
.
.
Patriak Xia Leitian tampak sangat gelisah sambil mondar mandir memikirkan kedua orang sewaannya yang masih belum kembali .
Setelah di pikir pikir kemudian Patriak Xia Leitian memutuskan untuk melihat sendiri ke rumah tamu .
'' Xian'er , sepertinya aku harus memastikan sendiri ke rumah tamu , karena aku tidak bisa tenang jika hanya menunggu di sini , apakah kamu akan ikut denganku ke sana...''
'' Tidak ayah , aku mau tidur saja karena sekarang sudah larut malam , kapan kakak Wan'er pulang ke sini , apakah ayah sudah mengabarinya...''
'' Aku sudah mengirim surat kepadanya , mungkin besok pagi dia akan pulang ke sini dengan calon suaminya , kerena aku menceritakan kejadian yang menimpamu tadi dan meminta untuk membawa teman jika pulang ke sini , aku yakin pasti besok pagi dia akan datang ke sini...''
'' Apakah ayah tidak menunggu kakak Wan'er saja , untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu kepada kedua paman tadi...''
'' Kamu tenang saja Xian'er aku yakin kedua paman tadi masih baik baik saja , kalau begitu kamu sekarang langsung tidur saja , aku akan ke sana dulu untuk memastikannya...''
'' Iya hati hati ayah...''
Kemudian patriak Xia Leitian langsung keluar rumah untuk menuju rumah tamu tempat putri Xia Yue berada , sedangkan nona Xia Xian langsung menutup pintu rumahnya.
.
****
.
Berpindah di rumah tamu tempat putri Xia Yue berada.
Setelah menginterogasi dan menghancurkan dantian kedua pembunuh bayaran ini kemudian mereka berdua duduk di ruang tamu .
'' Yue'er, apakah kamu tidak mengantuk...?
'' Tidak Shen Long , mataku langsung cerah ketika tahu ada orang yang ingin membunuhku , jadi aku tidak bisa tenang sebelum aku memberi pelajaran kepada Patriak Xia Leitian, karena kalau di biarkan dia semakin menjadi jadi jadi , mungkin hari ini dia mengirim 2 orang saja , tapi besok malam bisa jadi dia mengirim lebih banyak orang lagi untuk membunuhku ketika tahu orang sewaannya ini telah gagal....''
'' Apakah malam ini kau ingin langsung ke rumahnya untuk memberi kejutan kepadanya , aku yakin dia sekarang sedang menunggu keberhasilan ke dua orang sewaannya ini...''
'' Iya Shen Long , setelah ini tolong antarkan aku ke sana...''
'' Baiklah kalau begitu malam ini kita harus selesaikan masalah ini , mari kita berkunjung ke rumah patriak Xia Leitian untuk memberi nya kejutan , nanti aku tidak akan membantumu ketika bertarung dengan Patriak Xia Leitian agar kamu semakin menguasai tehnik bela dirimu dalam pertarungan , aku akan menakut nakuti dia saja agar mentalnya langsung menghilang....''
'' Iya Shen Long aku mengerti...''
Kemudian mereka berdua berdiri lalu Shen Long langsung membuka pintu rumah , tapi ketika akan melangkah keluar rumah Shen Long merasakan ada aura mendekat .
'' Yue'er, sepertinya ada orang mendekat ke sini , kamu sekarang berpura pura tidur saja agar orang yang datang mau masuk ke sini , sedangkan aku akan bersembunyi di balik pintu ini...''
Kemudian putri Xia Yue langsung merebahkan tubuhnya di lantai yang ada di dekat lorong menuju ruang tengah .
'' Mao Li , sekarang kita pura pura tidur saja dulu untuk memberi kejutan kepada patriak Xia Leitian, karena aku yakin yang datang ini adalah dia...''
Kemudian putri Xia Yue langsung menutup matanya , sedangkan Mao Li tidur di atas kepala putri Xia Yue.
.
****
Patriak Xia Leitian berjalan mengendap-endap ketika sudah dekat dengan rumah tamu dengan sangat hati hati , setelah sampai di sudut rumah kemudian Patriak Xia Leitian mengintip dari jendela .
