”
“Sudahlah, kita masih bisa menanganinya” Ujar Pak Arsel.
“Kita buat saja klarifikasi” Jawab Pak Arsel.
“Kenapa kita harus mengklarifikasi hal yang tidak terjadi?!”
“Kalau begitu, abaikan saja beritanya” Jawab Pak Arsel dengan lantang.
“Hah…kalian membuatku gila!” Pak Sugara mengurut pelipisnya.
“Kenapa kau membiarkan mereka pergi tanpa pengawal?” Tanya Pak Sugara pada Emira.
“Kau bukan hanya asisten yang membantu menyiapkan keperluan mereka, tapi juga bertanggung jawab atas SUN” Pak Sugara menatap tajam pada Emira.
“Maaf. Lain kali, saya akan lebih berhati-hati” Emira menundukkan kepala, tak berani menatap Pak Sugara yang saat ini sedang kesal.
“Maaf. Aku bersalah, karena tidak bisa menjaga timku dengan baik” Ujar Khai dengan tenang.
“Sebagai member tertua, aku tidak bisa menjadi contoh yang baik. Aku juga bersalah, maaf” Ez ikut bersuara.
“Aku juga bersalah karena pergi tanpa izin” Zal ikut mengakui kesalahannya.
“Aku juga bersalah, maaf” Ucap Dza.
“Aku juga minta maaf” Zhi dan Chan ikut buka suara.
“Akh…kepalaku jadi sakit” Pak Sugara melenggang keluar dari ruang rapat.
“Terima kasih, kalian telah membelaku. Maaf, kalian jadi terkena masalah karena aku” Sesal Emira.
“Aku tidak membelamu, aku hanya melakukan apa yang seharusnya ku lakukan” Ucap Khai, lalu keluar dari ruang rapat.
“Kau tidak bersalah. Aku senang, karena hari ini bisa merasakan hidup seperti orang biasa. Kami makan sosis bakar yang dijual di pinggiran, lalu melompat jendela dan pagar, persis seperti siswa yang akan membolos, kami juga naik bus dan berjalan kaki sambil menikmati angin malam. Kami melakukan banyak hal yang telah lama tidak bisa dilakukan” Terang Zal.
“Aku juga jadi berkata jujur soal ketakutanku” Ujar Dza.
“Terima kasih untuk hari ini” Ucap Ez dengan tulus.
“Sekarang istirahatlah, kau pasti sangat lelah” Komando Pak Arsel pada Emira.
“Tapi, Pak Sugara…” Emira masih nampak khawatir.
“Aku sudah mengurus semuanya, kau tidak perlu khawatir. Dan ini” Pak Arsel menunjukkan ponselnya yang berisikan pesan dari Pak Sugara :
‘Beritahu Emira bahwa aku tidak marah padanya. Aku khawatir, jika dia tidak bisa istirahat dengan nyaman karena ini’
Emira menjadi tenang setelah membaca pesan dari Pak Sugara.
“Dia memang seperti itu, mudah sekali terbawa suasana. Sekarang istirahatlah” Pak Arsel mengusap lembut pucuk kepala Emira.
"Terima kasih, Anda sangat baik"
"Kau pantas mendapatkannya"
Pak Arsel dan Emira tersenyum bersama.
.
.
.
Emira yang hendak istirahat dikejutkan oleh Khai yang ada di depan pintu kamarnya.
“Apa kakak butuh sesuatu?”
“Kenapa kau hanya berterima kasih pada Ez?” Pertanyaan Khai membuat Emira bingung.
“Aku juga membantumu kabur dari kejaran 'My Spring'. Bahkan, juga membantu melompati pagar dan jedela” Mendengar pernyataan Khai membuat Emira menyadari sesuatu.
“Ahh…ternyata itu yang kakak bicarakan. Meskipun terlambat, tapi aku sangat berterima kasih pada kak Khai yang sangat baik hati. Terima kasih banyak” Ucap Emira dengan tulus, meskipun dalam hatinya sangat ingin tertawa karena kelakuan konyol Khai.
Khai melenggang meninggalkan Emira yang masih terpaku di tempantnya.
‘Dia kemari hanya untuk itu?. Sangat tidak penting dan membuang waktu saja’ Monolog Emira yang masih merasa heran akan sikap Khai yang menurutnya sangat kekanak-kanakan.
...***...
Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛
Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻
Terima kasih 😘🤗🙏🏻