Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 134 : Ibu Lian Xhie telah siuman.



.


.


Tetua ini langsung duduk di ruang tamu setelah diaken Lian Hua telah mempersilahkan duduk .


Diaken Lian Hua melihat tetua ini kekuatan nya hanya di tingkat Spiritualis Level 4 tahap awal saja sehingga dia nanti bisa menangkapnya di sini jika dia adalah adalah alkemis yang berkerja sama dengan kepala desa Liu Wang , lalu Diaken Lian Hua langsung memulai pembicaraannya.


'' Kenalkan namaku adalah Lian Hua , aku adalah anak pertama dari ibu Lian Xhie , kalau boleh tahu ada apa paman ke rumahku ini...?''


'' Namaku adalah Liu Cong , aku adalah seorang alkemis yang di sewa oleh kepala desa Liu Wang untuk mengobati ibu Lian Xhie...''


'' Jadi paman Liu Cong adalah alkemis yang selalu mengobati ibuku , aku sebelumnya terima kasih banyak kepada paman Liu Cong telah bersedia mengobati ibuku , tapi kenapa paman Liu Cong terlambat datang ke sini sehingga tubuh ibuku sekarang sangat lemah , seandainya aku memiliki koin emas yang cukup banyak pasti akan memanggil tabib ke rumah ini untuk segera mengobati ibuku . Sayang nya aku tidak memilikinya , sekarang aku minta kepada paman untuk menyerahkan pil atau minuman untuk mengobati ibuku...''


'' Aku akan mengobatinya sendiri karena nona Lian Hua tidak mengerti tehnik pengobatan , nanti justru membahayakan kesehatan ibu Lian Xhie...''


'' Tidak apa apa paman , ini adalah saatnya aku mengobati ibuku dengan tanganku sendiri , karena aku ini adalah anak yang durhaka tidak pernah pulang sama sekali ketika ibu sedang sakit keras seperti ini , jadi paman mohon pengertiannya karena ini adalah saatnya aku menebus kesalahanku selama ini....'' ucap Diaken Lian Hua memelas , agar alkemis Liu Cong ini mau memberikan pil atau cairan yang biasanya di berikan kepada ibunya .


Kemudian alkemis Liu Cong mengeluarkan 1 botol kecil lalu di letakkan di atas meja.


Putri Xia Yue yakin itu adalah racun tanpa warna , berarti dungannya tidak salah kalau alkemis ini bekerja sama dengan kepala desa Liu Wang.


'' Itu adalah cairan untuk menetralkan racun di dalam tubuh ibu Lian Xhie, cairan ini harus di minumkan dalam sekali minum saja agar kesehatan ibu nona Lian Hua segera pulih kembali...''


'' Terima kasih paman Liu Cong, apakah paman masih memiliki cairan seperti ini , karena aku ingin membelinya untuk di minuman setiap harinya agar ibuku cepat pulih kembali...''


'' Maaf nona Lian Hua , cairan itu sangat terbatas dan sangat susah di buat , karena bahan bahannya sangat langka , jadi aku hanya membawa itu saja...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung memberikan cairan itu kepada putri Xia Yue untuk di periksanya .


'' Nona Lian Hua, apa maksudmu memberikan cairan yang sangat berharga itu kepada nona ini , apakah kamu meragukan kemampuan alkemis ku...?''


Diaken Lian Hua memberi kode kepada nona Yuan Liyie untuk segera menutup pintunya .


Sehingga alkemis Liu Cong sedikit berhati-hati apakah penyamarannya selama ini akan terbongkar hari ini .


'' Bagaimana Yue'er, apakah cairan itu memang benar adalah obat penawar...?''


'' Bukan Diaken Lian Hua , melainkan ini adalah racun tanpa warna...''


'' Bagus bagus , ternyata kamu adalah seorang pembunuh yang sengaja meracuni ibuku , aku yakin kamu selama ini bekerja sama dengan kepala desa Liu Wang untuk terus meracuni ibuku....?'' ucap Diaken Lian Hua sambil mengeluarkan aura intimidasinya yang di tujukan kepada alkemis Liu Cong yang telah mengeluarkan pedangnya .


Putri Xia Yue dan nona Xia Junsu langsung mengeluarkan senjata mereka masing masing untuk menyerang alkemis Liu Cong .


Putri Xia Yue langsung mengendalikan pusaka Bulan Bintang yang terus berputar-putar di depan wajah alkemis Liu Cong, sedangkan tombak nona Xia Junsu langsung di arahkan di leher alkemis Liu Cong yang sudah siap menusuknya kapan saja dengan jarak 1 inci saja .


