
Setelah meminta waktu satu minggu untuk menyelesaikan urusannya di kantor biro pariwisata, Emira berangkat ke ibu kota untuk memulai pekerjaan barunya sebagai asisten SUN. Tiba di bandara, Emira segera menghampiri Pak Arsel yang telah menunggunya bersama Pak Alan.
"Bagaimana perjalananmu?"
Pak Arsel memberikan kode pada Pak Alan agar membantu membawakan koper milik Emira.
"Seperti perjalanan pada umumnya. Apa Anda sudah lama menunggu?" Tanya Emira.
"Jangan khawatirkan itu. Aku sengaja mengosongkan waktu untuk menjemputmu"
"Terima kasih" Ujar Emira dengan tulus.
Emira, Pak Arsel, serta Pak Alan tiba di SUN house setelah satu jam perjalanan. Emira menatap takjub pada bangunan yang ada di hadapannya, sangat luas dan mewah. Tidak hanya rumah utama dengan dua lantai, tapi juga ada studio khusus untuk para member berlatih dan juga aula yang sangat luas kerap digunakan SUN untuk syuting. Serta lapangan olahraga yang rumputnya hijau dengan tinggi teratur. Semua bangunan di dominasi warna putih. Namun letak SUN house cukup jauh dari perumahan para warga. Menurut Pak Arsel, SUN sudah beberapa kali pindah rumah karena sering adanya paparazzi. Meskipun alamatnya sudah dirahasiakan, bahkan mereka pindah pada malam hari.
"Ayo, masuk" Ajak Pak Arsel pada Emira yang masih terkagum pada setiap bangunan di SUN house.
Pak Arsel lantas mengajak Emira masuk ke ruang rapat.
"Apa kabar, Em?" Tanya Pak Sugara yang sudah ada di ruangan tersebut.
"Baik. Bagaimana kabar, Anda?"
"Aku tentu baik, jika saja pak tua ini tidak bertingkah yang aneh-aneh"
Pak Arsel melotot mendengar sindiran Pak Sugara.
"Aku rasa, kau sudah tahu mengenai pekerjaan ini. Tapi, aku akan menambahkan beberapa aturan yang tidak boleh dilanggar"
Emira mendengarkan dengan seksama atas apa yang akan diberitahukan Pak Sugara.
"Menjadi asisten artis bukanlah hal yang mudah, terlebih artis seperti SUN yang saat ini sedang sangat terkenal. Kau akan sering bertemu media, bahkan bisa saja dikejar media demi untuk mendapatkan informasi tentang SUN. Kehidupan pribadimu juga bisa terusik oleh para wartawan. Belum lagi, waktu kerja yang tidak tentu dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya. Apa kau siap dengan semua itu?" Tanya Pak Sugara dengan serius.
Emira sudah menduga sejak awal memutuskan untuk datang ke ibu kota, resiko pekerjaannya kali ini akan lebih besar dari pada menjadi pemandu wisata. Tapi, apa pun resikonya, Emira tidak ingin mundur begitu saja. Setidaknya, ia harus mencoba sebelum menyerah.
"Saya siap. Saya akan berusaha sebaik mungkin, mohon bantuannya" Jawab Emira dengan tenang.
"Baiklah, tapi jangan paksakan diri jika nanti merasa terbebani" Pak Sugara memberikan surat perjanjian kerja dan dengan sigap Emira membaca setiap poin yang harus dipatuhinya. Setelah memahami setiap aturan yang diberikan, ia lalu menandatangani surat perjanjian tersebut.
"Selamat bergabung, Emira. Semoga, kita bisa bekerja sama dengan baik" Pak Sugara mengulurkan tangan dan Emira menyambutnya dengan senyum yang mengembang.
"Selamat, Em" Imbuh Pak Arsel.
"Sebaiknya, sekarang kita memperkenalkan asisten baru SUN pada para member. Nampaknya, mereka sudah pulang" Pak Arsel keluar ruangan, lalu beberapa menit kemudian kembali masuk bersama para member SUN.
"Tada...ini dia asisten baru SUN" Seru Pak Arsel dengan semangat, sementara para member SUN terkejut melihat asisten baru mereka.
"Dia???" Tanya Zhi.
"Iya. Tentu kalian masih mengingatnya, bukan?" Tanya Pak Arsel pada para member.
"Dia benar-benar akan menjadi asisten baru SUN?" Kini Chan ikut bertanya.
"Tentu saja. Mulai hari ini, Emira adalah asisten pribadi SUN. Sebaiknya, sekarang kalian saling mengenal agar bisa lebih akrab" Saran Pak Arsel.
"Berapa umurmu?" Pertanyaan Zhi membuat semua yang ada di ruangan itu bingung.
"Kenapa kau menanyakan umurnya?" Zal meminta penjelasan.
"Supaya dia tidak salah memanggil kita. Kak Khai tidak suka jika ada yang memanggil namanya sembarangan" Jawaban Zhi membuat Khai membolakan matanya.
"Benar sekali, aku setuju dengan Zhi" Timbal Pak Arsel.
"Baiklah, aku akan menjelaskan" Ucap Dza yang sejak tadi diam.
