SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 20



‘Menyenangkan sekali di rumah sendirian. Tapi, apa yang harus ku lakukan?’ Emira menatap sekeliling ruangan yang biasanya sangat ramai oleh suara para member.


Emira nampak berpikir sejenak, ‘Ahh, benar. Aku akan menonton televisi saja. Bukankah, sudah lama aku tidak memeriksa acara televisi. Baiklah, mari kita bersantai’ Emira lalu menyalakan televisi dan juga menyiapkan cemilan.


Saat ini, para member dan Bu Tari tengah pulang ke rumah dikarenakan libur. Dalam satu bulan, mereka diizinkan untuk pulang ke rumah sebanyak dua kali. Hanya Emira yang berada di SUN house saat libur, karena ia tidak mempunyai tempat tinggal lain.


‘Apa ini?. Kenapa semua acara di TV ini hanya ada SUN?!’ Monolog Emira setelah mengubah saluran televisi, namun semua saluran hanya ada program SUN.


‘Mereka benar-benar luar biasa!. Saat tidak di rumah pun, masih saja berkeliaran di televisi!’ Biarpun mengomel, namun ia tetap menonton program yang dibintangi oleh SUN.


‘Mereka konyol sekali. Aku tidak menyangka, ternyata mereka bisa bertingkah aneh juga. Tunggu...bukankah, mereka memang sering bertingkah aneh. Kenapa aku malah heran?’


‘Hahaha...Khaiuman...ternyata dia bisa menjadi pelawak juga. Padahal, biasanya dia sensitif dan mudah emosi’


‘Kak Zal...dia memang benar-benar ceroboh. Saat syuting ataupun tidak, dia memang ceroboh dan pelupa. Tapi, kecerobohannya itu justru terlihat lucu saat di episode ini. Dia jadi membuat selimut itu terbakar’


‘Zhi dan kak Chan, selalu saja menjadi yang paling berisik. Meskipun tenang, tapi sekalinya berbicara sangat menusuk. Wahhh... kak Ez, memang mempunyai image seperti itu. Kak Dza ternyata benar-benar pintar berkata manis. Pantas saja, penggemar wanitanya banyak.’


Emira terus berkomentar dan tidak berhenti tertawa menonton program 'Cerita SUN'. Meskipun, sudah beberapa kali melihat secara langsung syuting program tersebut, namun ini pertama kali ia menyaksikannya di televisi.


“Kau terlihat senang sekali”


“Anda datang?. Kenapa tidak memberitahu?” Tanya Emira pada Pak Arsel yang kini ikut duduk di sampingnya.


“Aku hanya mampir untuk memberikan ini” Pak Arsel memberikan bingkisan yang berisikan makanan dan beberapa snack.


Emira menerima bingkisan tersebut, sambil tersenyum girang, “Terima kasih” Ujarnya kemudian.


“Iya. Apa kau sedang merindukan SUN?” Tanya Pak Arsel saat menyadari Emira tengah menonton program Cerita SUN.


“Ti...tidak, itu karena semua saluran televisi hanya ada program mereka” Protes Emira.


“Tentu saja. TV ini sudah di atur agar hanya program SUN yang muncul”


“Curang sekali, padahal saya menonton televisi karena ingin mencari hiburan. Tapi, wajah mereka malah ada di mana-mana!”


Pak Arsel tak bisa menahan tawa melihat ekspresi wajah Emira yang lucu, “Bukankah, mereka juga menghibur?” Tanyanya.


“Tidak”


“Tadi kau tertawa saat menontonnya”


“Maksud saya, tidak begitu buruk” Jawab Emira pelan. Pak Arsel tersenyum melihat Emira yang mulai menyukai SUN namun malu untuk mengakuinya.


“Meskipun terkadang konyol dan merepotkan, tapi mereka pekerja keras dan berbakat” Gumam Pak Arsel.


“Lihat, Khai yang kaku saja bisa menjadi lucu saat di depan 'My Spring' ” Pak Arsel memperlihatkan video saat SUN tengah mengadakan jumpa fans.


“Bukankah, ini pembohongan karakter?!”


“Apa yang kau katakan?. Dia sangat berusaha agar tidak ditakuti oleh fans dan member lain"


“Tapi...dia sebenarnya memang menakutkan” Lirih Emira.


