Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 137 : Berhasil membuka Ruang Bawah Tanah.



.


.


Kedua penjaga ini sangat senang malam malam begini ada seorang gadis yang sangat cantik datang ke sana sambil membawa botol arak , mereka berdua yakin kalau gadis ini adalah seorang wanita penghibur sehingga berani keluar malam malam begini.


'' Ada perlu apa kamu malam malam begini datang ke balai desa ini...?''


'' Aku mau mencari teman untuk menghabiskan arak ini , apakah paman mau menemaniku.? karena aku ingin melupakan sejenak semua masalah yang telah menimpaku...?'' Ucap putri Xia Yue berbohong sambil menunjukan botol arak di tangannya.


Kedua penjaga ini matanya langsung berbinar mendengar apa yang telah di ucapkan oleh gadis ini , karena itu adalah suatu keberuntungan untuk mereka berdua .


'' Ya , kami pasti mau menemanimu . Kalau begitu mari masuk ke dalam pos dulu karena di luar udaranya sangat dingin...''


'' Tapi paman jangan berbuat macam macam kepadaku karena aku hanya ingin minum saja , apakah benar orang yang telah minum arak bisa melupakan masalah nya...?''


'' Ya benar , nanti setelah kamu minum arak itu maka kamu bisa membawamu ke surga . Nanti jika kamu masih kurang maka kami akan membeli nya lagi untukmu ...''


Kemudian penjaga ini langsung masuk ke dalam pos penjaga , sedangkan putri Xia Yue duduk di depan pintu agar tetap aman .


'' Kenapa kau duduk di situ...? Mari silahkan masuk agar kamu tidak kedinginan...''


'' Aku di sini saja paman , karena aku ingin menikmati suasana malam di sini . Nanti jika aku kedinginan maka langsung masuk ke dalam , sekarang tolong ajari aku meminum arak ini karena aku baru pertama kali minum arak seperti ini...''


Kemudian kedua penjaga ini langsung duduk di dekat pintu pos penjaga untuk mendekati putri Xia Yue sambil membawa gelas kosong , mereka duduk sambil tersenyum penuh kemenangan karena malam ini akan mendapatkan kehangatan dari seorang gadis .


Lalu putri Xia Yue langsung menuangkan arak yang sudah di campur dengan racun tanpa warna ke dalam gelas hingga penuh .


'' Nona jangan penuh penuh penuh , karena minum arak tidak seperti itu caranya ....''


'' Tidak apa apa paman , aku masih memiliki satu botol lagi .


ini hanya untuk yang pertama saja sekaligus sebuah tantangan untuk paman berdua , aku ingin paman minum arak yang penuh ini hingga habis . Ini untuk membuktikan bahwa paman berdua adalah pria sejati . Karena jika paman tidak kuat maka aku lebih baik mencari teman lain saja yang kuat minum arak...''


'' Baiklah , akan aku tunjukan bahwa aku adalah Guru nya minum arak di sini....''


Kemudian penjaga ini langsung minum arak itu hingga habis , lalu putri Xia Yue langsung menuangkan lagi ke dalam gelas yang telah kosong .


'' Ayo sekarang giliran paman...''


'' Ya aku juga akan meminumnya , akan aku tunjukan bahwa aku adalah Dewa nya minum arak di desa ini....'' Ucap tetua ini sambil meminum arak itu dengan hanya beberapa cegukan saja .


'' Bagaimana rasanya paman...? apakah arak ini benar benar nikmat....'' ucap putri Xia Yue sambil berpura pura akan minum arak di dalam gelas .


Kedua penjaga ini merasakan tiba tiba kepalnya langsung pusing , seluruh tubuhnya langsung panas dan jantungnya berdegup sangat kencang .


Mereka berdua yakin arak pemberian gadis ini pasti telah di beri racun tanpa warna , karena seharusnya tubuh mereka masih kuat tidak terpengaruh sama sekali jika hanya meminum satu gelas saja.


Kemudian kedua penjaga ini langsung mengeluarkan pedang mereka masing masing untuk menyerang putri Xia Yue.


'' Baji*gan , siapa kau sebenarnya...''


Tapi ketika mereka akan menyerang putri Xia Yue


tiba tiba kepala mereka seperti berputar-putar , pandangan mereka juga kabur . Lalu tubuh mereka langsung lemas dan pingsan di atas lantai .


