Seven Boy's

Seven Boy's
Seven Boy's Episode 7



Jimin flash back on..


Jimmin terus mencari pejerjaan, dia terus keluar masuk kantor.


Sampai pada akhir nya, dia masuk ke sebuah cafe.


Jimmin diterima bekerja.


Jimin begitu senang, tapi senyumnya berubah setelah dia tau kalau pekerjaan nya bukan menjadi pelayan atau koki.


Tapi malah menjadi badut yg harus berdiri di depan cafe.


Dia nampak konyol memakai kostum telor ceplok. Dgn wajah imut nya, justru para pelanggan terus mencubit pipi jimin, terutama pada ibu2 pelanggan cafe.


Dia kepanasan dan gatal2 di seluruh tubuhnya.  Dan, Baru sehari jimin langsung mengundurkan diri.


Jimin flash back off..


Suga tertawa terbahak bahak setelah mendengar cerita jimin.


" bagus teruslah tertawa. Bukannya membantuku mencari pekerjaan kamu malah mentertawaiku" keluh jimmin.


" kamu dgn mudah mendapat kerjaan di perusahanmu kenapa mencari pekerjaan?" Tanya suga sembari berusaha menghentikan tawa nya.


" aku nggak mau bergantung pada hyungku terus. Perusahaan jin hyung juga masih cabang perusahaan Appa" jawab jimin.


" baikalah aku akan ikut mencarikan pekerjaan untukmu"


" kamu yg terbaik. Biarkan aku menciummu" jimin mulai mendekati suga dan mengerucutkan bibir nya.


" awas ajah kalo kamu berani" jawab suga sambil mendorong kening jimin dgn jari telunjuknya.


" oya tadi pagi itu, kenapa hyung bertengkar dgn listy? Dia bahkan sudah mengobati lukamu" tanya jimin.


" iya, memang aku yg salah. Harus nya aku tidak memarahinya" sesal suga.


" minta maaflah padanya" saran jimin.


" aku tidak punya nomer ponsel nya apa lagi alamat rumahnya. Ah biarkan saja" jawab suga santai.


" jangan begitu nanti kamu menyesal lho. Aku tau hyung tertarik padanya" ledek jimin.


" tidak begitu. dia bukan tipeku" jawab suga.


" aku tau hyung menyukai gadis sederhana yg polos seperti dia" sambung jimin.


" sok tau kamu. Udah lah bantu berjalan ke kamar" pinta suga.


" aku akan memanggilkan Listy kalo gitu"


" sudahlah. Berhenti meledeku"


Jimin tertawa dan membantu suga ke kamarnya. Dan Suga hanya tersenyum.


" tidak biasanya hyung tersenyum saat mendengar nama seorang gadis" tegus jimin.


" cukup. Aku akan memukulmu nanti" maki suga.


" iya ya.. bahkan saat kakak terluka, kakak masih saja menyeramkan"


" justru aku akan semakin menyeramkan"


Suga dan jimin saling meledek sepanjang malam.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah jin...


Pagi harinya, jin terbangun dari tidur nya.


Dia tertidur di  kursi tempat kerjanya diapun melihat jam di tangannya dan langsung bergegas mandi dan bersiap.


Seperti biasa nya, dia memakai jaz rapi dan berangkat ke kantor nya.


Di depan ruang kerjanya, defy dan sindy menyapa jin.


" selamat pagi" sapa sindy dan defy sembari membungkukan badan.


" selamat pagi, sindy, aku dapat kabar, mobil kantor masuk kantor polisi" singgung jin.


" iya maaf aku tuan, aku kurang hati2 tapi mobil nya tidak terluka. Hmm maksudku tidak tergores" jelas sindy yg mulai panik.


" hmm minta sopirku mengantarmu ke kantor polisi, cepat urus mobil itu, aku mau mobil itu disini nanti sore" perintah jin.


" baik Tuan"


" dan kamu defy, masuklah ke ruanganku" suruh jin sembari berlalu masuk ke ruangan nya.


