Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 144 : Membuat pil Penjerat Hati untuk diaken Lian Hua.



.


.


Nona Lian Xielin masih belum percaya kalau kakaknya ini tenyata memutuskan menjadi seorang kepala desa .


Karena sangat berbanding terbalik dengan apa yang di lakukan selama ini , apalagi kakaknya ini dulu tidak pernah tertarik dengan masalah yang ada di desa ini .


'' Kakak Hua'er, sampai sekarang aku masih bingung dengan keputusan yang kakak ambil ini , apakah kakak sudah yakin untuk menjadi kepala desa...?''


'' Ya itu adalah keputusan ku yang tidak bisa di ubah , apalagi setelah ini kekuatan kakak sudah bisa menerobos ke tingkat Spiritualis Ilahi . Jadi sekarang sudah tidak ada lagi yang kakak kejar , aku juga ingin berkumpul dengan ibu dan kamu lagi agar kejadian seperti ini tidak akan terjadi lagi kepada keluarga kita...''


'' Baiklah kalau begitu aku tidak akan meragukan keputusan kakak lagi , aku sangat senang jika kakak selalu ada di sisiku karena akhirnya aku bisa fokus untuk meningkatkan kekuatanku...''


'' Iya adik Xielin , simpanlah pil ini . Tapi pil ini harus kamu telan setelah sumber daya yang aku berikan kepadamu dulu telah habis...'' ucap diaken Lian Hua sambil memberikan 1 butir pil Nirwana Spiritual.


'' Terima kasih kakak Hua'er...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung menjelaskan kegunaan pil Nirwana Spiritual itu yang bisa meningkatkan kekuatan hingga satu tingkat .


Setelah mereka berdua selesai berkeliling di seluruh sudut balai desa ini kemudian mereka berdua kembali lagi ke aula balai desa , karena Diaken Lian Hua harus meneteskan darahnya yang akan di campurkan untuk bahan membuat pil Penjerat Hati .


Sesampainya di aula balai desa kemudian diaken Lian Hua langsung duduk di dekat putri Xia Yue yang sedang membakar tungku pil.


Sedangkan nona Lian Xielin dan ibu Lian Xhie berpamitan pulang untuk menyiapkan makan malam , lalu mereka langsung pergi dari sana.


****


Setelah 10 menit berlalu kemudian putri Xia Yue mengintruksikan diaken Lian Hua untuk meneteskan darahnya ke dalam tungku pil , karena sebentar lagi pil ini dalam proses pemadatan .


Kemudian Diaken Lian Hua langsung melukai tangannya lalu meneteskan beberapa tetes ke dalam tungku pil.


Diaken Lian Hua sangat bersyukur memiliki murid seperti putri Xia Yue ini , karena bisa meminta bantuan untuk membuat kan pil penjerat hati yang sangat berguna untuk dirinya .


Jika menyewa seorang alkemis maka biaya sewanya pasti sangat mahal , apalagi sangat jarang alkemis yang bisa membuat pil penjerat hati ini .


Karena sangat jarang diaken Lian Hua melihat seorang alkemis yang bisa membuat pil seperti ini .


Setelah 30 menit berlalu akhirnya pil penjerat hati telah jadi , kemudian putri Xia Yue langsung memberikan pil itu kepada diaken Lian Hua agar segera meminumkan kepada para bawahan kepala desa Liu Wang yang telah mereka tangkap tadi pagi .


Agar kedua orang tadi mau menurut kepada Diaken Lian Hua sehingga nantinya akan membantu keamanan di desa ini .


Kemudian diaken Lian Hua langsung mengajak nona Luo Xue dan nona Yuan Liyie berjalan ke tempat kedua bawahan kepala desa Liu Wang tadi , sedangkan putri Xia Yue melanjutkan membuat pil lagi di temani nona Xia Junsu.


Sesampainya di tempat kedua bawahan kepala desa Liu Wang kemudian Diaken Lian Hua langsung mengintrogasi kedua tetua ini .


'' Kalau boleh tahu kalian ini asli orang mana...?''


'' Kami berasal dari klan Liu di ibukota , kami sudah lama tinggal di desa ini saat tetua Liu Wang menjadi kepala desa...''


'' Kalau begitu keluarga kalian pasti berada di desa ini...''


'' Jangan bunuh mereka nona , karena mereka tidak bersalah...''


'' Kalau kalian tidak ingin aku membunuh mereka , maka kalian harus menurut kepadaku...''


