
.
.
Kemudian nona Luo Xue langsung maju untuk menghadapi para siluman Buaya Rawa ini , dia merasa harus bertanggung jawab atas kejadian ini , karena gara gara dirinya siluman Buaya Rawa ini menyerang kelompok mereka.
Sedangkan Mao Li langsung berjalan mengendap endap , lalu Mao Li langsung mendekati raja siluman Buaya Rawa ini, setelah sudah sampai di hadapannya kemudian Mao Li langsung melompat dengan sangat cepat sambil mengeluarkan air kencingnya, raja siluman buaya ini tidak menyangka jika kucing putih ini menyerangnya dengan air kencingnya , sehingga mata raja siluman Buaya Rawa ini langsung tidak bisa melihat , karena merasakan panas yang luar biasa .
Grrrhhh....Grhhhh ....
Raja siluman Buaya Rawa ini langsung menyerang secara membabi buta , kemudian para siluman Buaya Rawa lainnya ini langsung membantu raja siluman Buaya Rawa untuk menyerang kelima manusia ini.
Kesempatan ini langsung di manfaatkan oleh nona Luo Xue yang langsung menembakan bola racun ke arah mulut raja siluman Buaya Rawa yang sedang menciptakan pemadatan energi air dan mengeluarkan tembakan bola energi air yang tidak tentu arah , sedangkan yang lainnya juga langsung menyerang para siluman Buaya Rawa yang lainnya , sehingga pertempuran kembali terjadi lagi dengan sangat sengit .
Kali ini nona Xia Junsu juga ikut menyerang dengan tombaknya , setiap kali air kencing Mao Li berhasil mengenai mata para siluman Buaya Rawa ini, kemudian nona Xia Junsu langsung menusukan tombaknya ke arah mata yang terkena air kencing Mao Li , sehingga satu persatu siluman Buaya Rawa ini hilang kendali , karena merasakan sakit di bagian matanya dan tidak bisa melihat dengan jelas .
Kemudian nona Luo Xue langsung bergegas untuk menembakkan bola racunnya setiap kali nona Xia Junsu berhasil menusuk kan tombaknya , karena ini adalah kesempatannya yang tidak boleh dia sia siakan.
Sehingga bola racun ini dengan telak bisa masuk ke dalam mulut para siluman Buaya Rawa ini , tapi para siluman Buaya Rawa ini tidak ada yang menyadarinya kalau mereka telah memakan racun .
Sedangkan putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua menyerang para siluman Buaya Rawa yang lainnya , mereka berdua juga fokus menyerang bagian matanya , karena hanya matanya saja kelemahan dari para siluman Buaya Rawa ini.
Setelah 30 menit berlalu mereka berhasil mengalahkan para siluman Buaya Rawa , ini adalah berkat kerja sama dan kekompakan mereka yang menyerang bagian matanya , para siluman Buaya Rawa ini bisa di kalahkan karena berkat serangan racun dari nona Luo Xue yang bisa melemahkan energi para siluman Buaya Rawa ini.
'' Akhirnya kita berhasil mengalahkan para siluman Buaya Rawa ini, sekarang lebih baik kita membuat api unggun di sini dulu untuk segera beristirahat dan memulihkan diri , besok pagi kita bisa mengambil semua mustika nya ketika siluman Buaya Rawa ini sudah melemah , sekarang tubuhnya masih sangat keras karena belum sepenuhnya mati...'' ucap Diaken Lian Hua.
'' Iya Diaken Lian Hua, tapi lebih baik kita melukai ke empat kaki para siluman Buaya Rawa ini dulu , takutnya jika nanti siluman Buaya ini ada yang bisa memulihkan diri dari racun ini , agar nanti tidak membahayakan ketika kita beristirahat...'' usul putri Xia Yue.
'' Baiklah kalau begitu aku dan kamu akan membereskan masalah ini , sedangkan kalian bertiga silahkan membuat api unggun...''
Kemudian nona Xia Junsu langsung mengajak nona Luo Xue dan nona Yuan Liyie mencari tempat lapang untuk membuat api unggun, sedangkan putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua langsung melukai ke empat kaki para siluman Buaya Rawa ini .
Putri Xia Yue juga mencoba membelah kepala siluman Buaya Rawa ini, ternyata yang di katakan oleh Diaken Lian Hua memang benar , kalau kulit para siluman Buaya Rawa ini sangat lah keras .
Setelah berhasil melumpuhkan para siluman Buaya Rawa ini kemudian putri Xia Yue mengajak Diaken Lian Hua ke tempat ketiga temannya berada.
Lalu mereka berdua langsung bergabung duduk di sana menikmati api unggun.
