
.
.
Setelah masuk ke dalam kamar ibunya Diaken Lian Hua melihat nona Luo Xue masih belum selesai menyerap racun ibunya , lalu dia duduk di samping Lian Meilin.
'' Semoga ibu lekas sembuh setelah di obati kakak Luo Xue ini , karena aku ingin melihat ibu tersenyum kembali seperti dulu lagi...'' Ucap Lian Meilin.
'' Kamu tenang saja , kita hanya bisa berdoa yang terbaik untuk ibu , aku juga ingin melihat ibu bisa merawat kita berdua lagi karena hanya ibu saja yang kita miliki sekarang...''
'' Benar kakak , agar nanti aku juga bisa fokus untuk meningkatkan kekuatanku karena pil yang kalak berikan masih belum aku serap sama sekali ...''
'' Kamu percayalah kepada teman teman kakak ini , mereka pasti bisa menyembuhkan ibu kita ...''
Kemudian Diaken Lian Hua langsung menginterogasi adiknya tentang kejadian waktu ayah nya meninggal dan ibunya terkena racun ini , Diaken Lian Hua yakin adiknya pasti sedikit tahu kejadian waktu itu , karena pada waktu itu Diaken Lian Hua pulang pulang sudah mendapat kabar kalau ayah nya meninggal dan ibunya sudah terkena racun ini , dulu dia juga belum sempat menginterogasi adiknya atau keluarga terdekatnya karena dia masih fokus belajar di akademi Tian Zhong dan harus mencari koin emas sebanyak banyaknya untuk pengobatan ibunya dan biaya hidup keluarganya .
Lian Xielin langsung menceritakan kejadian waktu itu , saat itu akan ada pemilihan kepala desa yang baru di desa ini sehingga ayahnya langsung mencalonkan diri untuk menjadi kepala desa lagi .
Sebelum hari pemilahan Lian Xielin mengatakan kalau ada paman Liu Wang yang juga mencalonkan menjadi kepala desa datang bersama istrinya ke rumah ini , mereka membawa makanan untuk keluarganya . Sehingga ayah dan ibunya langsung memakan makanan itu .
Lian Xielin dan ibunya waktu itu sebenarnya menolak untuk makan daging ayam itu karena mereka berdua tidak suka daging ayam , sehingga Lian Xielin langsung masuk ke dalam kamar . Sedangkan ibunya ikut makan sedikit daging ayam untuk menghormati paman Lui Wang dan istrinya yang repot repot telah datang ke rumahnya , keesokan harinya ketika Lian Xielin bangun dari tidurnya dia melihat ayah dan ibunya telah pingsan dengan kondisi mulutnya mengeluarkan busa berwarna putih , waktu itu Lian Xielin sangat panik lalu mencari tabib untuk mengobati racun kedua orang tuanya , tapi setelah mendapatkan tabib ayahnya sudah tidak tertolong lalu meningal dunia .
Sedangkan ibunya masih bisa tertolong dengan minum penawar racun dari tabib , seandainya ibunya makan daging ayam itu dalam jumlah banyak pasti ibunya akan meninggal juga .
Tapi Lian Meilin melarang kakaknya untuk mencurigai paman Liu Wang sebagai pelakunya , karena paman Liu selama ini selalu membantu pengobatan ibunya dengan mengirim alkemis setiap minggunya untuk merawat ibunya .
Lagi pula sekarang mereka berdua tidak memiliki bukti apa apa lagi jika ingin mengungkap kejadian malam itu .
Diaken Lian Hua sangat geram setelah mendengar cerita adiknya ini , kenapa dulu dia tidak pernah menanyakan kejadian ini kepada adiknya.
'' Adik Meilin , kakak pasti akan menyelidiki kematian ayah ini dan mengenai ibu yang terkena racun , nanti kakak akan berdiskusi dengan teman teman kakak , terus kapan alkemis yang di kirim oleh paman Liu Wang akan datang ke sini...''
'' Alkemis itu seharusnya kemarin sudah datang ke sini , tapi sampai hari ini dia tidak datang ke sini...''
'' Baiklah kalau begitu kita tunggu saja alkemis itu , karena aku juga mencurigai alkemis ini , bisa jadi alkemis itu bekerja sama dengan paman Liu Wang....''
'' Kakak berhati-hati lah dengan paman Liu Wang, karena dia adalah orang yang sangat kuat , aku tidak mau nanti justru akan kehilangan kakak juga...''
