Sikalapa (Marmun & Mayri)

Sikalapa (Marmun & Mayri)
Episode -24



Malam tampak terang dengan cahaya rembulan serta kerlap kerlip bintang di langit yang menghiasi.


Erik begitu menikmati malam itu, ia terduduk dengan balutan kasih sayang sang kekasih serta secangkir kopi penghangat tubuh.


"Brrrr dinginnya," ucap Erik lirih,


"Kamu kedinginan bee? kita masuk aja yok!" ucap Marmun dengan tatapan dalam sembari menyentuh lengan sang kekasih hingga membuat hormon testosteron Erik sedikit bereaksi.


Erik menatap bibir merah itu dengan dalam, tangannya mulai menyentuh pinggang mungil sang kekasih lalu mendekat dan semakin dekat hingga batas jarak keduanya tinggal 5 Cm dan membawa keduanya dalam dunia hasrat.


"Kak!" panggil sang ibu sembari mengganti siaran Tv,


Marmun dan Erik terkesiap dan terlepas dari hawa nafsu yang menggelora.


"Iya mom, kenapa?" ucap Marmun sembari tersenyum simpul.


"Udara sangat dingin, kalian masuk ke dalam saja!" seru sang ibu,


"Baik mom," ucap Marmun menatap Erik.


Sejenak keduanya tertawa malu, Lalu Erik melirik jam tangannya seraya berkata " Karna ini juga sudah malam saya balik aja ya loppit,"


"Yeahhh baru juga jam 20.45 WIB bee, aku masih kangen tahu! bentar lagi aja," ucap Marmun mayun sembari melihat jam pada HP nya.


"Jangan gitu akh, lebay! lagian besok juga kita ketemu," ucap Erik dengan senyum tipis sembari mendekap tubuh Marmun,


"Iya beda dong bee. Besok ya besok, sekarang ya sekarang, gitu! namanya juga masih kangen, gimana dong!" ucap Marmun manja,


"Iya sudah, tapi setengah jam lagi aja yeah!'' ucap Erik sembari mengelus-elus lengan Marmun,


"Ok bee, yok masuk!" ucap Marmun sembari bangun dari duduknya,


Keduanya bergerak masuk bergandengan tangan.


"By the way kemarin lusa kamu kenapa? saya jadi cemas tau!" ucap Erik dengan alis sedikit naik,


"Ooohh itu, waktu itu sikalapa marah gara gara kamu," ucap Marmun sembari duduk lalu bersandar di sofa,


"Lahh kok gara gara saya, gimana ceritanya?" ucap Erik dengan serius lalu duduk di samping Marmun,


"Iya, Sikalapa kan suka samamu bee. Pas aku ngasih tahu kalau kita pacaran dianya marah, katanya aku nikung dia. Padahal kita jadian sebelum dia cerita kalau dia suka sama kamu, gitu." jelas Marmun sembari bergerak miring menoleh ke arah Erik.


"Ha..! Mayri suka sama saya?" tanya Erik sedkit kaget,


"Pantesan waktu itu dia nanyain sudah punya pacar atau belum," ujar Erik,


"Truss kalian udah baikan apa belum?" lanjut Erik penasaran,


"Sudah dong. Mayri kan orangnya pemaaf, nggak bisa marah lama lama." ucap Marmun memberi tahu,


Erik tampak bergeming, sejenak pikirannya terlintas pada kecantikan Mayri kala menyanyi di cafe dekat rumahnya hingga ia tidak mendengar ucapan Marmun.


"Kenapa tiba tiba diam bee, lagi mikirin apa!" ucap Marmun menatap serius,


Erik masih bergeming sesekali ia menutup mata, sibuk dengan pikirannya.


"Beee" panggil Marmun sembari menyentuh paha Erik,


"Iya loppit," ucap Erik sedikit celingak-celinguk,


"Astaga bee, bee. Kamu mikirin apa sih!" ucap Marmun dengan wajah bete,


"Mikirin kamu dong sayang," celetuk Erik berbohong sembari melirik HP nya.


"Yakin!" ucap Marmun,


"Iya, Yakin." ucap Erik dengan senyum tipis sembari mencubit dagu Marmun,


Tampak wajah Marmun berseri, keduanya kembali melanjutkan obrolan nya dengan canda tawa,


Berselang beberapa menit Erik melirik kembali jam tangan nya seraya berkata '' saya balik y loppit,"


"Iya, kamu hati hati ya bee, nggak usah ngebut ngebut. Langsung balik kerumah jangan singgah singgah lagi," ujar Marmun,


"Siap cantik," ucap Erik sembari mengusap usap kepala Marmun lalu bergerak melangkah ke arah calon mertua.


