Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 3



Kamar jungkook...


" hai jungkook" Sapa namjoon.


" maaf aku rasa aku tidak mengenalmu" jawab jungkook santai.


" iya, kita baru bertemu, aku namjoon, temannya teman kakakmu, hm teman nya listy" jelas namjoon.


" oh. Ada perlu apa?"


" aku mendengarmu bernyanyi, suaramu sangat bagus, kamu mau menjadi penyanyi?" Ucap namjoon sembari berjalan mendekati jungkook.


" tidak" jawab jungkook acuh.


" hagh susah sekali membujuk orang. Ayolah. Suaramu sangat bagus, sayang kalo kamu hanya menyanyi di kamar mandi" rayu namjoon.


" aku memang hobi bernyanyi, tapi aku tidak bisa melepas pekerjaanku " jawab jungkook.


" hagh baiklah. Ini kartu namaku, hubungi aku kalau kamu berubah pikiran " ucap namjoon sembari menyodorkan katu nama nya.


" baiklah aku akan memikirkannya" ucap jungkook.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


rumah suga..


Suga tengah membereskan alat alat pembuat tato.


Sedangkan jimin hanya duduk dan menikmati minumannya.


" tumben kakak tutup lebih awal, tidak ada yg membuat tato hari ini? " Ucap jimmin memecah keheningan.


" aku mau ke panti hari ini" jawab suga.


" kenapa? Apa kau pemilik panti?" Ledek jimmin dengan wajah polos nya.


" apa kamu mau ikut? Di sana banyak anak2, kamu akan melupakan masalahmu saat berada disana"


" tidak, aku akan tetap disini" jimmin duduk di sofa.


" udah ayo ikut ajah" suga mulai menarik tudung jaket yg jimmin kenakan.


" Suga hyung.." rengek jimmin.


Skip..


Panti asuhan..


Jimin dan suga sampai di depan panti asuhan. Saat menoleh ke arah rumah jungkook, suga melihat Tata yg duduk bersama listy. Suga menghampiri tata.


" suga, kemari masuklah" ajak Tata.


" iya, sebenarnya, aku mau ke panti, dan aku melihatmu. Jadi.. " ucap suga sambil menggaruk belakang leher nya yg tidak gatal sama sekali.


" iya iya. Ayo duduk lah. Ini temanku listy" tata mempersilahkan suga dan jimmin duduk.


" hai, aku listy " sembari menjabat tangan suga.


" hai listy, aku suga, ini juga temanku namanya jimin " suga menunjuk ke arah jimmin yg duduk di samping suga.


" hai semua" jimmin melambaikan tangan nya pada listy dan tata.


Beberapa menit berlalu setelah mereka saling menyapa.


Namun setelah itu keheningan mulai tercipta.


Mereka duduk berempat tanpa sepatah kata. Mereka terus diam.


Sampai akhirnya, jungkook dan namjoon datang.


" lho rame sekali, tapi kenapa cuma ada suara jangkrik " ledek jungkook.


" listy, tumben kamu diam, biasanya kamu ngerapp" ledek namjoon pada listy yg duduk dia di sebrang nya.


Semua mata pun menatap listy dan listy lansung menegur namjoon.


" namjoon oppa.. jangan buka kartu donk" rengek listy.


" hyung, kau bilang kita akan ke panti. Ayo pergi" ajak jimmin oada suga.


" baiklah semuanya, kami pergi dulu" pamit suga.


Suga dan jimmin pun pergi ke panti yg letaknya bersebelahan dgn rumah tata dan jungkook.


" kak tata, aku juga harus pulang " pamit listy.


" baikalah" ucap tata sembari melebar kan bibirnya.


" aku juga akan pulang, jungkook, tolong pikirkan tawaranku yah" pinta namjoon.


Setelah namjoon dan listy pergi, jungkook bersiap berangkat ke kantor. Dan tata menyiapkan makan siang.


