
.
.
Patriak Jun Leixing hanya diam saja mendengar apa yang di katakan oleh Jun Liyao, karena memang benar Jun Yunxue sudah sering membuat keributan dan masalah di kota ini .
'' Kalau begitu aku mohon pamit ayah , karena malam ini aku akan ke kota Fengluo untuk menyediki masalah ini dulu , jadi ayah jangan sampai pergi ke klan Xia dulu untuk meminta kompensasi atas kejadian ini...'' ucap Jun Liyao .
Jun Liyao memang memiliki sifat yang tegas , karena dia suatu hari nanti akan menjadi Patriak di klan ini.
'' Adik Yunxue, aku minta maaf kali ini tidak mempercayaimu , karena aku ingin melihat sendiri kebenarannya , aku akan membela orang yang benar meskipun nyawa adalah taruhannya , tapi jika ternyata kau yang bersalah maka aku tidak akan pernah memaafkan mu , karena aku sangat membenci orang yang suka berbohong ...'' ucap Jun Liyao sangat tegas.
Mendengar ketegasan kakak Jun Liyao dan ingin menyediki masalah ini , kemudian nona Jun Yunxue langsung menangis .
'' Yunxue'er, kenapa justru kamu menangis , kalau kamu tidak bersalah kenapa kamu harus takut , kamu sebagai seorang wanita harus memiliki pendirian , karena yang di lakukan kakakmu ada benarnya , nanti jika memang nona Xia Yue yang bersalah , maka l kakakmu pasti akan membantumu...'' ucap patriak Jun Leixing.
'' Sebenarnya aku yang bersalah ayah....'' ucap Jun Yunxue terbata-bata.
'' Ternyata dugaanku benar , baiklah kalau begitu sekarang ceritakan semua kejadian nya dengan jelas , aku tidak mau ada yang kau tambahi atau kau kurangi...''
Kemudian nona Jun Yunxue langsung menceritakan kejadian dari awal sampai akhir mengenai perselisihan dengan putri Xia Yue.
Jun Liyao hanya bisa mengelengkan kepala saja mendengar cerita adiknya , karena bagaimanapun juga dalam hal ini adiknya memang yang telah bersalah.
'' Adik Yunxue , kakak masih bisa memaafkan mu , karena kamu telah berkata jujur kepadaku , tapi kakak tidak akan pernah memaafkan mu jika kamu mengulanginya lagi , karena gara gara kamu kakak Xiao'er sekarang dantian nya telah hancur , kedepannya kamu jadilah gadis yang baik hati , sekarang masuk lah ke kamar mu untuk beristirahat...''
'' Iya kakak , maafkan aku...''
Kemudian nona Jun Yunxue langsung berjalan masuk ke dalam kamarnya .
Sedangkan tuan muda Jun Liyao melanjutkan berdiskusi dengan ayahnya .
'' Ayah , lain kali ayah jangan percaya begitu saja kepada adik Yunxue'er dan adik Xiao'er sebelum menyelidikinya terlebih dahulu , karena mereka berdua sudah berkali-kali membuat masalah seperti ini...''
'' Iya Liyao'er, aku memang telah salah mempercayai mereka berdua tanpa menyelidikinya dulu...''
'' Semoga mereka berdua bisa menjadi lebih baik setelah kejadian ini...''
'' Liyao'er, kanapa calon istrimu tidak kau ajak ke sini jika kau tadi sudah mampir ke sana ...?
'' Aku di sana ada masalah sedikit ayah...'' Kemudian Jun Liyao langsung menceritakan semua kejadian tadi di klan Xia mengenai rencana pembunuhan Patriak Xia Leitian yang sudah pernah membunuh putri Xia Yue.
Patriak Jun Leixing seakan tidak percaya dengan berita ini , karena kedepannya Jun Leitian adalah orang yang akan menjadi keluarganya juga . Patriak Jun Leixing sangat penasaran gadis seperti apa nona Xia Yue ini , karena memiliki keberuntungan yang sangat tinggi , bisa selamat meskipun telah jatuh ke dalam jurang dan memiliki seorang guru yang sangat kuat .
'' Setelah kau mengetahui kejadian ini , bagaimana dengan pernikahanmu...?
'' Aku tetap akan menikahi Wan'er ayah , karena Wan'er tidak ikut campur masalah ini , setelah nanti aku menikahinya , maka Wan'er akan aku ajak pulang ke sini...''
'' Baguslah kalau begitu , ayah akan selalu mendukung keputusanmu , karena kamu adalah calon penerus ayah di klan ini....''
'' Iya terima kasih ayah....''
Kemudian mereka berdua melanjutkan berbicang bincang di sana hingga larut malam , setelah tidak ada yang mereka bicarakan kemudian Jun Liyao berpamitan untuk segera tidur .
.
