Stronge Women Live For Revenge

Stronge Women Live For Revenge
Eps 132 : Mengobati ibu Diaken Lin Hua.



.


.


Keesokan harinya Diaken Lian Hua mengajak para murid muridnya ke desanya , sedangkan Shen Long tetap berada di desa Jiuli untuk menjaga keamanan di sana , mereka ke sana naik kuda milik para bandit yang telah terbunuh agar perjalanan mereka lebih cepat .


Karena jika mengunakan kuda mereka tidak akan menemukan rintangan sama sekali , paling paling hanya para bandit bandit kecil yang mereka temui .


Mereka menaiki kuda dengan kecepatan sedang , karena mereka baru pertama ini menaiki kuda seperti ini.


Diaken Lian Hua memimpin jalan di depan , sedangkan putri Xia Yue berada di belakang untuk menjaga teman temannya .


Mereka berpapasan dengan banyak pedagang , para kultivator dan para rombongan klan klan besar yang mengunakan gerbong kereta melewati jalan di tengah hutan .


Diaken Lian Hua mengatakan hanya butuh waktu dua jam saja untuk sampai di desanya kalau mengendari kuda seperti ini .


Setelah 2 jam berlalu akhirnya mereka sampai di dekat gerbang desa kelahiran diaken Lian Hua , perjalanan mereka tadi tidak menemui hambatan sedikitpun karena jalan di tengah hutan tadi cukup ramai , para penjaga desa langsung menyapa diaken Lian Hua dengan ramah .


Kemudian Diaken Lian Hua menanyakan kabar di desa ini apakah ada gangguan dari para bandit Lembah Gunung Tianwu atau tidak .


Ternyata desa ini masih aman tidak terjamah para bandit seperti yang menjajah desa Jiuli , nama desa ini adalah Lianzhi, ternyata diaken Lian Hua dulu adalah anak kepala desa ini , tapi ayah nya sudah meninggal sehingga Diaken Lian Hua bekerja di akademi Tian Zhong sebagai Diaken pembimbing untuk menghidupi ibu dan adiknya di desa ini .


Setelah mengetahui keadaan desa masih aman terkendali kemudian diaken Lian Hua mengajak para murid murid nya menuju ke rumahnya .


Putri Xia Yue melihat suasana desa ini sama seperti desa desa pada umunya , warga nya hidup dengan rukun dan damai tidak ada tekanan dari pihak manapun .


Para warga desa ini langsung menyapa diaken Lian Hua dengan ramah , karena Diaken Lian Hua adalah satu satunya gadis yang sangat jenius di desa ini sehingga bisa menjadi diaken di akedemi Tian Zhong, para warga desa ini menganggap diaken Lian Hua seperti layaknya seorang pahlawan , berkat namanya desa ini menjadi aman terkendali , karena para bandit yang berkeliaran di hutan tidak berani menganggu desa ini ketika mengetahui salah satu warga desa ini ada yang menjadi Diaken di akademi Tian Zhong.


Setelah 15 menit berlalu diaken Lian Hua mangajak berhenti di halaman rumah yang sangat besar , kemudian mereka langsung melompat dari kuda nya masing masing lalu mengikat kuda mereka di batang pohon yang ada di halaman rumah.


Diaken Lian Hua mengatakan kalau ini adalah rumahnya , lalu mengajak para murid muridnya untuk masuk ke dalam rumah .


Ketika akan masuk ke dalam rumah ada seorang gadis yang berlari lalu memeluk Diaken Lian Hua.


'' Akhirnya kakak Hua'er pulang juga , aku sangat khawatir dengan kondisi ibu , karena sudah dua hari ini ibu kehabisan penawar racun sehingga kondisi tubuhnya semakin memburuk....'' ucap adik diaken Lian Hua sambil menangis sesenggukan di pelukan kakaknya .


Setelah puas memeluk kakaknya kemudian adik diaken Lian Hua langsung melepaskan pelukannya .


'' Kamu tenang saja adik Meilin, kakak sudah membawa teman kakak yang bisa mengobati racun dan bisa membuatkan pil penawar racun untuk ini , semoga nanti ibu lekas membaik setelah di obati oleh teman teman kakak ini...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung mengenalkan keempat muridnya yang ada di belakangnya dengan adik Lian Meilin , setelah mereka sudah selesai berkenalan kemudian diaken Lian Hua langsung mengajak para muridnya masuk ke dalam kamar ibunya .


