Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 82 : Keputusasaan Patriak Xia Cheng.



.


.


Setelah berpamitan kemudian putri Xia Yue berjalan masuk ke rumah untuk membuat pil lagi , putri Xia Yue sekarang lebih tenang karena satu masalahnya sudah teratasi , putri Xia Yue juga tidak terlalu memikirkan sup spiritual untuk kakek Xin Feng, karena bahan yang ada di dalam keranjang tadi sudah cukup untuk untuk membuat sup spiritual selama 2 bulan ke depan .


Sekarang dia tinggal mencari cara untuk memberi pelajaran kepada Patriak Xia Cheng dan mencari waktu yang tepat untuk bertemu dengan anggota organisasi pasukan Penguasa Malam.


Setelah sampai di kamarnya kemudian putri Xia Yue langsung menutup pintu kamar nya .


'' Mao Li , aku sekarang akan membuat pil lagi , jadi kamu harus selalu menjaga ku ketika aku membuat membuat pil...''


'' Iya Master...''


Kemudian Mao Li langsung melompat ke atas tempat tidur , sedangkan putri Xia Yue langsung duduk di atas tikar untuk membuat pil , kemudian putri Xia Yue mengeluarkan 3 keranjang bahan obat yang di belinya tadi dan tungku pilnya .


Lalu langsung fokus untuk membuat pil Penambah energi dulu , putri Xia Yue sengaja membuat pil yang sangat banyak agar kedepannya bisa fokus untuk meningkatkan kekuatannya dan tidak kekurangan pil untuk menyuplai klan Yuan .


.


****


Kembali ke tempat Patriak Xia Cheng.


Setelah 4 jam berlalu akhirnya Patriak Xia Cheng sampai di klan cabang di kota Fengluo , kemudian Patriak Xia Cheng langsung masuk ke dalam klan Xia, para penjaga yang ada di sana langsung mempersilahkan Patriak Xia Cheng masuk ke dalam .


Kemudian patriak Xia Cheng menitipkan kudanya kepada kedua penjaga yang ada di sana , lalu berjalan dengan santai menuju rumah patriak Leitian.


Setelah sampai di depan rumah patriak Xia Leitian kemudian Patriak Xia Cheng langsung mengeluarkan pedangnya , kebetulan rumah patriak Xia Leitian pintunya sudah terbuka sehingga patriak Xia Cheng langsung masuk ke dalam .


Patriak Xia Cheng melihat Patrik Xia Leitian sedang duduk melamun di kursi ruang tamu tidak menyadari kedatanganya.


'' Katakan kepadaku apa alasan mu mengkhianati ku Leitian ber*ngsek ...'' ucap Patriak Xia Cheng sambil menempelkan bilah pedangnya di leher Patriak Xia Leitian .


Patriak Xia Leitian langsung tersadar dari lamunannya , dia sangat terkejut melihat Patriak Xia Cheng ingin membunuhnya.


'' Sa.. salam saudara Cheng , duduklah dulu...''


'' Kamu harus bertanggung jawab untuk segera membunuh putri Xia Yue bagaimana pun caranya...''


'' Kalau kamu ingin membunuhku silahkan saja , aku sudah menantikan waktu itu , karena aku juga sudah tidak memiliki kekuatan lagi , buat apa aku hidup kalau tidak memliki kekuatan seperti ini...''


Patriak Xia Cheng langsung menarik pedangnya lagi setelah mendengar perkataan Patriak Xia Leitian , karena dia melihat Patriak Xia Leitian memang sudah tidak memiliki kekuatan lagi .


'' Duduklah dulu , masalah ini bisa kita bicarakan baik baik...''


Kemudian patriak Xia Cheng menyimpan kembali pedangnya lalu duduk di sana .


'' Sekarang katakan kepada ku , apa alasan mu menghianatiku ini...''


'' Aku minta saudara Cheng jangan salah paham dulu kepadaku , saudara Cheng lihat saja kekuatanku sekarang sudah menghilang karena berurusan dengan seseorang , aku ingin memberi berita tentang putri Xia Yue, ternyata putri Xia Yue masih hidup , karena di selamatkan oleh seseorang yang memiliki kekuatan yang sangat kuat , mungkin malam itu ketika putri Xia Yue melompat ke dalam jurang orang ini langsung menangkap tubuh putri Xia Yue, sehingga putri Xia Yue bisa selamat....''


