SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 59



Emira mengikat rambut, menggulung lengan bajunya hingga ke siku, lalu mulai merapikan loker para member yang sangat berantakan. Meskipun bukan lagi asisten SUN, namun ia tetap membantu mempersiapkan keperluan para member.


‘Bisa-bisanya mereka bernapas dengan lancar melihat loker yang berantakan seperti ini’ Gumam Emira sambil memisahkan sampah bekas snack yang bercampur dengan nota belanja.


Emira menutup hidung karena bau menyengat dari loker milik Chan. “Akh!. Kenapa banyak sisa makanan di sini?!. Jorok sekali pria ini!.


‘Bisa gila aku melihat tempat ini!’ Ujar Emira dengan geram, lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Tiga puluh menit berlalu, loker para member sudah rapi, bersih, juga wangi.


Emira mendongak, menatap pada jam dinding yang berbentuk bulat. ‘Sudah jam makan siang, kenapa mereka belum kembali?... Apa mereka makan di studio?’


Tak ingin hanya menduga, Emira akhirnya memutuskan untuk menyusul para member yang tengah berlatih di studio.


.


.


.


“Calon istriku datang... kau pasti ingin memastikan aku sudah makan atau belum, kan?” Tanya Khai saat melihat Emira berada di ambang pintu.


Ez langsung melempar Khai dengan sebiji kacang rebus, sedangkan keempat member terlihat mual karena perkataan leader SUN tersebut.


Khai tertawa melihat ekspresi para member, “Kalian iri, kan?” Tanyanya.


“Apanya yang iri, aku malah kasihan pada Emira karena memiliki calon suami seperti kakak” Ujar Zhi sambil tersenyum mengejek.


Khai memukul bahu Zhi yang telah mengumpatnya, tapi Zhi tidak tinggal diam dan membalas perbuatan Khai. Sontak saja hal itu membuat Khai geram, lalu hendak membalas. Namun, Zhi menghindar dan berlari menjauh.


Keempat member serta Emira menatap heran pada Khai yang tengah mengejar Zhi.


“Kemarin, dia berkata seperti orang dewasa sungguhan tapi sekarang malah bertingkah seperti bocah, hah!” Ujar Zal.


“Kau yakin mau menikah dengan pria seperti itu?” Tanya Ez.


“Entahlah” Jawab Emira.


“Aku hampir lupa, Aerin menyampaikan permintaan maaf untukmu. Dia tidak berani mengatakan secara langsung karena malu” Perkataan Dza mengalihkan perhatian Emira serta ketiga member.


Emira menoleh pada Dza, “Di mana dia sekarang?” Tanyanya.


“Dia sudah mengundurkan diri” Jawab Chan.


Emira berbalik menoleh pada Chan, “Sejak kapan?” Tanyanya lagi.


“Sejak dua minggu yang lalu. Petugas kebersihan SUN house juga mengundurkan diri” Ujar Chan lagi.


Melihat ekspresi Emira yang penuh tanya, Dza akhirnya menjelaskan “Aerin yang memberi informasi pada Juna dan Sheril, sehingga membuat ‘My Spring’ sempat salah paham. Lalu, Sheril yang menyebabkan penyerangan waktu itu. Beberapa ‘My Spring’ yang mengetahui hal itu, menjadi geram dan menghujatnya. Padahal, kami sudah melarang ‘My Spring’ untuk menghujat siapa pun. Tapi, Sheril tetap memutuskan hiatus karena malu”


Merasa masih ada yang kurang, Emira kembali bertanya, “Lalu, kenapa petugas kebersihan juga mengundurkan diri?”


“Itu karena dia yang memberitahu Aerin kalau kau dan Bu Tari pergi ke pasar. Saat Aerin mengundurkan diri, dia jadi ketakutan dan akhirnya ikut mengundurkan diri” Terang Zal.


“Beberapa waktu lalu, Juna meminta nomor teleponmu tapi kami tidak memberinya”


Emira kembali bertanya karena mendengar perkataan Chan, “Untuk apa dia meminta nomorku?”


“Dia bilang ingin minta maaf, tapi kami tidak percaya. Jadi, kami tidak berikan” Chan menjeda ucapannya, lalu kembali berkata “Sebaiknya, kau jangan mengagumi dia lagi jika tak ingin calon suamimu mengomel sepanjang hari”


Emira dan para member tertawa mendengar perkataan Chan. Sedangkan, Khai dan Zhi yang baru bergabung menatap mereka dengan bingung.


.


.


Setiap hari, keenam member berlatih dengan giat. Hingga tanpa terasa, waktu konser telah tiba.


