
Ketiga member SUN tengah menikmati waktu libur yang hanya terjadi dua minggu sekali. Chan dan Dza tengah membaca komentar para ‘My Spring’ di sosial media sembari menikmati kudapan, sedang Ez terlihat asyik bermain game pada gawainya. Mereka sengaja tidak pulang ke rumah karena ingin menonton film bersama. Sementara itu, ketiga member lainnya telah sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Khai tengah mengurus bisnis barunya, Zal berlatih beladiri, dan Zhi sedang menemani kakaknya berbelanja.
“Lihat”
Dza menunjukkan video hasil karya ‘My Spring’. Yang mana video itu memuat gabungan foto-foto Chan dengan berbagai pose menarik.
“Tampan sekali. Siapa ini?”
Chan berakting seolah terkagum dengan sosok yang dilihatnya.
“Siapa ini?. Mataku jadi sakit saat melihatnya!” Dza juga ikut berakting. Sedangkan, Ez hanya menggelengkan kepala melihat tingkah keduanya.
“Apa yang sedang kalian lakukan?”
Emira yang baru selesai menyiram bunga, lantas bergabung bersama ketiganya.
“Lihat ini...sangat keren, bukan?” Chan memperlihatkan fotonya sendiri.
Emira berdecak, “Kakak seperti playboy” Ujarnya.
Dza dan Ez tersenyum mendengar perkataan Emira, sementara Chan malah berlagak layaknya playboy sungguhan. Di antara member lain, Chan memang yang paling sering mendapat ungkapan cinta dari ‘My Spring’, hal itu disebabkan oleh sifatnya yang suka bercanda dan menggoda fans dengan kata-kata manis. Meskipun hanya gurauan, namun julukan playboy terlanjur melekat padanya.
“Apa bagusnya jadi playboy?!” Tanya Ez dengan nada menyindir.
“Tentu lebih bagus dibandingkan menjadi lemari es!” Jawab Chan tak mau kalah.
Belum sempat Ez membalas, Emira telah lebih dulu menimpali, “Menjadi mafia lebih terlihat keren dari pada playboy”
Dza dan Ez berkacak pinggang, seolah tengah mengejek Chan. Terang saja, Chan tidak tinggal diam. Ia sengaja menjahili Emira, ia berlaku layaknya petugas salon yang tengah melakukan creambath pada konsumennya. Ia juga menuangkan sedikit air pada rambut Emira. Sontak saja hal itu membuat Emira geram, bahkan Ez sampai ikut bertindak.
“Playboy ini membuatku kesal saja!” Ez menarik jaket Chan hingga menutupi kepala dan mengikatnya. Lalu memutar tubuh Chan hingga beberapa putaran, sehingga membuat Chan tidak seimbang dan terjatuh di sofa. Emira dan Dza saling tos sambil tertawa puas.
Langkah kaki seseorang membuat ketiganya mengalihkan pandangan ke arah sumber suara.
“Syukurlah, kalian masih di rumah”
Zhi sedikit terkejut melihat Chan terguling di sofa dengan posisi kepala tertutup rapat. “Dia kenapa?” Tanyanya.
Tak ada yang menjawab, Ez, Dza, dan Emira hanya tersenyum.
“Tolong lepaskan ini!” Seru Chan sembari berusaha melepaskan ikatan jaketnya.
Zhi berdecak, “Kekanak-kanankan sekali!” Oloknya. Meski begitu, ia tetap membantu Chan.
“Filmnya akan dimulai satu jam lagi. Ayo, pergi sekarang!” Ez mengalihkan pembicaraan.
Mereka hendak bersiap pergi, namun Emira menahannya.
“Aku ingin ikut, tapi akan sulit jika penampilan kalian seperti ini”
“Apa yang salah dengan penampilan kami?” Tanya Dza. Mereka saling pandang, memperhatikan penampilan satu sama lain.
“Tunggu sebentar”
Emira menuju fitting room, lalu beberapa menit kemudian kembali.
“Maksudmu, kami harus memakai ini?” Tanya Zhi.
Emira menganggukkan kepala.
“Aku tidak mau!” Protes Chan.
“Kakak mau tertangkap paparazzi lagi?. Meskipun telah memakai kacamata dan masker, tapi tetap saja ada yang mengenali kalian!”
“Tapi terasa aneh jika kami harus menggunakannya”
Chan masih menolak permintaan Emira.
“Jika tidak seperti ini, kalian tidak akan bisa pergi dengan nyaman” Terang Emira lagi.
Chan menatap Ez yang masih terlihat tenang, padahal biasanya ia paling tidak suka memakai rambut palsu atau periwig.
“Kenapa kakak setuju?. Bahkan, saat syuting kakak pernah mengatakan tidak akan memakai benda ini lagi!” Protes Chan pada Ez.
“Situasinya berbeda. Jika ingin pergi tanpa penjaga, kita harus menyamar” Ez menjelaskan pada ketiga member.
Meskipun sebenarnya kurang setuju, tapi ia tidak punya pilihan lain. Jika memaksa pergi tanpa pengawal dan dengan terang menunjukkan identitas, maka Emira juga akan terkena dampaknya. Tentu saja, Ez tidak menginginkan hal itu terjadi lagi.
