Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 40 : Kau tidak layak bertarung denganku.



.


.


Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian sangat terkejut setelah mendengar cerita dari putri Xia Yue , ternyata orang yang mereka cari selama ini adalah tuan muda Fei Hung.


Nona Xia Xian tidak menyangka jika malam itu adalah rencana tuan muda Fei Hung yang menyergapnya ke dalam hutan , tapi nona Xia Xian tetap menyalahkan putri Xia Yue, karena semua ini berawal dari perselisihan mereka berdua .


Sedangkan Patriak Fei Jingzhi tidak bisa berbuat apa apa mendengar putra nya telah melakukan hal yang menyimpang , nanti bisa di bicarakan baik baik dengan Patriak Xia Leitian agar putranya mau menikahi nona Xia Xian .


'' Paman Fei Jingzhi, aku bisa memaafkan perbuatan putra anda yang tadi ingin mencelakai ku , tapi syaratnya paman Fei Jingzhi harus melamar nona Xia Xian agar mereka berdua segera menikah , karena aku yakin tidak akan ada tuan muda yang mau menikahinya karena tubuh nona Xia Xian sudah tidak suci lagi , sekarang kalian bicarakan baik baik di sini , karena aku akan beristirahat dulu di rumah tamu ....'' ucap putri Xia Yue memprovokasi , agar nanti nona Xia Xian datang ke rumah tamu untuk melampiaskan kemarahannya , putri Xia Yue tidak mau langsung membunuh nona Xia Xian, agar nona Xia Xian merasakan penderitaan dulu sama seperti yang dia alami waktu itu .


'' Terima kasih putri Xia Yue , aku akan segera merundingkan masalah ini dengan Patriak Xia Leitian ...''


Kemudian putri Xia Yue langsung keluar dari sana menuju rumah tamu .


Patriak Xia Leitian sangat geram karena hari ini telah di permalukan oleh seorang sampah klan Xia , dia bertekad setelah urusannya dengan Patriak Fei Jingzhi selesai , maka dia harus mengekskusi putri Xia Yue bagaiamana pun caranya.


Kemudian patriak Fei Jingzhi dan Patriak Xia Leitian langsung membicarakan tentang pernikahan putra putri mereka di sana.


Sedangkan nona Xia Xian hanya diam saja meratapi nasibnya yang akan menikahi tuan muda Fei Hung yang sudah tidak memiliki kekuatan lagi , dia tidak habis pikir bagaimana tuan muda Fei Hung bisa di kalahkan oleh putri Xia Yue , dia sangat penasaran berada di tingkat apa putri Xia Yue sekarang , nona Xia Xian sebenarnya masih tidak percaya kenapa putri Xia Yue masih hidup padahal malam itu dia melihat dengan jelas kalau putri Xia Yue melompat ke dalam jurang terjal , tapi kenyataannya putri Xia Yue masih dan sekarang sudah memiliki kekuatan .


Setelah mereka sudah menetapkan hari pertunangan dan pernikahan antara nona Xia Xian dan tuan muda Fei Hung , kemudian Patriak Fei Jingzhi berpamitan untuk kembali ke klannya .


Kemudian patriak Fei Jingzhi langsung keluar dari aula , lalu nona Xia Xian langsung menutup pintunya untuk berdiskusi dengan ayahnya mengenai rencana mereka .


'' Ayah , kali ini kita harus memiliki cara yang matang untuk menyingkirkan putri Xia Yue , kita tidak boleh gagal untuk membunuhnya , karena aku sudah muak ketika dia tadi mengatakan aku akan menjadi perawan tua yang tidak akan bisa menikah...''


'' Kamu benar Xian'er , kita harus segera menyingkirkannya sebelum Patriak Xia Cheng dari pusat tahu kalau kita telah gagal membunuhnya , sekarang ayo kita ke sana , karena aku sudah tidak sabar ingin merobek mulutnya yang telah menghinamu...''


'' Iya ayah , biarkan aku saja yang menghadapinya , aku yakin kekuatan putri Xia Yue masih di bawahku karena dalam waktu satu tahun tidak mungkin dia sudah bisa melampaui kekuatanku....''


Kemudian mereka berdua langsung keluar dari aula lalu berjalan menuju rumah tamu .


.


****


.


Berpindah di rumah tamu .


Putri Xia Yue duduk di ruang tamu dengan santai sambil berbicara dengan Mao Li.


'' Master , siapa mereka tadi sebenarnya...?


