Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 143 : Ingin Berhenti Menjadi Diaken Pembimbing .



.


.


Setelah memberi penjelasan kemudian para warga desa dan para penjaga gerbang langsung meminta Diaken Lian Hua yang menjadi Kepala Desa untuk mengantikan kepala desa Liu Wang.


Diaken Lian Hua sangat terkejut dan bingung harus berkata apa , karena dia tidak mungkin langsung berhenti menjadi Diaken di akademi Tian Zhong .


'' Maaf untuk saat ini aku masih belum bisa menjadi pemimpin di desa ini , karena aku harus berpamitan dulu di akademi Tian Zhong...''


'' Itu berarti diaken Lian Hua mau menjadi kepala desa di desa ini...'' ucap salah satu warga .


'' Ya aku mau , tapi tolong berilah aku waktu untuk mempersiapkan semuanya . Untuk sementara waktu biar desa ini di pimpin oleh alkemis Liu Cong ini dulu , nanti jika urusanku telah selesai di akademi Tian Zhong maka aku akan langsung pulang kembali ke desa ini...''


Para warga desa Lianzhi sangat lega mendengar diaken Lian Hua mau menjadi kepala desa , karena mereka sangat yakin Diaken Lian Hua pasti bisa membawa desa ini menjadi desa yang sangat maju .


Apalagi jika Diaken Lian mau mengajari para anak anak di desa ini ilmu bela diri seperti di akademi Tian Zhong, pasti desa ini akan melahirkan para jenius jenius bela diri .


Kemudian para warga langsung membubarkan diri untuk kembali ke rumah mereka masing masing .


Di sana sekarang hanya tinggal 8 penjaga gerbang dan alkemis Liu Cong saja .


Kemudian diaken lian Hua langsung mengajak mereka semua masuk ke dalam , lalu mereka duduk di lantai yang ada di aula balai desa Lianzhi.


Kepala desa Liu Wang melihat mereka dengan tatapan penuh dengan permusuhan .


Apalagi putri Xia Yue tadi mengatakan kalau dirinya telah meminum pil perbudakan .


'' Alkemis Liu Cong , untuk sementara waktu aku percayakan desa ini kepadamu . Nanti setelah urusanku telah selesai maka aku akan langsung kembali ke desa ini lagi...''


'' Iya nona Lian Hua ....''


'' Liu Cong , kau telah menghianati ku . Kita harus bekerja sama untuk mendapatkan harta di .....


Belum selesai menyelesaikan kata katanya alkemis Liu Cong merasakan sakit panas yang luar biasa .


'' Arghhhhh...panas...arghhh...'' teriak alkemis Liu Cong sambil memegang dadanya .


Diaken Lian Hua dan para muridnya tahu kalau kepala desa Liu Wang jiwanya telah terbakar akibat ingin mengungkapkan rahasia yang ada di dalam ruang bawah tanah di bawah balai desa ini .


Setelah 2 menit berlalu kepala desa Liu Wang langsung mati seketika dengan kondisi kulit tubuhnya melepuh seperti telah terbakar sesuatu yang sangat panas .


'' Alkemis Liu Cong , apakah kamu mengerti kenapa kepala desa Liu Wang tiba tiba mati seperti ini...?''


'' Aku tidak tahu nona Lian Hua....''


'' Dia mati akibat jiwanya telah terbakar , karena sebelumnya dia telah menelan pil penjerat hati buatan muridku ini . Nasibmu juga begitu jika kamu tidak mau mendengar apa yang aku ucapkan atau menghianatiku , karena kamu juga telah menelan pil yang sama ...''


'' Iya nona Lian Hua , aku tidak akan berani menghianati mu . Aku bisa hidup tenang saja itu sudah lebih dari cukup bagiku asalkan bisa berkumpul bersama keluargaku lagi tanpa ada ancaman dari pihak manapun ...''


'' Baiklah kalau begitu kamu segeralah pulang untuk menemui keluargamu dulu , nanti jika sudah selesai kamu segeralah kembali ke sini lagi...''


'' Terima kasih nona Lian Hua , kalau begitu aku mohon pamit...''


Kemudian alkemis Liu Cong langsung pergi dari sana .


'' Bagaimana dengan kalian ini , apakah kalian masih mau menjadi penjaga keamanan desa ini...?''