" kenapa si galak itu memanggilmu? Apa kamu membuat kesalahan?" Tanya sindy pada defy.


" entahlah" jawab defy singkat.


Ruangan jin...


Jin duduk di meja kerjanya sambil memeriksa pekerjaan nya, ketika defy masuk.


" defy, duduklah" perintah jin.


" baik"


Jin menghampiri defy dan duduk di samping nya.


Defy hanya diam dan terus melihat ke arah jin.


" kenapa kamu menatapku begitu?" tanya jin.


" hmm tidak ada" defy kembali menunduka. Kepala nya menghindari tatapan jin.


" kamu sudah mengganti persbanmu?" Tanya jin.


" belum, persban nya masih bersih. Darah nya tidak keluar lagi" jelas defy.


Jin mengambil kotak p3k di laci meja, dan membuka nya.


" buka bajumu" suruh jin.


" hagh?" Defy sangat terkejut dan menutupi dadanya dgn menyilangkan kedua tangan nya di dada nya.


" hmm maksudku, buka lengan bajumu" jelas jin.


Devi pun menuruti perkataan jin.


" persbanmu harus di ganti setiap hari. Kalo kamu tidak bisa melakukan nya, kamu bisa memintaku melakukan nya"


" baiklah terimakasih, aku bisa melakukannya"


" baiklah sudah selesai, kembalilah bekerja, nanti sore, aku akan mengantarmu pulang"


" hemh?" Defy tak percaya dgn apa yg dia dengar barusan.


" nanti sore kan ada rapat, selesai rapat aku akan mengantarmu pulang" jelas jin.


" oh baiklah terimakasih"


Defy pun keluar dari ruangan jin. Dan jin kembali memeriksa laptop nya.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sindy sampai di kantor polisi.


Saat sindy sampai, jungkook tengah tidur di meja kerjanya.


Sindy menghampiri jungkook yg masih saja tertidur di mejanya.


Sindy duduk di depan meja dan mengetuk meja. Akhirnya jungkook pun bangun.


" jungkook. Selamat pagi" sapa sindy.


" apa yg kamu lakukan disini?" Tanya jungkook sembali mengusap mata nya yg masih susah terbuka seutuhnya.


" aku mau mengambil mobil perusahaanku" jelas sindy.


" ooo. Tapi mungkin hari ini belum bisa di ambil. Mobil itu sedang di urus di kantor pusat, mungkin, besok baru bisa kamu ambil" terang jungkook.


" apa tidak bisa hari ini?. Aku harus membawanya ke kantor sore ini. Aku akan terkena masalah. Jungkook tolonglah aku"


" entahlah apa aku bisa membantu. Ayo kita ke kantor pusat. Aku akan mencoba mencabut laporan kecelakaan nya" ajak jungkook.


" baiklah, terimakasih"


Sindy dan jungkook pun pergi menggunakan mobil polisi. Sampai di kantor pusat mereka langsung masuk ke kantor tersebut.


" kamu tunggulah disini, aku akan mengurus nya" ucap jungkook.


Jungkook masuk ke dalam sebuah ruangan, meninggalkan sindy sendiri di ruang tunggu.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Cafe jhope...


Listy membantu jhope melayani pelanggan. Mereka hanya punya satu koki bernama tuan soni dan seorang gadis pelayan bernama choi hana.


Hari ini cafe cukup ramai, itu sebab nya Listy juga harus turun tangan membantu jhope di cafe.


" kamu bilang hari ini kamu akan masuk kuliah. Udah pergilah. Oppa akan mengurus semuanya" ucap jhope pada listy yg masih sibuk membereskan piring di tempat cucian.


" tidak oppa, hari ini cafe cukup ramai, aku akan membantu oppa hari ini"


" kamu memang keras kepala"


" oppa, aku rasa, kita butuh karyawan lagi. Cafe oppa mulai ramai dan terkenal" saran listy.


" hmm aku rasa juga begitu, oppa akan memasang pengumuman di depan cafe"


" itu ide yg bagus oppa"


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Rumah suga...