Melihat kedua penjaga ini telah pingsan kemudian putri Xia Yue langsung berdiri lalu menutup pintu pos penjaga ini agar tidak ada orang yang melihatnya , lalu melambaikan tangannya kepada para rekan rekanya yang sedang bersembunyi.


Sehingga Diaken Lian Hua dan rekan rekannya langsung keluar dari tempat persembunyian mereka , lalu berjalan masuk ke dalam balai desa Lianzhi.


'' Ya , aku masih baik baik saja diaken Lian Hua , sekarang kita harus bagaimana.? Karena kita harus membuat dua kelompok untuk berjaga-jaga....''


'' Benar Yue'er, kita memang harus membuat dua kelompok , aku ingin nona Luo Xue yang berjaga di sini karena nona Luo Xue memiliki serangan racun yang cukup merepotkan...''


'' Baiklah kalau begitu aku akan berjaga di sini bersama adik Luo Xue, kalian bertiga silahkan masuk ke dalam ruang bawah tanah...'' ucap putri Xia Yue.


'' Jangan kakak Yue , kami bertiga akan berjaga di sini sedangkan kakak Yue dan Diaken Lian Hua silahkan masuk ke dalam ruang bawah tanah , karena kakak Yue lebih berpengalaman dalam masalah seperti ini...'' ucap nona Xia Junsu .


'' Iya kakak Yue percayalah kepada kami , nanti jika ada orang yang datang ke sini kami akan mengulur waktu sampai kalian telah selesai di dalam ruang bawah tanah....'' ucap nona Yuan Liyie meyakinkan putri Xia Yue.


'' Baiklah kalau begitu , kalian bertiga harus kompak di sini . Nanti jika ada yang datang ke sini ajaklah mereka minum arak ini , kalau mereka menanyakan kedua penjaga ini bilang saja mereka berdua sedang membeli arak ke kedai arak yang ada di ujung jalan ini...''


'' Kakak Yue percayakan masalah penjagaan di sini kepada kami bertiga...''


Kemudian putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua berjalan menuju aula balai desa, putri Xia Yue juga mengeluarkan Mao Li dari dalam gelang penyimpannya agar membantunya di saat di butuhkan .


'' Kita sekarang ada di mana Master.? Kenapa malam malam begini Master ada di tempat seperti ini...?''


'' Menurut kabar di bawah Aula balai desa ini ada ruang bawah tanah makam seorang alkemis , jadi aku bisa masuk ke sini ketika malam hari seperti ini...''


Setelah sampai di tengah tengah aula kemudian Diaken Lian Hua berjalan mendekati patung Ksatria yang sedang memegang replika tungku pil dari batu .


Lalu Diaken Lian Hua langsung memasukan kedua batu permata tepat di bagian mata patung ini .


Setelah beberapa saat lantai yang mereka pijak langsung bergetar sehingga putri Xia Yue dan diaken Lian Hua langsung mundur karena takut terjadi sesuatu.


Ternyata lantai di dalam aula ini langsung terbelah yang langsung memperlihatkan sebuah tangga yang menurun ke bawah .


'' Master , aku akan memeriksa dulu keamanan ruang bawah tanah ini...''


'' Ya silahkan....''


Kemudian Mao Li langsung melompat lalu menuruni tangga yang menuju lorong bawah tanah untuk memastikan keamanan nya .


Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue juga langsung menuruni tangga .


Setelah sampai di ujung tangga tiba tiba ada serangan anak panah melesat ke arah mereka berdua yang keluar dari mulut dua patung kesatria yang ada di sana.


Sehingga Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue menangkis semua serangan anak panah ini .


Mereka berdua terlihat sangat kesulitan menangkis tembakkan anak panah ini .


Sehingga ada beberapa anak panah yang berhasil melukai tangan putri Xia Yue dan diaken Lian Hua .


Mao Li yang mendengar suara pedang langsung keluar untuk melihat keadaan putri Xia Yue karena ruang bawah tanah ini sangat aman tidak ada bahaya sedikitpun.


Setelah sampai di ujung tangga Mao Li melihat putri Xia Yue dan diaken Lian Hua sedang menangkis anak panah yang keluar dari kedua patung yang ada di ujung tangga .


Beruntungnya serangan busur panah ini hanya berlangsung satu menit saja sehingga mereka berdua bisa beristirahat sejenak .


.


.


...~ bersambung ~...