"Kak Khai dan kak Ez adalah member tertua, umur mereka 30 tahun, aku dan Zal berumur 28 tahun, Chan berumur 27 tahun, dan Zhi berumur 25 tahun. Kau?"
"Karena kita seumuran, jadi tidak perlu bicara formal denganku. Dengan member lain juga" Mendapat tatapan mengerikan dari para member lain, Zhi segera menjelaskan, "Kita pasti bertemu setiap hari. Akan canggung, jika Emira masih bicara sangat formal. Ayolah, jangan terlalu serius" Keluh Zhi.
"Ucapan Zhi ada benarnya. Akan terasa seperti selalu berada di kantor jika bicara formal" Kali ini Ez ikut bersuara.
"Aku juga setuju" Ucap Zal dan para member lain menganggukan kepala menyetujui.
"Kalian memang anak-anak yang baik. Karena perkenalan singkat ini sudah selesai, sebaiknya kita makan malam sekarang" Ajak Pak Arsel.
"Wah...ibu punya putri sekarang" Suara perempuan paruh baya membuat mereka menoleh bersamaan.
"Oh iya, Em. Perkenalkan, beliau bernama Ibu Tari, juru masak di sini" Terang Pak Arsel.
"Nama saya, Emira" Emira mencium tangan wanita paruh baya tersebut dengan sopan sebagai tanda perkenalan.
"Nama saya, Tari. Kamu manis sekali, nak" Bu Tari mengelus pucuk kepala Emira.
"Terima kasih" Emira tersenyum menanggapi pernyataan Bu Tari.
"Aku sekalian ingin memberitahu, bahwa Emira akan terus tinggal di sini karena tidak punya tempat tinggal lain. Setiap dua minggu sekali, para member serta Bu Tari akan pulang, jadi kau akan di sini sendirian"
Emira menganggukan kepala atas penjelasan Pak Arsel.
"Jangan khawatir, mereka pulang hanya saat akhir pekan saja" Timbal Pak Sugara.
Pak Sugara, Pak Arsel, dan Pak Alan pulang setelah selesai makan malam. Bu Tari juga sudah istirahat di kamarnya. Saat ini, hanya ada Emira dan keenam member SUN.
'Apa yang akan mereka lakukan padaku?. Kenapa mereka menahanku di sini?' Batin Emira bermonolog.
"Karena bukan 'My Spring', kau tentu tidak tahu banyak hal tentang kami. Hmm...maksudku, kau tidak tahu sama sekali" Ucap Khai penuh penekanan.
"Berikan bukunya" Seolah paham maksud perkataan Khai, Chan segera memberikan buku yang cukup tebal pada Emira.
"Itu adalah data diri kami. Apa yang kami suka, tidak suka, hobi, perjalanan karir SUN, dan hal penting lainnya. Tugas pertamamu adalah, hafalkan itu semua" Khai mengetukkan jari ke meja, seolah ingin mendengar jawaban Emira yang sejak tadi diam.
"Baik" Jawab Emira.
"Tatap aku jika sedang bicara, aku tidak suka diabaikan" Sindir Khai pada Emira yang terus menundukkan kepala saat berbicara dengannya.
'Sebenarnya, si KhaiUman ini punya masalah apa?. Kenapa sensitif sekali' Ingin sekali Emira meneriakkan kaliamat umpatan, namun ia tidak ingin membuat masalah di hari pertamanya.
"Maaf" Hanya itu yang mampu Emira ucapkan.
"Sebaiknya, kau istirahat sekarang. Besok adalah hari pertamamu menjadi asisten"
"Baik, terima kasih" Emira merasa terselamatkan oleh Ez yang memberinya kesempatan untuk kabur.
Dengan cepat, ia segera menuju kamar yang sebelumnya sudah diberitahukan oleh pak Arsel.
Kamar yang Emira tempati dominan berwarna cream dengan ukuran cukup luas. Bahkan, ukuran ranjangnya dua kali lipat lebih besar dari ranjang lamanya. Di samping ranjang, terdapat meja kecil yang mempunyai dua laci serta meja rias berwarna putih lengkap dengan kursinya, lemari pakaian berukuran besar berpintu kaca menyatu dengan dinding, juga terdapat beberapa hiasan dinding yang mencerminkan bahwa si empunya kamar adalah seorang wanita. Kamar itu juga dilengkapi dengan toilet yang nyaman dan bersih.
Setelah berada di kamar, Emira segera membaringkan tubuhnya di kasur. Matanya yang hendak terpejam tiba-tiba terbuka kembali saat ia mengingat sesuatu.
'Menyebalkan sekali, padahal aku sangat lelah. Aku juga sangat mengantuk, tapi mereka malah memberiku hafalan sebanyak ini. Bukankah ini penindasan?!' Emira memukul buku data diri member SUN yang tebal dengan kesal.
'Mereka benar-benar jahat. Memberikan kamar senyaman ini, tapi tidak membiarkanku istirahat dengan tenang. Bahkan, kamar ini seperti kamar impianku. Arrggh...besok aku harus bangun pagi-pagi untuk mengurus para bayi besar' Emira mengusap wajah frustrasi.
...***...
Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanyaπ€β€π§‘ππ
Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah ππ»π
Terima kasihππ€ππ»