'' Iya nona , kami akan menuruti semua permintaanmu...''


'' Sekarang minumlah pil ini dulu...'' ucap Diaken Lian Hua sambil memberikan 2 pil penjerat hati.


Kemudian kedua tetua ini langsung menelan pil itu tanpa menanyakan dulu pil apa itu sebenarnya .


'' Kami tidak akan berani nona , terus apa tugas kami setelah ini ...?''


'' Siapa nama kalian berdua...?''


'' Namaku adalah Liu Kang dan ini adalah Liu Fang...''


'' Sekarang kalian boleh pulang ke rumah kalian masing masing , besok kalian mulai bekerja di desa ini sebagai petugas keamanan desa . Tapi besok pagi kalian harus berkumpul dulu di sini karena aku akan membagi tugas untuk kalian , kalau boleh tahu berapa biasanya bayaran yang kalian dapatkan setiap bulannya...?''


'' 3 koin emas nona...''


'' Baiklah kalau begitu...''


Kemudian diaken Lian Hua mengintruksikan nona Yuan Liyie dan nona Luo Xue untuk melepaskan ikatan kedua pria ini .


Setelah tetua Liu Kang dan tetua Liu Fang terbebas kemudian langsung berpamitan untuk segera pergi dari sana .


Lalu mereka bertiga melihat para penjaga yang tadi malam telah meminum arak di dalam pos penjaga , sesampainya di sana ternyata kedua tetua ini masih masih belum sadar juga .


Kemudian nona Yuan Liyie dan nona Luo Xue langsung mengikat tangan dan kaki kedua tetua ini , agar mereka nanti jika sudah sadar tidak bisa pergi dari sana .


Setelah kedua muridnya telah selesai mengikat kedua tetua ini kemudian Diaken Lian Hua mengajak kembali ke aula balai desa untuk menemani putri Xia Yue membuat pil.


Selama menunggu putri Xia Yue membuat pil , diaken Lian Hua juga di datangi beberapa leluhur desa Lianzhi ini . Mereka sangat mendukung diaken Lian Hua menjadi kepala desa .


Meskipun diaken Lian Hua adalah seorang wanita , tapi mereka percaya Diaken Lian Hua akan menjadi kepala desa yang akan membawa kemakmuran desa Lianzhi ini sama seperti ayahnya dulu .


Setelah para leluhur desa Lianzhi telah pergi kemudian Diaken Lian Hua berdiskusi dengan para muridnya .


Diaken Lian Hua mengatakan kalau besok siang mereka akan kembali ke desa Jiuli lagi , karena besok pagi Diaken Lian Hua ingin memberi tugas dulu kepada para orang orang yang sudah bersedia menjadi bawahannya .


Ketika sudah sore hari putri Xia Yue mengakhiri proses pembuatan pilnya , dia sudah berhasil membuat pil penjerat hati sebanyak 50 butir untuk diaken Lian Hua .


Putri Xia Yue yakin Diaken Lian Hua tidak akan kekurangan pil ini , karena yang akan dia pimpin ini hanyalah desa kecil saja.


Kemudian putri Xia Yue langsung menyimpan tungku pil dan sisa bahan pil .


'' Yue'er, terima kasih banyak kamu telah membuatkan ku pil yang sangat banyak ini . Maaf aku selalu merepotkan mu...''


'' Tidak apa apa diaken Lian Hua , aku adalah seorang alkemis . Jadi aku tidak kesulitan sama sekali kalau hanya membuat pil seperti ini saja...''


'' Kalau begitu sekarang mari kita semua pulang ke ke rumah untuk segera beristirahat , agar besok tubuh kalian lebih bugar ketika kembali ke desa Jiuli...''


'' Bagaimana dengan balai desa ini , apakah di biarkan kosong seperti ini jika kita semua pulang ke rumah...?'' ucap nona Luo Xue.


'' Tidak apa apa nona Luo Xue, di balai desa ini sudah tidak ada barang berharga lagi yang harus di lindungi . Jadi kurasa akan tetap aman aman saja meskipun di sini di biarkan kosong seperti ini...''


Kemudian mereka semua langsung berdiri lalu berjalan pulang ke rumah Diaken Lian Hua .


Para warga yang berpapasan dengan mereka langsung menyapa dengan ramah .


Sesampainya di rumah kemudian Diaken Lian Hua langsung mengajak para muridnya untuk makan bersama .


.


.


...~ bersambung ~...