Dengan terpaksa, akhirnya mereka mengenakan periwig yang pernah menjadi salah satu properti syuting. Emira tertawa puas saat melihat penampilan para member yang kini telah berubah. Ez terlihat sangat imut dengan rambut sebahunya, Zhi nampak menggemaskan dengan rambut panjang, Dza terlihat maskulin dengan rambut gondrongnya, sedangkan Chan semakin keren dengan rambut ikal.
“Jangan tertawa!” Sergah Zhi.
“Jangan!. Kami rela melakukan ini untukmu, kau malah mau mempermalukan kami?!” Protes Chan.
“Baiklah, aku tidak akan melakukannya”
Emira menyimpan kembali ponselnya, namun masih tidak bisa menahan tawa.
Dza berkacak pinggang, lalu berkata “Sungguh mengesankan, artis seterkenal kami malah diperlakukan seperti ini”
“Jangan berkata seperti itu, kakak jadi membuatku merasa bersalah” Emira berlagak menyesal.
“Jangan pura-pura menyesal, ayo berangkat!” Zhi menarik tas yang Emira kenakan layaknya seorang ayah tengah menarik putrinya agar segera pulang. Ez, Dza, dan Chan hanya tertawa melihat tingkah keduanya.
***Dilain Tempat***
Seseorang tengah duduk di ruang kerja berdesain kontemporer, ruang kerja itu sangat luas dan elegan. Terdapat rak buku yang tinggi menjulang menyamai atap, bukan hanya berisikan buku, namun juga terdapat banyak miniatur icon negara. Selain kursi dan meja kerja, ruangan itu juga dilengkapi dengan sofa berwarna abu-abu yang difungsikan untuk menjamu tamu. Pada sisi ruangan diletakkan lampu lis berwarna orange, sangat kontras dengan warna catnya.
Khai membolak-balik tumpukan lembar kertas di depannya. Tangannya mengepal, seolah tengah menahan amarah.
“Kenapa kerja kalian sangat lambat?!” Tanyanya pada kedua orang yang kini ada di hadapannya.
“Maafkan kami, tuan” Ucap keduanya.
“Jika dalam seminggu kalian tidak menemukan petunjuk apa pun, kalian akan terima akibatnya!. Jangan membuatku turun tangan!” Ucap Khai dengan tajam.
“Baik tuan, kami mengerti”
Kedua orang itu lantas pergi setelah melihat Khai mengibaskan tangannya.
Beberapa menit kemudian, seorang lelaki paruh baya datang menghampiri Khai yang tengah sibuk dengan laptopnya.
Lelaki itu membisikkan sesuatu, lalu memberikan beberapa lembar foto pada Khai.
“Terus awasi dan jangan lakukan apa pun tanpa perintah dariku!” Ucap Khai.
Lelaki itu menganggukkan kepala, “Baik tuan” lalu melenggang meninggalkan Khai.
Khai mengurut pelipisnya sembari memejamkan mata. Ia mengalihkan perhatian saat ponselnya terus berbunyi.
‘Dia bersenang-senang di saat aku tengah berusaha membantunya?!’ Ucap Khai, lalu kembali menyimpan ponselnya.
***SUN House***
“Filmnya sangat keren, aku jadi ingin bermain film juga” Ucap Zhi. Ia masih antusias membahas film bertema mafia yang tadi mereka tonton di bioskop.
“Aku juga, kita bisa menjadi tim yang hebat!” Jawab Emira.
“Berhentilah mengkhayal. Cepat tidur!” Sergah Dza pada keduanya. Ia sudah layaknya seorang ayah yang tengah memarahi anaknya. Bahkan, Zhi dan Emira sampai menuruti perkataannya.
Zhi dan member lain telah lebih dulu beristirahat, sedang Emira membuatkan kopi untuk Ez yang tengah berlatih piano.
"Apa kakak tidak lelah?"
Emira meletakkan secangkir kopi hangat di dekat Ez.
"Waktu menuju konser semakin dekat, aku tidak boleh bermalas-malasan" Ujar sambil Ez tersenyum.
"Tapi permainan piano kakak sudah sangat bagus, kenapa masih berlatih dengan keras?"
"Apa kau suka permainan pianoku?"
Bukannya menjawab, Ez malah balik bertanya.
Emira menganggukkan kepala.
"Aku tidak tahu bagaimana kehidupanmu sebelum kita bertemu. Tapi, aku ingin mengatakan bahwa kau sangat keren. Kau bisa melalui hari-hari yang sulit sampai sejauh ini. Kedepannya, jangan kesulitan sendirian lagi. Jadi, tolong andalkan aku!" Meskipun tetap fokus pada pianonya, tapi Ez berkata dengan serius.
Emira hanya diam. Tak tahu harus berkata apa. Ia takut salah mengartikan perkataan Ez, namun terlalu malu untuk bertanya.
...***...
Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛
Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻
Terima kasih 😘🤗🙏🏻
Temen-temen follow ig author juga yuk, ada banyak video SUN dan Emira loh😂
Ig : Tayana_uri