
*** Hari Penghargaan Musik***
Para staf tengah sibuk membantu SUN mepersiapkan diri untuk menghadiri salah satu acara bergengsi dalam permusikan. Tak hanya tampil, tapi SUN juga masuk dalam semua kategori pada acara penghargaan musik tersebut.
“Kita akan berangkat sekarang, apa kalian sudah siap?” Tanya Pak Arsel pada para member.
“Iya, kami sudah siap” Jawab Dza.
“Kalau begitu, kita berangkat sekarang!” Komando Pak Arsel.
“Di mana Emira?” Tanya Zhi.
“Aku juga tidak melihatnya sejak tadi” Chan menoleh sekitar, mencari keberadaan Emira.
“Apa dia belum siap?. Kalau begitu, kita tunggu 10 menit lagi" Titah Pak Arsel.
“Huh, siapa sebenarnya artisnya?!” Keluh Khai.
“Bersikap baiklah sedikit padanya, dia sudah sangat bekerja keras untuk kalian” Pak Arsel menepuk pelan bahu Khai.
10 menit berlalu, namun Emira belum juga muncul. Hal itu membuat Khai kembali bergeming
“Sampai kapan kita menunggu?”
“Sebentar lagi, kita masih punya waktu satu jam sebelum acara dimulai” Pak Arsel mencoba menenangkan Khai.
Berbeda dengan Khai yang mulai bosan menunggu, Chan, Dza, dan Zhi justru sibuk berfoto dengan mencoba berbagai fitur yang ada di sosial media. Sedang, Zal dan Ez menikmati waktu dengan bermain game.
“Em, ke sini” Panggil Pak Arsel yang melihat Emira keluar dari ruang make up.
“Kau cantik sekali. Anak-anak, lihatlah” Panggilan Pak Arsel membuat para member SUN menoleh bersamaan.
“Saya merasa aneh, apa make up ini tidak terlalu tebal?” Tanya Emira.
“Tidak ada yang aneh, kau sangat cantik” Pak Arsel tersenyum puas dengan penampilan Emira.
“Wah...anggun sekali, kau jadi seperti tuan putri” Zhi menatap Emira dari ujung kaki hingga ujung kepala.
“Jangan melihat seperti itu, aku malu” Emira memukul lengan Zhi yang tengah memperhatikannya.
“Aku kagum, kenapa kau jadi malu?” Zhi tak bisa menahan tawa saat melihat wajah Emira memerah.
“Kau benar-benar membuatnya jadi malu. Lihat, wajahnya mulai memerah” Zal ikut berkomentar.
“Wajahnya jadi seperti udang rebus” Kekeh Chan.
Emira memilih diam, tak ingin membalas candaan Chan yang membuatnya kikuk.
“Kau cantik” Bisik Ez, lalu berjalan mendahului Emira yang masih terdiam di tempatnya.
“Ayo, kita berangkat” Komando Pak Arsel yang langsung diikuti para member.
Emira yang tidak terbiasa memakai heels, sedikit oleng dan hampir terjatuh. Khai yang berjalan di belakang Emira, dengan sigap langsung menangkapnya. Mata mereka bertemu dalam beberapa detik, membuat keduanya menjadi salah tingkah.
Khai melirik Emira, “Dasar ceroboh” Ejeknya.
‘Khaiuman memang harus dibasmi’ Gerutu Emira pada Khai yang kini berjalan di depannya.
***
35 menit kemudian, mereka telah tiba di gedung yang menjadi tempat penyelenggaraan acara. Terlihat banyak artis ternama sudah lebih dulu tiba, beberapa diantaranya tengah berbicara pada wartawan dan berfoto di red carpet . Namun ketika SUN keluar dari mobil, semua kamera berbalik tertuju pada mereka, lampu-lampu menyoroti dengan terang, dan beberapa fans berteriak memanggil nama para member dengan semangat. Ini kali pertama bagi Emira ada di acara yang begitu megah. Ia merasa senang tapi juga bingung harus berbuat apa. Terlebih saat ini, para member SUN tengah berbincang pada teman sesama artis, juga meladeni para media yang memfoto dan melakukan wawancara singkat.
‘Meskipun tinggal bersama, tapi jarak di antara kami tetap jauh. Mereka tetaplah SUN yang memancarkan sinar terang untuk dunia, tidak mungkin bisa disentuh. Jika memaksa menyentuhnya, maka akan terbakar’ Monolog Emira sambil memperhatikan para member yang kini ada di red carpet, berjalan dengan gagah dan sangat berwibawa.
“Ayo, masuk. Kita harus tetap berada di dekat mereka!” Ajakan Pak Arsel menyadarkan Emira dari lamunannya.
“Kau tak perlu khawatir dan tetap berada di dekatku” Bisik Pak Arsel yang menyadari kekhawatiran Emira.
“Baik” Jawab Emira singkat.
“Iya. Mereka sangat bersinar, bukan?” Pak Arsel menunjuk ke arah member SUN yang saat ini telah duduk bersama rekan artis lainnya.
