
.
.
Setelah putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua telah selesai memasukan semua harta yang ada di sana kemudian langsung keluar dari ruang harta .
Mereka tidak membaginya di sini karena nanti bisa membaginya ketika sudah sampai di rumah atau sudah berkumpul dengan ketiga temanya tadi .
Lalu putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua mengucapkan terima kasih dan mohon ijin untuk naik ke atas lagi kepada roh kesadaran alkemis Nuyan Tian.
Roh kesadaran alkemis Nuyan Tian ini langsung mengangkat satu tangan lalu masuk ke dalam peti mati lagi ,
tutup peti mati yang hancur tadi tiba tiba langsung terangkat lalu menyatu kembali yang langsung menutupi peti mati lagi.
Putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua langsung berjalan keluar dari sana setelah melihat tutup peti mati ini telah menutup kembali .
Tekanan garavitasi yang ada di lorong tadi juga telah menghilang sehingga mereka berdua berjalan dengan santai naik ke atas .
Setelah sampai di atas kemudian diaken Lian Hua langsung mendekati patung kesatria tadi lalu mengambil 2 batu prisma yang ada di matanya .
Setelah beberapa saat lantai aula balai desa Lianzhi langsung bergetar , lalu menutup kembali seperti sedia kala sehingga ruang harta sudah tidak terlihat lagi .
Ketiga rekan putri Xia Yue langsung berjalan ke aula balai desa ketika melihat Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue telah
naik ke atas lagi .
'' Terima kasih kalian bertiga telah berjaga di sini , apakah di sini tadi tidak ada masalah...?'' tanya Diaken Lian Hua.
'' Sama sama Diaken Lian Hua, tadi ada kepala desa Liu Wang ke sini . Tapi kami sudah berhasil mengalahkannya...'' ucap nona Yuan Liyie.
'' Terus di mana dia sekarang...?''
'' Dia sekarang sedang berbaring di halaman balai desa ini...''
Kemudian mereka semua langsung berjalan ke tempat kepala desa Liu Wang berada .
Setelah sampai di sana kemudian Diaken Lian Hua langsung mengintruksikan muridnya untuk mengikat kepala desa Liu Wang ke tiang bangunan balai desa Lianzhi.
Nona Luo Xue dan nona Xia Junsu langsung menyeret tubuh kepala desa Liu Wang ke tiang , sedangkan nona Yuan Liyie mengeluarkan tali sisa mengikat alkemis Liu Cong di rumah diaken Lian Hua tadi.
'' Yue'er, ternyata teman teman mu ini sunguh sangat luar biasa. Karena mereka bisa mengalahkan kepala desa Liu Wang yang memiliki kekuatan sama seperti ku ...''
'' Benar Diaken Lian Hua, aku juga tidak menyangka mereka bisa saling membantu satu sama lain sehingga bisa mengalahkan kepala desa Liu Wang . Diaken Lian Hua tahu sendiri kalau aku juga baru kali ini menjalankan misi bersama mereka...''
Setelah nona Yuan Liyie telah berhasil mengikat tubuh kepala desa Liu Wang kemudian mereka bertiga langsung melapor kejadian tadi di sini .
Bahwa petugas penjaga dan para warga desa Lianzhi ada yang mengetahui kejadian ini.
'' Terus bagaimana tanggapan para warga desa...?''
'' Para warga meminta penjelasan dari kami tentang penyerangan ini , aku langsung memberi tahu kepada para warga bahwa aku adalah murid diaken Lian Hua. Sehingga besok pagi diaken Lian Hua harus menjelaskan semuanya kepada para warga desa...'' Ucap nona Xia Junsu.
'' Baiklah kalau begitu besok pagi aku akan menjelaskan semuanya kepada para warga...''
Lalu Diaken Lian Hua mengajak mereka semua untuk duduk di sana sambil menunggu pagi tiba , karena tidak mungkin jika mereka pulang sedangkan kepala desa Liu Wang di ikat di sini .
Kemudian Diaken Lian Hua langsung mengeluarkan semua harta yang di dapatkan di ruang bawah tanah tadi .
Ketiga rekan putri Xia Yue sangat terkejut melihat ada banyak harta serperti ini yang tersimpan di ruang harta .
