Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 13 : Putri Xia Yue dalam bahaya.



.


.


Tapi kedua pria ini akan menutup rapat kejadian ini jika jika Patriak Xia Leitian mencari informasi dari mereka untuk menyelidiki siapa yang telah menyergap putrinya tadi malam , karena kedua pria ini yakin jika tadi malam tuan muda Fei Hung pasti telah mencabuli gadis ini setelah mereka berdua telah pergi dari sana.


'' Silahkan duduk saudara Li Wen dan saudara Li Wan....''


Kemudian kedua pria ini langsung duduk di sana.


'' Kenalkan ini adalah putriku Xia Xian , kalian nanti akan mengawal putriku ini menjalankan pembunuhan nanti malam...''


'' Salam kenal putri Xia Xian...''


'' Salam kenal juga paman...''


'' Bagaimana dengan rencana nanti malam , aku ingin pembunuhan ini di lakukan dengan rapi dan tidak ada orang yang mengetahuinya...''


'' Patriak Leitian santai saja , itu adalah keahlian kami karena kami adalah anggota pembunuh bayaran yang sudah malang melintang di kota ini ....''


'' Tapi aku tidak ingin kalian mengunakan serangan racun , karena aku ingin gadis yang aku bunuh ini masih sadar ketika akan di bunuh....''


'' Iya tidak apa-apa itu bisa di atur , nanti aku akan mengikat mulutnya dengan kain agar dia tidak bisa bergerak , kami juga memliki karung yang sangat besar di gunakan untuk memasukan tubuh orang yang ingin di bunuh , kalau boleh tahu kekuatan orang yang akan kita eksekusi nanti malam berada di tingkat apa...?


'' Dia adalah seorang gadis lemah yang belum bisa menyerap energi qi, jadi kurasa pembunuhan ini akan berjalan dengan lancar...''


'' Baiklah , itu sangat mudah jika memang membunuh seorang gadis biasa....''


'' Aku percayakan pembunuhan ini kepada kalian berdua , tapi ingat aku ingin pembunuhan ini sangat rapi sehingga tidak ada orang yang melihatnya...''


'' Iya Patriak Leitian kami mengerti...''


'' Saudara Li Wen dan saudara Li Wan sambil menunggu malam tiba , aku ingin bertanya kepada kalian berdua...''


'' Kalau boleh tahu patriak Leitian mau bertanya apa kepada kami berdua...?


'' Siapa anggota pembunuh bayaran atau rekan rekan kalian yang suka dengan tubuh seorang gadis , tentu kalian sudah tahu siapa saja rekan rekan kalian yang biasanya suka menyergap seorang gadis lalu menikmati tubuhnya ....'' .


Tetua Li Wen dan tetua Li Wan sudah tahu kalau ini pasti merujuk ke arah putrinya yang telah di nodai oleh tuan muda Fei Hung .


'' Mengenai itu aku kurang tahu , karena kami para anggota pembunuh bayaran lebih suka menafkahi para janda janda yang ada di kota Fengluo ini , mungkin Patriak Leitian tanyakan saja kepada para pembunuh bayaran dari kelompok lain....'' ucap tetua Lo Li Wen berbohong.


'' Jadi seperti itu , baiklah kalau begitu terima kasih atas informasinya....''


'' Iya Patriak Leitian , memangnya ada masalah apa sebenarnya , kenapa Patriak bertanya masalah ini...?


'' Ini tentang masalah yang di alami oleh putri temanku yang telah di cabuli oleh 2 orang yang memakai pakaian hitam hitam , aku yakin yang mencabuli putri temanku adalah anggota pembunuh bayaran , karena hanya mereka yang suka memakai pakaian hitam hitam ketika melancarkan aksinya ....'' ucap Patriak Xia Leitian menutupinya karena nanti akan sangat malu jika mengatakan putrinya yang telah terkena musibah ini.


'' Jadi seperti itu , kalau begitu besok anda tanyakan saja kepada para anggota pembunuh bayaran yang ada di kota ini , tapi menurutku itu sangat sulit jika anda tidak memiliki bukti apapun...''


'' Kamu benar saudara Wan , itu yang membuatku tadi malam sedikit pusing untuk mencari solusinya , karena gadis yang telah di cabuli ini dalam keadaan pingsan waktu kejadian , jadi gadis ini tidak tahu ciri ciri orang yang telah menodai nya....''