" jungkook, ayo makan dulu" ajak tata.


" iya kak"


" apa yg di tawarkan namjoon?" Tanya tata penasaran.


" menjadi penyanyi" jawab jungkook sembari menyuapkan sesendok makanan dari piring nya.


" itu tawaran yg bagus. Bukankan itu cita2 mu " lanjut tata.


" tapi aku tidak bisa melepas pekerjaanku ini. Menjadi penyanyi tidak bisa menjamin apapun " keluh jungkook.


" maafkan kakak, kakak menambah beban untukmu. Saat kakak bisa menjual buku2 kakak, Kakak harap, kamu bisa menggapai cita2 mu itu " sesal tata.


" kakak, menjadi polisi juga tidak buruk, aku senang dgn pekerjaanku. Ini semua bukan semata2 karna uang, tapi karna aku merasa nyaman menjadi polisi. Aku terlihat sangat gagah " jungkook mencoba menghibur tata yg terlihat murung.


Tata pun memeluk jungkook tanpa berkata apapun.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jin dan Defy sampai di tempat meeting, jin terus saja membuat defy kerepotan.


Tapi defy tetap profesional. defy juga terlihat anggun mengenakan baju atasan putih yang jin berikan saat di dalam mobil.



Selesai meeting, jin meninggalkan defy dgn klaien di ruang meeting hanya berdua.


Tanpa di duga, klaien yg bernama tuan liem tersebut mendekati defy dan mulai bersikap kurang ajar pada defy.


" maaf tuan, jangan lakukan ini. Aku bukan gadis yg seperti itu " tegas defy.


" sudahlah aku akan membayar lebih mahal dari si jin itu. Berapa yg kamu minta "  tantang tuan liem.


Tuan liem mulai menarik baju defy sampai sobek dan defy terus mencoba melepaskan diri.


Saat itu juga, jin datang, jin memukuli tuan liem. Sedangkan defy hanya bisa menangis dan duduk di lantai memegangi baju nya yg sobek.


Jin melepas jaz nya dan memakaikannya pada defy.


" ayo kita pergi" ajak jin.


Dengan uraian air mata, defy bangun dan mengikuti jin dari belakang.


Jin menatap defy dan menggenggam tangan defy erat erat.


Tetapi defy masih terus tertunduk, jin menggandeng defy sepanjang jalan.


Bahkan dia membukakan pintu mobil untuk defy.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Minimarket..


Tehyung duduk di meja kasir. Dia melamun memikirkan gadis buta tadi pagi yg dia marahi. Dia merasa sangat bersalah.


" aku rasa, dia gadis yg baru pindah ke depan rumah tadi malam. Aku harus meminta maaf padanya " batin taehyung.


Saat itu juga, namjoon dan Listy berada di depan mini market, namjoon terlihat melambaikan tangan pada listy.


Tae terus memperhatikan namjoon dan listy.


Namjoon pun masuk dan langsung menghampiri taehyung.


" hai tae" sapa namjoon.


" aku belum memutuskan soal itu" jawab tae.


" iya iya, aku tidak buru2. Aku kesini mau membeli sesuatu" terang namjoon.


" oh. Oya kamu mengenal gadis tadi? " Tanya taehyung.


" iya, dia temanku, kenapa?"


" dia baru pindah ke lingkungan ini tadi malam kan?" Tae semakin penasaran.


" iya. Kenapa si?" Namjoon semakin penasaran di buat nya.


" aku membuat kesalahan pada adiknya. Aku merasa sangat bersalah padanya" jelas taehyung.


" oh.. aku baru tau dia punya adik" jawab namjoon santai.


" kamu bilang kamu temannya masa kamu tidak tau soal itu"


" aku baru bertemu dia beberapa kali si. Temannya adalah mantan kekasihku" jelas namjoon.


" kenapa jadi melow begitu. Bantulah aku meminta maaf pada adiknya. Kamu kan temannya. Yah yah?" Rengek taehyung.


