
.
.
Nona Xia Wan semakin yakin kalau putri Xia Yue adalah korbannya , karena ayah dan adik nya langsung terdiam ketika dirinya mengatakan yang sebenarnya .
'' Kenapa ayah dan adik Xian'er langsung terdiam , berarti benar yang baru saja aku katakan...''
'' Kamu jangan mudah percaya kepada putri Xia Yue si ****** itu , aku yakin kamu telah di hasut oleh putri Xia Yue...''
'' Ayah , aku sangat malu ternyata ayah masih saja berbohong kepadaku , putri Xia Yue mengatakan kalau Patriak Xia Cheng di klan pusat ingin menyingkirkannya karena dia ingin putrinya mengantikan kontrak pernikahan dengan putra mahkota dari kerajaan Xin Dong, bukankan alasan itu sangat masuk akal , sehingga patriak Xia Cheng memberi perintah kepada ayah untuk melakukan perbuatan keji ini kepada putri Xia Yue, ayah sudah di bayar berapa sehingga mau melakukan perbuatan keji ini...?
'' Wan'er, kamu adalah keluargaku di sini , tapi kenapa kamu justru lebih percaya kepada orang lain dari pada ayahmu sendiri...''
'' Seandainya ayah ada di pihak yang benar pasti aku akan membela ayah walaupun nyawa adalah taruhannya , tapi aku tidak akan membantu ayah jika ayah memang salah , karena sebelum ayah melakukan perbuatan itu pasti ayah sudah memikirkan konsekwensinya , aku tahu ayah dan adik Xian'er berbohong kepadaku , aku yakin dua orang yang ada di kamar adik Xian'er bukanlah teman ayah , karena mereka mengunakan jubah berwana hitam sama persis seperti yang di ceritakan oleh putri Xia Yue, karena putri Xia Yue mengatakan kalau tadi malam ayah menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh putri Xia Yue lagi ...''
Patriak Xia Leitian langsung terdiam mendengar apa yang di katakan putrinya , setelah di pikir pikir kemudian Patriak Xia Leitian memilih untuk berkata jujur , meskipun dia sangat malu untuk mengatakannya , karena di sana ada calon menantunya , tapi jika dia terus menerus menutupinya maka masalah ini tidak akan pernah selesai , lagi pula dia sekarang sudah tidak memiliki kekuatan lagi , buat apa dia sekarang hidup karena hanya akan menjadi bahan cemooh saja dari klan klan lain .
'' Maafkan aku Wan'er, ini memang salahku karena aku menuruti perintah dari Patriak Xia Cheng....''
'' Aku sangat kecewa dengan ayah , apakah ayah tidak malu seorang Patriak melakukan tindakan keji seperti ini , aku tidak habis pikir kenapa ayah sampai melakukan semua ini , apa ayah tidak takut dengan orang orang yang ada di belakang putri Xia Yue...''
'' Iya maafkan aku Wan'er , sekarang terserah kamu mau melaporkan kejadian ini kepada siapa saja , tapi aku berpesan kepada mu untuk menjaga adikmu ini jika aku sampai tertangkap oleh kerajaan Xin Dong....''
Tuan muda Jun Liyao langsung keluar dari sana ketika mendengar Patriak Xia Leitian mengakui perbuatannya.
Setelah Jun Liyao keluar kemudian nona Xia Wan langsung mengalihkan pandangannya ke adik Xian'er.
'' Kamu juga begitu adik Xian'er, kamu adalah seorang gadis , tapi sudah melakukan tindakan kejahatan seperti ini , aku yakin kau pasti terlibat dengan keluarnya bibi Lin Hua dari klan ini , bisa jadi bibi Lin Hua juga telah kau bunuh , karena satu tahun yang lalu kau juga telah berencana membunuh putri Xia Yue, tapi bibi Lin Hua menyelamatkan putri Xia Yue ketika kau membawanya ke tangah hutan , sekarang aku ingin kau mau mengakui perbuatanmu dan menyesali apa yang telah kau perbuat , jika kau berkata jujur aku masih bisa memaafkan mu , tapi jika kau masih berusaha menutupinya maka lebih baik aku pergi saja ke akademi Tian Zhong dan tidak akan pulang ke sini , karena aku muak jika harus melindungi orang pembohong sepertimu....''
Nona Xia Xian tampak sedikit bingung harus berkata jujur atau tidak , tapi setelah di pikir pikir nona Xia Xian memilih jujur saja kepada kakaknya , karena ayahnya juga sudah mengatakan yang sebenarnya .
