
.
.
Putri Xia Yue menurut saja kepada nona Xia Xian yang selalu mengajak pergi jika ada seorang tuan muda yang ingin mendekatinya , putri Xia Yue sangat senang ternyata nona Xia Xian adalah orang yang peduli karena dia juga sudah memiliki kontrak perjodohan dengan putra mahkota .
Tapi putri Xia Yue belum tahu kalau maksud nona Xia Xian mengajak dia pergi agar tuan muda Fei Hung bisa melupakan putri Xia Yue , karena putri Xia Yue adalah gadis yang masih polos tidak mengerti apa perasaan gadis yang mulai tubuh dewasa dan merasakan cinta kepada seorang pria.
Setelah sampai di meja kasir kemudian putri Xia Yue langsung menyerahkan baju yang sudah dia pilih .
'' Nona... berapa harga semua baju ini....'' sapa nona Xia Xian.
'' Sebentar nona Xian...''
Kemudian kasir toko baju langsung melihat harga baju itu lalu menghitung semua harganya.
'' Ini totalnya 3 koin emas nona Xian...''
Kemudian nona Xia Xian langsung mengeluarkan 3 koin emas lalu di berikan kepada nona kasir.
'' Terima kasih nona Xian , kalau begitu silahkan di masukkan bajunya ....''
'' Iya sama sama nona , baiklah kalau begitu aku akan pergi dulu , maaf aku tidak bisa berlama lama di sini kerena ada urusan yang harus aku selesaikan ....'' ucap nona Xia Xian sambil memasukkan baju itu ke dalam cincinnya.
'' Apakah nona Xian tidak ingin berbincang bincang dulu dengan tuan muda Fei Hung, karena hari ini dia ada di toko ini...?
'' Maaf nona , mungkin nanti sore saja aku ke sini lagi...''
'' Baiklah kalau begitu aku akan menunggunya....''
Kemudian nona Xia Xian dan putri Xia Yue langsung keluar dari sana , lalu mereka berjalan menuju klan Xia untuk segera pulang.
Dalam perjalanan pulang ke klan nona Xia Xian tidak mengajak bicara putri Xia yue sedikitpun karena dia sangat kesal melihat pemuda yang di kagumi selama ini ternyata justru tertarik dengan putri Xia Yue .
Setelah sampai di klan Xia kemudian nona Xia Xian mengisyaratkan putri Xia Yue pergi ke rumah khusus tamu , sedangkan nona Xia Xian langsung menuju ruangan ayahnya nya .
Putri Xia Yue kemudian berjalan ke rumah tamu yang ada di bangunan paling pojok , lalu putri Xia Yue duduk di teras rumah sambil menikmati pemandangan di sana .
Ternyata di sana juga ada pelayan Lin Hua yang sedang membersihkan rumah khusus tamu ini .
'' Apa kabar tuan putri Xia Yue , lama tidak berkunjung ke sini...'' sapa pelayan Lin Hua berbasa-basi.
'' Iya bibi Lin Hua.... kabarku baik baik saja...''
'' Kalau boleh tahu di mana Patriak Xia Cheng dan putrinya , kenapa hari ini aku tidak melihat mereka sama sekali....''
'' Mereka tadi malam sudah pulang bibi Lin Hua , karena ada masalah yang harus di selesaikan dengan pihak kerjaan Xin Dong....''
Pelayan Lin Hua sedikit tidak percaya Patriak Xia Cheng meninggalkan putri Xia Yue di klan cabang ini , bagaimana pun juga putri Xia Yue adalah tuan putri pertama di klan pusat , jadi tidak mungkin meningalkan di sini jika tidak ada maksud lain.
Karena pelayan Lin Hua ini sudah lama bekerja di klan cabang ini , jadi dia sedikit tahu apa saja tentang klan ini .
'' Putri Xia Yue, kalau anda butuh apa saja kepada ku nanti tinggal bilang saja kepada ku tidak perlu sungkan sungkan....''
'' Iya bibi Lin Hua , apakah bibi sudah selesai membersihkan rumah ini...''
'' Belum tuan putri , memangnya kenapa...?
'' Bolehkan aku membantu pekerjaan bibi Lin Hua di sini ...''
'' Jangan putri Xia Yue , nanti Patriak Leitian akan memarahiku jika putri Xia Yue juga membersikan rumah ini , karena ini adalah pekerjaan ku...''