***Konser***


Staf yang bertugas memeriksa perlengkapan konser memberi kode agar para member bersiap. Dengan sigap, keenam member berdoa bersama sebelum naik ke atas panggung.


Sama seperti sebelumnya, konser kali ini juga dipenuhi lautan manusia. Para penggemar sangat antusias menyambut keenam member yang telah berada di tengah panggung.


Dari belakang panggung, Emira terkagum melihat konser SUN yang berkonsep benda langit.


“Hmmm”


Menyadari akan kehadiran seseorang, Emira segera menoleh.


Emira sedikit terkejut, namun dengan cepat bersikap senatural mungkin. “Hallo kak” Sapanya.


“Hai... kau apa kabar?” Tanya Juna.


“Baik. Kakak bagaimana?”


Juna menganggukkan kepala, “Baik” Jawabnya. Lelaki itu terdiam sejenak, lalu kembali berkata, “Aku sengaja datang ke konser mereka demi untuk menemuimu”


Dengan canggung, Emira bertanya, “Benarkah?. Ada perlu apa?”


“Aku minta maaf atas semua kejadian yang menimpamu. Aku benar-benar tidak tahu jika Sheril merencanakan penyerangan itu. Sebagai penggemar, kau pasti kecewa padaku. Tidak... kau tidak pantas mengidolakan orang sepertiku” Ujar Juna.


Melihat raut wajah Juna yang penuh penyesalan, Emira segera berkata “Tidak apa-apa. Sebagai manusia yang tidak sempurna, aku tidak punya hak untuk menghakimi kakak. Aku juga sudah memaafkan kakak”


Juna tersenyum simpul, “Kau memaafkan tanpa mencaciku. Aku jadi semakin malu” Ujarnya.


Emira berkata sambil tersenyum ramah, “Sudahlah, kita lupakan saja kejadian itu. Sekarang, semua sudah kembali normal”


Juna mengangkat jari kelingking, lalu memberikan tawaran pada Emira, “Mau berteman?”


Emira menganggukkan kepala, hendak menyambut niat baik Juna, namun dihalangi oleh Khai.


“Beraninya kau menemui Emira!” Ujar Khai dengan sinis.


“Kak...” Belum sempat Emira menjelaskan, Khai lebih dulu berbisik, “Padahal, aku sedang mencari uang untuk masa depan kita, tapi kau malah tersenyum pada pria lain”


Mata Emira terbelalak mendengar ucapan Khai, lalu dengan pelan berkata “Dia hanya minta maaf. Berhentilah bersikap kekanak-kanakan”


“Kau membelanya?. Lihat, keringatku sudah seperti lautan demi membuatmu bahagia di hari tua” Ujar Khai sambil menunjuk keringat yang menumpuk di wajahnya.


“Aku tidak ingin membuat keributan. Tolong, jangan salah paham”


Mendengar ucapan Juna, Khai dan Emira segera menoleh bersamaan.


Khai menatap Juna dengan lekat, “Kau boleh pergi jika urusanmu sudah selesai” Ujarnya kemudian.


Tak ingin menjadi pusat perhatian, Juna segera pergi saat melihat beberapa staf datang.


“Kenapa kakak sangat kekanak-kanakan?” Tanya Emira sambil menatap Juna yang mulai menjauh.


“Kau juga kenapa terus bersikap baik padanya?” Bukannya menjawab, Khai justru balik bertanya.


Alih-alih mendebat lelaki itu, Emira justru melakukan hal yang tak terduga. Dengan tangannya, Emira menyeka keringat yang membanjiri wajah Khai.


“Istirahatlah sebentar sebelum kembali ke panggung” Ujar Emira sebelum berlalu dari hadapan Khai.


‘Padahal hanya seperti itu, tapi kenapa jantungku jadi berdetak kencang?. Akh... bisa gila aku. Tapi, sejak kapan dia jadi sangat manis?!’ Gumam Khai sambil mengacak rambutnya.


.


.


.


Konser berlangsung dengan lancar. ‘My Spring’ juga nampak puas melihat penampilan para member.


Pak Arsel, Pak Sugara, Emira, serta para staf menyambut para member yang baru turun dari panggung dengan sumringah. Namun beberapa menit kemudian, keadaan menjadi tegang karena Ez tiba-tiba terjatuh dan tak sadarkan diri.


Dengan sigap, Pak Sugara meminta tenaga medis untuk memeriksa kondisi Ez. Tapi, karena tak kunjung sadarkan diri, akhirnya Pak Sugara dan Pak Arsel memutuskan untuk membawa Ez ke rumah sakit agar mendapat perawatan yang lebih baik.


...***...


Happy Reading... semoga suka ya 🖤🧡💙❤💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih atas dukungannya😘🤗🙏🏻