Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 12 : Patriak Xia Leitian bersedih.



.


.


Kemudian penjaga gerbang klan Xia langsung menemui Patriak Xia Leitian untuk melapor kalau putri Xia Xian ada di depan gerbang klan .


Mendengar putrinya ada di depan gerbang kemudian patriak Xia Leitian langsung berjalan keluar untuk menemui putrinya , karena dia juga sudah menunggu dari tadi sore untuk menyampaikan kalau Patriak Xia Cheng dari pusat sudah memberi perintah untuk segera membunuh putri Xia Yue , tapi setelah sampai di depan gerbang Patriak Xia Leitian sangat penasaran melihat putrinya sedang bersedih dan menangis di depan gerbang.


'' Kamu kenapa Xian'er, siapa yang telah menyakitimu...? tanya Patriak Xia Leitian .


Mendengar ada suara ayahnya kemudian nona Xia Xian langsung berbalik badan .


'' Ayah....'' ucap nona Xia Xian sambil memeluk ayahnya.


'' Kamu kenapa Xian'er, siapa yang berani menyakiti putri ayah yang cantik ini....'' ucap Patriak Xia Leitian sambil mengelus rambut nona Xia Xian.


'' Ayah aku ingin bicara empat mata dengan ayah , karena ada masalah yang sangat penting yang ingin aku sampaikan ...''


'' Baiklah , kalau begitu sekarang mari kita pulang ke rumah dulu , karena aku juga ingin memberimu tugas yang sangat penting kepadamu ....''


Kemudian mereka berdua langsung masuk ke dalam , mereka berdua berjalan sambil bergandengan tangan .


Setelah sampai di rumahnya kemudian Patriak Xia Leitian langsung menutup pintunya lalu mereka berdua duduk di satu kursi yang ada di ruang tamu .


'' Sekarang ceritakan kepadaku , sebenarnya apa yang telah terjadi kepadamu....''


'' Aku sebenarnya sangat malu untuk mengatakannya ayah , karena ini tentang masa depanku ...''


'' Maksudmu...?


'' Aku mohon ayah jangan marah kepadaku apapun yang akan aku katakan...''


'' Iya.... katakan saja aku tidak mungkin akan memarahi mu...''


Patriak Xia Leitian sangat penasaran sebenarnya apa yang ingin di katakan oleh putri nya ini.


'' Tadi waktu aku pulang bersama tuan muda Fei Hung, kami berdua di sergap di hutan kecil oleh 2 orang pria yang sangat kuat , kedua pria ini mengunakan serangan racun sehingga aku langsung lemas dan pingsan , tuan muda Fei Hung masih sempat bertarung dengan kedua pria ini , tapi hasilnya tuan muda Fei Hung berhasil di kalahkan hingga pingsan ....''


'' Terus apa yang sebenarnya kedua orang ini ingin kan dari mu dan tuan muda Fei Hung , apakah mereka merampas cincin penyimpanan mu ...?


'' Aku tidak tahu ayah karena aku telah pingsan terkena racun , tapi setelah aku tersadar , aku melihat tubuhku tidak mengunakan pakaian sama sekali , aku merasakan milikku juga sangat sakit dan berdarah...'' ucap nona Xia Xian sambil menangis , air mata nona Xia Xian langsung membasahi pipinya.


'' APA....!!! ucap Patriak Xia Leitian sambil meninju meja yang ada di depannya.


Bruakkk...


Meja ini langsung hancur berkeping keping.


Patriak Xia Leitian sangat murka dan geram mendengar putri kesayangannya telah di nodai oleh seorang pria tidak bertanggung jawab , dia seakan tidak percaya mendengar kabar ini , Patriak Xia Leitian tidak bisa membayangkan bagaimana perasaan putrinya saat ini , karena kehormatannya yang selama ini dia jaga telah di renggut oleh pria yang tidak di kenal .


'' Siapa sebenarnya mereka Xian'er , apa kau tahu ciri ciri kedua orang ini...?


'' Maaf aku tidak tahu ayah , karena mereka memakai pakaian serba hitam dan wajahnya juga di tutupi kain sehingga aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas , itupun aku bisa melihatnya hanya sesaat saja karena saat itu aku langsung pingsan karena tidak sempat meminum pil penawar ...''


'' Terus bagaiamana dengan tuan muda Fei Hung, pasti dia tahu ciri ciri kedua orang ini....''


'' Aku tidak tahu ayah , karena dia tidak pernah bercerita kepadaku , tubuh tuan muda Fei Hung juga berlumuran darah , karena dia sempat melawan kedua orang ini tapi hasilnya tuan muda Fei Hung berhasil di kalahkan dan langsung pingsan , kalau ayah ingin tahu lebih jelasnya silahkan ayah temui saja sendiri....''