'' Yang telah menghancurkan dantian ku adalah guru sekaligus kekasih putri Xia Yue...''


Patriak Xia Cheng sangat terkejut mendengar putri Xia Yue memiliki guru yang sangat kuat , karena hanya orang yang sudah menerobos ke tingkat spiritual ilahi saja yang bisa menghancurkan dantian seorang kultivator .


Pantas saja putri Xia Yue bisa selamat meskipun melompat ke dalam jurang , karena orang yang menyelamatkannya sudah memiliki sayap untuk terbang...'' batin Patriak Xia Cheng.


Kemudian patriak Xia Leitian menceritakan semua kejadian malam itu ketika dantianya dan dantian kedua pembunuh bayaran yang dia sewa di hancurkan oleh guru putri Xia Yue , patriak Xia Leitian juga mengatakan kalau putri nya sekarang di jadikan pelayan oleh putri Xia Yue.


Patriak Xia Cheng jadi tidak bisa menyalahkan Patriak Xia Leitian dan menganggap itu adalah keberuntungan putri Xia Yue karena di selamatkan oleh orang yang sangat kuat , sekarang Patriak Xia Cheng sangat bingung harus bagaimana, kalau sampai putri Xia Yue datang ke klan nya , maka putri Xia Yue pasti akan membongkar kebusukan nya selama ini di klan Xia.


'' Apakah putri Xia Yue telah datang ke klan Xia pusat...?''


'' Belum , dia belum datang ke klan ku , karena tadi pagi putri ku melihatnya di asosiasi alkemis, dia muncul di sana karena resep pil nya di curi oleh seorang alkemis...''


'' Berarti sekarang adalah kesempatan saudara Cheng untuk kabur dari klan pusat , aku yakin dalam waktu dekat putri Xia Yue pasti akan datang ke sana...''


'' Itulah yang aku takutkan , karena aku tidak mungkin bisa mencelakai putri Xia Yue kalau gurunya memiliki kekuatan yang sangat kuat , tapi kalau aku kabur itu justru sangat memalukan , karena sebentar lagi putri ku akan di lamar oleh putra mahkota...''


'' Maaf untuk saat ini aku tidak bisa membantumu , karena aku sudah tidak memiliki kekuatan lagi...''


'' Iya tidak apa apa , aku bisa mengerti posisi mu sekarang , maaf aku telah melibatkan mu dalam masalah ini , kalau begitu aku mohon pamit untuk kembali ke klan ku...''


'' Silahkan saudara Cheng....''


Kemudian patriak Xia Cheng keluar dari sana lalu berjalan dengan wajah yang tidak memiliki semangat lagi karena masalah yang dia hadapi saat ini semakin rumit , dia sudah putus asa karena tinggal menunggu waktu saja kebusukannya akan terbongkar .


Setelah sampai di pos depan kemudian Patriak Xia Cheng langsung menunggangi kuda miliknya , lalu pergi dari sana untuk kembali ke kota Xiang lagi.


.


****


Kembali ke kamar tempat putri Xia Yue memurnikan pil .


Setelah larut malam putri Xia Yue memutuskan untuk beristirahat dulu untuk beristirahat .


Keesokan harinya putri Xia Yue melanjutkan membuat pil lagi , hari hari putri Xia Yue lalui hanya untuk membuat pil , setelah 1 minggu membuat pil kemudian putri Xia Yue menemui kekek Xin Feng untuk membicarakan masalah pertunangannya dengan putra mahkota .


Putri Xia Yue berjalan ke kamar kakek Xin Feng dulu , tapi kakek Xin Feng ternyata tidak ada di kamarnya , kemudian putri Xia Yue berjalan ke halaman belakang karena putri Xia Yue sangat yakin kalau kakek Xin Feng ada di sana.


Setelah sampai di sana ternyata dugaan nya benar , karena kakek Xin Feng sedang berbicang bincang dengan nona Xia Xian di gazebo .


.


.


...~ bersambung ~...