SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 49



Setelah sampai di SUN house, Khai langsung menuju kamar dan beristirahat. Sementara, Emira yang masih belum mengantuk, memutuskan untuk bersantai di taman sembari menikmati cokelat hangat.


Ia memeriksa ponselnya yang sejak pagi terus berbunyi, ada banyak pesan masuk yang diterimanya. Berita yang muncul juga semakin bertambah, bahkan banyak yang mengedit fotonya dan menjadikan lelucon.


Matanya memanas membaca komentar buruk. Bohong jika tidak merasa sedih atau sakit hati, tapi ia tidak bisa mengungkapkan secara terang-terangan di depan orang lain terutama para member.


Emira mencoba memberi motivasi pada diri sendiri dengan berkata, ‘Mereka lebih banyak mendapat komentar buruk. Tapi pada akhirnya, bisa bangkit dan bersinar seperti sekarang. Aku akan sangat malu jika mengeluh di depan mereka’


Panggilan masuk dari ponselnya membuat Emira tersadar, lalu menerima panggilan tersebut.


“Apa kabar, bu?”


“Baik, bagaimana denganmu?” Tanya suara di seberang sana.


“Tentu baik” Jawab Emira sambil tersenyum.


“Syukurlah. Ibu mau mengingatkanmu, nenek bilang belum mendapat kiriman uang. Kau pasti lupa karena sibuk bekerja”


Emira memukul pelan keningnya, merutuki kepikunannya “Akh...benar, nanti akan Emira kirimkan” Ucapnya.


“Bu...ada yang ingin Emira tanyakan” Ucap Emira lagi.


“Apa itu?”


“Apa paman sudah tidak meminta uang lagi?. Apa ibu dan ayah tahu, jika paman lumpuh bukan karena kecelakaan itu?’


“Soal itu...maaf karena kami tidak memberitahumu. Temanmu yang memberi bantuan melarang kami untuk bercerita. Kau harus berterima kasih pada temanmu” Wanita paruh baya di seberang sana terdiam sejenak, lalu kembali bergeming, “Ibu rasa temanmu suka padamu, itu sebabnya dia baik pada keluarga kita. Jika dia mempunyai pekerjaan yang bagus, kau terima saja”


Emira menghela napas berat, dengan lirih ia berkata “Dia tidak menyukai Emira. Dia memang baik pada semua orang. Dan juga...dia adalah member SUN, bukan teman Emira”


Wanita paruh baya itu terkejut mendengar penuturan putrinya. Laki-laki yang telah membantunya ternyata idol terkenal.


“Bagaimana bisa ibu tidak tahu kalau dia seorang idol?” Tanya Emira tak percaya.


“Ibu tidak mengikuti perkembangan musik saat ini. Pantas saja wajah dan penampilannya seperti pangeran”


“Jangan berlebihan...” Ujar Emira.


“Kau ini...matamu pasti sehat karena bertemu orang-orang seperti dia setiap hari. Ada baiknya jika kau coba mendekati dia, sepertinya...dia orang yang mudah menyukai seseorang”


“Ibu...jangan berpikir macam-macam, hal seperti itu hanya ada di drama” Keluh Emira.


“Apa salahnya berusaha, tapi...jika kau tidak mau, apa boleh buat. Soal paman, beliau bilang akan minta maaf secara langsung jika bertemu denganmu”


“Baiklah. Emira tutup dulu teleponnya, ayah dan ibu jaga kesehatan. Selamat malam”


Panggilan ibu dan anak itu terputus setelah saling mengucap salam.


‘Aku kira, ibu menelepon karena khawatir. Hmmm...apa ibu tidak tahu berita saat ini?. Akh...entahlah, suasana hatiku semakin buruk sekarang’ Tanpa terasa, butiran bening mengalir begitu saja dari kedua sudut mata Emira.


‘Kenapa aku kecewa?. Bukankah, hal seperti ini sudah sering terjadi. Dasar bodoh...apa yang sedang kau harapkan, hah?’ Gumam Emira sambil memukul kening.


“Ini”


Seseorang menyodorkan telapak tangannya.


Emira menoleh, lalu dengan buru-buru menghapus air mata dipipinya.


“Kakak belum tidur” Tanya Emira.


Ez menggelengkan kepala, “Menangislah, jangan menahannya” Ujarnya.


“Aku bukan pria yang selalu membawa sapu tangan di saku celana, tapi...aku masih punya dua tangan. Jika mau, kau bisa meminjamnya untuk menghapus air mata” Ucap Ez lagi, sedangkan Emira hanya diam tak bergeming.


“Aku tidak sengaja mendengar pembicaraanmu di telepon tadi, maaf” Ez menundukkan kepala.


“Mau bagaimana lagi, kakak sudah terlanjur mendengarnya” Jawab Emira sambil tersenyum.


“Aku tahu, dukungan yang kami berikan berbeda dari keluargamu, tapi...kami tidak akan membiarkanmu menghadapi kesulitan sendirian. Kau harus tahu itu”


Emira menghapus air mata yang kembali mengalir, “Kakak membuatku terharu. Terima kasih” Ungkap Emira.


