
.
.
Akibat ledakan bola energi ini tangan Patriak Xia Leitian yang memegang pedang langsung kebas dan kaku , karena kekuatan Patriak Xia Leitian hanya berada di tingkat Spritualitas level 4 tahap Awal saja .
Patriak Xia Leitian selama ini tidak terlalu berambisi untuk meningkatkan kekuatannya , karena dia menghabiskan koin emasnya hanya untuk pergi ke rumah bordil saja .
'' Bajingan , kenapa serangan ****** ini sangat kuat , aku tidak boleh gegabah , lebih baik aku menyewa pembunuh bayaran atau meminta bantuan putri ku Wan'er saja....'' batin Patriak Xia Leitian.
'' Kenapa kau hanya diam saja paman , tunjukan ketegasanmu sebagai seorang Patriak , bagaimana bisa seorang Patriak sangat lemah seperti paman ...? ucap putri Xia Yue sambil mengeluarkan pusaka Bulan Bintang yang terus berputar putar di samping tubuhnya .
Patriak Xia Leitian sangat geram di katakan kalau dirinya lemah , tapi sekarang dia harus menolong Xian'er dulu sehingga patriak Xia Leitian memilih tunduk dulu kepada putri Xia Yue , apalagi melihat pusaka berputar putar di samping tubuh putri Xia Yue, karena Patriak Xia Leitian merasakan pusaka itu sangatlah kuat.
'' Maafkan kami putri Xia Yue, kami memang bersalah , kami berdua memang pantas di hukum karena telah melawan anda ...'' ucap Patriak Xia Leitian berpura pura takut kepada putri Xia Yue.
'' Sekarang kalian berdua pergilah dari sini , karena aku sudah muak melihat wajah kalian berdua , aku masih memaafkan perbuatan kalian , tapi jika kalian mengulangi nya lagi aku tidak akan segan segan untuk membunuh kalian berdua...''
Kemudian patriak Xia Leitian langsung menarik tubuh putrinya yang sedang menangis karena wajahnya sekarang berlumuran darah akibat cakaran Mao Li yang sangat dalam dan perih .
Mereka berdua keluar dari sana dengan perasaan yang sangat geram , tapi Patriak Xia Leitian memilih menahan amarahnya karena dia harus menyewa pembunuh bayaran dulu agar malam ini bisa mengekskusi putri Xia Yue .
Setelah Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian pergi kemudian putri Xia Yue langsung menyimpan pusaka bulan bintangnya , lalu memangil Shen Long lewat bandul nya .
'' Shen Long...'' ucap putri Xia Yue berbicara di dekat bandul yang ada di tangannya.
Setelah beberapa saat di sana tiba tiba muncul cahaya putih yang langsung berubah menjadi Shen Long.
'' Ada apa Yue'er, apa kau perlu bantuanku....?
'' Tidak Shen Long, sebentar lagi sudah sudah sore hari , nanti malam kau tidur di mana...?
'' Kamu tidak perlu memikirkan aku tidur di mana , karena aku bisa tidur di mana saja...''
'' Aku ingin malam ini kamu tidur di sini saja Shen Long , tapi kamu tidur di ruang tamu ini saja , karena kamar di rumah ini hanya satu saja...''
'' Iya tidak masalah Yue'er...''
'' Baiklah kalau begitu aku ingin ke dapur dulu untuk berkenalan dengan pelayan baru klan ini...''
Kemudian putri Xia Yue keluar dari sana lalu berjalan menuju dapur , putri Xia Yue juga ingin memastikan para tetua di klan ini , apakah mereka bersekongkol dengan Patriak Xia Leitian atau tidak , secepatnya putri Xia Yue ingin Patriak Xia Leitian turun jabatan
karena menurut putri Xia Yue Patriak Xia Leitian sudah tidak layak menjadi Patriak di klan ini .
Mengingat dia dulu berencana membunuhnya dan bersekongkol dengan Patriak Xia Cheng dari pusat.
Setelah 5 menit berlalu putri Xia Yue sampai di dapur , kemudian putri Xia Yue langsung menyapa pelayan baru yang sedang membersihkan meja dapur .
'' Bibi...'' sapa putri Xia Yue.
'' Iya , anda siapa nona ....?
'' Namaku adalah Xia Yue dari klan pusat , biasanya para tetua di sini memanggilku putri Xia Yue , karena aku adalah tuan putri pertama di klan pusat , aku yakin bibi sudah pernah mendengar namaku dan berita tentangku , tapi semua berita tentangku itu hanyalah berita bohong , karena ada seseorang yang sengaja menyebarkan berita bohong ini untuk menggagalkan kontrak pernikahan ku dengan putra mahkota ....'' ucap putri Xia Yue menjelaskan.
