SUN (My Spring)

SUN (My Spring)
SUN 19



Para member tengah bersiap untuk menghadiri acara musik. Mereka mengenakan pakaian yang santai namun tetap fashionable, karena acara yang akan dihadiri adalah acara musik untuk remaja dan bukan acara yang formal.


Khai mengenakan kemeja polos tanpa motif dipadu dengan celana bahan berwarna abu-abu, satu sisi kemeja dimasukkan ke dalam celana, ia juga melengkapi penampilannya dengan memakai kaca mata hitam. Style seperti itu sangat cocok pada tubuh Khai yang tinggi, namun tidak terlalu berisi juga tidak kurus. Sementara, Ez memakai kemeja putih yang dipadukan dengan sweater berwarna biru dongker dan celana longgar berwarna hitam. Meskipun simple, tapi sangat cocok dengan Ez yang terlihat tenang. Dza yang terkenal dengan image ceria, menggunakan kaus putih dilapisi sweater rajut berwarna broken white dengan unsur kuning keabu-abuan. Sedang, Zal menggunakan oversized t-shirt berwarna hitam dipadu celana bahan, ia juga menambahkan topi hitam sebagai aksesoris. Penampilan yang sangat serasi dengan posisinya sebagai rapper. Sama seperti Zal yang senang memakai oversized t-shirt, Zhi juga saat ini mengenakannya. Namun, ia melapisinya dengan kemeja bermotif kotak-kotak berwarna hitam senada dengan warna celananya. Warna hitam sangat cocok untuk kulit Zhi yang bersih. Berbeda dari kelima rekannya, Chan lebih memilih menggunakan hoodie two-tone dipadu dengan celana longgar seperti yang dikenakan Ez. Mereka selalu tampil fashionable dengan style masing-masing.


“Selamat pagi” Sapa Emira dengan senyum mengembang.


“Kau kenapa?” Tanya Zhi yang melihat Emira sangat bersemangat.


“Kita harus bersemangat di pagi hari” Emira tersenyum lebar bak iklan pasta gigi.


“Mencurigakan, biasanya kau tidak sesemangat ini!” Chan menyipitkan mata, memperhatikan penampilan Emira yang nampak berbeda.


“Kau wangi sekali hari ini” Dza ikut berkomentar.


“Kau sengaja berdandan karena akan bertemu SKY?” Selidik Zhi.


Para member kompak menatap tajam Emira, menunggu jawaban atas pertanyaan Zhi.


“Ti...tidak. Aku hanya mengganti warna lipstick.” Emira menutup wajah dengan kedua tangannya, karena terus diperhatikan.


Khai menggambil tissue yang ada di atas meja, lalu memberikannya pada Emira “Cepat hapus!”


“Ini hanya lipstick, kenapa harus dihapus?” Tanya Emira.


“Hapus dan ganti dengan yang biasa kau pakai” Zhi mengibaskan tangan, memberi kode agar Emira melakukan apa yang mereka minta.


“Bukankah, kita sudah berbaikan?. Kenapa masih meributkan SKY?” Kesal Emira.


“Waktu itu, kami memang tidak sungguh-sungguh marah. Tapi, kau tetap tidak boleh berdandan mencolok untuk menarik perhatian SKY!” Jawab Chan.


“Benar. Kami memang mengizinkanmu untuk menyukai SKY, tapi kau tetap tidak boleh mengutamakannya. Yang harus kau sukai nomor satu tetap SUN. Prioritasmu saat ini adalah SUN!” Imbuh Zhi.


Emira mengalah karena tak ingin memperpanjang masalah, ia segera menghapus lipstick yang dikenakannya.


‘Aku memang pernah berdoa ingin mempunyai kakak, agar ada yang menjaga dan memperhatikanku. Tapi bukan kakak seperti mereka yang ku mau, Ya Tuhan’ Batin Emira membrontak.


***Lokasi Syuting***


SUN dan SKY tengah syuting bersama, sementara Emira hanya memperhatikan dari belakang layar. Sesekali, ia mengambil potret SUN untuk diabadikan, tak lupa menyelipkan potret SKY yang tengah duduk bersampingan dengan para member SUN.


“Maaf” Emira menundukkan kepala, tak sengaja menabrak seseorang saat tengah memotret.


“Apa kau asisten SUN?” Tanya seorang wanita, yang jika dilihat dari penampilannya seperti seorang model.


“Benar” Jawab Emira singkat.


“Ternyata, kau yang kemarin sempat diberitakan.” Raut wajahnya berubah menjadi tidak senang setelah memperhatikan Emira dengan lekat.


“Padahal tidak menarik sama sekali, tapi beritanya sampai di mana-mana” Gumam wanita itu.


Emira memilih diam, tidak ingin meladeni wanita yang tadi ditabraknya. Ia tidak ingin menimbulkan masalah yang nantinya bisa berpengaruh untuk SUN. Sedangkan, wanita itu nampak kesal karena tak mendapat respon.


