Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 45 : Kepanikan nona Xia Xian.



.


.


Setelah melihat Patriak Xia Leitian berhasil di kalahkan kemudian putri Xia Yue langsung menarik kembali pusaka Bulan Bintangnya , lalu menyimpannya di dalam kedua lengan tangannya.


Shen Long juga langsung menghilangkan sayap nya , lalu berjalan mendekati tubuh Patriak Xia Leitian yang tergeletak di lantai.


Patriak Xia Leitian hanya bisa pasrah saja melihat kekasih putri Xia Yue berjalan mendekatinya , karena energi nya sudah benar benar habis akibat di serang bertubi tubi oleh putri Xia Yue , dia hanya bisa pasrah saja karena sudah tidak ada lagi harapan untuk bisa di ampuni lagi .


'' Yue'er, sekarang terserah kamu apakan orang ini , agar rasa dendam mu bisa menghilang...''


'' Sebenarnya aku tidak terlalu dendam kepada orang ini , karena dia hanyalah pion saja , orang yang bertanggung jawab atas rencana pembunuhan ku adalah Patriak Xia Cheng yang ada di klan pusat....'' ucap putri Xia Yue berpura pura mengampuninya lagi .


Patriak Xia Leitian sedikit lega mendengar apa yang di katakan oleh putri Xia Yue , berarti dirinya masih ada harapan untuk di ampuni lagi .


Setelah beberapa saat putri Xia Yue membuka suara lagi .


'' Tapi paman Leitian ini setidaknya juga harus merasakan penderitaan ku selama aku numpang hidup di klan ini , aku ingin kamu menghapus kultivasi nya saja , agar dia merasakan bagaimana jika menjadi sampah seperti yang aku alami dulu...''


Patriak Xia Leitian langsung lemas mendengar apa yang baru saja di ucapkan oleh putri Xia Yue , berarti tadi hanyalah harapan palsu saja .


Kemudian Shen Long langsung menembakan bola energi tepat di dantian Patriak Xia Leitian .


Arghhhh...


Teriak Patriak Xia Leitian sambil memuntahkan seteguk darah karena dantianya telah hancur , setelah memuntahkan darah kemudian Patriak Xia Leitian langsung tak sadarkan diri.


Melihat Patriak Xia Leitian sudah pingsan kemudian Shen Long dan putri Xia Yue duduk lagi di kursi yang ada di ruang tamu untuk berbincang bincang sambil menunggu pagi.


'' Yue'er, bagaimana dengan keluarga Patriak Xia Leitian ini , apakah masih ada yang perlu di bereskan sebelum kita meningalkan klan ini...?


'' Patriak Xia Leitian memiliki 2 orang anak , anak bungsunya yang bernama Xia Xian tadi sudah di beri pelajaran oleh Mao Li dengan mencakar bagian wajahnya hingga berdarah darah , sedangan anak satu nya lagi bernama Xia Xue , dia sekarang sedang belajar di akademi Tian Zhong di kerajaan Xin Dong...''


'' Terus bagaimana dengan para tetua di klan ini...?


'' Para tetua yang bekerja di klan ini telah mengundurkan diri karena berselisih tegang dengan Patriak Xia Leitian , mungkin mereka berselisih karena menyelidiki tentang kepergianku dari klan ini , aku tadi mendapatkan informasi ini dari pelayan yang bekerja di klan ini....''


'' Jadi seperti itu , kalau begitu kita tunggu saja putri Patriak Xia Leitian yang belajar di akademi Tian Zhong, agar tidak ada kesalahpahaman antara kamu dengannya , sambil menunggu ke datangannya kita bisa berjalan jalan untuk melihat pelelangan batu roh yang ada di pusat kota Fengluo, karena saat ini kau butuh batu roh untuk meningkatkan kekuatanmu , karena batu roh ini memiliki energi yang sangat murni seperti yang pernah aku ceritakan dulu...''


'' Iya Shen Long aku masih mengingatnya , aku sangat berterima kasih kepadamu , karena berkat bimbinganmu aku bisa melangkah sampai sejauh ini...''