'' Bajingan , kenapa kedua orang sewaan ku berhasil di kalahkan , tapi putri Xia Yue juga sedang tergeletak , berarti mereka bertiga kehabisan tenaga setelah bertarung...'' batin Patriak Xia Leitian sedikit bingung melihat semua ini.
Kemudian patriak Xia Leitian langsung mengeluarkan pedangnya , karena ini adalah saatnya membunuh putri Xia Yue, karena kondisinya sudah melemah , lalu Patriak Xia Leitian langsung berjalan dengan santai masuk ke dalam rumah , karena pintu nya kebetulan masih terbuka , dengan percaya diri Patriak Xia Leitian berjalan mendekati putri Xia Yue dan kedua orang sewaannya yang sedang berbaring di lantai .
Tapi tiba tiba Patriak menghentikan langkahnya ketika mendengar pintu rumah ada yang menutupnya , karena bergesekan dengan lantai , pintu rumah ini telah rusak akibat tadi telah di congkel oleh kedua pembunuh bayaran .
Kemudian patriak Xia Leitian langsung berbalik badan untuk melihatnya .
Patriak Xia Leitian sangat terkejut melihat ada seorang pemuda yang berdiri sambil bersandar di pintu rumah , apalagi Patriak Xia Leitian tidak bisa melihat kekuatan pemuda ini yang membuat Patriak Xia Leitian sedikit waspada .
'' Siapa kau anak muda , kenapa kau masuk ke dalam rumah seorang gadis...?
'' Aku adalah kekasih putri Xia Yue , aku yakin kamu adalah dalang di balik rencana pembunuhan ini...'' ucap Shen Long sambil mengeluarkan sayap di punggungnya.
Patriak Xia Leitian sangat terkejut melihat pemuda ini mempunyai kekuatan di tingkat spiritualis Ilahi , apalagi pemuda ini adalah kekasih putri Xia Yue , patriak Xia Leitian sekarang sudah tidak bisa berpikir lagi , karena tidak mungkin bisa mengalahkan pemuda ini .
'' Tamatlah sudah riwayatku...'' batin Patriak Xia Leitian sambil mengeratkan giginya.
Kemudian patriak Xia Leitian langsung berbalik badan untuk kabur dari sana lewat pintu belakang , tapi ketika berbalik badan putri Xia Yue ternyata sedang berdiri di lorong menuju ruang tengah untuk menutupi jalan menuju dapur , di kanan kiri tubuh putri Xia Yue ada benda pusaka berputar putar yang sangat dia takuti .
'' Aku tidak habis pikir , kenapa ini s paman ku sendiri tega ingin membunuhku , aku tadi sore masih memberi paman kesempatan agar paman mau bertobat dan menyesali perbuatan paman selama ini kepadaku , kenapa paman mensia-siakan kesempatan yang telah aku berikan , aku sekarang sudah memiliki bukti yang kuat jika aku membunuh paman di sini...'' setelah menyelesaikan kata kata nya kemudian putri Xia Yue langsung menyerang Patriak Xia Leitian mengunakan pusaka Bulan Bintang nya .
Melihat ada serangan mendekat kemudian Patriak Xia Leitian langsung menangkis pusaka Bulan Bintang ini dengan pedangnya.
Sring... Sring... Sring...
Suara tabrakan pedang Patriak Xia Leitian dan pusaka bulan bintang milik putri Xia Yue, dari tabrakan kedua pusaka ini mengeluarkan percikan percikan api yang sedikit menyilaukan mata .
Patriak Xia Leitian masih bisa mengimbangi serangan pusaka bulan bintang ini , karena kekuatannya masih lebih tinggi dari putri Xia Yue, tapi tiba tiba putri Xia Yue menembakkan bola energi hingga berkali kali ke arah titik lemahnya , sehingga membuat Patriak Xia Leitian sedikit kerepotan karena tidak memiliki kesempatan untuk menyerang balik putri Xia Yue .
Patriak Xia Leitian menahan dan menangkis serangan ini sambil mengeratkan giginya , karena kadang kadang pusaka bulan dan bintang ini berhasil menyayat dan menusuk tubuhnya , membuat darahnya membasahi jubah yang dia pakai.
Setelah 5 menit berlalu patriak Xia Leitian benar benar kehabisan energi karena di serang bertubi dan tanpa henti.
Sehingga tubuhnya langsung jatuh ke lantai .
.
.
...~ bersambung ~...