
.
.
Keesokan harinya setelah bangun tidur kemudian Shen Long langsung mengajak putri Xia Yue untuk berlatih lagi.
Mereka berdua lalu berjalan keluar goa di ikuti oleh Mao Li di belakang mereka.
Setelah keluar dari goa kemudian Shen Long dan putri Xia Yue langsung melompat lompat di atas batu , setelah berada di pinggir hutan kemudian mereka langsung melompat lompat di atas ranting ranting pohon menuju tengah hutan untuk berburu di sana .
Setelah 30 menit berlalu Shen Long langsung berhenti di salah satu dahan pohon sehingga putri Xia Yue juga berhenti di sampingnya .
'' Yue'er, lihatlah di bawah pohon itu...'' ucap Shen Long sambil menunjuk ke arah sebuah pohon.
Putri Xia Yue melihat ada 2 Ular Panca Warna sebesar kaki orang dewasa sedang dalam masa kawin , karena Ular Panca Warna jantan tubuhnya sedang melilit tubuh pasangannya.
'' Iya Shen long , sepertinya itu adalah Ular Panca Warna yang sedang dalam masa kawin...''
'' Apakah kamu berani menyerangnya , karena itu hanyalah hewan roh tingkat 2 saja , aku yakin kamu bisa mengalahkannya mengunakan tehnik berpedang mu dan pusaka Bulan Bintang milikmu...''
'' Iya Shen Long akan aku coba , tapi aku tidak memiliki penawar racun , karena aku belum sempat membuat pil penawar karena tidak memiliki bahannya ...''
'' Sekarang serang lah hewan roh itu , nanti ambilah racunnya untuk bahan membuat pil racun , sedangkan mustikanya nanti untuk membuat pil penawar , nanti jika kamu terkena serangan racun Ular itu aku akan memberikan penawarnya kepadamu ..''
Mendengar Shen Long ternyata memiliki penawar kemudian putri Xia Yue langsung turun ke tanah ke tempat Mao Li berada .
'' Apakah Master ingin menyerang Ular yang sedang dalam masa kawin itu...?
'' Benar Mao Li , kamu menjauhlah dari sini , karena racun Ular Panca Warna ini sangat mematikan...? ucap putri Xia Yue sambil mengeluarkan pedang Putihnya.
'' Master tenang saja , nanti Master fokus saja untuk menyerang salah satu Ular itu , nanti satunya lagi akan aku hadapi sendiri....''
Putri Xia Yue tampak sedikit tidak percaya dengan perkataan Mao Li , tapi putri Xia Yue memilih percaya kepada Mao Li , karena dulu Mao Li telah memberi putri Xia Yue kejutan bisa menangkap seekor kelinci , apalagi kekuatan nya sekarang sudah meningkat , pasti kekuatan Mao Li ada peningkatan juga.
'' Baiklah aku percaya kepadamu...''
'' Iya master , aku tidak akan mengecewakan master...''
Kemudian putri Xia Yue dan Mao Li langsung melompat lompat lalu menyerang hewan roh Ular Panca Warna yang sedang dalam masa kawin .
'' Tebasan Pedang Membelah Bumi....''
'' Haiyatt...''
Mendengar ada manusia yang ingin menyerang nya kemudian hewan roh Ular Panca Warna yang betina langsung mengibaskan ekornya ke arah putri Xia Yue, sehingga ekor Ular Panca Warna betina ini langsung putus .
Melihat pasangan nya terluka kemudian Ular Panca Warna jantan yang langsung melepaskan lilitannya dengan pasangannya lalu langsung menyemburkan racunnya ke arah putri Xia Yue .
Putri Xia Yue dan Shen long sangat terkejut melihat Mao Li ternyata adalah seekor hewan roh Harimau Putih.
Tapi putri Xia Yue menyimpan dulu rasa terkejutnya kemudian langsung menyerang Ular Panca Warna betina yang ingin kabur dari sana mengunakan pusaka Bulan Bintang sehingga pusaka berbentuk bintang ini langsung menancap perutnya sedangkan pusaka berbentuk bulan langsung memenggal leher Ular Panca Warna betina hingga putus.