'' Aku belum tahu Shen Long , aku yakin para tetua yang ada di klan pusat mengira aku memang telah keluar dari klan Xia dan menjadi seorang wanita penghibur , karena Patriak Xia Cheng pasti telah menyebarkan berita bohong juga di sana , agar putrinya bisa mengantikan kontrak pernikahan ku dengan Putra mahkota , karena awal tumbuh benih benih kebencian juga dari masalah ini...''


'' Itu sudah wajar Yue'er, karena yang berbau dengan harta , tahta dan wanita pasti bisa menimbulkan masalah yang sangat serius , terus bagaimana dengan kematian kedua orang tuamu...?


'' Yang mengetahui kematian ayah dan ibuku adalah kakek Xin Feng , dia dulu mengatakan kepadaku akan memberi tahu siapa yang telah membunuh kedua orang tuaku jika aku sudah memiliki kekuatan , kakek Xin Feng ini adalah orang yang paling peduli kepadaku , karena dia selalu ada di sisiku ketika aku membutuhkannya , dia selalu memberiku semangat ketika aku dalam kondisi kesusahan , hanya saja pertemuanku terakhir kali dengannya dia dalam kondisi terkena racun mematikan ketika menolong kedua orang tuaku , semoga sekarang kakek Xin Feng kondisinya sudah pulih dari racun di tubuhnya ...''


'' Semoga saja Yue'er , kamu harus segera menemuinya untuk memastikannya , aku yakin kamu pasti bisa menyembuhkan racunnya , karena kamu adalah seorang alkemis ...''


Mereka berdua berbincang bincang di sana sambil menunggu pagi .


Shen Long masih merahasiakan tentang tujuan nya menjadikan putri Xia Yue seorang murid , karena putri Xia Yue harus menyelesaikan semua urusannya termasuk mengungkapkan kematian kedua orang tuanya , nanti jika masalah putri Xia Yue sudah selesai maka Shen Long akan mengatakan tujuannya dan meminta putri Xia Yue mempelajari kitab warisan Vermilion.


Setelah sudah pagi kemudian Shen Long mengajak putri Xia Yue untuk melihat pelelangan batu roh di pusat kota Fengluo, sebelum pergi Shen Long melepaskan cincin penyimpanan milik Patriak Xia Leitian, lalu di berikan kepada putri Xia Yue.


'' Yue'er, aku akan mengunakan perisai angin agar tidak ada orang di dalam klan ini yang melihatku , nanti setelah keluar gerbang klan aku akan menghilangkan perisai anginku...''


'' Iya Shen Long....''


Kemudian putri Xia Yue keluar rumah tamu lalu berjalan dengan santai menuju gerbang klan di temani Mao Li di atas bahunya , sedangkan Shen Long mengikuti di belakangnya.


.


****


Setelah bangun pagi Nona Xia Xian berjalan ke ruang tamu untuk menikmati suasana pagi sambil melihat pemandangan dari jendela rumahnya , setelah beberapa saat nona Xia Xian melihat putri Xia Yue lewat depan rumahnya dalam kondisi masih baik baik saja , tapi nona Xia Xian tidak berani keluar rumah karena sangat takut dengan kucing putih milik putri Xia Yue jika merusak wajahnya lagi , dia sangat trauma mengingat kejadian itu , karena rasa perih akibat cakaran kucing putih itu masih terasa sampai detik ini .


'' Apakah ayah sudah tahu kalau putri Xia Yue masih baik baik saja...'' batin nona Xia Xian.


Kemudian nona Xia Xian langsung berlari ke kamar ayahnya untuk memastikannya , setelah sampai di kamar ayahnya nona Xia Xian sangat panik melihat ayahnya tidak ada di kamarnya .


'' Kalau ayah tidak ada di kamar , berarti ayah masih ada di rumah tamu....'' ucap nona Xia Xian bertambah panik memikirkan apa yang terjadi kepada ayahnya di rumah tamu , mengingat tadi malam ayahnya ingin memastikan keadaan kedua orang sewaannya ke sana.


.


.


... ~ bersambung ~...