Sikalapa (Marmun & Mayri)

Sikalapa (Marmun & Mayri)
Episode -28



Di suatu tempat, sengaja atau tidak sengaja, Mayri dan Erik terlihat berjalan berdua.


Mereka menjajaki gedung pencakar langit, tampak di dalamnya beraneka ragam barang tersusun dan terpajang rapi pada beberapa outlet serta beragam wajah memenuhi tempat itu.


Mereka melangkah santai sembari melirik ke sana dan sini.


Dengan pakaian kaos panjang berwarna putih yang di kombinasikan dengan celana kulot hitam di tambah sneaker shoes putih yang melapisi kakinya membuat Mayri terlihat keren dan santai dengan gaya casual.


Sedangkan Erik terlihat formal dengan kemeja biru yang di kombinasikan dengan celana chulo berwarna coklat di tambah sepatu oxpord coklat penunjang pakaian kantoran, membuatnya terlihat berwibawa.


Mereka berjalan bersama tanpa ada nyamuk pengganggu. Dalam langkah dan obrolannya Mayri dan Erik terlihat menyelipkan senyum dan tawa.


Selama kurang lebih 30 menit mereka mengelilingi beberapa outlet dan sesekali menyentuh menawar harga barang yang mereka lirik, lalu bergerak pergi.


Di tempat yang sama dari kejauhan dengan jarak kurang lebih 10 meter di belakang Mayri, seorang wanita mencuri curi langkah (mengendap endap) bersama temannya mengabadikan kebersamaan Mayri dan Erik dengan cara memotret dan menvideo'kan.


Wanita itu terlihat cantik dan muda dengan outfit paduan baju lengan panjang pastel biru muda dan celana pendek kuning serta flat shoes berwana kuning, Ranti.


"Loe motret siapa?" ucap temannya kebingungan sembari mengikuti langkah Ranti.


"Itu cowok pacar teman gue, sicewek itu adalah sahabat teman gue. Kayaknya mereka selingkuh deh!" jelas Ranti berbohong sembari menunjuk ke arah Mayri dan Erik.


"Akhh serius! berarti dia itu nikung sahabat sendiri dong! parah mereka berdua, bisa bisanya nyakitin hati pacar dan sahabat nya sendiri." ucap teman Ranti sedikit kesel (Lala). Lala mendengus geram,


"Loe kenal sama itu cewek? penasaran gue siapa itu cewek, kasihan banget teman loe," lanjut Lala serius sembari menatap Mayri yang sedang berjalan dengan santai,


"Gue kenal banget itu cewek, namanya Mayri. Dia yang hancurin hubungan Gue dengan Rivan, semua kandas gara gara dia. Gak heran kalau dia nikung sahabatnya sendiri," ucap Ranti sembari mengikuti langkah Marmun dan Erik.


"Teman gue itu (sahabat nya) namanya Marmun, orangnya sedikit cuek, tegas gitu." lanjut Ranti,


"Berarti gara gara dia pernikahan loe batal? parah parah, kalau begitu sesekali kita harus beri dia pelajaran biar kapok," ucap Lala sembari mempercepat langkahnya, mendekat ke Mayri dan Erik.


"Yups bener, tapi caranya gimana? kalau kita main kasar pasti kita dihajar habis sama Marmun, dia sayang banget soalnya sama Mayri." ucap Ranti dengan pelan,


Dalam langkahnya Lala diam dan sejenak berpikir.


"Bentar aku cari ide dulu," ucap Lala sembari menatap kasar Mayri,


Ranti juga terlihat berpikir, mencari ide menjalankan kelicikannya.


"Ha! gue punya ide," celetuk Lala sembari menghentikan langkahnya. Sebab Mayri dan Erik tampak singgah di salah satu outlet bermerek,


"Apa?" tanya Ranti penasaran,


"Kita foto mereka berdua saat dempet dempatan atau saat lagi mesra mesraan gitu, trus kita kirim ke teman loe itu, si...si Marmun via WA saja!" terang Lala sembari mengeluarkan HP dari dalam tasnya.


"Owh iya bener juga ide loe, nggak percuma loe kuliah di luar negeri, kwkekek" ucap dan tawa Ranti sembari bergerak masuk ke outlet mengikuti Mayri.


Mayri tampak melirik lirik dompet yang tersusun rapi itu, sedangkan Erik tampak mengotak atik isi HP sembari berjalan di belakang Mayri.