'' Kalau saran dari kami , Patriak Leitian lebih baik tidak melanjutkan penyelidikan ini , menurutku itu akan sia sia saja karena pelakunya pasti akan menutupinya dengan rapat , apalagi pelakunya adalah pembunuh bayaran kerena mereka melakukan aksinya pasti dengan sangat rapi agar tidak ada orang yang mengetahuinya....'' ucap tetua Li Wan sambil tersenyum di hatinya karena yang menyergap adalah mereka berdua .


'' Sepertinya memang begitu , sudahlah kalau begitu kita lanjutkan saja diskusi untuk melancarkan rencana kita agar berjalan dengan lancar...''


Kemudian mereka di sana berdiskusi dan mencari cara untuk memisahkan pelayan Lin Hua dan putri Xia Yue , karena mereka berdua selalu tidur bersama .


.


***


.


Setelah bibi Lin Hua dan putri Xia Yue telah selesai bertukar cerita tentang kehidupan mereka masing masing , kemudian bibi Lin Hua langsung terlelap karena seharian sudah bekerja tanpa beristirahat .


Sebelum tidur putri Xia Yue tampak sangat gelisah seperti akan terjadi sesuatu , tapi putri Xia Yue menepis prasangka buruknya karena sekarang dia aman asalkan tidak keluar kamar .


Kemudian putri Xia Yue langsung mencoba untuk memejamkan matanya , setelah di cobanya ternyata masih belum bisa , sehingga putri Xia Yue memilih untuk membayangkan bisa bertemu dengan kedua orang tuanya agar bisa menghilangkan rasa gelisah nya , karena dia melihat bibi Lin Hua sudah terlelap .


Setelah tengah malam kemudian putri Xia Yue mendengar ada orang yang mengetuk pintu kamar , sehingga putri Xia Yue langsung membangunkan bibi Lin Hua .


'' Bibi...bibi... tolong bangunlah...'' ucap putri Xia Yue sambil menggerak-gerakkan tubuh bibi Lin Hua.


Kemudian bibi Lin Hua langsung bangun dari tidurnya sambil mengucek kedua matanya .


'' Ada apa putri Xia Yue....''


'' Ada orang yang mengetuk pintu bibi...''


'' Benarkah , baiklah kalau begitu putri Xia Yue tetap lah di sini , apapun yang terjadi jangan sampai keluar kamar karena sangat aneh jika tengah


malam begini ada orang yang ingin menemui kita...''


'' Iya bibi aku mengerti...''


Kemudian bibi Lin Hua langsung turun dari tempat tidur lalu berjalan untuk membuka pintu kamar .


'' Ada apa nona Xia Xian tengah malam begini menemui ku , apakah ada yang bisa saya bantu ...? ucap bibi Lin Hua sambil menutup kamarnya .


'' Maaf menganggu waktunya sebentar bibi , ayah ingin meminta bantuan kepada bibi , sekarang bibi di tunggu di ruang kerja nya , sepertinya ada sesuatu yang sangat penting yang ingin di sampaikan kepada bibi...''


'' Baiklah kalau begitu mari kita ke sana....''


'' Bibi ke sana saja sendiri , aku ingin pulang ke rumah karena aku sudah mengantuk...''


'' Baiklah kalau begitu aku akan ke sana sendiri...''


Kemudian bibi Lin Hua langsung berjalan menuju ruang kerja Patriak Xia Leitian, sedangkan nona Xia Xian berjalan ke arah yang berlawanan dengan bibi Lin Hua.


Tapi bibi Lin Hua terus melirik ke arah kamarnya untuk memastikan putri Xia Yue aman jika di tinggal sendiri .


Dari kejauhan bibi Lin Hua melihat ada sekelebat bayangan hitam yang bergerak ke kamarnya , sehingga bibi Lin Hua langsung berbelok arah menuju dapur untuk mengambil pisau , siapa tahu itu adalah orang yang ingin menculik putri Xia Yue .


****


Di kamar bibi Lin Hua .


Setelah kurang lebih 2 menit bibi Lin Hua keluar kamar , putri Xia Yue sangat terkejut melihat ada 2 pria berpakaian hitam dan bercadar masuk ke dalam kamarnya .


Tanpa basa basi kedua pria ini langsung menyekap mulut putri Xia Yue ketika melihat putri Xia Yue akan berteriak .


.


.


...~ bersambung ~...