Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 8



♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡


3 jam sudah sindy menunggu jungkook di ruang tunggu kantor pusat kepolisian.


Sindy terlihat sangat bosan. Dia terus mondar mandir dan sesekali melihat ke arah jam.


Jungkook datang dgn membawa beberapa lembar kertas di tangan nya.


" sindy maaf lama menunggu" ucap jungkook.


" tidak, aku yg minta maaf aku banyak merepotkan mu" jawab sindy.


" tidak masalah. Itu sebagian dari tugasku. Hm ini formulir yg harus kamu tanda tangani. ayo masuk saja ke dalam" ajak jungkook.


" hm ayo"


Beberapa menit kemudian, sindy dan jungkook keluar dari sebuah ruangan.


" jungkook terimakasih banyak, kamu menyelamatkan pekerjaanku" ucap sindy.


" aku hanya melakukan sedikit bantuan"


" tidak. Itu sangat berarti bagiku" tambah sindy.


" benarkah? Kalo begitu bolehkah aku meminta imbalanku?" Tanya jungkook.


" imbalan?"


" makan siang?"


" oh boleh saja" jawab sindy.


" baiklah nanti aku akan menelfonmu" ucap jungkook, sembari menunjukan gigi kelinci nya.


" baiklah. Seperti nya aku harus segera ke kantor sekarang. Bye" pamit sindy.


Sindy masuk ke mobil nya dan jungkook pun melambaikan tangan nya.


Setelah Sindy pergi, jungkook terus tersenyum sendiri.


Begitupun dengan sindy, dia tersenyum sepanjang jalan mengingat jungkook.


" gadis yg menarik" batin jungkook.


" pria yg menarik" batin sindy secara bersamaan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jhope...


Jhope baru saja selesai mandi, dia sibuk menyisir rambut nya dan bercermin, saat itu juga Listy datang ke kamar nya.


" oppa mau kemana?" Tanya listy di depan pintu.


" kemana lagi. Tentu saja menjaga cafe. Bukankah lebih bagus kalau terlihat rapi?" Jawab jhope.


" benar juga si. Hmm apa oppa ada acara malam ini?" Tanya listy kembali.


" tidak, kenapa. Kamu mau mengajakku jalan jalan?"


" temani aku ke rumah temanku" pinta listy.


" kemana?"


" ah kakak ikut saja. Nanti juga tau. Okeh? Pokoknya oppa harus ikut" paksa listy.


" kamu sedang bertanya apa memaksaku?"


" pokoknya oppa harus ikut. bye" ucap listy sambil berlalu pergi dari kamar jhope.


" dasar gadis batu" teriak jhope sembari tersenyum dan kebali merapikan diri nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Panti asuhan...


Suga sampai di panti asuhan, dia melihat Tata di sana dan langsung menghampiri Tata.


" apa yang kamu lakukan disini tata?"


" iya, sekarang aku terbiasa kesini. Sujin juga senang bermain dgn mereka. Wajahmu kenapa lagi?" Tanya tata.


" ini hanya kecelakaan kecil. Memang anak2 disini selalu menyambut teman baru yg datang. Mereka selalu ceria, itu sebab nya aku sering kesini" ucao suga.


" aku baru tau dari ibu panti kalau kamu rutin mengunjungi mereka disini"


" iya, lumayan sering. Oya, apa kamu punya nomer ponsel Listy?"


" tentu saja, kenapa? kamu mau?" Tanya tata.


" aku ada kepentingan sedikit dgn nya. Ah ceritanya panjang. Sebenar nya aku mau meminta maaf padanya" jelas suga.


" langsung saja ke rumah nya. Tidak jauh dari sini kok. Ini alamat nya. Mungkin dia akan lebih mudah memaafkanmu kalau bertemu langsung" saran tata.


" begitu ya. Baiklah aku akan kesana nanti sore" jawab suga.


" kamu menyukai Listy?" Tanya tata.


" hagh? Apa? Hmm tidak begitu. Dia bukan tipeku"


" mungkin belum. Aku rasa kalian akan cocok" tambah tata.


" ah kamu sama saja seperti jimin. Kamu terus meledekku"


" oya mana temanmu itu. Kenapa tidak bersamamu?" Tanya tata.


" dia sedang mencari pekerjaan" jawab suga.


Tata dan suga terus berbincang dan bercanda sesekali.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Defy dan jin baru saja selesai meeting.


Saat itu, Defy terlihat sedikit gugup dan terus menunduk.


Saat mereka masuk ke mobil, jin terus melihat ke arah defy.


" sopir, aku akan menyetir sendiri. Kamu bisa pulang sekarang" ucap jin, pada sang sopir di yg duduk di depan kemudi.


