Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 39 : Bersitegang.



.


.


Para penjaga ini langsung bersikap sopan kepada putri Xia Yue , karena mereka takut dengan status dan kekuatan yang di miliki oleh putri Xia Yue , lalu salah satu dari mereka langsung membuka pintu gerbang lalu mempersilahkan putri Xia Yue masuk ke dalam klan .


'' Mari saya antarkan , karena Patriak Xia Leitian tadi ada aula bersama Patriak Fei Jingzhi dari klan Fei...''


'' Kalian berdua tetap berjaga di sini , karena aku sudah tahu tempatnya...''


'' Iya terima kasih putri Xia Yue , maaf atas tindakan kami tadi yang kurang sopan kepada anda ...''


Kemudian putri Xia Yue mengangkat satu tangannya lalu berjalan dengan santai menuju aula klan Xia, saat berjalan ke sana putri Xia Yue juga melihat lihat ke sekelilingnya untuk mencari bibi Lin Hua, karena bibi Lin Hua adalah satu satunya orang yang mengetahui kejadian pembunuhan malam itu.


Kemudian putri Xia Yue memilih ke dapur dulu untuk mencari bibi Lin Hua , setelah sampai di dapur putri Xia Yue melihat di sana ada 1 pelayan baru yang yang sedang mencuci piring .


'' Apakah mungkin bibi Lin Hua juga telah di bunuh oleh nona Xia Xian, karena telah menolongku....'' batin putri Xia Yue.


Kemudian putri Xia Yue langsung berjalan menuju aula karena dia sangat yakin bibi Lin Hua pasti bernasib sama serperti dirinya .


Setelah sampai di depan aula kemudian putri Xia Yue mengetuk pintu nya , selang beberapa saat pintu aula terbuka , yang membuka pintu adalah nona Xia Xian .


'' Apa kabar nona Xia Xian ..? ucap putri Xia Yue.


Nona Xia Xian sangat terkejut melihat putri Xia Yue ternyata masih hidup , dia seakan tidak percaya dengan semua ini , nona Xia Xian berjalan mundur selangkah demi selangkah lalu menutup pintu aula lagi karena ketakutan.


Patriak Xia Leitian dan Patriak Fei Jingzhi yang ada di dalam aula sedikit heran melihat nona Xia Xian terlihat ketakutan .


'' Ada apa Xian'er, kenapa kamu ketakutan seperti itu...? ucap Patriak Xia Leitian.


'' Di depan pintu ada putri Xia Yue ayah...'' ucap nona Xia Xian terbata-bata.


Patriak Xia Leitian seakan tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh anaknya , karena malam itu putri Xia Yue di yakini sudah mati melompat ke dalam jurang .


Mendengar di depan aula ada putri Xia Yue kemudian Patriak Fei Jingzhi langsung berdiri lalu berjalan untuk membuka pintu aula , karena dia datang ke klan ini adalah untuk menemui putri Xia Yue.


Tapi ketika Patriak Fei Jingzhi ingin membuka pintu , nona Xia Xian langsung membentangkan kedua tangannya untuk menghalangi Patriak Fei Jingzhi.


'' Nona Xia Xian, minggirlah karena aku datang ke sini sebenarnya hanya ingin menemui putri Xia Yue...''


Tapi nona Xia Xian tetap bersikukuh tidak mau menurunkan ke dua tangannya .


Patriak Fei Jingzhi sedikit bingung kenapa nona Xia Xian ini ketakutan dan tidak mengijinkan putri Xia Yue masuk ke sana , tapi Patriak menyimpan dulu rasa penasarannya ini , yang penting dia bisa bertemu dengan putri Xia Yue dan segera meminta maaf , karena hanya itu satu satunya cara agar bisnis keluarganya tetap aman .


'' Xian'er...'' ucap Patriak Xia Leitian sambil menggelengkan kepalanya memberi isyarat agar putrinya tidak menghalangi Patriak Fei Jingzhi.


Nona Xia Xian kemudian langsung menurunkan kedua tangannya lalu berlari ke tempat ayahnya .


Kemudian patriak Fei Jingzhi langsung membuka pintunya untuk melihat seperti apa putri Xia Yue ini , setelah membuka pintu Patriak Fei Jingzhi sangat kagum melihat kecantikan putri Xia Yue .


'' Benar , apakah paman adalah ayah dari tuan muda Fei Hung...?


