Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 141 : Ketiga bawahan kepala desa Liu Wang.



.


.


Putri Xia Yue kemudian mengintruksikan nona Luo Xue untuk menyimpan pil itu dulu , karena nanti bisa di tanyakan kepada Shen Long mengenai pil ini.


'' Iya nona Luo Xue , aku yakin nanti guru Shen Long pasti mengerti cara nya . Tapi kalau memang tubuhmu tidak bisa menyerap pil itu , maka kamu bisa menjual pil itu dengan harga mahal lalu koin emas nya di gunakan untuk membeli sumberdaya yang bisa meningkatkan kekuatanmu...'' ucap Diaken Lian Hua .


'' Bukan itu yang aku takutkan . Kalau kalian semua kekuatannya telah meningkat , aku yakin kalian pasti akan masuk ke pelataran akademi dalam . Sedangkan aku masih tetap berada di pelataran luar sendirian...''


'' Kamu tenang saja adik Luo Xue, kami pasti akan menunggumu sampai kekuatanmu menerobos ke tingkat Spiritualis Level 4 . Lalu kita masuk akademi dalam bersama sama , lagi pula kami tidak mungkin langsung menyerap semua pil ini sekaligus . Karena kami juga butuh waktu untuk menguatkan pondasi kultivasi kita , jadi kamu tidak perlu khawatir...'' Ucap putri Xia Yue.


'' Iya benar , nona Luo Xue tidak perlu khawatir . Aku dan nona Yuan Liyie pasti akan menunggumu hingga kamu menerobos ke tingkat Spiritual level 4, karena persaingan di akademi dalam juga semakin kuat . Jadi kita harus tetap bersama agar kelompok kita semakin kuat untuk menghadapi kelompok yang ada di akademi dalam...'' ucap nona Xia Junsu .


'' Terima kasih kalian semua sudah mau mengerti ...''


'' Aku sangat bangga dengan kalian semua karena kalian sangat kompak , nanti di akademi dalam kalian harus selalu bersama . Karena di sana nanti ketika merebutkan peringkat harus bekerja sama dalam satu kelompok...'' Ucap Diaken Lian Hua .


'' Terima kasih diaken Lian Hua , tolong ceritakan bagaimana dan cara berkultivasi di akedemi dalam . Agar kami nanti ketika masuk ke sana sudah mengerti peraturan di sana ...?'' ucap putri Xia Yue.


Kemudian diaken Lian Hua langsung menceritakan kebiasaan para murid di akademi dalam.


Jika sudah menjadi murid di pelataran dalam , semua murid sudah bisa berburu di wilayah terdalam gunung Tianzhong . Murid yang gemar berburu maka kekuatannya akan cepat meningkat karena mendapatkan batu mustika yang sangat banyak .


Setiap tahunnya di area pelataran murid dalam ada pertandingan kelompok yang memperebutkan wilayah dan peringkat .


Semakin tinggi peringkat kelompok ini maka akan mendapatkan tempat yang semakin dekat dengan puncak gunung Tianzhong.


Di sana memiliki energi langit dan bumi yang semakin murni dan melimpah sehingga membuat seseorang bisa meningkatkan kekuatan lebih cepat .


Setelah selesai bercerita kemudian Diaken Lian Hua mengitruksikan putri Xia Yue dan nona Xia Junsu agar besok pagi menjemput ibu Lian Xhie, adik Lian Xielin dan alkemis Liu Cong di rumah nya .


Karena ibu Lian Xhie dan alkemis Liu Cong besok akan menjadi saksi kejahatan yang di lakukan oleh kepala desa Liu Wang selama ini.


Setelah selesai memberi arahan kepada putri Xia Yue dan nona Xia Junsu kemudian mereka langsung bergantian tidur .


Sebelum tidur putri Xia Yue mengeluarkan Mao Li dari dalam gelangnya .


'' Mao Li , aku ingin malam ini kamu segera pulang ke rumah Diaken Lian Hua , karena aku takut bawahan kepala desa Liu Wang akan menyandera ibu Lian Xhie dan nona Lian Xielin...''


'' Iya Master, terus bagaimana jika memang itu benar benar terjadi . Apakah aku harus menghadapi mereka...?''


'' Itu terserah kamu saja , tapi jika orang itu terlalu kuat maka kamu segeralah melapor ke sini...''


'' Iya Master....''


Kemudian Mao Li langsung berlari keluar dari sana untuk segera pulang ke rumah Diaken Lian Hua .


