Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 10 : Hari hari penuh dengan cacian .



.


.


Putri Xia Yue masih bingung harus berkata jujur atau tidak , kemudian putri Xia Yue memilih untuk menutupnya saja , karena tidak enak jika harus berkata jujur karena belum tahu tanggapan bibi Lin Hua kepadanya.


'' Tidak bibi , tadi aku terpeleset hingga pipiku ini terbentur meja...'' ucap nona Xia Yue menutupinya .


'' Aku adalah seorang ibu putri Xia Yue , jadi anda tidak usah menutupinya , karena aku paling tidak suka jika di bohongi...''


Putri Xia Yue langsung terdiam mendengar perkataan bibi Lin Hua , tapi kemudian putri Xia Yue memilih untuk berkata jujur saja kepada bibi Lin Hua , karena bibi Lin Hua sangat peduli kepadanya.


'' Iya bibi.... ini memang benar Perbuatan saudara Xian...''


Kemudian putri Xia Yue langsung menceritakan semua kejadian yang di alaminya tadi.


'' Sudah kuduga ternyata mereka mulai menujukan taringnya...''


Kemudian bibi Lin Hua langsung berdiri lalu berjalan untuk mengunci pintu kamarnya , lalu duduk lagi di dekat putri Xia Yue.


'' Maksud perkataan bibi tadi apa , aku tidak mengerti ...?


'' Aku kemarin tidak sengaja mendengar pembicaraan Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian ketika aku akan melapor kalau anda ingin membantu pekerjaanku , di dalam pembicaraan mereka ternyata Patriak Xia Cheng dari pusat sengaja meninggalkan putri Xia Yue di sini , karena patriak Xia Cheng ingin nona Xia Xue yang menggantikan kontrak perjodohan dengan putra mahkota....''


'' Ternyata dugaan benar bibi , karena aku kemarin juga berfikir seperti itu...''


'' Bukan hanya itu saja putri Xia Yue , Patriak Xia Cheng juga mengintruksikan kepada Patriak Xia Leitian untuk menyiksa nona Xia Yue di sini ...''


'' Jadi seperti itu , pantas saja kejadian tadi pagi seperti telah di atur oleh mereka , karena baru saja tuan muda Fei Hung memegang tanganku tiba tiba mereka berdua muncul di sana ...'' ucap nona Xia Yue sangat sedih mendengarnya semua berita ini , tak terasa kemudian air mata putri Xia Yue langsung menetes membasahi pipinya.


'' Putri Xia Yue , anda harus bersabar , di balik semua ini pasti ada hikmahnya , anda harus bersabar tidak boleh menyerah , karena aku akan melindungi sebisa mungkin dari siksaan mereka , aku akan selalu ada di saat putri Xia Yue merasa kesepian ....'' ucap bibi Lin Hua sambil menepuk bahu putri Xia Yue.


Kemudian putri Xia Yue langsung menyandarkan kepalanya di bahu bibi Lin Hua.


'' Terima kasih bibi Lin Hua sudah mau menjadi sandaran di saat aku terpuruk seperti ini, seandainya aku sudah bisa menyerap energi qi dan memiliki kekuatan , pasti aku sudah pergi dari sini untuk mencari seorang guru , nanti jika aku sudah memiliki kekuatan yang cukup untuk menandingi mereka aku pasti akan membalas perbuatan mereka dan membongkar niat busuk mereka yang ingin menguasai apa yang seharusnya aku miliki ...''


'' Anda benar putri Xia Yue, anda harus tetap yakin pasti suatu hari nanti ada seseorang yang bisa menyembuhkan anda , malam ini dan seterusnya anda tidurlah di sini , janganlah lagi menempati rumah tamu , besok aku akan membawa semua pakaian putri Xia Yue ke sini....''


'' Maaf bibi , aku sebenarnya waktu berkunjung ke klan ini tidak membawa pakaian sedikitpun , tadi aku memakai pakaian yang di sediakan di sana , tapi sudah aku lepas lagi dan memakai pakaian ini lagi ketika aku ingin ke sini , sebenarnya aku kemarin sudah membeli pakaian di kota Fengluo, tapi pakaiannya masih di bawa oleh saudara Xian ....''


'' Jadi seperti itu , anda tidak perlu mengharap pakaian yang ada di nona Xia Xian, sekarang apakah anda mau memakai pakaian anak ku dulu....''


'' Apakah bibi mempunyai seorang anak gadis , kalau boleh tahu di mana dia sekarang....?


'' Dia sudah tiada karena suatu penyakit yang tidak bisa di sembuhkan , dulu dia meninggal ketika berumur seperti anda...''


