
.
.
Setelah menghabiskan waktu di kedai hampir 2 jam , ternyata informasi tentang putri Xia Yue sudah tersebar di kota ini sama seperti yang di katakan oleh tetua Xia Yaoyan tadi .
Karena semua orang di kota ini mencibir perbuatan putri Xia Yue yang menjadi aib bagi klan Xia.
Leluhur Xin Feng sebenarnya sangat murka melihat putri Xia Yue telah kabur dari klan Xia dan ada seseorang yang menyebarkan berita ini , seandainya kekuatan leluhur Xin Feng telah pulih seperti sedia kala pasti leluhur Xin Feng akan memberi pelajaran kepada Patriak Xia Cheng, karena leluhur Xin Feng yakin Patriak Xia Cheng ada kaitannya dengan hilangnya putri Xia Yue.
Karena melihat dari sorot matanya tadi seperti menyembunyikan sesuatu darinya .
Kemudian leluhur Xin Feng memutuskan untuk pergi ke restoran yang ada di dekat kediamannya untuk mecari informasi di sana , karena dulu leluhur Xin Feng telah membeli sebuah rumah yang sangat besar di kota ini agar dia bisa menemui putri Xia Yue setiap harinya .
Karena bagaimana pun juga leluhur Xin Feng sudah menganggap putri Xia Yue seperti anaknya sendiri , apalagi kalau mengingat perjuangan kedua orang tuan putri Xia Yue yang rela mati demi membela kerajaan Xin Dong.
Setelah sampai di restoran yang ada di dekat kediamannya kemudian leluhur Xin Feng langsung masuk ke dalam restoran , lalu duduk di dekat jendela restoran sambil mengawasi lalu lalang para warga kota Xiang ini.
Leluhur Xin Feng memesan makanan ringan dan minuman sambil mendengar berita di kota ini .
.
****
Berpindah di tempat putri Xia Yue.
Setelah 2 jam berlalu akhirnya rombongan putri Xia Yue sampai di gebang barat kota Xiang , kemudian kusir kuda langsung menghentikan gerbongnya , karena perjanjian nya adalah mengantarkan sampai di gerbang kota Xiang .
Kemudian paman pemilik gerbong kereta langsung turun lalu berjalan ke pintu gerbong untuk mengabari nona Xia Wan.
'' Nona , sekarang kita sudah sampai di gerbang barat kota Xiang...'' ucap paman pemilik gerbong .
Mendengar telah sampai kemudian nona Xia Wan mengajak putri Xia Yue dan adiknya untuk keluar dari gerbong , kemudian nona Xia Wan langsung keluar dulu di ikuti oleh putri Xia Yue dan nona Xia Xian .
'' Terima kasih paman sudah mengantarkan kami sampai di kota ini...''
'' Iya nona sama sama , aku juga sangat berterima kasih karena nona berdua tadi sudah berusaha mati-matian mengalahkan ke empat bandit tadi , aku yakin hutan yang kita lewati tadi kedepannya pasti akan menjadi hutan yang aman , karena mereka berempat tadi adalah bandit bandit yang suka merampok orang yang lewat di sana ...''
'' Iya paman , paman tetap berhati hatilah...''
Kemudian paman pemilik gerbong ini juga berpamitan kepada Shen Long , lalu naik ke tempat kusir lagi lalu membawa gerbong kereta ke pinggir gerbang kota .
Karena harus menunggu pelanggan lagi yang mau mengunakan jasanya .
Sedangkan Shen Long langsung turun dari atas kuda lalu mengajak mereka bertiga masuk ke dalam kota , kemudian nona Xia Wan langsung menunjukan lencana akademi Tian Zhong dan membayar biaya masuk kota untuk mereka berempat .
Setelah membayar biaya masuk kemudian mereka berempat berjalan dengan santai menyusuri kota Xiang sambil berbingcang bincang .
Sedangan kuda milik nona Xia Wan mengikuti di belakang mereka berempat , nona Xia Wan sedikit penasaran melihat kuda miliknya menurut kepada tuan muda Shen Long layaknya hewan kontrak , diam diam nona Xia Wan sangat mengagumi guru sekaligus kekasih putri Xia Yue ini , karena masih muda sudah memiliki kekuatan di tingkat Spiritualis Ilahi.
