
.
.
Mereka bertiga berpura pura tenang tidak takut sedikitpun meskipun tahu kalau pria paruh baya ini kekuatan nya sama dengan tingkat kekuatan Diaken Lian Hua .
Karena mereka tadi sudah sepakat jika menemui musuh yang sangat kuat maka akan berpencar untuk menyerang nya dari segala sisi .
'' Siapa kalian bertiga ini...?''
'' Apakah paman mau menemani kami minum juga , karena kedua paman penjaga di sini masih membeli arak lagi di ujung desa ini....'' ucap nona Xia Junsu berpura-pura sedang mabuk sambil memberikan satu gelas arak kepada pria parah baya ini .
'' Maaf aku tidak pernah minum arak , kalau boleh tahu siapa kalian bertiga sebenarnya...?''
Mereka bertiga sangat terkejut ternyata pria paruh baya ini tidak mau minum , tapi mereka bertiga mencoba tenang agar bisa menguasai keadaan.
'' Aku lupa paman , apakah paman ini adalah kepala desa di desa ini...?''
'' Ya aku adalah kepala desa yang memimpin desa ini , sekarang jawablah dengan jujur siapa kalian bertiga ini sebenarnya.? Apakah kalian adalah murid diaken Lian Hua...?'' Ucap kepala desa Liu Wang .
Kemudian nona Luo Xue langsung menembakkan Bola racun ke arah bagian fital kepala desa Liu Wang ini ketika melihat kepala desa sedang melihat ke arah aula balai desa.
'' Duarrrrr...
'' Auwwh .. Bren*sek...''
Pantat kepala desa Liu Wang langsung mundur menahan ledakan bola racun ini yang meledak tepat di bagian vitalnya .
Mereka bertiga langsung berdiri sambil memegang pusaka mereka masing masing , hanya nona Luo Xue saja yang tidak memegang pusaka karena dirinya masih belum menemukan pusaka yang cocok dengan dirinya.
'' Kau yang bren*sek , karena telah meracuni ibu Lian Xhie sampai kondisi nya kritis . Jadi terimalah ajalmu karena ini adalah karma yang telah kau lakukan selama ini ...'' ucap nona Xia Junsu .
Kepala desa Liu Wang sangat terkejut mendengar perbuatannya selama ini ternyata sudah terbongkar , kemudian kepala desa Liu Wang langsung berlari ke arah mereka bertiga sambil bersiap menebas mereka bertiga dengan pedangnya , agar
Dengan sigap Nona Xia Junsu langsung menusukan tombaknya ke arah kepala desa Liu Wang.
Sehingga kepala desa Liu Wang langsung menghentikan langkahnya melihat tombak gadis ini tiba tiba bisa memanjang yang hampir menusuk perutnya .
Melihat kepala desa Liu Wang berhasil menghindari tusukan serangan tombak nona Xia Junsu kemudian nona Luo Xue dan nona Yuan Liyie berpencar ke kanan dan kiri agar kepala desa Liu Wang konsentrasinya terpecah jika di serang dari segala sisi .
Lalu nona Yuan Liyie langsung menebaskan pedangnya hingga berkali kali ke arah kepala desa Liu Wang.
Dari tebasan pedang nona Yuan Liyie keluar siluet bulan sabit yang sangat banyak menerjang ke arah tubuh kepala desa Liu Wang.
Sehingga kepala desa Liu Wang langsung menangkis serangan siluet bulan sabit ini dengan membalasnya dengan serangan tebasan juga.
Duarrrrr...
Kemudian nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie langsung menyerang bersama sama dengan tusukan tombak dan tebasan pedang lagi .
Sehingga kepala desa Liu Wang langsung menangkis dan menghindari kedua serangan ini .
Ketika kepala desa Liu Wang menghadap ke arah nona Yuan Liyie dan non Xia Junsu kemudian nona Luo Xue langsung menembakan bola racun yang sangat banyak ke punggung kepala desa Liu Wang.
Sehingga bola energi racun ini langsung meledak di punggung kepala desa Liu Wang.
Nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie secara bergantian langsung menusukan tombak dan menebaskan pedangnya hingga berkali kali ke arah perut kepala desa Liu Wang setelah bola energi racun milik ona Luo Xue meledak.
Tusukan tombak dan serangan siluet bulan sabit masih bisa dia tangkis dan hindari , tapi tidak untuk serangan bola energi racun yang mengincar punggungnya.
Duarrrrr...Duarrrr . .