'' Iya tidak apa apa , besok kalau berganti pakaian silahkan membuka lemari itu , karena lemari itu isinya adalah semua pakaian pitriku...''


Kemudian bibi Lin Hua menceritakan semua tentang hidupnya dulu bersama putrinya yang hidup berdua saja karena sejak anaknya masih berumur 5 tahun suaminya telah meninggalkan mereka berdua karena menikah lagi , sehingga dia yang menghidupi anaknya seorang diri.


Putri Xia Yue sangat sedih mendengar cerita bibi Lin Hua , ternyata nasib bibi Lin Hua lebih menyedihkan dari pada dirinya , setelah mendengar cerita bibi Lin Hua putri Xia Yue tampak lebih tenang karena sekarang dia memiliki teman baru di dalam klan ini , karena putri Xia Yue yakin suatu hari nanti pasti kakek Xin Feng dan anggota organisasi pasukan Penguasa Malam pasti datang ke sana untuk menjemputnya dan mengobati kelainan di dalam tubuhnya.


Malam itu setelah mereka selesai bercerita kemudian satu persatu langsung tidur di sana.


Keesokan harinya mereka bangun tidur pagi pagi sekali karena bibi Lin Hua Harus memasak untuk Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian.


Kemudian putri Xia Yue juga ikut membantu bibi Lin Hua , putri Xia Yue hanya membantu mencuci piring saja karena waktu di klan pusat dia tidak pernah belajar memasak sama sekali kerena dia adalah seorang tuan putri.


Setelah bibi Lin Hua selesai menyiapkan makanan untuk Patriak Xia Leitian dan putrinya , kemudian bibi Lin Hua langsung mengajak putri Xia Yue untuk melanjutkan membersihkan rumah .


Setiap hari putri Xia Yue selalu menemani bibi Lin Hua layaknya seorang pelayan , tapi putri Xia Yue tidak keberatan sama sekali menjadi seorang pelayan karena itu bisa melatih tubuhnya agar semakin kuat.


Kadang jika putri Xia Yue membersihkan rumah sendirian karena bibi Lin Hua di panggil oleh Patriak Xia Leitian, nona Xia Xian selalu datang untuk menyiksanya dan memaki-maki putri Xia Yue dengan kata kata kotor layaknya seorang wanita murahan.


Tapi putri Xia Yue hanya diam saja mendapat perlakuan seperti ini , karena dia tidak memiliki kekuatan untuk melawannya , putri Xia Yue hanya bisa berharap kakek Xin Feng dan anggota pasukan Penguasa malam datang ke sana untuk menolongnya , karena hanya mereka yang bisa menolongnya .


Hari hari putri Xia Yue lalui dengan siksaan dan cacian dari putri Xia Xian , tapi putri Xia Yue sudah terbiasa dengan cacian dan hinaan nona Xia Xian kerena sudah di anggap seperti kata penyemangat untuk putri Xia Yue.


Setelah 6 bulan berlalu patriak Xia Cheng dari pusat mengirim surat kepada Patriak Xia Leitian untuk segera membunuh putri Xia Yue karena putrinya sekarang sudah berhasil mendekati putra mahkota Xin Chengming dan juga anggota organisasi pasukan Penguasa Malam sudah percaya sepenuhnya kepada Patriak Xia Cheng.


Kemudian Patriak Xia Leitian langsung menemui putrinya untuk melaksanakan perintah dari Patriak Xia Cheng.


Tapi Patriak Xia Leitian tidak menemukan putrinya di kamarnya kerena nona Xia Xian sekarang sedang pergi ke kota Fengluo , kemudian Patriak Xia Leitian menunggunya dulu karena jika malam ini tidak berhasil membunuh putri Xia Yue besok masih ada waktu , Patriak Xia Leitian juga sudah menyiapkan 2 pengawal yang sangat kuat untuk membantu putrinya melancarkan rencana pembunuhan ini .


****


Di tempat putri Xia Xian berada.


Nona Xia Xian sekarang bersama tuan muda Fei Hung sedang berduaan di taman kota .


Nona Xia Xian sebenarnya tidak mau bersama tuan muda Fei Hung karena jelas jelas dulu dia tidak tertarik sama sekali dengannya , tapi nona Xia Xian bisa memanfaatkan tuan muda Fei Hung karena dia adalah calon pewaris tunggal klan Fei yang pastinya kaya raya .


Nona Xia Xian tidak menyadari kalau tuan muda Fei Hung ternyata mendekati nya hanya untuk membalaskan dendam nya saja kerana dulu pernah menjebak nya dengan putri Xia Yue .


.


.


...~ bersambung ~...