Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 145 : Kembali ke desa Jiuli .



.


.


Keesokan harinya putri Xia Yue dan ketiga rekan rekannya bangun pagi seperti biasanya , lalu mereka mandi secara bergantian dan berganti pakaian .


Kemudian di lanjutkan dengan makan bersama , mereka makan sambil berbincang bincang ringan .


Diaken Lian Hua mengatakan kalau nanti setelah makan ingin mengajak nona Luo Xue menemaninya ke balai desa untuk menemui para bawahanya , sedangkan putri Xia Yue dan kedua rekannya bertugas untuk memberi makan kuda agar nantinya kudanya tidak sampai kelaparan ketika di gunakan .


Setelah selesai makan kemudian mereka berlima langsung keluar , Diaken Lian Hua dan nona Luo Xue langsung berjalan menuju balai desa .


Sedangkan putri Xia Yue dan kedua rekannya berjalan ke belakang rumah , sesampai nya di sana kemudian mereka langsung melepaskan kudanya agar makan rumput yang tumbuh di belakang rumah.


Setelah selesai melepaskan kuda kuda ini kemudian mereka duduk di bawah pohon sambil menikmati suasana udara pagi di sana .


'' Kakak Yue , menurut kakak apa yang harus kita lakukan setelah kita sampai di akademi Tian Zhong...?'' tanya nona Xia Junsu .


'' Kalau itu terserah kalian saja , jika kalian merasakan pondasi kultivasi kalian sudah kuat . Lebih baik kalian langsung menyerap pil Nirwana Spiritual itu, agar kekuatan kalian cepat meningkat . Tapi sebelum kita menyerap kita harus mencarikan sumberdaya racun untuk adik Xue'er terlebih dahulu...''


'' Iya kakak Yue , aku merasakan pondasi kekuatan ku masih belum terlalu kuat . Mungkin aku butuh satu bulan lagi untuk berlatih agar pondasi kultivasi ku semakin kokoh...''


'' Berati kalian bisa menantang para murid yang menduduki peringkat agar kekuatan bertarung kalian semakin kuat...''


'' Menurutku kami berdua belum saatnya untuk bertanding di panggung arena peringkat, karena kami harus berlatih dulu untuk membiasakan kekuatan baru kami ini...''


'' Kalau begitu kalian harus latih tanding saja bersama tuan muda Lin Shuya dan rekan rekanya , aku sampai sekarang masih kepikiran dengan yaman kita yaitu tuan muda Yuan Jiang. Apakah sekarang dia sudah menerobos ataukah masih terkena kendala , karena dia memiliki sakit dingin yang mudah kambuh di dalam tubuhnya ...''


'' Semoga saja sakit dinginnya tidak kambuh lagi , karena kasihan jika dia masih belum bisa menerobos . Sedangkan teman temannya yang satu angkatan sudah bisa menjalankan misi seperti ini...'' Ucap nona Yuan Liyie.


'' Semoga saja begitu , kalau begitu sekarang kalian berdua berlatihlah di sini . Nanti aku akan membimbing kalian sesuai pengetahuan yang aku miliki , karena ilmu berpedang ku sebenarnya juga sama dengan kalian ...''


'' Benar juga kakak Yue , kenapa kami tidak berfikir seperti itu ...''


Kemudian mereka bertiga langsung mencari tempat yang sedikit lapang untuk tempat berlatih , setelah menemukan tempatnya kemudian putri Xia Yue mengisyaratkan mereka berdua mengunakan tongkat kayu saja .


Karena putri Xia Yue tidak mau jika mereka berdua sampai terluka .


Kemudian nona Yuan Liyie dan nona Xia Junsu langsung mencari tongkat kayu , setelah menemukan tongkat kayu kemudian mereka berdua langsung latih tanding di sana .


Sedangkan putri Xia Yue memberi arahan kepada mereka berdua tentang ilmu ilmu dasar ketika bertarung seperti yang di ajarkan oleh Shen Long dulu kepadanya .


Mereka berlatih dengan sangat serius meskipun hanya mengunakan tongkat kayu saja .


Karena mereka berdua ini memiliki pusaka yang berbeda kemudian putri mengisyaratkan mereka untuk saling bergantian melakukan serangan .