Lalu mereka bertiga melanjutkan serangan mereka secara bertubi tubi tanpa memberi kepala desa Liu Wang kesempatan untuk bernafas .
Kepala desa Liu Wang tidak bisa menyerang balik ketiga gadis ini karena ketiga gadis ini selalu menjaga jarak darinya membuat tubuhnya bergantian terkena serangan mereka .
Tapi yang paling sering adalah serangan bola racun karena kepala desa Liu Wang menganggap serangan bola racun ini tidak terlalu berbahaya , tapi setelah racun ini meresap ke dalam kulitnya Dia baru bisa merasakan panas yang sangat luar biasa membuat dia hilang konsentrasi .
Kesempatan ini langsung di manfaatkan oleh nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie untuk menyerang kepala desa Liu Wang sehingga tubuh kepala desa Liu Wang langsung terkena beberapa tusukan dan tebasan .
Nona Luo Xue juga terus menembakkan energi bola racunnya .
Setelah lima belas menit berlalu kepala desa Liu Wang langsung tumbang dengan tubuh penuh dengan luka hingga tidak bisa bangkit lagi.
Mereka bertiga langsung tersenyum lega melihat telah berhasil menumbangkan kepala desa Liu Wang.
Tapi mereka bertiga baru menyadari kalau di sana ternyata banyak warga desa yang melihat pertarungan tadi , bahkan penjaga gerbang yang yang bertugas di dekat kedai arak juga datang ke sana .
Kemudian penjaga gerbang tadi langsung menghampiri mereka bertiga .
'' Maaf nona bertiga , apa yang kalian lakukan di balai desa Lianzhi ini dan ada masalah apa kalian menyerang kepala desa Liu Wang ini...''
'' Maaf kan perbuatan kami paman , ini adalah perintah dari Diaken Lian Hua karena kepala desa Liu Wang ini dulu telah meracuni ayahnya dan meracuni ibu Lian Xhie selama sisa hidupnya . Kalau paman dan para warga tidak percaya biar Diaken Lian Hua besok pagi yang menjelaskan semuanya kepada paman dan para warga desa ini...'' Ucap nona Xia Junsu.
'' Iya paman semuanya , maaf kami tidak bisa menjelaskan secara rinci kepada paman semua . Karena kami hanyalah seorang murid saja , jadi hanya Diaken Lian Hua yang berhak menjelaskan kepada paman semua...'' Ucap nona Yuan Liyie meyakinkan para warga .
'' Baiklah kalau begitu katakan kepada nona Lian Hua agar besok pagi menjelaskan semua kejadian ini kepada para warga desa Lianzhi ini...'' ucap penjaga gerbang .
'' Iya paman , nanti aku akan menyampaikan kepada guruku...''
Kemudian penjaga gerbang dan para warga desa Lianzhi satu persatu langsung membubarkan diri pergi dari sana .
Sehingga mereka bertiga bisa bernafas lega karena para warga dan penjaga gerbang ini tidak ada yang menyadari kalau diaken Lian Hua ada di dalam ruang bawah tanah .
.
****
Berpindah di dalam ruang bawah tanah tempat putri Xia Yue berada .
Ternyata ini adalah makam bawah tanah dari seorang alkemis tingkat 6 , dia dulu adalah Patriak Sekte Pil yang bernama Nuyan Tian , Dia dulu sangat di hormati karena berhasil meningkatkan kekuatannya hingga puncaknya.
Roh kesadaran yang di tinggalkan oleh alkemis Nuyan Tian ini juga menjelaskan kalau alkemis Nuyan Tian berhasil menciptakan pil yang sangat berharga pada masanya dan jenis pil yang dia tinggalkan di ruang harta ini .
Setelah menjelaskan semua harta yang ada di sana kemudian Roh kesadaran ini langsung mempersilahkan putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua untuk memasukan semua harta yang ada di sana .
Meskipun ternyata di sana hanyalah harta biasa saja tapi Putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua masih bisa tersenyum puas , karena ternyata di dalam ruang harta ini ada Pil Nirwana Spiritual sebanyak 11 butir .
Karena Pil Nirwana Spiritual ini bisa di gunakan untuk meningkatkan kekuatannya yang bisa langsung menerobos 1 tingkat .
Jadi jika sekarang putri Xia Yue kekuatannya berada di tingkat Spiritualis Level 3 tahap menengah , maka bisa langsung menerobos ke tingkat spiritualis level 4 tahap menengah untuk satu butirnya.
Bukankah itu suatu pencapaian yang sunguh sangat luar biasa.
.
.
...~ bersambung ~...