'' Mereka tadi adalah para musuh musuhku , sebenarnya mereka dulu adalah para saudara saudariku , tapi mereka berniat menyingkirkan ku atas perintah Patriak Xia Cheng dari pusat...''


'' Jadi seperti itu , nanti jika mereka datang ke sini serahkan saja mereka kepadaku...''


Setelah beberapa saat nona Xia Xian datang ke sana sendirian , karena Patriak Xia Leitian ada di depan rumah .


'' Gadis ****** , kenapa kau kembali ke klan ini , karena semua anggota klan ini sudah tidak ada yang mengharapakan kehadiranmu lagi ...'' ucap nona Xia Xian sangat percaya diri.


'' Hahaha .... Siapa yang kau bilang gadis ****** , bukankah kamu yang yang pantas di panggil gadis ****** , karena tubuh mu sudah tidak suci lagi sebelum pernikahan , apakah begini cara seorang bawahan kepada seorang tuan putri klan Xia , kau sungguh gadis yang naif , hanya seorang bawahan saja sudah berani kepadaku , semoga hari ini kau tidak menyesali perbuatanmu...''


Mendengar perkataan putri Xia Yue yang menghinanya lagi kemudian nona Xia Xian langsung mengeluarkan pedangnya untuk menyerang putri Xia Yue.


'' Kau tidak layak bertarung denganku , sekarang kalahkan peliharaan ku ini dulu , jika kau bisa mengalahkannya kau baru layak bertarung denganku...'' ucap putri Xia Yue .


Kemudian Mao Li langsung berlari lalu melompat ke atas untuk mencakar wajah nona Xia Xian.


Ngeong....ngeong... ngeong.... ucap Mao Li sambil mencakar wajah nona Xia Xian dengan sangat cepat .


Arghhh... arghhh... teriak nona Xia Xian kesakitan .


'' Dasar kucing sialan , beraninya kau mencakar wajah cantik ku ini...'' ucap nona Xia Xian sambil menebaskan pedangnya ke arah Mao Li.


Tapi tebasan pedang nona Xia Xian tidak bisa mengenai Mao Li sama sekali , karena Mao Li sangat lincah dan cepat .


Mendengar teriakan putrinya kemudian Patriak Xia Leitian masuk ke dalam untuk melihat putri nya , setelah masuk ke dalam rumah tamu Patriak Xia Leitian sangat terkejut melihat wajah putrinya di serang oleh kucing peliharaan putri Xia Yue .


Kemudian Mao Li langsung menghentikan serangannya lalu melompat lagi ke pangkuan putri Xia Yue .


Wajah nona Xia Xian langsung berlumuran darah akibat cakaran dari Mao Li yang sangat dalam .


'' Arghhhh... dasar kucing sialan , ayah aku ingin kucing rendahan itu di bunuh saat ini juga , karena telah merusak wajah cantikku...'' ucap putri Xia Yue sambil menangis .


'' Putri Xia Yue , kenapa hewan peliharaanmu menyerang putriku ....? ucap Patriak Xia Leitian.


'' Tanyakan saja kepada putrimu sendiri , dia tadi datang ke sini aku kira ingin meminta maaf kepadaku , tapi ternyata dia ingin menyerang ku , beruntung aku punya hewan peliharaan yang setia kepadaku , sehingga mau membantuku , bawalah dia pergi dari sini karena aku sudah muak melihat wajah kalian berdua , anggap saja cakaran kucing ku ini sebagai peringatan kepada kalian berdua agar berlaku sopan kepada tuan putri klan Xia....''


'' Bajingan , kau harus mempertanggung jawabkan atas perbuatan mu yang merusak wajah putriku...'' ucap Patriak Xia Leitian sambil mengeluarkan pedangnya .


Kemudian patriak Xia Leitian langsung berlari untuk menyerang putri Xia Yue.


Putri Xia Yue tampak tenang tidak takut sedikitpun melihat Patriak Xia Leitian akan menyerangnya , kemudian putri Xia Yue langsung menciptakan bola energi lalu menembakan ke arah Patriak Xia Leitian hingga berkali kali , melihat ada serangan bola energi kemudian Patriak Xia Leitian langsung menghentikan langkahnya untuk menangkis dan menghindari tembakan bola energi ini.


Duarrrrr... duarrrrr.....


Bola energi ini langsung meledak ketika bertabrakan dengan pedang Patriak Xia Leitian.


.


.


...~ bersambung ~...