Pak Arsel menghembuskan napas berat, sebelum menjelaskan sesuatu, “Aku yang memaksa Khai agar bergabung dengan SUN. Saat kami bertemu, dia hanya anak remaja yang sedang kehilangan arah. Tapi, sekarang aku sangat bangga padanya. Dia meninggalkan segalanya dan memilih SUN.”


“Apa maksudnya dengan meninggalkan segalanya?” Tanya Emira yang belum sepenuhnya paham.


“Ayahnya bukanlah orang biasa. Keluarganya sangat berkecukupan. Apa kau ingat hotel KH yang pernah kalian kunjungi?” Tanya pak Arsel.


“Tentu saja. Bahkan, saya sangat ingin menemui pemiliknya untuk protes”


“Kenapa?”


“Karena hotel itu tidak memberi fasilitas toilet yang baik”


“Apa kau tahu, siapa pemilik hotel itu?”


“Tidak. Jika tahu, saya sudah pasti menyampaikan kekesalan mengenai fasilitasnya!” Emira kembali kesal saat mengingat dirinya diomeli Khai karena lama di toilet.


“Kau bahkan sudah bertemu dengannya setiap hari. Ayahnya Khai adalah pemilik hotel KH. Dan saat ini, kondisi ayahnya sedang tidak baik. Meskipun awalnya menolak, tapi Khai akhirnya mau menggantikan ayahnya untuk sementara waktu.” Jelas Pak Arsel.


“Apa???. Jadi, aku mengumpat langsung di depan pemiliknya?. Wajar saja, saat itu dia terlihat kesal” Emira memukul kening karena menyadari kecerobohannya.


“Berapa kali sudah ku ingatkan. Jangan mengatakan semua yang ada di kepalamu” Pak Arsel nampak frustrasi dengan keterus terangan Emira.


“Kenapa tidak ada yang memberitahu soal ini?”


“Mereka pasti ingin memberitahu, tapi belum ada kesempatan”


“Jika kak Khai sudah sekaya itu, kenapa masih mau menjadi anggota boy group?” Tanya Emira penasaran.


“Seperti yang ku katakan, saat itu dia tengah kehilangan arah. Ibunya pergi tanpa pesan apa pun. Dia tidak bisa menemukan ibunya, meskipun sudah berusaha keras mencarinya. Alasannya menjadi artis adalah...agar ibunya bisa menemukannya. Aku jadi merasa bersalah padanya, karena sampai sekarang ibunya masih belum ditemukan”


“Apa orang tuanya bercerai?” Tanya Emira hati-hati.


“Iya. Meskipun dia terlahir kaya, namun keluarganya tidak utuh”


Dari keterangan Pak Arsel, Emira mulai paham alasan Khai sangat sensitif dan mudah emosi.


“Kau kenapa di sini?”


“Kakak juga kenapa di sini?”


Pak Arsel dan Emira kompak menoleh ke arah sumber suara.


“Kenapa kalian ada di sini?” Tanya Pak Arsel pada Zhi dan Dza.


“Di rumah hanya ada kakak dan teman-temannya. Anda, tentu sudah tahu seberapa fanatiknya teman-teman kakakku” Jawab Zhi.


"Teman-teman kakaknya memang sangat mengidolakannya. Bahkan, beberapa diantaranya sangat fanatik. Sehingga, Zhi sering menghindari teman-teman kakaknya" Terang Pak Arsel pada Emira.


“Kau?” Pak Arsel bertanya pada Dza.


Beberapa menit kemudian, Zal datang bersama Chan.


“Kalian juga kenapa ke sini?” Tanya Pak Arsel pada kedua member yang baru saja datang.


“Ibu dan adikku sedang berlibur, aku enggan di rumah sendirian” Chan kini duduk di samping Pak Arsel.


“Chan yang mengajakku. Aku juga ingin mengerjakan tugas dengan tenang di sini” Jelas Zal.


“Kau ini!. Berapa kali ku katakan, jangan bekerja saat sedang libur!” Pak Arsel memukul bahu Zal.


Mereka menoleh bersamaan, saat ada seorang lagi yang datang.


“Kenapa kakak ke sini?” Tanya Zhi.


“Aku ingin mengantarkan ini” Ez menunjukkan kotak makan yang ada di tanganya.


“Kau memang baik dan perhatian. Kemarilah” Pak Arsel menepuk-nepuk sofa, memberi kode agar Ez duduk di sampingnya.