'' Ya , kami mau nona Lian Hua...''


'' Kami mendapat bayaran 3 koin emas saja nona...''


'' Apakah itu sudah cukup...''


'' Cukup nona Lian Hua , hanya saja kami tidak bisa membeli pil untuk putra putri kami karena hanya cukup untuk makan sehari hari saja...''


'' Nanti setelah aku sudah menjadi kepala desa semoga saja aku bisa menaikkan bayaran kalian dan bisa mencukupi kebutuhan pil untuk para pemuda di desa ini...''


'' Aku sangat senang mendengarnya...''


'' Tapi ada satu syaratnya , aku ingin kalian juga meminum pil Penjerat Hati sama seperti alkemis Liu Cong. Tapi kalian tenang saja tidak perlu takut kalian akan bernasib sama seperti kepala desa Liu Wang ini , asal kan kalian tidak menghianatiku...''


'' Maaf nona Lian Hua , kalau kami minum pil itu juga berarti kami tidak bisa bebas lagi melakukan apa saja . Karena pil itu akan mengendalikan pikiran kami ...''


Kemudian putri Xia Yue langsung menyela pembicaraan diaken Lian Hua dan penjaga gerbang ini .


'' Maaf paman , aku adalah alkemis yang membuat pil itu . Paman tidak akan terpengaruh sama sekali setelah meminum pil itu , tapi pil itu akan bereaksi jika paman ingin berkhianat atau melanggar apa yang di larang orang Diaken Lian Hua....''


'' Jadi seperti itu , baiklah kalau begitu kami semua mau meminum pil itu . Karena pil ini sebenarnya adalah pil yang sangat baik agar kami menjadi orang yang lebih baik lagi...''


'' Benar paman...''


'' Kalau begitu sekarang tolong kuburkan jasad kepala desa Liu Cong dan istrinya itu dulu , besok aku akan memberikan pil itu kepada kalian semua ....''


'' Iya nona Lian Hua , kami mohon pamit...''


'' Silahkan...''


Kemudian para penjaga gerbang ini langsung berdiri lalu membagi tugas untuk mengubur jasad kepala desa Liu Wang dan istrinya.


Sekarang yang ada di sana hanya tinggal Diaken Lian Hua , ibu Lian Xhie , nona Lian Xielin , putri Xia Yue dan ketiga rekan rekan rekanya .


Kemudian Diaken Lian Hua langsung meminta maaf kepada para muridnya kalau sebentar lagi tidak bisa mendampingi mereka dalam misi lagi .


'' Tidak apa apa Diaken Lian Hua , urusan di desa ini jauh lebih penting dari pada di akademi Tian Zhong. Lagi pula kami sebentar lagi juga sudah menjadi murid pelataran murid dalam setelah menyerap efek pil Nirwana Spiritual , karena kami akan meningkatkan kekuatan kami secara besar-besaran...'' ucap putri Xia Yue.


'' Benar Diaken Lian Hua , kami berempat akan selalu kompak dan semangat meningkatkan kekuatan kami bersama sama meskipun tidak ada Diaken Lian Hua di samping kami...'' ucap nona Yuan Liyie.


'' Terima kasih kalian berempat sudah mau mengerti kepada ku...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung menceritakan kepada para muridnya kalau dia ingin membangun desa ini dengan koin emas yang dia dapatkan dari ruang bawah tanah ini .


Nanti diaken Lian Hua juga ingin melatih para pemuda di desa ini dan menerima murid dari luar desa ini agar tidak perlu jauh jauh belajar di akademi Tian Zhong.


Setelah selesai bercerita di sana kemudian putri Xia Yue langsung membuat pil penjerat hati untuk diaken Lian Hua .


Agar nanti para bawahanya tidak ada yang menghianati nya ketika Diaken Lian Hua menjadi kepala desa Lianzhi ini .


Sambil menunggu putri Xia Yue memurnikan pil kemudian diaken Lian berkeliling balai desa ini bersama adiknya , agar dia mengenali balai desa ini yang akan menjadi tempat nantinya dia tinggal .


Diaken Lian Hua memasuki seluruh sudut di balai desa ini sambil berbincang bincang bersama adiknya mengenai harta yang dia temukan di ruang bawah tanah.


.


.


...~ bersambung ~...