Di dalam kamar putri Xia Yue melihat ibu Diaken Lian Hua ini sekujur tubuhnya telah membiru yang terbujur kaku di atas tempat tidur , kemudian putri Xia Yue langsung memegang pergelangan tangan dan dadanya untuk memeriksa racun nya .


Putri Xia Yue yakin ada orang terdekat yang sengaja meminumkan racun ini secara terus menerus , tapi putri Xia Yue tidak mengatakan ini kepada diaken Lian Hua, karena dia harus segara membuat penawar racun dulu agar racun ini tidak menggerogoti organ dalam ibu Diaken Lian Hua.


Diaken Lian Hua tidak bisa menjelaskan kenapa ibunya sampai terkena racun seperti ini , karena dulu ayahnya juga meninggal terkena racun yang sama .


'' Diaken Lian Hua , adik Luo Xue bisa saja menyerap racun di dalam tubuh ibu Diaken ini , tapi dia harus menyerapnya lewat mulutnya , jadi aku minta ijin agar adik Xue'er menyentuh mulut ibu Diaken , karena hanya itu saja caranya....''


'' Iya tidak apa apa Yue'er....''


'' Adik Xue'er, tolong serap lah racun di dalam tubuh ibu diaken Lian Hua ini...''


'' Iya kakak Yue...''


Kemudian nona Luo Xue langsung menyerap racun di dalam tubuh ibu Diaken Lian Hua ini dengan menempelkan telapak tangannya di mulut ibu diaken Lian Hua .


Sambil menunggu nona Luo Xue menyerap racun ibunya kemudian Diaken Lian Hua mengajak yang lainnya ke ruang tamu untuk berdiskusi di sana , nona Luo Xue di kamar di temani oleh adik Lian Meilin.


Di ruang tamu putri Xia Yue langsung mengintrogasi Diaken Lian Hua apakah dulu ibunya dan ayahnya pernah memiliki musuh atau tidak , karena putri Xia Yue yakin pasti ada seseorang yang telah mencelakai kedua orang tua diaken Lian Hua dengan racun tanpa warna.


Tapi sayangnya diaken Lian Hua tidak mengetahui masalah tentang itu , karena ketika kejadian ini dia ada di akademi Tian Zhong ketika masih menjadi murid di area pelataran murid dalam .


Satu satunya untuk mengetahui dalang di balik semua kejadian ini adalah menanyakan secara langsung kepada ibunya ketika sudah sembuh.


'' Baiklah , kalau begitu aku akan membuatkan pil penawar untuk di konsumsi ibu Diaken selama proses pemulihan , karena racun tanpa warna itu sudah menjalar ke organ dalamnya...''


'' Iya Yue'er, terima kasih banyak kamu sudah mau membantuku , apakah kamu sudah memiliki bahan bahannya...?''


'' Diaken Lian Hua tenang saja , aku selalu membawa bahan bahan itu , karena hanya perlu beberapa bahan saja , yang paling penting adalah mustika siluman Ular Sisik ungu yang telah kita bunuh di desa Jiuli kemarin , karena mustika siluman hewan beracun sangat mujarab untuk membuat pil penawar , sekarang aku minta satu kamar yang tertutup , karena aku butuh tempat yang sepi ketika membuat pil...''


'' Kalau begitu silahkan mengunakan kamarku saja , mari aku antarkan ke sana...''


Kemudian Diaken Lian Hua langsung mengajak putri Xia Yue menuju kamarnya , setelah putri Xia Yue masuk ke dalam kamarnya kemudian diaken Lian Hua ke kamar ibunya untuk melihat nona Luo Xue menyerap racun .


Diaken Lian Hua berharap ibunya segera sembuh dari racun ini agar bisa melihat ibunya tersenyum kembali seperti dulu lagi , nanti jika ibunya sudah sembuh dia bisa langsung menanyakan siapa sebenarnya orang yang telah mencelakai kedua orang tuanya dulu , Diaken Lian Hua tidak akan pernah memaafkan orang yang telah mencelakai kedua orang tuanya ini , karena ayahnya sampai meninggal dan ibunya harus menderita selama 3 tahun merasakan sakit akibat terkena efek racun ini .


.


.


...~ bersambung ~...