'' Tidak apa apa bibi , karena aku sangat bosan jika hanya berdiam saja di sini...''
'' Tidak apa apa bibi Lin Hua , nanti aku yang akan bilang kepada paman Leitian kalau ini adalah kemauan ku sendiri...''
'' Iya putri Xia Yue , tapi aku akan mengambil alat alat lainya untuk membersihkan rumah ini agar putri Xia Yue bisa membantuku....'' ucap pelayan Lin Hua berbohong , karena bagaimana pun juga dia harus melapor dulu kepada Patriak Xia Leitian.
Kemudian pelayan Lin Hua langsung berjalan ke ruangan Patriak Xia Leitian untuk memberitahu nya kalau putri Xia Yue ingin membantu pekerjaannya.
Setelah 5 menit berlalu akhirnya pelayan Lin Hua sampai di depan ruangan Patriak Xia Leitian, kemudian pelayan Lin Hua langsung berniat mengetuk pintunya , tapi dia mengurungkan niatnya karena mendengar percakapan patriak Xia Leitian yang cukup mengejutkan.
.
****
Di dalam ruangan Patriak Xia Leitian.
Nona Xia Xian langsung menceritakan tentang kejadian tuan muda dari klan klan kecil yang tertarik dengan putri Xia Yue , kemudian dia juga menceritakan tentang Yuan muda Fei Hung pujaan hati nya yang ternyata juga tertarik dengan putri Xia Yue , nona Xia Xian menceritakan kejadian ini dengan perasaan yang sangat kesal karena kecantikannya di kota ini telah di kalahkan oleh putri Xia Yue .
'' Kamu tenang saja Xian'er , kamu tidak usah memikirkan putri Xia Yue akan merebut pria pujaan mu itu , karena kedepannya aku memliki rencana untuk menyingkirkan gadis ****** itu secepat mungkin....''
'' Maksud ayah gadis ****** putri Xia Yue....?
'' Iya benar Xian'er , karena sebenarnya Patriak Xia Cheng sengaja meninggalkan si ****** itu di sini , agar nona Xia Xue bisa mengantikan posisi si ****** itu menjadi pasangan putra mahkota...''
'' Terus rencana ayah kedepannya seperti apa...?
Tapi tiba tiba mereka mendengarkan ada orang yang mengetuk pintu sehingga patriak Xia Leitian mengurungkan mengucapkan kata katanya.
'' Siapa....''
'' Pelayan Lin Hua tuan Patriak...''
'' Masuklah....''
Kemudian pelayan Lin Hua langsung membuka pintu ruangan patriak Xia Leitian.
'' Ada apa pelayan Lin Hua....?
'' Apakah tuan putri Xia Yue boleh membantu pekerjaan ku untuk membersihkan rumah tamu....''
'' Baguslah kalau dia ingin membantumu , kalau bisa ajak lah dia membersihkan semua bangunan di klan Xia ini...''
'' Baiklah kalau begitu aku mohon pamit tuan Patriak untuk melanjutkan pekerjaanku...''
'' Iya silahkan....''
Kemudian pelayan Lin Hua langsung keluar dari sana , setelah pelayan Lin Hua keluar kemudian Patriak Xia Leitian melanjutkan perbincangan nya dengan putri nya.
'' Kedepannya ayah akan mendapatkan bayaran dari Patriak Xia Cheng setiap bulannya jika kita bisa menyiksa si ****** itu di sini , jadi kedepannya kau tidak perlu berbaik hati kepada si ****** itu , karena dia secara tidak langsung juga telah merebut pria pujaan hatimu , apakah kau mau melakukannya....''
'' Iya ayah , tapi aku tidak bisa langsung menyiksanya , aku harus mencari cara agar dia merasa bersalah kepadaku , agar aku memiliki alasan untuk menyiksanya....''
'' Menurut ayah nanti kau bicara saja secara langsung kepada si ****** itu kalau kamu sangat menyukai tuan muda Fei Hung, tapi nanti sore kau temui tuan muda Fei Hung agar dia besok berkunjung ke sini untuk menemui si ****** itu , sehingga dia pasti merasa bersalah karena pemuda yang kau sukai ternyata lebih memilih si ****** itu....''
'' Baiklah aku mengerti ayah , kalau begitu aku akan menemui nya dulu sekarang ....''
Kemudian nona Xia Xian langsung keluar dari sana lalu menuju rumah tamu tempat putri Xia Yue berada.
.
.
...~ bersambung ~...