" baiklah tuan" jawab sang sopir.


Jin berpindah tempat duduk. Dia duduk di depan kemudi, tepat disamping defy.


Defy sempat bingung, karena seorang Park seokjin, biasa nya tidak pernah menyetir mobil nya sendiri.


Tapi defy tetap diam dan terus menunduk.


" kamu tidak papa?" Tanya jin pada defy.


" hmm iya aku baik baik saja. Hmm Tuan jin, bolehkah aku meminta sesuatu?"


" apa yg kamu inginkan?"


" maaf tuan aku akan mengundurkan diri dari kantor. Aku sudah membuat surat pengunduran diriku" jelas defy.


" apa ini karna masalah kemaren?" Tanya jin lemah.


" hmm maaf, aku tidak bisa menjelaskan nya sekarang" jawab defy.


Jin hanya diam, dia terus berkonsentrasi menyetir.


Dia berhenti di pinggir pantai. Defy sangat bingung kenapa jin membawanya ke tempat ini.


Saat melihat jin keluar dari mobi, defy pun mengikuti jin.


Jin duduk di depan mobil, sambil menatap jauh  ke arah pantai sore itu.


" duduklah" perintah jin pada defy yg masih saja berdiri diam di samping mobil.


Devi pun duduk di samping jin.


" kamu tau kenapa perusahaan langsung menerimamu? Padahal banyak pelamar yg lebih berpengalaman darimu. Melihat nilaimu memang tinggi tapi pengalamanmu belum seberapa" ucap jin.


" defy semua itu tidak terjadi begitu saja. Katakan padaku. Kapan pertama kali kita bertemu?"


" saat aku melamar pekerjaan di kantor? 1 tahun yg lalu"


" tidak, kita bertemu, jauh sebelum itu. Mungkin kamu melupakan nya. Tapi aku sangat mengingat nya.


Jin flash back on..


Jin menceritakan kejadian 15 tahun yg lalu.


Saat itu, jin berusia 11 tahun, dia bermain sepak bola dgn jimin yang berusia 6 tahun.


Tanpa sengaja, jin menendang bola terlalu keras sampai bola itu keluar dari pagar.


Saat jin berniat mengambil bola itu, jin melihat seorang gadis berusia 5 tahun yg tengah menangis, karena terjatuh dan kakinya terus mengeluarkan darah.


Jin menanyakan kenapa dia sampai terluka. Dan anak itu menunjuk ke arah bola jin yg baru saja dia tendang.


Jin pun meninggalkan gadis kecil itu sendiri, dan mengambil bola nya.


Saat itu juga seorang wanita dewasa menghampiri gadis kecil itu, sambil terus berkata.


" Defy, defy, ibu mencarimu kemana mana"


wanita itu membawa defy pergi sambil terus menenangkannya.


Jin berniat mengikuti gadis kecil itu tapi seseorang memanggilnya dari dalam rumah.


Jin pun segera masuk ke dalam rumah nya. Tapi mata jin masih saja terus menatap ke arah defy.


jin flash back off...


" meskipun kita sama sama masih kecil. Tapi aku masih terus merasa bersalah padamu. Aku bahkan tidak sempat meminta maaf padamu. Setiap hari aku mencarimu, tapi aku tidak bisa menemukanmu. Apa yg bisa di lakukan anak berusia 11 tahun. Apa lagi beberapa hari setelah itu, keluargaku pindah dari sana" jelas jin.


" hmm aku sedikit mengingat hal itu. Karena luka itu masih ada di kakiku" tambah defy.


" setelah aku membaca lamaran pekerjaanmu, aku baru sadar, bahwa itu kamu. Gadis kecil yg ku cari cari. Aku mencarimu bertahun tahun. Tapi setelah aku menemukanmu. Apa kita harus berpisah lagi seperti ini. Aku kembali merasa bersalah karna kejadian kemaren. Apa tidak ada kesempatan untukku meminta maaf padamu?" Tanya jin sambil menatap mata defy yang kini tepat di depan nya.


" kejadian masa kecil itu, hanyalah masalalu. Aku sama sekali tidak merasa kesal padamu. Dan masalah kemaren, itu sama sekali bukan kesalahanmu. Jadi lupakan saja. Aku benar2 harus mengundurkan diri dari kantor. Maafkan aku".


Devi bermaksud masuk kembali ke mobil, tapi jin menghentikan nya dgn menarik tangan defy.


Jin bangun dan mereka pun saling berhadapan.


Jin terus memegang tangan defy.


" jangan pergi lagi. Aku mohon aku tidak ingin jauh darimu lagi. Tetaplah disisiku" pinta jin.