Nona Xia Wan sedikit iri melihat keberuntungan yang dimiliki oleh putri Xia Yue , karena memiliki guru yang sangat kuat , di akademi Tian Zhong hanya ketua Dekan saja yang kekuatannya sudah berada di tingkat spiritualis Ilahi.
Tapi nona Xia Wan sadar diri , karena putri Xia Yue adalah seorang putri utama klan Xia , jadi wajar saja memiliki takdir yang lebih baik daripada dirinya .
Apalagi mengingat kedua orang tua putri Xia Yue adalah orang yang sangat berjasa untuk kerajaan Xin Dong .
****
'' Jangan dulu Shen Long, aku harus menemukan waktu yang tepat untuk mengungkap kebusukan mereka , kita cari rumah sewa saja dulu untuk di tempati sementara waktu , sambil aku mencari keberadaan kakek Xin Feng , karena aku ingin menagih janjinya waktu itu..''
'' Baiklah kalau begitu kita cari restoran saja dulu untuk sekedar makan dan beristirahat sambil mencari informasi rumah sewa yang ada di kota ini...''
Kemudian mereka mencari restoran yang ramai agar bisa mendapatkan informasi di kota ini .
'' Kakak Wan'er, apa rencana kakak hari ini , apakah kakak langsung kembali ke akademi Tian Zhong...?
'' Sepertinya begitu putri Xia Yue, tapi aku akan mengikuti kalian dulu sampai kalian menemukan rumah sewa , agar aku bisa menjenguk kalian setiap waktu...''
'' Kakak Wan'er bersabarlah , kita cari makan dulu , nanti kita tanyakan rumah sewa kepada para pengunjung yang ada di restoran....''
'' Apakah kamu perlu bantuanku , karena aku memiliki beberapa teman di kota ini...?
'' Iya kakak , nanti kita diskusikan lagi di restoran , aku berharap kita di restoran nanti mendapat informasi yang akurat sehingga langsung menemukan rumah sewa , tapi jika kita tidak mendapat informasi apa apa maka aku akan meminta bantuan kepada kakak Wan'er....''
Setelah satu jam berlalu mereka melihat ada sebuah restoran yang yang sangat besar dan ramai , kemudian Shen Long mengajak masuk ke dalam restoran ini karena di halaman restoran ini juga ada tempat untuk mengikat kuda .
Kemudian Shen Long mengikat dulu kudanya di bawah pohon yang ada di halaman restoran , setelah Shen Long selesai mengikat kudanya lalu mereka berempat berjalan masuk ke dalam restoran , lalu mereka berjalan ke meja yang ada di dekat jendela agar bisa makan sambil menikmati lalu lalang warga kota Xiang .
Ketika berjalan ke sana putri Xia Yue melihat ternyata di salah satu meja ada orang yang familiar di pikirsnnya , tapi kakek ini masih melihat ke arah jendela .
Kemudian putri Xia Yue berjalan mendekat , lalu menyapanya dengan sangat sopan agar mengetahui seperti apa wajahnya.
'' Bolehkah aku bergabung duduk di sini...?
Kemudian leluhur Xin Feng langsung mengalihkan pandangannya untuk melihat siapa yang menyapa nya.
Leluhur Xin Feng dan putri Xia Yue sangat terkejut .
'' Putri Xia Yue...''
'' Kakek Xin Feng....'' ucap mereka berdua hampir bersamaan.
'' Akhirnya aku bisa menemukanmu , kamu duduklah di sini ....'' ucap leluhur Xin Feng.
Kemudian putri Xia Yue mengajak mereka bertiga untuk bergabung duduk juga di sana .
Orang orang yang sedang menikmati makan langsung melihat ke arah mereka ketika mendengar nama putri Xia Yue.
Karena sangat penasaran seperti apa aib klan Xia ini , tapi setelah melihatnya ternyata putri Xia Yue ini sangat cantik dan anggun , mereka yang ada di sana merasakan putri Xia Yue ini ternyata memiliki aura kekuatan yang sangat kuat .
Padahal menurut rumor yang beredar putri Xia Yue hanyalah seorang sampah yang tidak bisa menyerap energi qi.
Para tuan muda yang ada di sana sangat menyangkan keputusan putri Xia Yue yang menjadi wanita penghibur di rumah bordil yang ada di kota Fengluo .
.
.
...~ bersambung ~...