
Ruang rawat jhope..
" senang bertemu dengan mu yuri" ucap back hye.
Yuri pun memperlihatkan senyum nya pada back hye.
" dia teman baik mu, lalu aku hanya teman baik listy?" Batin yuri sembari melirik tajam pada jhope yang kini sibuk berbincang dengan back hye.
" back ssi, kamu cocok memakai gaun listy. Kamu terlihat anggun" puji jhope.
" warna ini memang cocok denganku. Listy bilang, kamu yang membelikan nya bukan?"
" iya, listy belum sempat memakai nya. Dan listy kan memang tomboy. Susah sekali menyuruh nya memakai gaun"
Mendengar percakapan back hye dan jhope, yuri merasa telinga nya begitu panas.
Seakan mengepulkan api yg meluap luap.
" apa mereka sedang menyindirku?" Batin yuri.
Yuri menatap pakaian yang ia pakai kini. Hanya kaos oblong dan celana jins biasa.
Outfit lee yuri.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Ruang rawat Tata..
Tata menbuka mata nya, dan melihat jimin yang terlelap di kursi samping ranjang nya.
" jimin ssi, kenapa kamu tidur di sini?" Gumam Tata.
Tata merasa ragu, akan membiarkan jimin tetap tertidur, atau membangunkan nya.
Tak lama, jimin pun mulai membuka mata nya dan melihat tata yang kini menatap nya.
" Tata, kamu sudah bangun?"
" jimin ssi, kenapa kamu tidur di sini? Apa badanmu sakit? Kamu tidur dengan buruk"
" tidak aku baik baik saja. Bagaimana denganmu? Apa kamu merasa lebih baik sekarang?"
" iya, aku baik baik saja. Apa kamu disini semalaman? Maaf aku tertidur dengan pulas"
" tidak papa, aku hanya ingin melihat keadaanmu. Dan aku malah tertidur"
" bagaimana keadaan suga dan jhope?"
" mereka baik baik saja. Hanya luka kecil. Tidak perlu khawatir, tidak usah di pikirkan. Dokter bilang kamu tidak boleh terlalu banyak pikiran"
" ah, iya, aku paham. Jimin ssi, tetimakasih kamu sudah banyak membantuku. Dan maaf, aku terus merepotkanmu"
" tidak tata, berhentilah berterimakasih dan meminta maaf. Tidak ada kata itu dalam persahabatan"
Tata dan jimin saling melempar senyum dan tak lama, suasana hening menyelimuti mereka, dampai akhir nya jimin angkat bicara.
" Hmm tata ssi, aku bersedia untuk membantumu memenangkan persidangan"
" apa maksud mu jimin?"
" hmm jisuk punya kekuatan hukum yang lebih, karna dia akan menikah bukan? Hmm aku bersedia menikahimu. Maksudnya pernikahan pal..su.."
Tata terdiam menatap jimin, dengan wajah bingung nya.
" pernikahan palsu?"
" aku tidak tahan melihatmu seperti ini. Kamu membutuhkan sujin. Aku bisa berpura pura menjadi suami mu, sampai hak asuh sujin benar benar ada di tanganmu"
" itu ide yang bagus" sambung jungkook yang kini berjalan menghampiri tata dan jungkook.
" liat lah, adik mu saja setuju" tambah jimin.
" noona, biarkan jimin hyung membantumu" ucap jungkook.
" Tapi jimin, kalau pun kita melakukan pernikahan palsu, kita tetep harus menikah di pengadilan, dengan catatan yang lengkap. aku tidak bisa mempertaruhkan status mu di masa depan" sesal Tata.
" jimin hyung, yang noona katakan juga tidak salah" sahut jungkook.
" Aku sudah memikirkan nya semalaman, dan aku pun tau apa resiko yang aku akan hadapi kedepan nya. Kaliann percaya atau tidak, Aku pun sudah mulai menyayangi sujin. Aku tidak ingin jauh dari sujin. Tata ssi, ijin kan aku melakukan nya, untuk mu dan sujin"
Tata dan jungkook hanya bisa terdiam dan merus menatap jimin yang penuh harap.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Rumah taehyung..
Tuan jaemin terbangun dari tidur nya, dan mendapati putra satu satu nya, yang tengah tertidur lelap di samping nya.
Dengan perlahan, tuan jaemin membelai rambut taehyung dan mulai menetes kan air mata nya.
Putra yang tidak dia lihat selama 16 belas tahun lama nya, kini telah tumbuh menjadi pria dewasa yang begitu tampan.
Tak lama, taehyung pun membuka mata nya dan melihat appa nya yang telah berinan air mata.
" appa"
Skip.
Taehyung dan tuan jaemin duduk di teras atas rumah taehyung.
" aku senang appa sudah kembali sehat. Kalau appa tidak keberatan, tinggalah disini" ucap tae pelan.
" Appa tau, membiarkan appa tinggal disini juga pasti berat untukmu. Appa tau, kamu masih sangat membenci appa"
" dari pada benci. Aku lebih kecewa, dan tak habis pikir. Bagaimana bisa seorang appa, meninggalkan anak dan istri nya begitu saja"
" apa kamu tidak ingin tau apa alasan appa melakukan ini? Apa kamu benar benar percaya akuĀ dengan sengaja meninggalkan istri dan anak ku selama bertahun tahun lama nya?"
" Aku ingin mengetahui nya oppa, apa yang membuat seorang appa bisa melakukan hal itu"
" ini juga sungguh bukan hal yang mudah bagi appa. Bencana itu di mulai saat kamu akan berulang tahun yang ke 7 tahun"
Kim jaemin flash back on.
Kala itu, aku ingin sekali membelikan taehyung hadiah untuk ulang tahun nya.