Setelah Mao Li telah pergi kemudian putri Xia Yue langsung tidur .


Diaken Lian Hua dan nona Luo Xue yang berjaga dulu di sana , karena nanti setelah 3 jam maka akan langsung bergantian dengan putri Xia Yue dan kedua rekanya.


.


****


Setelah menjelang pagi hari putri Xia Yue dan nona Xia Junsu berpamitan dengan nona Yuan Liyie , kalau mereka berdua mau menjemput ibu Diaken Lian Hua .


Kemudian mereka berdua langsung keluar dari sana lalu berjalan menuju rumah Diaken Lian Hua .


Mereka berjalan dengan santai sambil menikmati suasana pagi hari di desa Lianzhi ini .


Tapi baru berjalan 20 meter dari gerbang balai desa Lianzhi tiba tiba mereka berdua melihat ada seorang wanita dan dua pria yang berlari ke arahnya sambil membawa pedang .


Putri xia Yue melihat wanita dan kedua pria ini memiliki kekuatan di tingkat yang sama . Kekuatan mereka berada di tingkat Spiritualis Level 4 tahap awal.


Sehingga putri Xia Yue dan nona Xia Junsu langsung bersiap siap , karena putri Xia Yue yakin mereka ini adalah bawahan dari kepala desa Liu Wang.


'' Apakah kalian adalah murid diaken Lian Hua...?'' ucap wanita ini sinis .


'' Tidak...'' ucap putri Xia Yue sambil mengelengkan kepalanya .


'' Kalian jangan membohongi kami , karena Diaken Lian Hua memiliki murid seusia kalian...''


'' Maksudku tidak salah , karena kami memang murid diaken Lian Hua . Apakah kalian datang ke sini ingin mengambil mayat kepala desa Liu Wang...?'' ucap putri Xia Yue memprovokasi mereka .


Membuat mereka bertiga ini langsung berlari untuk menyerang putri Xia Yue dan nona Xia Junsu.


Putri Xia Yue langsung menembakkan bola energi api ke arah mereka bertiga .


Sehingga mereka bertiga langsung berhenti , lalu wanita ini juga mengeluarkan tembakkan bola api juga untuk menangkis bola api milik putri Xia Yue.


Duarrrrr...


Setelah ledakkan energi bola Api ini kemudian putri Xia Yue dan nona Xia Junsu langsung mengeluarkan pusaka mereka masing masing .


Putri Xia Yue mengeluarkan 2 pusaka sekaligus yaitu pedang dan pusaka bulan bintang.


Sehingga pusaka Bulan Bintang ini langsung terbang menerjang ke arah mereka bertiga yang berada di balik debu yang berterbangan .


Putri Xia Yue juga menebaskan pedangnya hingga berkali ke arah debu yang berterbangan ini , karena ini adalah saatnya memberi mereka kejutan .


Dari tebasan pedang putri Xia Yue muncul siluet bulan sabit yang sangat benyak menerjang ke arah debu yang berterbangan.


Tapi ketiga orang ini bisa menangkis pusaka bulan bintang dan serangan siluet bulan sabit ini dengan pedang mereka .


Ting....Ting ...


Suara benturan pedang dan pusaka bulan bintang .


Nona Xia Junsu langsung mendekat sambil melancarkan tusukan tombak , pria yang berhadapan dengan nona Xia Junsu sangat terkejut melihat tombak gadis yang dia hadapi tiba tiba bisa memanjang sehingga bisa menusuk perutnya .


Jlebbb... arghhhhh...


Tapi pria ini masih kuat meskipun terkena tusukan tombak ini , kemudian mereka berdua langsung melanjutkan pertarungan mereka .


Putri Xia Yue menghadapi pria dan wanita ini sekaligus .


Tapi putri Xia Yue masih bisa mengimbangi mereka berdua berkat bantuan pusaka bulan bintang nya yang terus menerus menyerang mereka dari belakang .


Setelah beberapa saat nona Luo Xue dan Diaken Lian Hua juga datang ke sana , karena mendengar suara ledakan tadi


Sedangkan nona Yuan Liyie tetap menjaga kepala desa Liu Wang di balai desa .


Kemudian diaken Lian Hua dan nona Luo Xue langsung membantu putri Xia Yue dan nona Xia Junsu .


Ketiga bawahan kepala desa Liu Wang ini mau tidak mau harus bertarung di sana , karena mereka sudah di pastikan tidak bisa kabur dari sana .


.


.


...~ bersambung ~...