'' Iya putri Xia Yue , sebenarnya aku juga tidak percaya mendengar berita seperti ini , karena tidak mungkin seorang putri dari klan besar melakukan tindakan seperti ini , kenalkan nama ku adalah Wan Liyie berasal dari kota ini , aku sangat senang bisa berkenalan dengan putri Xia Yue...''
'' Iya terimakasih bibi Liyie , apakah bibi sudah lama bekerja di sini...?
'' Cukup lama juga ternyata , berarti bibi sedikit tahu seluk beluk yang terjadi di klan ini , bolehkah aku bertanya sesuatu kepada bibi...?
'' Silahkan putri Xia Yue, akan menjawab semua pertanyaan putri Xia Yue, asalkan aku mengetahuinya...''
'' Aku tadi sudah berjalan di lorong lorong bangunan klan ini , tapi kenapa aku tidak menemui para tetua klan ini , apakah bibi tahu kemana mereka semua ...?
'' Enam bulan yang lalu sepertinya mereka berselisih dengan Patriak Xia Leitian, tapi aku tidak tahu ada permasalahan apa , sehingga para tetua ini satu persatu meninggalkan klan ini ...''
'' Iya tidak apa apa bibi , terima kasih atas informasinya , kalau begitu aku mohon pamit kembali ke rumah tamu , karena guruku sedang menunggu ku di sana , sekarang lanjutkan pekerjaan bibi lagi...''
'' Iya putri Xia Yue...''
Kemudian putri Xia Yue langsung berjalan menuju rumah tamu , putri Xia Yue yakin para tetua klan ini sebelumya pasti menyelidiki dirinya , sehingga mereka berselisih dengan Patriak Xia Leitian.
.
****
.
Berpindah di rumah patriak Xia Leitian.
Setelah sampai di rumahnya kemudian Patriak Xia Leitian langsung duduk di ruang tamu , sedangkan nona Xia Xian langsung masuk ke dalam kamar sambil memegangi wajahnya dengan kedua tangannya karena sangat perih , nona Xia Xian ingin melihat wajahnya di cermin yang ada di dalam kamarnya.
Setelah melihat di cermin , nona Xia Xian sangat terpukul , karena wajahnya sudah tidak cantik lagi di karenakan banyak bekas cakaran Mao Li yang membekas seperti garis garis merah yang sangat banyak .
'' Kau harus membayar tindakan mu ini putri Xia Yue, hari ini kau harus di lenyapkan bersama kucing sialan itu....'' ucap nona Xia Xian sangat geram .
Kemudian nona Xia Xian langsung keluar kamar untuk menemui ayahnya.
'' Ayah , lihatlah wajahku ini , ayah harus membayar mahal perbuatan putri Xia Yue dan kucing sialan itu....'' ucap nona Xia Xian sambil memperlihatkan wajahnya yang penuh dengan luka cakaran .
'' Kamu tenang saja Xian'er, sekarang kau obati dulu wajah cantikmu itu , setelah ini ayah akan ke markas pembunuh bayaran , ayah akan menyewa pembunuh bayaran yang memiliki kekuatan lebih tinggi dari ayah , karena aku tadi merasakan kekuatan tembakan bola energi putri Xia Yue sangat kuat , aku sangat penasaran kenapa putri Xia Yue tiba tiba memiliki kekuatan , padahal hanya satu tahun saja dia sudah memiliki kekuatan yang bisa membuat tangan ayah kebas...''
'' Iya ayah , aku ingin ayah nanti juga menyingkirkan kucing sialan itu , karena kucing itu yang membuat wajahku sampai seperti ini...''
'' Kalau begitu aku akan ke markas pembunuh bayaran dulu , kamu beristirahatlah di sini agar luka cakaran itu segera pulih....''
'' Iya ayah , ayah harus menyewa orang yang sangat kuat , agar pembunuhan kita kali ini tidak gagal ...''
Kemudian patriak Xia Leitian langsung keluar dari rumahnya lalu berjalan dengan satai menuju gerbang klan , setelah sampai di sana kemudian Patriak Xia Leitian menyapa kedua penjaganya .
'' Jangan biarkan siapapun keluar masuk klan ini , pastikan putri Xia Yue tetap ada di klan ini , karena aku ingin pergi sebentar....''
'' Iya Patriak kami mengerti...''
Kemudian patriak Xia Leitian langsung berlari menuju markas pembunuh bayaran yang ada di pinggiran kota Fengluo ini .
.
.
...~ bersambung ~...