Kemudian putri Xia Yue menarik kembali pusaka Bulan Bintangnya untuk di simpan lagi , lalu berjalan menghampiri Mao Li yang sedang mengigit leher Ular Panca Warna jantan.
Lalu putri Xia Yue mengeluarkan botol kosong yang biasannya di gunakan untuk menyimpan pil , kemudian putri Xia Yue langsung memasukkan bisa Ular Panca Warna yang terus menetes dari mulutnya ke dalam botol kosong.
Setelah bisa ini tidak menetes lagi kemudian Ular Panca Warna jantan ini langsung mati , karena kekuatan Ular Panca Warna ini adalah dari bisa racun nya.
Kemudian Mao Li langsung melepaskan gigitannya lalu berubah bentuk lagi menjadi Kucing Putih .
'' Mao Li , ternyata kau sebenarnya adalah seekor Harimau Putih , kenapa kau menyembuyikan jati dirimu sebenarnya....'' ucap putri Xia Yue sambil menyimpan botol berisi bisa racun Ular Panca Warna.
'' Iya aku minta maaf Master, tapi Master dan Shen Long harus merahasiakan ini kepada siapa saja...''
Shen Long yang ada di atas pohon langsung tersenyum melihat Mao Li adalah hewan Primordial yang dia cari .
'' Ternyata Mao Li ini adalah salah satu hewan Primordial yang aku cari , berarti putri Xia Yue adalah gadis yang di takdirkan untuk menjadi muridku dan mempelajari kitab warisan Vermilion , karena dia memiliki hewan kontrak salah satu hewan Primordial yang menjaga alam langit...'' batin Shen long.
Hewan Primordial atau hewan ilahi ada 4 yaitu Harimau Putih, Kura-kura Hitam , burung Phoenix dan Naga Azura .
Lalu Shen long langsung turun di samping putri Xia Yue .
'' Yue'er, kamu sangat beruntung memiliki hewan kontrak salah satu hewan Primordial yang sangat kuat...''
'' Iya Shen Long, aku juga baru tahu hari ini , tapi Mao Li berpesan untuk merahasiakan siapa dia sebenarnya...''
'' Kamu tenang saja Yue'er, aku akan merahasiakan hal ini kepada siapa pun , karena kalau orang lain tahu pasti banyak orang yang mengincarnya...''
'' Itulah yang aku takutkan...''
'' Kalau dia ingin identitasnya tidak ingin di ketahui banyak orang , maka Mao Li jangan sampai berubah menjadi Harimau Putih lagi mekipun dalam keadaan apapun , tapi jika nanti kekuatanmu sudah meningkat sampai di tingkat Spiritualis Ilahi kau boleh menujukan siapa Mao Li sebenarnya , karena gabungan kekuatanmu dan kekutan Mao Li bisa mengalahkan manusia yang kekuatan nya sudah mencapai Spiritualis Surgawi sepertiku ini...''
Putri Xia Yue akhirnya tahu kekuatan Shen long sebenarnya .
Kemudian putri Xia Yue menghampiri tubuh Ular Panca Warna jantan yang telah di kalahkan oleh Mao Li , lalu putri Xia Yue memberanikan diri untuk membelah kepala ular ini untuk mengambil mustikanya , karena baru kali dia melihat darah seperti ini , sedangkan dulu di benua naga Merah dia hanya menjadi seorang alkemis saja , apalagi pemilik tubuh ini sebelumya juga belum pernah melihat darah seperti ini .
Dengan tekad yang kuat kemudian putri Xia Yue membelah kepala Ular ini dan membiasakan melihat darah , karena kedepannya pasti dia akan menemui seperti ini lagi , apalagi kedepannya bukan lagi darah hewan roh , karena kedepannya musuhnya adalah seorang manusia.
.
.
...~ bersambung ~...