'' Tapi besok tuan muda Fei Hung tidak bisa di temui , karena dia ingin menutup diri untuk meningkatkan kekuatannya , rupanya setelah kejadian ini dia bertekad menjadi pria yang kuat...''


Nona Xia Xian tidak mencurigai sama sekali kalau ini sebenarnya adalah perbuatan tuan muda Fei Hung .


'' Ini adalah masalah yang sangat sulit Xian'er , kalau aku menemui tuan muda Fei Hung nanti pasti Patriak Fei Jingzhi akan bertanya kepadaku , ada perlu apa menemui anaknya , lagi pula jika sampai berita ini tersebar ayah akan sangat malu ...''


'' Kalau ayah saja malu menerima kenyataan ini , bagaimana dengan ku... baiklah kalau begitu aku masuk kamar dulu , karena kepalaku sangat pusing...''


'' Kamu bersabarlah Xian'er, suatu hari nanti aku yakin pasti ada pria yang mau menerima mu , jadi kau tidak usah bersedih , padahal aku tadi sudah menunggumu karena Patriak Xia Cheng sudah memberi kita perintah untuk membunuh putri Xia Yue secepatnya....''


'' Sekarang aku akan istirahat dulu ayah , besok malam aku akan mengekskusi nya , tolong ayah siapkan 2 pengawal untuk membantuku , kalau begitu aku akan tidur dulu , besok kita bicarakan lagi...''


'' Baguslah , besok kamu lampiaskan saja kekesalan mu kepada putri Xia Yue...''


Kemudian putri Xia Xian langsung berjalan ke kamarnya untuk segera tidur , karena dia masih ingin sendiri dulu .


Setelah nona Xia Xian masuk ke dalam kamar Patriak Xia Leitian langsung mondar mandir memikirkan kejadian ini , dia sangat geram dan bertekad bagaimana pun cara nya dia harus menemukan orang yang telah menodai putrinya.


Patriak Xia Leitian terus memikirkan cara untuk mengetahui siapa sebenarnya yang telah menodai putrinya , dia sangat yakin bisa menemukan orang yang telah menodai putri nya karena dia memiliki banyak kenalan beberapa kelompok pembunuh bayaran di kota ini.


.


****


Keesokan harinya di tempat putri Xia Yue .


Setelah bangun tidur putri Xia Yue langsung membantu bibi Lin Hua di dapur klan , dia sekarang sudah terbiasa bangun pagi seperti yang di ajarkan oleh bibi Lin Hua , putri Xia Yue sekarang juga sudah bisa memasak , karena selama 6 bulan ini bibi Lin Hua dengan sabar mengajari putri Xia Yue cara memasak yang baik dan benar .


Bibi Lin Hua sangat senang dengan hadirnya putri Xia Yue di dekatnya karena bisa mengobati rasa rindunya dengan putrinya yang telah tiada .


Putri Xia Yue sehari hari memakai pakaian bekas milik anaknya bibi Lin Hua, meskipun pakaian ini tidak terlalu bagus seperti yang dia pakai dulu ketika menjadi tuan putri di klan pusat , tapi ini masih layak kerena pakainya masih bersih dan terawat.


Putri Xia Yue melakukan pekerjaan ini dengan ikhlas , mungkin jika orang luar yang melihatnya sudah menganggap dia adalah seorang pelayan , tapi jika di pandang dengan teliti mungkin bisa jadi orang yang memandangnya akan tertarik dengan putri Xia Yue , karena sangat lah anggun dan cantik .


.


****


Ketika sudah sore hari ada 2 pria yang mempunyai kekuatan di tingkat spiritualis level 3 , kedua pria ini adalah orang yang sudah di sewa oleh Patriak Xia Leitian untuk membantu pembunuhan putri Xia Yue nanti malam.


Kemudian kedua pria ini langsung berjalan menuju tempat kerja Patriak Xia Leitian.


Setelah sampai di sana kemudian salah satu dari mereka mengetuk pintu ruangan patriak Xia Leitian.


Setelah beberapa saat pintu ruangan patriak Xia Leitian terbuka .


'' Ternyata kalian , kalau begitu silahkan masuk....'' ucap Patriak Xia Leitian mempersilahkan .


Kemudian kedua pria ini masuk ke dalam ruang kerja Patriak Xia Leitian, setelah masuk kedua pria ini sangat terkejut melihat di sana ada gadis yang tadi malam telah mereka berdua sergap atas permintaan tuan muda Fei Hung .


.


.


...~ bersambung ~...