****
.
Keesokan harinya di klan Xia kota Fengluo .
Setelah bangun tidur kemudian putri Xia Yue langsung membersihkan diri dan berganti pakaian agar tubuhnya lebih segar .
Lalu putri Xia Yue berjalan ke ruang tamu untuk menemui Shen Long , ternyata Shen Long sudah menunggunya di ruang tamu .
'' Sudah Shen Long , kalau begitu sekarang mari kita ke rumah patriak Leitian untuk menjemput nona Xia Xian...''
Kemudian mereka berdua langsung keluar rumah lalu berjalan menuju rumah patriak Xia Leitian.
Setelah sampai di sana ternyata nona Xia Xian dan nona Xia Wan sudah menunggunya di depan rumahnya .
'' Kakak Wan'er, aku hari ini akan membawa nona Xia Xian ke kota Xiang....''
'' Aku juga akan ikut bersama kalian , karena aku juga akan kembali ke akademi Tian Zhong , aku kemarin sudah menyewa sebuah gerbong kereta untuk perjalanan kita ke sana , tapi aku tidak bisa naik ke dalam gerbong bersama kalian , karena aku kemarin membawa satu kuda milik akademi Tian Zhong, jadi aku tidak bisa menemani kalian di dalam gerbong...''
'' Nona Xia Wan nanti silahkan naik di dalam gerbong , biar aku yang akan menunggangi kudanya ....'' ucap Shen Long.
'' Terima senior , kalau begitu sekarang ayo kita ke halaman klan , aku yakin pemilik gerbong kereta sudah menunggu kita di sana , karena kuda ku juga aku titipkan di dekat pos penjaga....''
Kemudian mereka berempat berjalan dengan santai menuju halaman klan , nona Xia Xian menjaga jarak dengan putri Xia Yue karena masih trauma dengan kucing putih yang ada di bahu putri Xia Yue.
Patriak Xia Leitian hari ini sengaja melihat kepergian kedua putrinya , karena dia merasa bersalah kepada Xian'er , karena ini adalah kesalahannya yang menghasut putrinya untuk melakukan pembunuhan ini .
.
****
Setelah sampai di halaman klan kemudian nona Xia Wan langsung menemui pemilik gerbong kereta yang sedang memberi makan kuda .
'' Paman , kami bertiga sudah siap...''
'' Iya , nona bertiga silahkan naik ke dalam gerbong kereta , setelah kudanya selesai makan kita akan segera berangkat...''
'' Paman , nanti tolong mampir dulu ke toko obat yang ada di kota Fengluo , karena aku ingin membeli bahan untuk membuat pil....'' ucap putri Xia Yue.
'' Iya nona , apakah sudah tidak ada lagi tempat yang ingin nona bertiga kunjungi...''
'' Tidak ada paman...''
Kemudian mereka bertiga langsung naik ke gerbong kereta , sedangkan Shen Long langsung melepaskan ikatan tali kuda lalu memperkenalkan dirinya dengan kuda milik nona Xia Wan , karena Shen Long bisa bahasa binatang .
Kemudian Shen Long langsung naik di punggung kuda sambil menunggu gerbong kereta telah siap , karena Shen Long nantinya akan mengawal mereka di belakang gerbong .
Setelah lima menit berlalu mereka langsung berangkat , karena kuda penarik gerbong telah selesai makan .
Perlahan lahan gerbong mulai berjalan menuju gerbang klan Xia , para penjaga gerbang langsung membuka pintu gerbang lalu mempersilahkan mereka keluar .
Kemudian kusir kuda langsung menjalankan kuda menuju kota Fengluo.
Setelah 1 jam berlalu mereka akhirnya sampai di dekat toko obat yang ada di kota Fengluo , kemudian pemilik gerbong langsung berhenti di sana .
Shen Long juga berhenti lalu menitipkan kudanya kepada pemilik gerbong kereta.
'' Yue'er, kau turunlah karena kita sudah sampai di toko obat...'' ucap Shen Long .
Kemudian putri Xia Yue langsung keluar dari gerbong kereta sendirian , karena nona Xia Wan dan nona Xia Xian tidak mau ikut .
Lalu Shen Long dan putri Xia Yue langsung berjalan menuju toko obat , kemudian putri Xia Yue langsung membeli semua bahan yang yang dia perlukan , setelah selesai membeli semua bahan obat kemudian putri Xia Yue dan Shen Long keluar dari toko obat .
Tapi ketika akan keluar dari toko obat putri Xia Yue melihat ada seorang tuan muda yang duduk di lantai sedang memegangi dadanya sambil meringis kesakitan .
Tuan muda ini memiliki seorang pengawal dan di tangani oleh seorang alkemis yang menandakan latar belakang tuan muda ini tidak biasa.
.
.
...~ bersambung ~...