Seven Boy's

Seven Boy's
Sevrn Boy's Episode 59



Para pria, kecuali jimin, telah bersiap dan memakai pakaian rapi untuk menemani jimin dan tata ke pengadilan agama.


Defy turut menanti tata dan jimin.


Dengan dress pendek berwarna gelap, dan rambut terurai, defy terlihat begitu elegant.


Begitupun dengan jessy yang terlihat santai dengan dress biru gelap yang casual.


Yang tentu saja membuat taehyung tak dapat lama lama mengalihkan pandangan nya.


Taehyung begitu terhipnotis melihat jessy yang nampak berbeda, dengan riasan sederhana yang menambah kecantikan jessy yang terpancar.


Hanya sosok yuri dan listy yang tak nampak di sana sejak kemaren.


Jhope terus menanyakan keberadaan listy pada jessy.


" jessy ssi, kenapa listy belum juga datang?" Tanya jhope yang kala itu berdiri di samping suga.


Suga pun turut memperhatikan jawaban yang akan jessy berikan.


" eonnie akan segera datang, dia bilang masih di jalan" jawab jessy.


Mereka masih berdiri diam di depan rumah jungkook,  menanti tata dan jimin keluar dari rumah.


Tapi perhatian mereka teralihkan ketika sebuah mobil memasuki halaman rumah jungkook, mobil yang tak asing bagi mereka.


Ya..


Mobil jinan lah yang kini terparkir di halaman rumah jungkook, dan bergitu terkejutnya mereka, terutama suga, saat listy lah yang keluar dari mobil jinan. Dengan dress pendek berwarna hitam yang terlihat cocok dengan karakter listy.


Jinan membuka kan pintu mobil untuk listy. Dan mereka pun berjalan menghampiri jhope, jessy, suga, namjoon, jungkook, taehyung, dan defy yang kini tersenyum lebar pada listy.


" jinan ssi, aku senang kamu itu hadir" ucap namjoon.


" iya, listy yg mengajakku. Hai semua"


Mereka pun saling menyapa dan saling melempar senyum.


Tetapi berbeda dengan suga, yang sekarang lebih sering tertunduk.


" kamu memilih pilihan yang benar, listy. Jinan lebih pantas di sisimu" batin suga.


Bahkan sesekali, suga dan listy saling melirik dan berpaling setelah tatapan mereka bertemu.


" dimana pengantin nya? Apa mereka belum juga siap? Aku tidak sabar melihat mereka berdua" ucap listy.


" mereka akan segera datang, kau tau, tata sangat cantik" ucap defy.


" eonnie, pasti tak bisa mengenali tata eonnie" sambung jessy.


Tak lama, yang mereka nanti nantipun keluar, dengan bergandengan tangan dan senyum yang mengembang, tata dan jimin keluar dari rumah jungkook.


Di ikuti oleh back hye yang memakai gaun sederhana berwarna putih. Dan tentu saja memperkuat keanggunan yang selama ini menjadi karakter back hye.


Tak kalah anggun, ayanna pun turut mengiringi tata dan jimin keluar dari rumah.


Dengan dress pendek berwarna putih gading, dan tatanan rambut bergelombang.


Semua mata kini hanya teruju pada tata dan jimin. Mereka terlihat layak nya sepasang pengantin sungguhan, dengan senyum yang terus terlukis.


Tapi berbeda dengan jungkook. Jungkook justru terus menatap sindy yang bediri di samping tata, dengan gaun merah yang membalut tubuh ramping nya.


Jungkook tak dapat memalingkan tatapan nya. Sindy berdiri di depan jungkook dan tersenyum padanya.


" jungkook ssi, pengantin nya di sebelah sana" ledek sindy, sambil melirik pada tata dan jimin yang tengah berbincang dengan yg lain nya.


" Tapi calon pengantinku berada di depanku" ucap jungkook.


" jungkook ssi, sebenar nya aku mau mengatakan sesuatu pada mu" ucap sindy.


" Nanti saja, setelah pernikahan noona selesai, sekarang kita harus pergi" jawab jungkook.


" Noona ayo cepat, nanti kita terlambat" seru jungkook pada tata.


Semua pun kini masuk ke mobil dan menuju tempat persidangan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kediaman park fammily..


Bebeda dengan mereka yang tengah berbahagia, menyaksikan pernikahan jimin dan tata, jin dan yuri justru tengah berurai air mata.