Melihat ekspresi Emira yang lebih tenang dari pada sebelumnya, Ez jadi merasa lega. “Kau akan kena denda jika terus mengucapkan terima kasih padaku, paham!. Sekarang istirahatlah, kau bisa terkena flu jika terus di luar” Titah Ez.


Emira tersenyum, lalu menuruti perkataan Ez.


***Pagi Hari***


Dengan tangan yang sudah terlatih, Bu Tari menyiapkan sarapan. Beliau memasak tujuh menu makanan sesuai kesukaan para member serta Emira.


“Baunya enak sekali, aku jadi tidak bisa melanjutkan tidur” Celoteh Zhi sambil mengusap wajah.


“Kau sudah bangun?”


“Eum...” Zhi mendekat ke meja makan, mencicipi sepotong ayam goreng. Lalu berkata, “Aku jadi lapar”


“Bayiku sudah dewasa, tapi masih saja menggemaskan” Gumam Bu Tari sambil menatap Zhi yang semakin menjauh.


Dengan susah payah, Zhi akhirnya berhasil membangunkan kelima kakaknya.


“Wahhh...banyak sekali menu pagi ini” Dza tersenyum sumringah, begitu juga dengan member lain.


“Em, makanlah yang banyak. Kau tidak boleh kurus jika tinggal bersama kami” Titah Zal. Ia juga meletakkan berbagai macam lauk di piring Emira.


“Kakak mau membuatnya sakit perut?. Itu terlalu banyak, dia tidak akan bisa menghabiskannya” Protes Chan.


“Benarkah?!. Bagiku itu tidak banyak” Jawab Zal.


“Jangan samakan isi perutmu dan perut Emira!”


Jawaban dari Ez membuat Zal tersenyum malu. Mereka lantas melanjutkan sarapan meski dengan kericuhan seperti biasa.


.


.


.


.


.


Sebelum syuting, para member berolahraga seperti hari-hari biasa. Mereka memilih senam karena hanya memiliki waktu 45 menit. Sambil menunggu para member, Emira mempersiapkan segala keperluan yang akan dibawa untuk syuting.


‘Sebenarnya, aku masih belum siap bertemu banyak orang. Tapi...tidak ada gunanya jika terus menghindar. Aku juga harus bertanggung jawab pada pekerjaan. Lagi pula, ini bukan pertama kalinya aku digosipkan. Ayo, kau pasti bisa’ Monolog Emira sambil melirik arlojinya, lalu meninggalkan fitting room dan menemui para member.


.


.


.


“Ada apa?” Tanya Zhi saat melihat Emira melambaikan tangan.


“Kalian harus segera bersiap untuk syuting!”


Zhi menganggukkan kepala, “Baiklah” Jawabnya, lantas memberi isyarat pada member lain agar menyudahi senam.


Chan membuka telapak tangan, memberi kode pada Emira agar memberinya air mineral.


“Ini”


Emira memberikan apa yang Chan minta, juga melakukan hal yang sama pada member lain.


“Terima kasih” Ucap para member dengan kompak meski tanpa komando.


“Kau yakin mau menemani kami syuting?” Zal meyakinkan Emira.


Dengan mantap, Emira menjawab “Iya, kakak tidak perlu khawatir. Aku sudah baik-baik saja”


“Baiklah kalau itu maumu, tapi jangan memaksakan diri” Jawab Zal.


Emira menggelengkan kepala, “Tidak, aku sudah lebih baik sekarang”


"Maaf. Karena membantuku, kalian jadi terkena lemparan tomat dan telur busuk" Emira menundukkan kepala, menyesali kejadian yang menimpa para member.


"Jangan terus minta maaf. Kami melakukannya dengan sadar dan tanpa paksaan" Terang Ez.


Kelima member lain tersenyum, menyetujui perkataan Ez.


“Kau keren sekali. Padahal ini pertama kalinya kau mendapat serangan, tapi sudah bisa menanganinya dengan bijak” Puji Dza.


“Benar, aku jadi kagum padamu” Zal ikut berkomentar.


“Aku bahkan pernah depresi saat pertama kali mengalami perundungan, tapi kau malah bisa menyesuaikan diri dengan cepat. Kau keren!” Ucap Zhi sambil menepuk pundak Emira.


Dengan tulus, Chan berkata, “Jangan khawatir, apa pun yang terjadi...kami akan selalu berada di sampingmu. Jika ada yang mengganggumu lagi, cepat katakan pada kami”


“Siap komandan, laksanakan!” Jawab Emira sambil hormat layaknya tentara militer.


Chan tertawa, lalu mengacak rambut Emira. Melihat hal itu, kelima member jadi mengikuti aksi Chan. Sontak saja, Emira berteriak karena kesal. Namun, keenam member semakin menjadi. Lalu mereka berlari menuju rumah utama di susul Emira yang tertinggal jauh karena langkah kecilnya tak mampu mengimbangi para member.


...***...


Happy Reading... Semoga readers suka sama ceritanya 🖤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah🙏🏻🤗


Terima kasih atas dukungannya🤗😘🙏🏻