Nona Yuan Liyie langsung mengeluarkan tehnik berdangnya, sedangkan nona Xia Junsu hanya bertugas untuk menangkisnya saja .


Setelah nona Yuan Liyie selesai mengeluarkan semua tehnik berpedangnya , kemudian nona Xia Junsu bergantian mengeluarkan serangan tusukan tombaknya untuk menyerang nona Yuan Liyie .


Mereka berdua selalu bergantian untuk membiasakan tehnik mereka masing masing.


Nona Yuan Liyie dan nona Xia Junsu langsung menuruti apa yang di katakan oleh putri Xia Yue, karena cara putri Xia Yue mengajari mereka ternyata sangat mudah di pahami .


Dari pada para tetua di klan mereka dulu , karena para tetua di klan mereka dulu ketika mengajari para bibit muda selalu dengan penekanan yang mengharuskan mereka untuk memahami ajaran yang mereka berikan .


Nona Yuan Liyie dan Xia Junsu sangat senang di bimbing oleh putri Xia Yue karena putri Xia Yue tidak pernah menekan mereka sehingga mereka berdua lebih tenang ketika berlatih.


Setelah siang hari nona Luo Xue datang ke sana sehingga nona Xia Junsu dan nona Yuan Liyie langsung mengakhiri pelatihan mereka .


Lalu nona Luo Xue mengajak mereka bertiga untuk pulang karena mereka harus berpamitan dengan Ibu Lian Xhie dan nona Lian Xielin dulu jika ingin meningalkan desa ini .


Kemudian mereka langsung membawa kuda mereka ke halaman rumah dulu , mereka yakin kuda ini telah kenyang makan rumput di sana sehingga nanti tidak perlu memberi makan lagi .


Sesampainya di halaman rumah kemudian mereka mengikat kuda mereka di pohon yang ada di halaman rumah , lalu berpamitan dengan ibu Lian Xhie dan nona Lian Xielin.


Ibu Lian Xhie mengucapkan terima kasih banyak kepada mereka karena telah mengobati dirinya dan membantu diaken Lian Hua untuk mengatasi masalah di desa ini .


Setelah berpamitan kemudian mereka langsung naik kuda mereka masing lalu mengendalikan kuda mereka menuju gerbang desa bagian selatan .


Para warga desa yang berpapasan dengan mereka langsung menyapa mereka dengan sangat ramah.


Sesampainya di gerbang selatan kemudian Diaken Lian Hua langsung turun dari kuda untuk menyapa para penjaga yang bertugas di sana .


'' Aku percayakan keamanan desa ini kepada kalian berdua , sekecil apapun masalah yang kalian temui maka segeralah laporkan kepada tetua Liu Cong . Nanti jika urusanku di akademi Tian Zhong telah selesai maka aku akan langsung kembali ke desa ini secepatnya...''


'' Iya nona Lian Hua , nona berhati-hati lah...''


'' Terima kasih...''


Kemudian diaken Lian Hua langsung naik ke punggung kuda lagi , lalu langsung mengajak para murid nya pergi dari sana.


Kali ini putri Xia Yue yang memimpin jalan di depan , sedangkan diaken Lian Hua berada di belakang sendiri untuk mengawal para muridnya .


Putri Xia Yue mengendalikan kuda dengan kecepatan penuh agar cepat sampai di desa Jiuli .


Setelah 2 jam berlalu akhirnya mereka telah sampai di dekat gerbang desa Jiuli , perjalanan mereka tadi berjalan dengan lancar tanpa gangguan sedikitpun .


Para penjaga gerbang desa Jiuli langsung membuka pintu gerbang desa , karena mereka sudah tahu siapa mereka ini.


Kemudian mereka langsung masuk ke dalam desa Jiuli sambil mengurangi kecepatan laju kudanya , mereka berlima sangat bersyukur karena melihat desa ini masih aman tidak ada bekas penyerangan sama sekali .


Sesampainya di rumah kepala desa Jiu Lang kemudian mereka langsung melompat turun dari kuda , lalu mengikat kuda mereka pohon yang ada di halaman rumah kepala desa Jiu Lang.


Shen Long dan kepala desa Jiu Lang yang melihat putri Xia Yue dan teman temannya telah kembali ke desa ini kemudian langsung keluar rumah untuk menyambut mereka.


.


.


...~ bersambung ~...