Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 138 : Memasuki Ruang harta.



.


.


Setelah patung kesatria ini tidak mengeluarkan tembakkan lagi kemudian Mao Li langsung berjalan mendekati putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua .


'' Master , aku minta maaf ternyata patung ini bisa menyerang master hingga seperti ini . Padahal tadi ketika aku lewat di sini tidak ada reaksi apa apa terhadapku ...''


'' Iya tidak apa apa Mao Li , mungkin ruang bawah tanah ini tidak bisa mendeteksi hewan roh sepertimu . Jadi kamu tadi masih aman aman saja ketika melewati lorong ini , bagaimana keadaan di dalam...?''


'' Di dalam ruang bawah tanah ini tampak biasa saja , hanya ada 1 peti mati saja dan ada satu ruangan yang tertutup...''


'' Baguslah kalau begitu...''


Setelah mereka berdua telah selesai mengobati luka di tangan mereka kemudian langsung bergegas masuk .


Kali ini mereka berjalan dengan sangat hati hati sambil memegang pedang untuk bersiap-siap jika ada serangan lagi .


Beruntung ruang bawah tanah ini telah di pasangi batu mustika sehingga putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua bisa melihat lorong yang mereka lewati .


Tapi baru berjalan 5 langkah putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua merasakan ada beban berat seperti tekanan gravitasi yang menekan mereka sehingga tubuh mereka sulit di gerakkan .


Mereka berdua langsung memasang kuda kuda agar mereka tidak terjatuh ke tanah .


Mao Li sangat bingung melihat putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua tiba tiba langsung berhenti , karena sekarang dirinya tidak merasakan apa apa di sana.


'' Yue'er, kita harus melawan tekanan gravitasi ini jika kita ingin mendapatkan harta yang ada di dalam , aku yakin ini adalah ujian untuk kita...''


'' Iya diaken Lian Hua...''


Kemudian mereka berdua langsung melawan tekanan gravitasi ini dengan sekuat tenaga sambil berjalan inci demi inci .


Hanya lima menit saja tubuh mereka berdua langsung bercucuran keringat karena tekanan gravitasi ini membuat energi mereka terkuras .


Tapi mereka berdua terus melawannya karena penasaran harta apa yang ada di dalam ruang bawah tanah ini .


Semakin masuk ke dalam ruang bawah tanah tekanan gravitasi nya justru semakin kuat .


Putri Xia Yue langsung menelan pil pemulihan , Dia juga memberi kepada Diaken Lian Hua agar energi mereka berdua pulih kembali .


Setelah 30 menit berlalu mereka berdua sudah berjalan sejauh 20 meter , sekarang mereka berdua sampai di sebuah ruangan yang cukup besar . Anehnya tekanan garavitasi tadi tiba tiba menghilang ketika mereka berdua sampai di sana , sehingga mereka berdua bisa bernafas lega , putri Xia Yue melihat di sudut kiri ruangan ini ada sebuah peti mati dengan ukiran yang sama dengan tiang penyangga balai desa.


Sedangkan di sudut sebelah kanan ada sebuah pintu yang masih tertutup seperti yang di katakan oleh Mao Li.


Kemudian putri Xia Yue dan Diaken Lian Hua langsung berjalan mendekati pintu yang ada di sudut kanan .


Setelah sampai di sana ternyata pintu ini terkunci dengan rapat , bahkan Putri Xia Yue sudah mencoba dengan cara mencongkel dengan pedangnya tapi ternyata masih tidak bisa .


'' Yue'er, lebih baik kita buka saja peti mati itu untuk mencari petunjuk cara membuka pintu ini...'' usul Diaken Lian Hua.


'' Aku juga setuju....''


Kemudian mereka berdua langsung berjalan mendekati peti mati yang ada di sudut kiri ruang bawah tanah ini , setelah sampai di sana kemudian Diaken Lian Hua langsung memberi hormat .


'' Maaf leluhur , aku telah lancang masuk ke tempat ini dan ingin mengambil apa yang kau tinggalkan di sini...'' Ucap Diaken Lian Hua .


Lalu Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue langsung membuka tutup peti kayu itu dengan perlahan lahan , hati mereka berdegup kencang karena ini adalah pengalaman pertama mereka membuka sebuah peti mati .


Mereka berdua baru saja membuka sedikit tutupnya tiba-tiba peti mati ini langsung bergetar hebat seperti terkena sebuah guncangan .