"Tan saya pulang dulu," pamit Erik dengan lembut,


"Iya nak, salam sama keluarga ya!" ucap Ibu Marmun dengan ramah,


"Baik tan," ucap Erik,


Erik berbalik badan lalu bergerak pergi, sang kekasih ikut mengantarnya hingga ke depan pintu.


"Sampai ketemu besok ya loppit," ucap Erik sembari memegang kedua tangan Marmun lalu mencium keningnya.


Marmun tampak mematung dengan mata tertutup, menikmati kecupan hangat kekasihnya itu.


"Jaga kesehatan," ucap Erik sembari bergerak masuk mobil lalu melajukan mobilnya.


Marmun begitu bahagia, dengan segera dia berlari ke kamarnya lalu melampiaskan kebahagiannya dengan jingkrak jingkrak, berkaca, wajahnya tampak berseri seri sebab kali pertama keningnya di nodai oleh sosok laki-laki, di cium.


Cukup lama dia berkaca, memandangi wajahnya serta menutup mata seakan ingin merasakan kecupan itu kembali.


Lalu ia bergerak merebahkan tubuh di atas kasur empuk dengan bed cover bercorak love berwana kemerahan. Kemudian Marmun menutupi separuh badannya dengan gebar.


Disisi lain Mayri sedang sibuk dengan curcolnya, dia terduduk santai di atas kasur serba hitam bersama sang adek dengan secangkir teh. Tampak beberapa dekorasi unit tergantung di dinding sebagai pemanis kamar itu.


"Aku akan mencoba menerima kenyataan dan berdamai dengan diriku sendiri." ujar Mayri mengakhiri obrolannya.


"Mantap, semangat!" ucap Zio dengan senyum sembari menegangkan otot tangan kanannya dengan membentuk sudut lancip.


"Iya adekku sayang. Bye..!" ucap Mayri dengan mata di belalakkan sembari bangkit dari duduknya lalu melangkah keluar dari kamar sang adek.


Zio mendengus jengkel seraya berkata ''Uuuuuuu jelek!"


Sesampai dikamar, Mayri mengambil secarik Poto dari dalam laci meja belajarnya.


Lalu memandanginya dengan detail dan seksama seraya berkata "I'm ok"


Dengan perlahan Mayri memasukkan Poto itu kembali ke dalam laci, lalu bergerak berbaring di atas kasurnya hingga terlelap tidur.


*****


Pada pagi harinya Erik telah tiba di depan rumah sang pujaan hati dengan style kemeja putih casual, dia terlihat tampan pagi itu, wanita yang melihatnya pasti akan terpikat.


Dari ujung pintu rumah, sosok wanita ber mata indah keluar dengan rambut di kepang waterfall, Marmun juga tampak cantik pagi itu dengan balutan makeup di wajahya.


"Maaf ya bee sedikit lama," ucap Marmun dengan tas ransel di tangan kanannya.


"It's ok baby," ucap Erik sembari membukakan pintu mobil untuk Marmun.


"Thank you bee," ucap Marmun dengan senyum, lalu memasukkan kaki kanan berserta badannya secara bersamaan kedalam mobil yang di ikuti kaki kirinya kemudian menapakkan bokong pada sofa mobil itu, bersandar.


Erik bergegas masuk ke dalam mobil putih itu lalu menghidupkannya kemudian melaju pergi.


Sedangkan Mayri tampak terduduk di depan gedung Doksa tempat mereka perform dengan gaya rambut kepang waterfall sama seperti gaya rambut Marmun. Seperti biasa dia tiba lebih awal dibanding Marmun.


Tak berselang lama, Marmun dan Erik tiba di depan Gedung Doksa. Marmun bergerak turun dari dalam mobil lalu Erik bergerak melaju memarkirkan mobilnya.


"Hai kalapa! mana yang lain?" ucap Marmun dengan serius,


"Udah pada masuk, aku nungguin kamu dari tadi," ucap Mayri dengan sudut ujung bibir kanan berkerut,


"Ya maaf kalapa love love ku, senyum dong!" ujar Marmun,


Berselang 3 menit dari jarak 4 meter sebelah kiri Mayri, Erik bergerak mendekat dengan tas ransel di tangan kanannya dan Mayri menoleh lalu memalingkan pandangannya dengan cepat.


"Hai May," sapa Erik dengan ramah,


Mayri membalas dengan wajah datar setengah senyum.