'' Iya kakak aku sangat menyesal , malam itu aku memang telah membawa putri Xia Yue ke dalam hutan dan melemparkan bibi Lin Hua ke dalam jurang ...''
Mendengar adiknya mengakui perbuatannya kemudian nona Xia Wan langsung menampar pipi adiknya .
Plakk....
Suara tamparan yang sangat keras di pipi nona Xia Xian.
Nona Xia Xian langsung memegangi pipinya yang memerah sambil menangis tersedu-sedu .
'' Kau sunguh gadis yang sangat kejam , aku tidak habis pikir kau sampai tega melakukan ini , siapa yang mengajarimu hingga kau menjadi gadis yang tidak berperasaan seperti ini...'' ucap nona Xia Wan sangat geram dan muak , karena pulang ke klan ini hanya untuk menghakimi perbuatan ayah dan adiknya.
'' Aku masih bisa memaafkan kalian berdua , karena bagaimana pun juga kalian adalah keluargaku , tapi putri Xia Yue belum tentu mau memaafkan kalian berdua , sekarang lebih baik kita semua ke rumah tamu , karena kalian berdua harus meminta maaf dengan tulus kepada putri Xia Yue agar masalah ini tidak berkepanjangan , aku akan menunggu ayah dan adik Xian'er di ruang tamu...''
Kemudian nona Xia Wan langsung keluar dari sana , sedangkan Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian langsung berdiskusi di sana.
'' Xian'er , apakah kamu bisa meminta maaf kepada putri Xia Yue setelah apa yang telah kita perbuat kepada nya selama ini...?
'' Baiklah kalau begitu kita harus segera menemui putri Xia Yue untuk meminta maaf kepadanya , sebelum dia kembali ke ibukota dan membongkar masalah ini di klan pusat , pasti Patriak Xia Cheng akan memarahi kita karena secara tidak langsung kita juga telah membongkar siapa dalang di balik rencana pembunuhan ini , tapi tunggu 30 menit lagi karena aku harus memulihkan tenagaku dulu ...''
'' Iya ayah , kalau begitu aku akan mengatakannya kepada kakak Wan'er dulu , agar dia mau menunggu ayah...''
Kemudian nona Xia Xian langsung berdiri lalu keluar dari sana , kemudian langsung berjalan menuju ruang tamu .
Setelah 30 menit berlalu kemudian Patriak Xia Leitian langsung keluar dari kamarnya , lalu berjalan ke ruang tamu .
'' Wan'er, sekarang mari kita ke rumah tamu , tapi di mana calon suamimu tadi...?
'' Dia telah pulang ke klan nya , sepertinya dia sangat malu melihat ayah dan adik Xian'er telah melakukan perbuatan keji ini , sudahlah itu nanti adalah urusanku , sekarang mari kita ke rumah tamu untuk meminta maaf kepada putri Xia Yue...''
Kemudian mereka bertiga langsung keluar dari sana , lalu berjalan menuju rumah tamu .
.
****
.
Berpindah di rumah tamu tempat putri Xia Yue berada .
Putri Xia Yue sangat fokus untuk membuat pil Pemulihan , belum selesai putri Xia Yue menyempurnakan pil penyembuhan , Shen Long merasakan ada aura orang berjalan ke rumah ini , sehingga Shen Long langsung membuka pintu untuk berjaga di sana .
Setelah beberapa saat Shen Long melihat yang datang ternyata adalah Patriak Xia Leitian dan kedua putrinya.
Patriak Xia Leitian sedikit ketakutan melihat kekasih putri Xia Yue berdiri di depan rumah tamu .
'' Ada apa kalian datang ke sini , apakah belum cukup kalian menggangu kehidupan putri Xia Yue...''
'' Maaf sebelumya tuan , kalau boleh tahu anda siapa...''
'' Aku adalah guru sekaligus kekasih putri Xia Yue , aku tidak akan tinggal diam jika kalian mencelakai putri Xia Yue lagi...''
'' Maaf anak muda , ayah dan adikku ini mau meminta maaf kepada putri Xia Yue, apakah putri Xia Yue ada di dalam rumah...? ucap nona Xia Xian berusaha menenangkan suasana.
'' Kalian harus menunggu sebentar , karena putri Xia Yue sekarang masih memurnikan pil...''
Mereka bertiga sangat terkejut mendengar putri Xia Yue sedang memurnikan pil , berarti selama ini putri Xia Yue menyembunyikan bakatnya .
.
.
...~ bersambung ~...