
.
.
Kemudian Shen Long dan putri Xia Yue langsung duduk di ruang tamu untuk berdiskusi di sana.
'' Yue'er, sepertinya nona Xia Wan adalah orang yang bijaksana dan tidak mudah marah , aku benar benar salut kepadanya , karena dia masih bisa menahan amarahnya meskipun tahu dantian ayahnya telah hancur...''
'' Benar Shen Long, mungkin dia sudah sering menghadapi masalah seperti ini , sehingga dia tidak mau gegabah dalam bertindak, aku juga salut kepadanya karena berbanding terbalik dengan adiknya , tapi ada satu yang mengganjal di pikiranku...''
'' Memangnya apa itu Yue'er...?
'' Aku penasaran dengan calon suaminya kakak Wan'er tadi , aku yakin dia tidak akan tinggal diam ketika tahu dantian adiknya telah hancur , karena aku yakin tuan muda Jun Xiao tadi masih saudara dengan calon suaminya kakak Wan'er , karena wajah mereka hampir mirip...''
'' Kalau dia tidak terima itu wajar saja Yue'er, tapi mau bagaimana lagi karena itu adalah konsekwensinya tidak bisa menahan amarahnya , tapi itu adalah kebiasaan setiap klan , para tuan muda dan nona muda setiap klan rata rata memiliki sifat seperti itu , karena mereka terlalu sering di manja dan bergelimangan harta , sehingga mereka tidak mau jika merasa tersaingi atau di rendahkan oleh klan klan lain ...''
'' Kurasa itu juga faktor mereka suka menyombongkan diri , Shen Long , kamu sekarang berjaga lah di sini , karena aku ingin membuat pil penyembuhan , agar jika aku dalam pertarungan seperti tadi bisa langsung meminumnya ketika aku membutuhkannya...''
'' Iya , kamu tenang saja , aku akan selalu menjagamu di sini ...''
Kemudian putri Xia Yue langsung duduk di lantai , lalu mengeluarkan tungku alkemisnya dan bahan bahan untuk membuat pil penyembuhan .
.
****
.
Berpindah di rumah Patriak Xia Leitian.
Setelah sampai di rumah ayahnya kemudian nona Xia Wan dan tuan muda Jun Liyao langsung masuk ke dalam , dia melihat ayahnya masih belum sadar juga , adiknya juga sedang tertidur di dada ayahnya .
'' Kakak Jun Liyao'er, kakak tunggu di sini dulu , aku akan masuk ke dalam kamar ku dulu....''
'' Iya Wan'er silahkan....''
Kemudian nona Xia Wan langsung keluar dari kamar ayahnya lalu berjalan masuk ke dalam menuju kamarnya yang sudah lama tidak di tempati , tapi ketika akan masuk ke kamarnya nona Xia Wan sekilas melihat ada dua orang di kamar adik Xian'er yang berbaring di atas tempat tidur adiknya , karena kebetulan kamar milik adik Xian'er pintunya terbuka , kemudian nona Xia Wan langsung masuk ke dalam kamar adiknya untuk menyelidikinya , nona Xia Wan sangat terkejut melihat dua pria memakai pakaian serba hitam ini sedang pingsan dengan kondisi dantianya telah hancur seperti yang di alami oleh ayahnya .
'' Ternyata putri Xia Yue tidak membohongiku , aku yakin kedua pria ini adalah pembunuh bayaran yang sudah di sewa ayah tadi malam untuk membunuh putri Xia Yue , lagipula ini adalah kamar pribadi adik Xian'er , tidak mungkin adik Xian'er menyembuyikan pria seperti ini di dalam kamar pribadinya ...'' batin nona Xia Wan .
Kemudian nona Xia Wan langsung keluar dari sana lalu menutup pintunya , kemudian berjalan ke kamar ayahnya lagi .
Setelah sampai di sana kemudian nona Xia Wan langsung mengeluarkan 1 pil Pemulihan yang dia miliki lalu meminumkannya kepada ayahnya agar segera sadar kembali .
Nona Xia Wan ingin ayahnya segera sadar dan mengali informasi darinya tentang semua keterlibatan ayahnya yang ingin membunuh putri Xia Yue.
Setelah 30 menit berlalu ayahnya akhirnya sadar juga , kemudian Patriak Xia Leitian membuka matanya dengan kondisi tubuhnya sangat lemah .
Kemudian patriak Xia Leitian langsung membangunkan nona Xia Xian yang sedang ketiduran di dadanya .
'' Akhirnya ayah sadar juga...'' ucap nona Xia Xian sambil membantu ayahnya agar bangun dari tidurnya.