'' Kakak Yue dan Diaken Lian Hua , maafkan atas tindakan ku tadi , sehingga kita di serang oleh siluman Buaya Rawa tadi...'' ucap nona Luo Xue.
'' Tidak apa apa adik Luo Xue , kamu sudah benar karena bagaimana pun siluman Buaya tadi yang mencari masalah dengan kita , seandainya tadi kamu tidak menyerangnya maka kamu yang akan di gigit oleh siluman Buaya Rawa tadi...'' Ucap putri Xia Yue.
'' Kami semua di sini adalah temanmu , jadi jika kamu mendapat masalah , maka kami semua pasti akan membantumu...''
'' Sekarang kalian berempat silahkan beristirahat untuk memulihkan diri , karena aku akan menjaga kalian di sini...''
'' Tidak Diaken Lian Hua, lebih baik kita bergantian saja , agar kita semua bisa beristirahat , karena sekarang kita berada di tengah hutan , jadi tidak menutup kemungkinan akan ada bahaya mendekat lagi di saat kita beristirahat , Diaken Lian Hua silahkan berjaga bersama adik Yuan Liyie, nanti ketika tengah malam kita akan bergantian berjaga , agar Diaken Lian Hua dan adik Yuan Liyie bisa beristirahat juga...''
'' Baiklah aku setuju , sekarang kalian bertiga silahkan berisitirahat...''
Kemudian putri Xia Yue, nona Xia Junsu dan nona Luo Xue langsung merebahkan tubuhnya di atas rerumputan , lalu mereka bertiga memejamkan mata mereka untuk beristirahat , Mao Li juga tidur melingkar di pinggir putri Xia Yue , sedangkan Diaken Lian Hua dan nona Yuan Liyie tetap berjaga sambil menikmati hangatnya api unggun.
'' Nona Liyie , aku sangat senang dengan kekompakan kalian tadi , karena ternyata kalian bisa mengalahkan siluman level 5 dengan mudah...''
'' Itu semua berkat bantuan kucing putih milik kakak Yue itu , kami dulu ketika ujian masuk akademi Tian Zhong juga sudah pernah mengalami seperti ini , karena dulu kami juga bisa mendapatkan siluman level 4...''
'' Kamu memang benar , kucing putih milik putri Xia Yue ini ternyata juga memiliki kecerdasan yang bisa membantu kita ketika melawan siluman level tinggi , tapi aku sangat mengagumi keahlian kalian yang memiliki kelebihan masing masing , karena putri Xia Yue memiliki pusaka yang bisa di kendalikan dari jarak jauh , nona Xia Junsu memiliki tombak yang bisa memanjang sehingga bisa mengecoh lawan , nona Luo Xue memiliki serangan racun yang sangat mematikan , sedangkan kamu memiliki kelincahan ketika berpedang....''
'' Diaken Lian Hua jangan terlalu memuji kami , karena kami semua hanyalah murid biasa biasa saja...'' ucap nona Yuan Liyie merendah .
Mereka berdua berjaga sambil berbincang bincang di temani sinar rembulan, setelah sudah tengah malam kemudian giliran putri Xia Yue dan kedua rekannya yang berjaga lalu diaken Lian Hua dan nona Yuan Liyie giliran untuk beristirahat .
Keesokan harinya mereka berlima langsung mengambil semua mustika siluman Buaya Rawa, setelah selesai mengambil mustikanya kemudian mereka berlima langsung melanjutkan perjalanan mereka lagi menuju desa Jiuli.
Mereka mengunakan tehnik meringankan tubuh melewati hutan belantara , jika mereka bertemu siluman , maka mereka langsung menyergapnya untuk di ambil mustikanya .
Kadang mereka juga beristirahat sejenak untuk memulihkan diri sambil melihat peta kota Jiuli.
Setelah 8 jam berlalu akhirnya mereka sampai di hutan yang ada di dekat desa Jiuli , kemudian Diaken Lian Hua langsung mengajak keempat muridnya untuk keluar dari hutan ini .
Diaken Lian Hua sedikit lega karena perjalan mereka kali ini termasuk berjalan dengan lancar , karena bisa mengatasi masalah yang mereka hadapi dengan mudah .
Setelah 30 menit berlalu akhirnya mereka sampai di dekat gerbang desa Jiuli , kemudian mereka berlima berjalan dengan santai ke gerbang desa Jiuli .
Tapi ketika berjalan ke sana tiba tiba ada sekelompok pasukan berkuda yang memakai pakaian hitam keluar dari desa Jiuli dengan membawa para gadis yang meminta tolong kepada mereka berlima .
.
.
...~ bersambung ~...