“Apa yang diberitakan itu benar?. Kau sengaja menggoda member SUN agar bisa terkenal?” Wanita itu terus saja memancing agar Emira meladeninya.


“Kita memang tidak saling kenal, tapi aku ingin berbaik hati dengan memberitahumu sesuatu. Kau tidak akan sungguh-sungguh bisa menarik perhatian SUN, karena kalian hanyalah artis dan asisten. Yang itu artinya, kalian tidak berada di level yang seimbang” Wanita itu mengelus bahu Emira, seolah tengah membersihkan kotoran yang menempel pada bajunya.


Wanita itu melihat Khai yang telah selesai syuting berjalan ke arahnya. Bertepatan saat itu, ada seorang pelayan yang hendak membagikan minuman kepada para tamu. Dengan sengaja, wanita itu menabrak si pelayan hingga minuman yang dibawanya tumpah mengenai Emira.


“Apa yang kau lakukan?. Kau membuat bajunya basah!” Wanita itu berlagak marah.


“Maafkan saya. Saya sungguh tidak sengaja” Sesal pelayan itu.


“Aku akan membantumu” Wanita itu hendak memberikan jaketnya pada Emira, namun seseorang menghalanginya.


“Jangan sentuh dia!” Khai menatap tajam wanita itu.


“Aku ingin membantunya” Jawabnya.


Tanpa mendengarkan ucapan wanita itu, Khai menarik tangan Emira dan mengajaknya pergi menjauh.


.


.


.


.


.


“Seseorang tidak sengaja menumpahkan minumannya” Emira terpaksa berbohong karena tidak ingin memperbesar masalah.


“Pakai ini” Ez melepas sweaternya, lalu memberikannya pada Emira.


“Terima kasih” Jawab Emira.


“Ayo, jalan” Titah Khai pada pengemudi yang telah siap sejak tadi.


***


Setelah sampai di SUN house, Emira segera membuka bagasi untuk mengambil tas. Namun, tiba-tiba Ez dan Khai melarangnya dan ingin membantu membawakan tas tersebut.


“Lepaskan!” Khai menarik tas itu.


“Kau yang lepaskan!” Jawab Ez.


“Aku yang lebih dulu memegangnya!” Khai tak mau kalah.


“Aku sudah berencana untuk membawanya sejak tadi” Ez juga tak mau kalah.


“Gunting, batu, kertas” Tawar Khai.


“Ayo!” Ez menyetujui.


Emira beserta keempat member lainnya saling pandang, merasa heran dengan tingkah kedua member tertua yang malah seperti bocah.


Khai berkacak pinggang karena menang dari Ez, “Berikan tasnya”Ucap Khai.


Ez memberikan tas itu pada Khai, “Berikan tas kalian juga” Titah Ez pada keempat member lain.


“Wahhh...kak Khai baik sekali hari ini” Zhi dengan senang hati memberikan tasnya pada Khai. Bahkan, member lain juga melakukan hal yang sama.


“Ayo, kita masuk” Ajak Ez pada Emira dan keempat member lainnya.


“Kalian sengaja mengerjaiku, ya?!” Teriak Khai, namun para member tidak menghiraukan dan meninggalkannya begitu saja.


***


Emira mengetuk pintu, meminta izin pada seseorang yang ada di dalam studio agar mengizinkannya masuk.


Setelah diizinkan masuk, ia meletakkan secangkir cokelat hangat di atas meja. Khai sangat suka minum cokelat hangat ketika sedang menulis lagu.


“Terima kasih, kakak telah membantuku tadi” Ucap Emira lirih.


“Aku tidak berniat membantumu. Tapi, aku sangat kesal karena kau begitu bodoh. Kenapa kau diam saja saat dia bersikap buruk padamu?!” Khai terlihat kesal.


“Aku tidak tahu harus berkata apa. Semua yang dia katakan benar!”


“Tetap saja. Dia tidak bisa berbuat seenaknya saja padamu!”


“Kakak juga sering berbuat seenaknya saja padaku” Jawab Emira lirih.


Khai mengembuskan napas berat. Merasa kesal dengan perkataan Emira, namun ia tak bisa mengelaknya.


“Mulai sekarang, hanya aku yang boleh berbuat seenaknya saja padamu!” Perkataan Khai membuat Emira bingung, namun ia hanya menganggukkan kepala tanpa mau mendebatnya.


“Perempuan tadi bernama Sheril, dia seorang model dan juga penyanyi. Jika dia berbuat hal buruk lagi, katakan saja padaku!" Khai menjeda kalimatnya, lalu kembali bergeming ,“Istirahatlah. Terima kasih untuk cokelatnya”.


"Apa pun niat kakak, aku tetap akan berterima kasih" Ucap Emira lirih, namun terdengar jelas di telinga Khai.


Emira lalu meninggalkan Khai yang kembali fokus pada pekerjaannya.


...***...


Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛


Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻


Terima kasih 😘🤗🙏🏻