“Tentu saja, mereka bersinar karena aku yang mendidiknya” Ujar Pak Sugara dengan bangga.
“Hah...aku lah yang paling berpengaruh untuk mereka” Pak Arsel tak mau kalah.
“Jangan mengada-ada, kau malah sering membuat mereka repot” Ujar Pak Sugara.
“Kau juga sering membuat mereka tertekan!”
Pak Alan dan Emira saling pandang, tak habis pikir dengan tingkah kedua lelaki paruh baya yang tengah ribut tanpa peduli sekitar.
Di tengah acara, SUN tampil dengan membawakan lagu baru yang dipersembahkan untuk ‘My Spring’. Penampilan mereka sangat memukau, semua kamera tertuju hanya pada mereka. Bahkan, banyak artis lain yang terbawa suasana dengan ikut bernyanyi. SUN benar-benar menunjukkan sinarnya di atas panggung yang megah.
‘Meskipun konyol dan sering ceroboh, tapi mereka memang berbakat. Sekarang, aku mulai paham jika banyak yang mengidolakan mereka’ Monolog Emira yang baru pertama kalinya menyaksikan SUN tampil di atas panggung.
SUN istirahat sejenak setelah tampil, namun kembali naik ke atas panggung untuk menerima penghargaan atas kategori boy group terpopuer. Tak hanya itu, dari delapan kategori yang ada pada penghargaan musik kali ini, SUN berhasil memenangkan semuanya. Meskipun ini bukan kali pertama mereka memenangkan banyak penghargaan, namun hal itu tetap membuat Pak Arsel, Pak Sugara, Pak Alan, Emira, dan tentunya para ‘My Spring’ bangga.
“Selamat, aku bangga pada kalian” Seru Pak Sugara dengan semangat saat para member SUN sudah berada di belakang panggung.
“Terima kasih” Ucap para member dengan kompak.
Keenam member, Pak Sugara serta Pak Arsel saling berpelukan dengan penuh kebahagiaan, layaknya ayah dan anak sungguhan.
Sambil tersenyum, Emira berkata “Selamat, kalian benar-benar keren”
“Terima kasih. Kau sudah melihat kehebatan kami, bukan?” Tanya Zhi dengan bangga.
“Iya, kalian memang hebat” Emira mengangkat kedua ibu jarinya, tak ingin mendebat Zhi yang saat ini tengah bahagia.
“Ayo, kita foto bersama” Chan menarik Emira agar ikut foto bersama dengannya.
Tanpa dikomando, Zhi ikut bergabung untuk berfoto.
“Kau minggir dulu, aku hanya ingin foto berdua dengan Emira!” Sergah Chan, namun Zhi tidak bergeming dari tempatnya.
“Ribut sekali!” Khai mengambil alih kamera dari tangan Chan. Saat hendak menekan tombol foto, ketiga member lain ikut bergabung dan membuat keadaan menjadi tidak kondusif.
‘Huft...mereka selalu saja seperti ini’ Emira menarik napas panjang dan menghembuskannya dengan sembarang, lelah melihat para member yang mulai rusuh.
“Bukankah itu SKY?” Mata Emira membola melihat member SKY berjalan ke arahnya. Namun bukan untuk menyapanya, melaikan menyapa para member SUN.
Emira terus memperhatikan member SKY yang saat ini tengah berbincang dengan member SUN. Setelah berbincang sekitar lima menit, para member SKY berpamitan karena akan menghadiri acara lain.
“Kau mau ke mana?” Tanya Zhi sambil menarik tas yang dikenakan oleh Emira.
“Aku ingin foto bersama mereka” Emira menunjuk para member SKY yang sudah berjalan menjauh.
“Kau tahu mereka?” Tanya Chan.
“Tentu saja, mereka sangat terkenal!” Jawab Emira dengan lantang, sedang para member menatapnya tajam.
“Mereka terkenal, dan aku rasa semua anak muda tahu SKY” Emira menundukkan kepala, tak berani menatap SUN yang seperti akan memakannya.
“Lucu sekali...maksudmu, kami tidak seterkenal SKY?” Tanya Khai.
“Bu..bukan begitu. Tapi, SKY satu-satunya boy group yang ku tahu. Terlebih lagi... leadernya memiliki banyak talenta, juga keren” Ucap Emira lirih nyaris tak terdengar.
Tak mendapat respon dari para member, membuat Emira kembali bergeming, “Tapi setelah melihat acara hari ini, aku jadi tahu jika kalian juga punya banyak talenta” Emira tersenyum manis, berharap para member membalasnya. Namun, mereka tak bergeming dan meninggalkan Emira yang masih diam di tempatnya.
...***...
Happy Reading... semoga readers suka sama ceritanya 🖤❤🧡💙💜💛
Jangan lupa suka, komentar, favorit, vote, dan beri hadiah😁🙏🏻
Terima kasih 😘🤗🙏🏻