"Ini keren lho Rik, ini aja kali yeah! menurut mu gimana?" ucap Mayri sembari memegang salah satu dompet berwarna kecoklatan,


"Terserah kamu saja May, saya mah nggak ngerti masalah ginian," ucap Erik menatap Mayri sembari memasukkan HP ke dalam saku kanan depan.


"Iya udah, ini aja!" ucap Mayri sembari memegang dompet berwarna coklat itu lalu berbalik badan, seketika ia oleng hingga tak sengaja menyentuh dada Erik, jarak keduanya sangat dekat hanya di pisahkan oleh baju yang melekat pada tubuh mereka.


Mayri menatap Erik dengan dalam, begitu juga dengan Erik. Mereka diam dan mematung sejenak tanpa berkedip.


"Awass ketahuan, kita pura pura Selfi saja biar mereka nggak curiga." ucap Lala sembari mengarahkan kamera ke arah Mayri dan Rivan.


"Ok, ok," ucap Ranti pelan dengan kaki mengindit indit.


Beberapa orang menatap aneh pada Ranti dan Lala,


"Sorry..sorry nggak sengaja," ucap Mayri dengan wajah memerah,


"Iya nggak apa apa, kita langsung ke kasir aja!" ucap Erik salah tingkah.


Mayri mengangguk lalu bergerak ke kasir, Erik mengikutinya. Sedangkan Lala dan Ranti memantau dari ujung pintu masuk.


"Ini mbbak," ucap Mayri sembari meyodorkan dompet coklat,


Disaat kasir men-scan barcode dompet, Erik mengeluarkan beberapa lembar uang merah sesuai nominal yang muncul pada layar monitor kasir, seraya berkata "Ini mbbak,"


Sang kasir mengambil uang yang Erik letakkan di mejanya lalu menatap Mayri dan Erik dengan senyum tipis seraya berkata "Enak ya mbbak di belanjain pacar,"


Mayri menjawab dengan senyum simpul, dia tampak tersipu malu.


"Ada ada kamu mbbak," ucap Erik tak mempermasalahkan ucapan sang kasir.


"Makasih ya mbbak," ucap Mayri sembari mengambil dompet yang telah di bungkus itu, lalu mereka bergerak pergi. Erik mengikutinya dari samping. Ranti dan Lala juga mengikutinya dari belakang dengan menjaga jarak.


Berselang beberapa menit, Orang orang tampak lalu lalang kesana kemari memadati tempat itu hingga Ranti dan Lala kehilangan jejak Mayri dan Erik.


Mereka bergerak menoleh kesana kemari, berputar, namun sosok yang mereka cari tak kunjung ketemu.


"Akhhh sial banget! kok bisa kita kehilangan jejak mereka, mereka kemana yah!" ucap Ranti kesal dengan mata menoleh keseluruh penjuru tempat itu.


"Iya, jalannya cepat banget lagi!" tukas Lala dengan mata mencari cari,


"Nggak usah di cari, biarin saja! nggak bakalan ketemu, rame soalnya. Lagian kita juga sudah punya cukup bukti untuk membongkar perselingkuhan mereka." lanjut Lala sembari menghentikan pencarian.


"Ya juga yeah, kalau gitu kita cari makan yok!" ajak Ranti sembari memasukkan HP ke dalam tas kecil.


"Ok," sahut Lala sembari berbalik badan, lalu bergerak mencari resto terdekat. Ranti mengikuti dari samping.


Disisi lain, di suatu tempat Marmun tampak sedang tertawa bahagia bersama dengan beberapa wanita dan laki-laki yang seumuran dengannya. Mereka asyik ngobrol satu sama lain dengan pakaian seragam, kaos oblong putih.


"Untuk tour nanti, kita harus atur waktu dan persiapkan semua secara matang. Gimana kira kira?" tanya Marmun dengan serius sembari menoleh kearah teman temannya.


"Yups, setuju. Itu harus," ucap salah satu temannya (laki laki) sembari mengangguk anggukkan kepala dengan santai,


"Iya, aku juga setuju." sahut yang lain (wanita),


"Iya memang harus mar, itu yang kita tunggu-tunggu dari jauh hari!" sambung yang lainnya (laki laki).


"Bener sekali, kita jadikan hari itu hari yang tak bisa terlupakan," lanjut yang lain (laki laki).


"Ok, fix." ucap singkat Marmun,


Sesekali Marmun melirik HP nya seakan menanti dering telepon (panggilan masuk) atau WA masuk dari seorang yang ia rindukan.