Sehingga alkemis Liu Cong langsung ketakutan karena tubuhnya tidak bisa di gerakkan lagi terkena aura intimidasi diaken Lian Hua , belum lagi dia melihat pusaka bulan bintang dan tombak yang sudah siap menusuk lehernya nya .


'' Tolong ampuni aku nona....'' ucap alkemis Liu Cong sambil membungkuk .


'' Sekarang katakanlah siapa kamu sebenarnya dan apa tujuan kepala desa Liu Wang meracuni ibuku secara terus menerus....?''


'' Baiklah aku akan mengatakannya , tapi hilangkan dulu aura intimidasi nona Lian Hua ini dulu agar aku bisa bergerak bebas ...''


'' Jangan Diaken Lian Hua, alkemis gadungan ini harus minum pil ini dulu....'' ucap putri Xia Yue sambil meletakan botol pil berisi pil Penjerat Hati .


'' Cepat minumlah pil itu kalau kau masih sayang nyawamu...'' ucap Diaken Lian Hua penuh dengan penekanan .


Sehingga alkemis Liu Cong langsung mengerakkan tangannya untuk untuk mengambil botol pil itu , lalu membuka tutupnya dan langsung menelan pil nya .


Melihat alkemis Liu Cong telah menelan pil itu kemudian putri Xia Yue dan nona Xia Junsu menarik pusaka mereka masing masing.


'' Tadi yang kamu telan adalah pil Penjerat Hati yang telah aku campurkan dengan darahku , sekarang kau sama saja telah menjadi budakku , jadi kamu harus mengatakan siapa kamu sebenarnya dan apa tujuan kepala desa Liu Wang meracuni ibu Lian Xhie, aku yakin dia mengincar sesuatu yang tersembunyi di desa ini sehingga dia sampai rela membunuh kepala desa sebelumnya , tapi jika penjelasanmu tidak memuaskan ku maka jangan salahkan aku yang akan bertindak lebih kepadamu ...''


Kemudian alkemis Liu cong langsung mengatakan siapa dia sebenarnya , ternyata alkemis Liu Cong ini memang benar adalah bawahan dari kepala desa Liu Wang , dia sebenarnya bukan lah seorang alkemis karena dia adalah warga biasa saja , tapi alkemis Liu Cong tidak mengetahui apa sebenarnya yang di incar oleh kepala desa Liu Wang .


'' Kalau begitu aku akan tetap membunuhmu di sini karena kamu tidak bisa memuaskan hatiku , percuma aku memberimu kesempatan hidup lagi tapi kamu tidak memiliki informasi apa apa untuk kami ...'' Ucap putri Xia Yue.


'' Maafkan aku nona tolong ampuni aku , karena aku memang tidak tahu apa apa tentang kepala desa Liu Wang , aku rela menjadi budak nona atau melakukan apa saja asal jangan membunuhku ...'' Ucap alkemis Liu Cong sambil bersujud di lantai .


Kemudian Diaken Lian Hua memutuskan untuk mengikat alkemis Liu Cong ini dulu sambil menunggu ibunya siuman , mereka memasukkan alkemis Liu Cong ke dalam sebuah kamar yang tidak terpakai lalu mengikat tangan dan kakinya ke sebuah tiang .


Lalu mereka berkumpul di kamar ibu Lian Xhie, setelah masuk ke dalam kamar ternyata ibu Lian Xhie telah siuman sehingga diaken Lian Hua dan nona Lian Xielin langsung memeluknya sambil menangis haru.


'' Ibu akhirnya kamu sekarang sudah sembuh , aku sangat senang melihatnya...'' ucap nona Lian Xielin.


'' Iya putriku , terima kasih kalian sudah merawat ku selama aku sakit...'' Ucap ibu Lian Xhie sambil mengusap kepala kedua putrinya.


'' Sekarang minumlah pil ini agar tubuh ibu lebih segar....'' ucap diaken Lian Hua sambil memberikan pil yang tadi di buatkan oleh putri Xia Yue.


Kemudian ibu Lian Xhie langsung menelan pil itu , lalu diaken Lian Hua langsung mengenalkan para murid muridnya bahwa para murid-muridnya yang membantu kesembuhan ibunya .


Setelah selesai berkenalan kemudian diaken Lian Hua langsung mengintrogasi ibunya kenapa bisa kepala desa Liu Wang membunuh ayahnya dan meracuni ibunya sampai seperti ini .


Ibi Lian Xhie langsung menceritakan apa sebenarnya yang di incar oleh kepala desa Liu Wang yaitu ruang bawah tanah yang tersembuyi di bawah bangunan Balai desa Lianzhi.


.


.


...~ bersambung ~...