'' Tungku alkemis , resep pil dan bahan obat akan aku simpan , karena kalian pasti tidak membutuhkannya...''
'' Iya kakak Yue , silahkan di simpan...'' ucap nona Yuan Liyie .
Kemudian putri Xia Yue langsung menyimpan bahan pil , resep pil dan tungku alkemis itu . Meskipun dia sudah memiliki yang lebih bagus tapi itu nanti bisa di berikan kepada klan Xia .
Nona Luo Xue mengambil sebuah pusaka berbentuk kipas lengkap dengan kitab panduan untuk mengunakannya , karena menurutnya itu sangat cocok untuk dirinya yang belum memiliki pusaka .
Sedangkan nona Yuan Liyie dan nona Xia Junsu mengambil beberapa perhiasan emas seperti kalung dan gelang .
'' Diaken Lian Hua , kami semuanya sudah mengambilnya , sisanya silahkan di simpan . Nanti berikan kepada ibu Lian Xhie dan nona Lian Xielin karena mereka juga berhak atas harta ini....'' ucap nona Xia Junsu.
'' Baiklah kalau begitu aku akan menyimpannya...''
Lalu Diaken Lian Hua langsung menyimpan semua harta yang tersisa , di lantai sekarang tinggal kotak harta dan botol pil saja .
'' Diaken Lian Hua, kami akan membagi satu kotak harta itu . Sedangkan sisanya untuk ibu Diaken Lian Hua saja...'' ucap putri Xia Yue.
'' Tidak bisa begitu Yue'er, kita harus membagi koin emas ini dengan rata . Karena kita mendapatkan semua ini juga berkat kerja keras kalian...''
'' Kami tahu soal itu , tapi ayah anda dan ibu Lian Xhie rela berjuang mati matian demi harta ini . Jadi mereka juga harus mendapat yang lebih banyak dari kami , kurasa kami lebih membutuhkan pil Nirwana Spiritual dari pada koin emas itu....'' Ucap putri Xia Yue.
'' Aku jadi tidak enak kepada kalian semua , karena keluargaku mendapatkan jauh lebih banyak dari kalian...''
'' Tidak apa Diaken Lian Hua , kakak Yue benar kalau keluarga diaken seharusnya mendapatkan bagian lebih banyak dari kami . Karena rela mempertahankan hidup mati mereka demi ruang harta ini...'' ucap nona Luo Xue .
Nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie juga menyetujui nya agar diaken Lian Hua menyimpan 1 peti harta itu .
Setelah mendengar semua muridnya telah menyetujuinya kemudian Diaken Lian Hua langsung memasukan satu peti berisi koin emas itu , sedangkan satu peti lagi langsung di bagi .
Setelah membukanya kemudian putri Xia Yue dan rekan rekan nya langsung menghitung koin emas yang ada di dalam peti ini .
Ternyata dalam satu peti ada 50 ribu koin emas , lalu putri Xia Yue langsung membaginya dengan rata . Setiap orangnya mendapat 12 ribu 500 perorangnya .
Ketiga rekan putri Xia Yue sangat senang mendapat koin emas sebanyak ini , karena itu nanti bisa di gunakan untuk membeli bahan pil untuk meningkatkan kekuatan mereka masing masing .
Apalagi mereka juga mengenal putri Xia Yue yang bisa membuatkan pil untuk mereka .
Setelah mereka telah selesai membagi semua koin emas itu kemudian Diaken Lian Hua membagi pil Nirwana Spiritual.
Diaken Lian Hua membaginya dengan rata yaitu setiap orang nya mendapat 2 butir , sedangkan sisa satu butir untum adiknya.
Kemudian Diaken lian Hua langsung menjelaskan kegunaan pil Nirwana Spiritual itu yang bisa meningkat kekuatan seseorang hingga satu tingkat sekaligus .
Nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie terlihat sangat senang mengetahui kegunaan pil ini , berarti jika mereka langsung meminum dua butir sekaligus maka kekuatan mereka akan menerobos ke tingkat spiritualis Level 5 tahap menengah.
Tapi tidak untuk nona Luo Xue, karena pil ini tidak akan memiliki efek apa apa di dalam tubuhnya ..
.
.
...~ bersambung ~...