'' Kamu tenang saja adik Xielin , karena kakak ini sudah dewasa , tidak mungkin kakak akan diam saja mengetahui ada kejanggalan seperti ini , kalau begitu kamu sekarang tetaplah di sini , karena aku akan memindahkan kuda kakak ke belakang rumah...''
'' Iya kak...''
Kemudian diaken Lian Hua langsung keluar dari kamar lalu berjalan ke ruang tamu untuk menemui nona Yuan Liyie dan nona Xia Junsu .
'' Kalian berdua ikutlah denganku untuk memindahkan kuda kita ke belakang rumah , kita besok saja kembali ke desa Jiuli setelah masalahku di desa ini telah selesai...''
'' Iya diaken Lian Hua, kami akan mengikuti arahan dari Diaken Lian Hua , kalau boleh tahu ada masalah apa Diaken di desa ini...'' tanya nona Xia Junsu.
Kemudian mereka bertiga langsung berjalan ke halaman rumah , lalu memindahkan semua kuda yang mereka naiki tadi ke belakang rumah.
Beruntung nya di belakang rumah ada area yang cukup lapang sehingga bisa di gunakan untuk mengikat dan tempat makan kuda , karena di sana juga di tumbuhi rumput rumput liar yang bisa di makan oleh kuda.
Setelah selesai mengikat kuda di sana lalu Diaken Lian Hua mengajak mereka berdua masuk lagi ke dalam rumah .
Diaken Lian Hua sangat tidak tenang di hantui rasa bersalah karena dari dulu tidak menyelidiki kematian ayah nya .
Setelah 30 menit berlalu nona Luo Xue keluar dari dalam kamar lalu bergabung duduk di ruang tamu .
Nona Luo Xue mengatakan kalau racun di dalam tubuh ibu Diaken Lian Hua telah sepenuhnya menghilang , hanya butuh waktu saja pasti ibu diaken akan siuman .
Diaken Lian Hua langsung mengucapkan terima kasih banyak kepada nona Luo Xue, karena jika ibunya sudah sembuh maka dirinya bisa fokus menjadi Diaken di akademi Tian Zhong tanpa kepikiran ibu nya yang sedang sakit keras di rumah .
Kemudian Diaken Lian langsung berjalan masuk ke dalam kamar ibunya untuk melihatnya secara langsung .
Setelah masuk ke dalam kamar Diaken Lian Hua melihat tubuh ibunya yang membiru tadi telah pulih kembali seperti sedia kala , wajahnya terlihat lebih segar tidak pucat lagi sedangkan aura kehidupannya juga semakin kuat.
Diaken Lian Hua sangat lega melihat perkembangan kesehatan ibunya ini , dia sangat yakin ibunya pasti akan segera sembuh .
.
****
Setelah 2 jam berlalu putri Xia Yue telah selesai membuat pil penawar racun , kemudian putri Xia Yue masuk ke dalam kamar ibu Diaken Lian Hua untuk melihat apakah nona Luo Xue telah selesai menyerap racunnya , setelah masuk ke dalam kamar putri Xia Yue melihat nona Luo Xue ternyata sudah selesai menyerap racunnya .
Kemudian putri Xia Yue langsung memberikan botol pil berisi pil penawar itu kepada Lian Meilin agar di minumkan kepada ibunya setiap hari , lalu mengajak diaken Lian Hua keluar dari sana untuk berdiskusi mengenai racun tanpa warna .
Mereka berdua langsung duduk di ruang tamu bersama nona Xia Junsu , nona Luo Xue dan nona Yuan Liyie.
Kemudian putri Xia Yue langsung mengatakan kalau selama ini ada seseorang yang sengaja memberikan Racun tanpa warna kepada ibunya , karena racun tanpa warna ini sebenarnya tidak terlalu berbahaya , hanya saja jika di berikan secara terus menerus akan membuat tubuh seseorang melemah dan tidak akan pernah sadar kembali.
Diaken Diaken Lian Hua kemudian mengatakan kalau paman Liu Wang setiap minggunya mengirimkan seorang alkemis untuk mengobati ibunya , Diaken Lian Hua yakin alkemis ini bekerja sama dengan paman Lui Wang untuk meracuni ibunya .
Putri Xia Yue dan teman teman nya juga yakin kalau alkemis ini adalah yang meracuni ibu diaken Lian Hua .
Setelah 2 jam berlalu ada seorang pria datang ke rumah nya , kemudian diaken Lian Hua langsung mempersilahkan pria ini masuk ke dalam rumahnya .
.
.
...~ bersambung ~...