Mereka terus saling menatap, di iringi matahari terbenam sore itu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Taehyung datang ke cafe. Dia langsung menanyakan keberadaan jhope pada choi hana yg tengah sembersihkan meja.


" noona, apa jhope ada?" Tanya taehyung.


" jhope oppa di dalam" jawab choi hana.


" hai taehyung" sapa Listy yg baru saja keluar dari dapur cafe.


" hai.. Kita jadi ke rumah namjoon?" Tanya taehyung.


" aku sudah mengajak jhope oppa, tapi aku tidak mengatakan kalau kita mau ke tempat namjoon oppa. Takutnya jhope oppa menolak nya" jelas listy.


" baiklah aku juga tidak akan mengatakan nya" tambah taehyung.


" dimana jungkook? Dia tidak bersama mu?" Tanya listy.


" dia masih di jalan. Sebentar lagi dia sampai" jawab tae.


" baiklah, duduk dulu di dalam aku akan bersiap" ucap listy.


" baiklah"


Taehyung duduk di ruang tamu. Tapi dia merasa bosan, diapun berjalan jalan melihat2 rumah jhope.


Perhatian nya teralihkan oleh suara merdu jessy yang tengah bernyanyi. Taepun menghampiri sumber suara tersebut.


Dia melihat jessy di depan pintu kamar nya. Saat itu jessy menyanyi sambil memainkan gitar nya.


Jessy terus bernyanyi, tapi terkadang jessy berhenti karena salah menekan kunci gitar.


Tae pun mengetuk pintu kamar jessy.


" hai jessy, aku taehyung, bolehkah aku masuk?" Ucap tae.


" oh taehyung masuklah"


" suaramu bagus"


" aku hanya iseng saja. Aku merasa bosan. Dan sebenar nya dulu aku penyanyi. hanya penyanyi cafe si. Sebelum kecelakaan itu. 5 bulan yg lalu" jelas jessy.


Tanpa jessy dan tae ketahui, rupa nya listy tengah memperhatikan mereka berdua.


" jessy..." tegur listy yg berusaha menghentikan cerita jessy.


" eonnie disini? Aku tidak apapa kak. 5 bulan lalu aku kehilangan penglihatanku. Itu sebebnya aku berhenti bernyanyi" lanjut jessy.


" dan jhope oppa juga berhenti menari, karena dia merasa beesalah" tambah listy.


" padahal itu salahku. Aku yg kurang berhati2. Tapi jhope oppa tetap saja mengubur bakat dance nya itu. Padahal dance adalah hidup nya. Tae, tolong bantu kami mengembalikan hidup jhope oppa" pinta jessy.


" aku?" Tanya tae sembari menunjuk diri nya sendir, seolah tak percaya yg dia dengar.


" kami harap, kamu, jungkook dan namjoon oppa bisa membuat jhope oppa kembali menari seperti dulu"


Choi Hana berdiri di depan pintu.


" listy, ada temanmu mencarimu" ucap hana.


" oh itu pasti jungkook. Ayo jessy kita keluar"


Listy, tae dan jessy pun keluar menemui jungkook yg duduk di cafe.


" hai semua. Kapan kita berangkat?" Tanya jungkook.


" tunggulah sebentar, jhope oppa sedang bersiap" jawab listy.


Merekapun duduk bersama dan berbincang bincang.


Tak lama jhope pun datang.


" ramai sekali. Kita akan pergi kemana?" Tanya jhope.


" oh ya oppa, kenalkan ini jungkook, temanku" ucap listy.


" hai.. Aku jungkook" sapa jungkook.


" aku jhope. Apa kita akan pergi bersama? Mau kemana?" Tanya jhope yg mulai bingung.


" udahlah. Ayo pergi" ajak listy.


Mereka semua keluar dari cafe dan berpapasan dgn suga yg baru saja mematikan motor nya di parkiran cafe.


" suga hyung" ucap jungkoom saat melihat suga.


" hai jungkook kamu disini?" Tanya suga.


" iya. Mereka temanku. Hyung mau makan malam?" Tanya jungkook kembali.


" sebenarnya aku mau menemui mau listy. Ada yg mau aku bicarakan" jelas suga sembari melirik ke arah listy yg terlihat tidak suka dgn keberadaan suga.


" ah bicaranya nanti saja. Ayo ikutlah kami. Kalian bisa bicara disana. Kita sudah telat ayo cepat" Timpa taehyung.


" ayo hyung ikutlah" ajak jungkook.


" tapi.." suga mencoba menolak ajakan mereka.


" sudah ikut saja" tambah jhope.


Jungkook merangkul suga dan mereka pun pergi ke rumah namjoon.