Untuk itu aku mengambil job tambahan dari seorang nyonya yang mencari sopir.
Sebagai seorang sopir taksi, tak banyak yang dapat aku lakukan untuk memberi kan barang yang mewah untuk putra ku satu satu nya.
Untung saja, nyonya itu, memberi kepercayaan pada ku untuk menjemput adik ipar nya di kampung, dan membawa nya ke kota.
Tanpa perasaan buruk atau pun firasat apa pun, aku menjemput adek ipar nyonya itu. Seorang nyonya yang hanya ku dengar suara nya, dan ku lihat potret nya saja.
Skip.
Kampung..
Seorang lelaki yang ku kenal dengan tuan Park do geum, dengan wajah yang terlihat tampan dan berwibawa menghampiri ku.
" ayo, kami sudah siap" ucap nya.
Dia juga mengajak anak laki laki nya, yang berusia sekitar 9 / 8 tahun bersama nya.
Dia adalah putra dari pria itu.
Setelah berpamitan dengan istri dan anak perempuan nya, pria itu pun masuk ke mobil.
Wanita yang terus melambaikan tangan nya pada anak dan suami nya yang akan pergi ke kota, wanita itu tidak lain adalah Eomma defy.
Dan tentu nya, gadis kecil yang terus memberi fly kiss pada appa dan oppa nya, adalah Defy.
Ya..
Park dong in, yang lebih di kenal dengan nama defy.
Aku pun turut berpamitan pada keluarga beliau, membungkukan setengah badan ku dan membunyikan klakson.
Kami pun memulai perjalanan,
Kami terus berbincang sepanjang jalan, dan sesekali aku mendengar pria itu memanggil putra nya dengan nama joon.
ya.. Park joon kecil pergi dengan appa nya, menuju kota.
Skip.
Kota..
Sampai di kota, aku mendapat pesan dari nyonya park, dia memintaku untuk mengantar tuan park dan anak nya, ke pabrik mereka di pinggir kota.
Sebagai seorang sopir, aku hanya menuruti apa yang di perintahkan untukku.
Dan bencana itu pun terjadi, saat aku kembali pada tuan park dan putra nya, setelah mengambil ponselku yang tertinggal di mobil, aku melihat sendiri bencaan itu.
Ledakan besar yang terjadi di sana.
Seketika, jatungku serasa berhenti beberapa detik. Aku segera berlari melihat keadaan tuan park dan putra nya.
Ketika aku berlari menghampiri nya, aku melihat jelas, seorang wanita di dalam sebuah mobil, yang berjalan menjauh dari ledakan tersebut.
Wanita yang tak lain adalah nyonya pemesan jasaku, NYONYA PARK MOO YEONG (eomma jin).
Dengan hal ini, terlihat jelas, bahwa nyonya park sengaja menyuruh ku mengantar tuan park do geum untuk menghabisi nya.
Dengan rasa bersalah, aku terus mencari tuan park dan putra nya.
Bahkan dengan air mata yang bercucuran, aku melewati kebakaran dan terus mencari mereka.
Sampai akhir nya. Aku menemukan tuan park yang telah tertimpa beberapa potongan besi.
Darah nya bercucuran dari tubuh nya, yang penuh debu hitam.
Aku mencoba membantunya, dengan mengangkat besi besi yang menimpanya.
Tapi tuan park menghentikanku.
" Tuan, hentikan. Aku tidak akan bisa bertahan, tolong lakukan satu hal" pinta nya dengan terbata bata.
" apa tuan. Aku akan melakukan apapun yang tuan katakan. Aku tidak menyangka jadi seperti ini. Maafkan aku tuan" sesal ku.
" putra ku, joon, tolong selamatkan dia. Dan jauhkan dia dari park moo yeong itu. joon tau apa yang di lakukan moo yeong. Jangan sampai moo yeong tau, joon masih hidup. Tolong selamat kan..."
Tuan park tak dapat meneruskan permintaan nya, karna kini dia telah menghembuskan nafas terakhir nya.
Dengan sangat terpukul dan rasa pengesalan yang amat mendalam, aku mencari joon dan menemukan nya taksadarkan diri di tengah sampah bekas ledakan hebat yang terjadi.
Air mata ku terus berlinan, dan aku terus berlari mencoba menyelamatkan joon.
Tetapi aku tak dapat memasukan nya di rumah sakit di kota seoul ini. Tentu moo yeong akan tau kalau joon masih hidup.
Aku pun membawa nya pergi ke luar kota. Dan memasukan nya ke ruamah sakit.
2 hari lama nya, anak malang itu terbaring di ICU, dengan luka bakar 30% di tubuh nya.
Dan setelah dia tersadar, dia justru kehilangan ingatan nya.
Aku tak dapat berkata apapun lagi. Anak sekecil itu, anak yang tak berdosa itu, justru harus mengalami bertubi tubi masalah.
Appa nya yang tiada, dan identitas nya yang harus di sembunyikan.
Kala itu, pikiranku begitu kacau dan buntu.
Bagaimana aku menyembunyikan anak ini. Sedangkan nyonya park juga pasti mencariku sekarang.
Aku tidak mungkin pulang, apa lagi membawa joon bersama ku.
Dan kalau aku pergi bersama joon, nyonya park tentu dengan mudah nya mengenali joon. Aku tidak bisa membawa joon kabur bersama ku.
Dengan sangat terpaksa, aku meninggalkan joon di sebuah panti asuhan.
Dengan nama palsu, dan identitas palsu. Dan Dengan MARGA KU.
Setelah aku meninggalkan joon, aku kabur ke Fhilipina untuk menghindari nyonya park.
Kim jaemin flash back off.