" aku akan merindukanmu lee yuri" ucap jin saat memeluk sepupu kesayangan nya.


" lee yuri. Ahjuma akan kesepian tanpamu. Siapa yang akan menemani ahjuma belanja" keluh nyonya park.


" ahjuma, aku akan menemanimu belanja seharian saat ahjuma ke australia. Yuri janji" ucap yuri.


" apa semua sudah lengkap yuri? Pasport mu? Barang2 mu?" Tanya tuan park


" sudah, semua. Aku akan pergi sekarang. Jaga diri kalian" ucap yuri


" Ayo, oppa akan mengantarmu ke bandara" usul jin.


" iya oppa"


Dengan langkah kaki yang begitu berat, yuri meninggalkan kediaman park, bersama jin.


Di mobil..


Di dalam mobil, yuri terus menyeka air mata nya, dan jin kini mulai memperhatikan yuri.


" yuri ssi, apa ada alasan lain, kenapa kamu memutuskan pergi? Oppa tau, kamu tidak akan mudah memutuskan hal sebesar ini?"


" tidak oppa, aku memang ingin kuliah di australia"


" apa soal Jung hoseok? Oppa nya listy?"


" hagh? Hmm tidak" ucap yuri lemah, dengan wajah tertunduk.


" ach ternyata tebakan oppa benar. Kamu menyukai dia? Apa yang dia lakukan, sehingga kamu memutuskan untuk pergi?"


" tidak ada. Dia pria yg sangat baik, aku lah yg salah. Sudahlah, Eomma juga memintaku ke australia. Aku rasa itu pilihan terbaik"


" baikalah, tapi apa mereka sudah tau soal kepergianmu? Listy misalnya?"


" tidak, aku akan menghubungi nya, saat sampai di australia"


" oo baiklah"


Yuri dan jin terus berbincang sepanjang jalan. Dengan wajah tertunduk, yuri menceritakan apa yang ia alami, dan yang ia rasakan.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Kantor pengadilan agama.


Jimin dan tata resmi menjadi pasangan suami istri setelah meraka berdua menandatangani surat pernikahan mereka.


Semua orang kini merasa begitu lega. Senyum dan tawa mereka terus terukir pada wajah mereka.


Meski sebagian dari mereka mengetahui bahwa pernikahan tersebut hanyalah pernikahan sementara, tapi tak mengurangi kebahagiaan mereka.


Setelah jimin dan tata resmi menikah, mereka mengambil foto jimin dan tata, bahkan mereka juga berfoto bersama jimin dan tata.


Jhope lah yang mengambil potret mereka dengan kamera milik nya. Sementara back hye memegang lampu kilat cahaya kecil di tangan nya.


Layak nya foto grafer handal, jhope terus mengambil potret mereka dengan sesekali bercanda, dan bergurau.


Saat berfoto, jessy dan taehyung berdiri bersebelahan, dan taehyung sengaja mengambil kesempatan untuk mengenggam tangan jessy, begitu pun dengan jungkook yang memang tak pernah melepaskan tangan sindy sejak mereka pergi ke pengadilan agama.


namjoon dan ayanna pun tak kalah mengumbar keromantisan mereka, terutama saat mereka mengambil foto hanya berdua saja.


Tapi berbeda dengan listy dan suga. Kali ini mereka lebih banyak terdiam, bahkan listy terus mengalihkan perhatian nya, dengan sibuk berbisik dengan jinan.


Tak berbeda jauh dengan suga dan listy. Defy pun terus terdiam, mengingat jin yang tak ada di samping nya.


Defy begitu kecewa karna keputusan jin. Sesekali defy menatap layar ponsel nya, menanti pesan dari jin.


Dan tak lama setelah defy menatap layar ponsel nya, benar saja, jin menghubungi defy.


Dwngan wajah lega, defy mengangkat panggilan telefon dari jin.


" iya oppa, aku tau kamu pasti akan menghubungiku. Jimin dan.."


" defy cukup" potong jin.


" apa kamu bersama jhope? Tolong berikan telfon nya pada jhope. Ada hal penting yang ingin aku katakan" lanjut jin.


" oh, iya, aku akan memberikan nya pada jhope oppa" ucap defy lirih.


Defy menghampiri jhope yang masih saja sibuk dengan kamera nya.


" jhope oppa, jin oppa ingin bicara padamu" ucap defy.


" oh iya aku lupa menghidupkan ponselku. Ada apa? Ada yang penting?" Tanya jhope.