'' Kenapa putri Xia Yue bisa mengenaliku , aku minta maaf atas perbuatan putraku yang ingin mencelakai anda...''


'' Aku tadi di beri tahu oleh penjaga yang ada di depan , untuk masalah itu nanti bisa kita bicarakan lagi paman , sekarang aku ingin menemui paman Leitian dan nona Xia Xian dulu ...''


'' Silahkan masuk putri Xia Yue...'' ucap Patriak Fei Jingzhi mempersilahkan putri Xia Yue masuk ke dalam .


Kemudian putri Xia Yue langsung masuk ke dalam aula lalu berjalan mendekati Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian .


'' Tempat siapa yang kau tempati itu paman , apakah paman lupa siapa aku sebenarnya , hanya aku yang pantas duduk di situ karena kedudukan ku lebih tinggi dari paman ....''


Patriak Xia Leitian sangat geram mendengar ucapan putri Xia Yue, ingin rasanya dia menyerang putri Xia Yue, hanya saja di sana ada Patrik Fei Jingzhi, jika dia tidak bisa menahan amarahnya maka rahasia mereka pasti akan terbongkar .


Kemudian patriak Xia Leitian langsung berdiri lalu mengajak putrinya duduk di kursi milik para tetua , dia lebih memilih untuk mengalah saja dan melupakan statusnya untuk sementara ini.


Setelah Patriak Xia Leitian duduk di kursi para tetua kemudian putri Xia Yue langsung duduk di kursi milik Patriak Xia Leitian sebelumya , putri Xia Yue duduk di sana dengan pembawaannya yang sangat tenang tidak takut sama sekali dengan Patriak Xia Leitian.


Suasana di dalam aula sangat hening karena mereka tidak ada yang membuka suara sama sekali .


'' Kenapa kalian semua diam , kalian lanjutkan lah diskusi kalian , aku yakin kalian tadi membicarakan pernikahan antara nona Xia Xian dan tuan muda Fei Hung...''


'' Maaf putri Xia Yue, aku tadi memang membicarakan masalah itu , tapi tujuan utamaku datang ke sini adalah untuk meminta maaf kepada anda...''


'' Aku bisa memaafkan masalah itu paman , tapi paman harus menikahkan tuan muda Fei Hung dengan nona Xia Xian ini , karena sebelumnya tuan muda Fei Hung telah menodai putri Xia Xian , jadi tuan muda Fei Hung harus bertanggung jawab atas perbuatannya , karena kedepannya nona Xia Xian pasti tidak akan laku karena tidak suci lagi atau mungkin menjadi seorang perawan tua...'' ucap putri Xia Yue memprovokasi nona Xia Xian dan Patriak Xia Leitian agar mereka semakin membencinya dan menunjukan sifat asli mereka sebenarnya .


Patriak Fei Jingzhi sangat terkejut mendengar ucapan putri Xia Yue yang mengatakan kalau anaknya telah menodai nona Xia Xian.


Begitu juga dengan nona Xia Xian dan Patriak Xia Leitian ternyata putri Xia Yue mengetahui kalau Xia Xian telah di nodai oleh seseorang , mereka berdua sangat geram dan mengepalkan tinju mereka .


'' Jaga mulutmu gadis ******....'' ucap Patriak Xia Leitian sangat geram .


'' Aku tidak bicara denganmu paman Leitian , aku sampai sekarang masih mengingat kejadian malam itu , tentu kalian berdua sudah tahu konsekuensinya karena berencana membunuh seorang tuan putri klan Xia dengan menyewa 2 pembunuh bayaran untuk menyekap ku ke dalam hutan ...''


Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian langsung diam seribu bahasa tidak bisa berkata kata lagi , mereka berdua sebenarnya ingin membunuh putri Xia Yue saat itu juga , karena rencana mereka yang selama ini mereka tutup tutupi perlahan lahan pasti akan terbongkar , hanya saja di sana ada Patriak Fei Jingzhi sehingga mereka berdua harus berfikir dua kali jika ingin membunuhnya , Patriak Xia Leitian juga sedikit berhati hati karena putri Xia Yue tidak takut sama sekali kepada nya.


'' Maaf putri Xia Yue, kenapa anda bisa mengatakan seperti itu...?


Kemudian putri Xia Yue langsung menceritakan semua yang di ucapkan oleh tuan muda Fei Hung setelah putri Xia Yue berpura pura pingsan karena di serang serbuk racun oleh tuan muda Fei Hung .


.


.


...~ bersambung ~...