Sehingga putri Xia Yue dan diaken Lian Hua langsung menarik kembali tangannya.


Duarrrrr.


Tutup peti mati ini langsung hancur berkeping keping seperti terkena sebuah pukulan yang sangat keras .


Lalu peti mati ini langsung mengeluarkan asap yang yang langsung berubah menjadi seorang pria paruh baya dengan tubuh hanya bagian atasnya saja , karena kakinya sudah berubah menjadi asap tapi pria ini bisa terbang .


'' Siapa kalian berani menganggu tidurku...?'' ucap roh kesadaran ini sambil menekan mereka berdua dengan auranya.


'' Salam hormat senior . Kenalkan namaku adalah Lian Hua dan ini adalah muridku Xia Yue , Aku minta maaf telah lancang masuk ke sini dan ingin membuka peti mati milikmu ini , karena aku penasaran dengan ruang bawah tanah ini...''


Setelah mendengar kesungguhan Diaken Lian Hua kemudian roh kesadaran ini langsung menarik kembali iara nya .


'' Ya , aku memaafkan mu karena aku di sini hanyalah roh kesadaran yang sengaja di tinggalkan untuk menjaga tempat ini , apakah kamu berasal dari klan Lian...?''


'' Benar senior , aku adalah anak kepala desa Lian Zhuan . Tapi ayahku sudah meninggal...?''


'' Terus dapat dari mana kamu 2 kunci yang di gunakan untuk membuka ruang bawah yang ini...''


'' Itu adalah peninggalan ayahku...''


'' Baiklah , kalau begitu silahkan di ambil kunci di dalam peti mati itu untuk membuka ruang harta yang sengaja aku tinggalkan , apakah kalian berdua adalah alkemis...?''


'' Muridku ini adalah seorang alkemis...''


'' Baguslah kalau begitu , sekarang ambilah kunci itu lalu kita masuk ke dalam bersama . Karena sekarang waktuku tinggal sedikit setelah aku keluar dari peti mati ini...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung berjalan mendekati peti mati itu lalu melihat isi di dalamnya .


Dia melihat peti mati ini berisi sebuah tengkorak manusia dan ada 1 batu permata berwarna jingga seperti kunci yang di gunakan untuk membuka ruang bawah tanah ini.


Kemudian Diaken Lian Hua langsung mengambil batu permata itu lalu berjalan kembali ke tempat putri Xia Yue berada .


'' Apakah ini kuncinya...?''


'' Ya benar , sekarang bukalah ruang harta itu...''


Kemudian Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue langsung berjalan ke pintu yang ada di sudut kiri.


Lalu roh kesadaran ini langsung mengintruksikan cara membuka pintu ruang harta ini dengan cara memasukan kunci itu ke dalam lubang yang ada di dinding dekat pintu .


Sehingga Diaken Lian Hua langsung memasukkan batu permata itu ke dalam lubang itu.


Setelah beberapa saat pintu ruang harta ini langsung terbuka dengan sendirinya .


Lalu putri Xia Yue dan diaken Lian Hua langsung masuk ke dalam ruang harta ini di ikuti oleh roh kesadaran di belakang mereka .


Setelah masuk ke dalam ruang harta ternyata ini adalah sebuah ruangan seorang alkemis memurnikan pil .


Karena di sana ada tumpukan bahan obat kering , rak kayu tempat botol berisi pil yang tertata rapi , peti emas dan sebuah tungku pil .


.


****


Berpindah di Balai desa tempat ketiga teman putri Xia Yue berjaga .


Mereka bertiga tampak sangat menikmati berjaga di sana sambil berbincang-bincang.


Mereka bertiga juga sudah menyiapkan arak dari putri Xia Yue tadi di letakan di tengah tengah mereka .


Mereka bertiga berharap Diaken Lian Hua dan putri Xia Yue mendapat harta yang sangat berharga untuk meningkatkan kekuatan mereka nantinya .


Tapi tiba tiba datang seorang pria paruh baya ke sana , mereka bertiga merasakan kekuatan pria ini memiliki aura kekuatan yang sama dengan Diaken Lian Hua sehingga mereka bertiga sedikit berhati hati.


Pria paruh baya ini sangat terkejut melihat di balai desa ini ada 3 gadis yang sedang minum arak .


.


.


...~ bersambung ~...