'' Ternyata kau sudah kembali Wan'er...'' ucap Patriak Xia Leitian lirih .
'' Iya ayah , ayah jangan banyak bicara dulu , sekarang pulihkan dulu kondisi ayah...''
'' Tidak apa apa Wan'er , kalau hanya berbicara saja aku masih kuat ...''
'' Baiklah kalau begitu , kenalkan ini adalah calon suamiku , namanya adalah Jun Liyao, maaf aku baru hari ini bisa mengenalkan kakak Jun Liyao'er kepada ayah...'' ucap nona Xia Wan mengenalkan calon suaminya yang duduk di kursi yang ada di sudut kamar.
'' Salam ayah Leitian...''
'' Salam juga Jun Liyao'er...''
Kemudian patriak Xia Leitian langsung mengalihkan wajahnya lagi ke nona Xia Wan lagi .
'' Tidak apa apa Wan'er, ayah bisa mengerti , karena ayah sudah tahu kalau kamu fokus untuk meningkatkan kekuatan mu...''
'' Terima kasih atas pengertiannya ayah , aku turut prihatin atas kejadian yang menimpa ayah , sekarang ceritakan semua kejadian yang menimpa ayah hingga dantian ayah sampai hancur begini...''
Kemudian Patriak Xia Leitian memberi kode kepada nona Xia Xian terlebih dahulu , karena Patriak Xia Leitian yakin pasti nona Xia Xian sudah menceritakan kejadian ini atau menutupinya.
'' Kakak Wan'er , apakah kakak Wan'er masih tidak percaya kepadaku , aku sudah katakan kepada kakak kalau masalah ini berawal dari putri Xia Yue yang merusak wajah ku , sehingga ayah langsung menegur putri Xia Yue...'' ucap nona Xia Xian menjelaskan agar ayahnya juga tahu kalau dirinya telah menutupi kejadian ini .
'' Diam kau adik Xian'er, aku ingin meminta penjelasan dari ayah sendiri....''
'' Adik kamu benar Wan'er, ini berawal dari masalah adikmu ini , aku ingin meminta pertanggung jawaban putri Xia Yue karena telah merusak wajah adikmu ini...'' ucap Patriak Xia Leitian membenarkan ucapan nona Xia Xian.
Nona Xia Wan'er masih bisa menahan amarahnya mendengar ayahnya masih menutupi kejadian ini darinya .
'' Ayah , aku ini sudah dewasa , jadi aku tidak mau di bohongi oleh ayah dan adik Xian'er, aku ingin ayah ceritakan kepadaku tentang kejadian yang sebenarnya , aku akan menghormati orang yang berkata jujur dan mengakui kesalahannya , dari pada berbohong dan memutar balikan fakta....''
'' Maksud kamu apa Wan'er, ayah tidak mungkin membohongimu , kau harus membalaskan dendam ku ini kepada putri Xia Yue...''
'' Baiklah aku pasti akan membalaskan dendam ayah dan dendam adik Xian'er, tapi sebelum itu aku ingin ayah menjelaskan tentang dua pria yang ada di kamar adik Xian'er dulu , siapa kedua pria itu sebenarnya....''
'' Itu adalah teman baik ayah , mereka berdua ingin menolong ayah ketika ayah bertarung dengan putri Xia Yue...'' ucap nona Xia Xian.
'' Adik Xian'er, aku ingin penjelasan dari ayah , jadi kamu jangan bicara lagi...'' ucap nona Xia Wan sangat kesal melihat adiknya masih berusaha menutupi kejadian ini .
'' Adik mu benar Wan'er, kedua pria di dalam adalah teman baik ayah , tapi mereka berdua bernasib sial karena dantianya juga telah di hancurkan oleh putri Xia Yue, tapi yang menghacukan dantian ayah dan kedua teman ayah sebenarnya adalah orang lain yaitu guru putri Xia Yue , jadi kau harus berhati hati dengan putri Xia Yue...''
'' Tapi putri Xia Yue mengatakan kalau kedua pria berbaju hitam yang ada di kamar adik Xian'er adalah pembunuh bayaran yang sudah ayah sewa untuk membunuh putri Xia Yue tadi malam , aku sudah tahu masalah yang sebenarnya ayah , kalau ayah mendapat perintah dari Patriak Xia Cheng dari klan pusat untuk membunuh putri Xia Yue....''
Patriak Xia Leitian dan nona Xia Xian langsung terdiam ternyata nona Xia Wan sudah tahu masalah yang sebenarnya .
.
.
...~ bersambung ~...