" dengan satu syarat"


" apa?"


" datanglah ke rumahku. Liat2 aja dulu. Siapa tau kamu nanti tertarik menjadi penyanyi" tawar namjoon.


" baiklah. Aku setuju"


" oke. Besok kita ke rumah mereka. Deal"


Taehyung dan namjoon menjadi lebih akrab, mereka berbincang2 dan sesekali tertawa bersama.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Panti asuhan..


Jimin dan suga bermain dgn anak panti asuhan. Suga mengajari anak2 laki2 bermain basket. Suga memang pandai bermain basket dan dia juga terlihat akrab dgn para anak panti tersebut. Dia bahkan tidak segan memarahi anak2 saat mereka membuat kesalahan.


Sementara jimin menemani anak2 perempuan dan anak kecil.


Mereka mengajak jimin bermain boneka.


Jimin terlihat sangat kesal tapi dia tetap berusaha tersenyum dan menuruti semua kemauan anak2 panti tersebut.


Anak2 itu bahkan mendandani jimin dgn berbagai macam pita di rambutnya.


" kak suga, kenapa kakak mengajakku kesini. Aku  seorang park jimin, kenapa jadi seperti ini, ini  memalukan sekali " keluh jimmin.


Tata dan sujin datang membawa sekotak makanan. Tata terus menatap jimin dan sesekali tertawa melihat keadaan jimin.


" anak anak, kakak membawa cemilan untuk kalian. Ayo kesini semua " teriak tata sembari menebar senyum manis di bibir nya, yang membuat perhatian jimmin teralihkan.


Jimmin pun terdiam menatap senyum tulus yg tata tebar, saat anak anak mulai menghampiri nya.


Tata dan sujin membagikan makanan yg mereka bawa.


Suga pergi ke kamar mandi, sedangkan jimin menghampiri tata sambil melepas pita2 yg dia pakai di rambut nya.


" terimakasih, kamu menyelamatkanku " ucap jimmin.


" anak anak mempunyai cara sendiri untuk mengukir senyum. Aku harap kamu bisa memaklumi nya " ucap tata sembari membantu jimmin melepas pita yg terikat di rambut jimmin.


" mereka tidak terlihat seperti anak2. Mereka terus menarik rambutku, rasanya mau rontok semua. Siapa gadis kecil yg bersamamu?" Jimmin menatap gadis kecil di samping tata.


" dia sujin, anakku " jawab tata sembari terus menebar senyum ramah nya.


" oh dia sudah punya anak rupanya" sesal jimmin dalam hati nya.


" hai, apa yg kalian bicarakan?" Sapa suga.


" tidak ada. Suga ayo cicipilah cemilan ini" suruh tata sembari menyodorkan sepiring cemilan yg dia buat.


" baiklah ayo jimin"


Tata, suga, sujin dan jimin menikmati cemilan yg tata buat. Mereka menjadi lebih akrab dari sebelum nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Jungkook bertugas di jalan raya, dia membantu mengurai kemacetan di jalan raya.


Semua nya berjalan lancar sampai akhir nya sebuah mobil melaju cepat dan hilang kendali.


Mobil itu hampir terperosok ke selokan pinggir jalan.


Jungkook segera memeriksa mobil tersebut.


Rupa nya Di dalam mobil, duduklah seorang gadis cantik yg mengendarai mobil itu sendiri.


Dia adalah sindy. Dia terlihat sangat syok, bahkan saat jungkook bertanya keadaanya, sindy tetap diam dgn tangan yg gemetar.


" nona baik2 saja? Mari ku bantu keluar" jungkook mengulirkan tangan nya pada sindy.


Jungkook membantu sindy keluar, dia memapah sindy dan membawa nya ke pos polisi terdekat.


Sedangkan para warga dan anggota polisi yg lain menyelamatkan mobil Sindy.