“Apa kita punya ikatan batin?. Atau kita benar-benar saudara kembar?” Tanya Chan saat melihat Khai juga datang.


“Kenapa kalian menatapku seperti itu?” Sergah Khai. “Aku ke sini untuk mengambil ponsel yang tertinggal” Terangnya.


“Baru kali ini, aku melihat kalian tidak senang pulang ke rumah. Kalian tidak punya rencana buruk, kan?” Tanya Pak Arsel pada keenam member.


“Apa yang Anda katakan?” Protes Zhi.


“Apa Anda sudah tidak mempercayai kami?” Chan ikut protes.


“Bukan begitu. Apa pun alasan kalian, aku tetap tidak bisa meninggalkan Emira sendirian di sini” Pak Arsel memberikan peringatan.


“Wah...Anda benar-benar tidak percaya pada kami?” Tanya Zal.


“Bukan begitu, Emira adalah putriku. Kalian akan berurusan denganku jika berani mengganggunya!” Pak Arsel memperingatan para member, layaknya seorang ayah yang sedang melindungi putrinya.


“Bukankah, Anda juga mengatakan bahwa kami adalah putra Anda. Apa sekarang, Anda sedang meragukan putra Anda sendiri?” Pertanyaan Ez membuat Pak Arsel kikuk.


“Akh...gara-gara kalian, aku juga harus menginap di sini” Pak Arsel nampak frustrasi.


“Anda pulang saja, mereka tidak akan berbuat jahat. Saya bisa beladiri, Anda tahu bukan?” Bisik Emira pada Pak Arsel.


“Kau yakin?”


“Tentu saja. Kenapa, Anda jadi tidak mempercayai mereka?”


“Aku khawatir mereka akan menindasmu”


“Itu tidak akan terjadi. Kami sudah berbaikan sekarang” Emira tersenyum, mencoba menyakinkan Pak Arsel.


“Baiklah, aku akan pulang. Tapi, aku akan mengawasi kalian lewat CCTV. Kalian dengar?!” Ancam Pak Arsel pada keenam member.


“Ya Tuhan. Anda, membuat kami merasa seperti orang jahat saja” Zhi kembali protes.


“Jangan khawatir, aku akan memastikan semuanya aman!” Ucap Khai.


“Baiklah. Aku percaya padamu. Ez, tolong jaga Emira juga!” Seru Pak Arsel.


“Anda bisa mengandalkanku” Ez mengangkat kedua ibu jarinya, sebagai tanda menyetujui permintaan Pak Arsel.


Setelah Pak Arsel pulang, para member menagih janji pada Emira untuk memanggangkan mereka daging sebagai hukuman karena telah kalah saat bermain tebak lagu.


Mereka memanggang daging di taman belakang SUN house. Taman yang kini banyak ditumbuhi bunga berkat ulah Emira.


“Jika tahu begini, aku tidak akan mengizinkan Pak Arsel pulang” Emira melirik para member yang tengah bersantai, sementara dirinya harus memanggang daging.


“Mereka memang merepotkan” Suara Ez membuat Emira terkejut.


“Kakak ke sana saja, biar aku yang melakukannya” Larang Emira pada Ez yang kini tengah ikut memanggang daging.


“Aku bisa diomeli Pak Arsel jika tidak membantumu”


Emira hanya tersenyum mendengar perkataan Ez.


“Bumbunya habis, aku akan mengambilnya ke dalam” Ujar Ez, lalu masuk ke rumah utama, meninggalkan Emira yang sedang membolak-balikkan daging.


“Kau bisa membuat dagingnya gosong”


Emira segera menoleh pada Khai yang tiba-tiba berdiri di sampingnya.


“Maaf” Ucapnya pelan.


“Kau harusnya memanggang dengan benar” Khai mengambil daging yang sudah dicuci, lalu memanggangnya.


“Baik” Jawab Emira singkat.


“Selain bunga, apa yang kau sukai?”


Pertanyaan Khai membuat Emira bingung.


“Aku bertanya karena sejak tadi kau terus menatap ke langit” Khai kembali bergeming.


“Buku dan benda langit” Emira menatap ke langit, lalu kembali memeriksa daging yang tengah dipanggangnya.


‘Apa matanya selalu berbinar saat menatap sesuatu yang disukai?’ Gumam Khai pelan, sampai tidak disadari oleh Emira.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