Jimin dan suga tengah menikmati sarapan mereka.


" hari ini kamu mau mencari pekerjaan lagi?" Tanya suga.


" hmm iyah. Aku mau bekerja di mana saja. Asal bukan menjadi badut di depan cafe" jawab jimin.


Suga pun kembali tertawa, mengingat apa yg jimin ceritakan kemaren malam.


" baiklah baiklah. Semoga kamu berhasil. Aku mau ke panti dulu" ucap suga.


" hyung kan masih sakit. Kenapa hyung terus ke panti. Bagaimana dgn kedai tato hyung? Sering sekali tutup"


" sekarang aku hanya membuat tato kalo ada yg memesan. Aku malas menunggu di rumah terus" jelas suga.


" oo begitu. Baiklah aku mau mandi, terus mencari pekerjaan"


" aku pergi dulu. Jangan lupa kunci rumah nya"


" iya ya.."


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Toko bunga...


Pagi ini namjoon berada di sebuah toko bunga. Dia bukan nya memilih bunga, dia justru langsung masuk ke ruangan pemilik toko bunga tersebut.


Satpam sempat menghalangi namjoon tapi namjoon tetap bersikeras untuk masuk ke dalam.


" biarkan aku masuk sebentar pak, aku mengenal nya, tanyakan saja padanya. Katakan namjoon ingin bertemu dgn nya" bujuk namjoon.


" mengertilah tuan, beliau sedang sibuk" jawab sang satpam.


" sekali saja. Tanyakanlah pada nya"


Seorang gadis duduk di depan meja kerjanya. Dia tengah melihat namjoon yg berdebat dgn satpam melalui CCTV.


Lalu dia menelfon sekertaris nya. Sekertaris nya pun langsung menemui satpam dan menyuruh nya membiarkan namjoon masuk.


Ruang pemilik toko bunga...


" Ayana, aku kesini untuk berbicara padamu" ucap namjoon pelan, menatap gadis berambut panjang yg masih saja duduk membelakangi nya.


" pergilah joon, tidak ada yg harus kita bicarakan. Semuanya sudah berakhir" jawab ayanna.


" kamu yg mengakhiri nya, bukan aku, kamu yg menyerah bukan aku" sambung namjoon.


" kita berdua akan sama sama terluka kalau terus bersama. Mengertilah" jelas ayana.


Namjoon langsung menghampiri ayana.


Namjoon berdiri di depan ayana dan berlulut di hadapan nya.


Namjoon memegang pegangan kursi dan menatap Ayana.


Tapi ayana masih saja tertunduk dgn uraian air matanya.


" justru aku akan semakin terluka jika jauh darimu. Tataplah aku, katakan padaku kalau kamu masih mencintaiku. Ayo kita berjuang bersama. Aku akan membuktikan pada ayahmu bahwa aku pantas bersamamu. Tatap aku" tegas namjoon.


" pergilah joon. Pergilah. Aku mohon" pinta ayana sembari mengusap air mata yg telah membasahi kedua pipi nya.


" katakan kalau kamu masih mencintaiku" pinta namjoon.


Ayana menghela nafas nya dan kembali  mengusap air matanya, lalu dia menatap namjoon.


Ayana dan namjoon sempat diam, mereka terus saja saling menatap.


" aku tidak mencintaimu joon. Aku sudah melupakan cinta itu. Tidak ada perasaan apapun lagi. Maafkan aku. Pergilah"


Perlahan namjoon bangun. Dia sempat terdiam dan menatap ke arah jendela.


" hagh aku tau kamu berbohong. Baiklah, tidak papa kalo kamu menyerah. Aku bisa memahami nya. Tapi asal kamu tau saja. Aku tidak akan menyerah. Aku akan terus berjuang sampai akhir. Aku akan membuktikan nya"


Namjoon pergi dari ruangan ayana dgn wajah yg  memerah.


Namjoon bahkan sempat menutup pintu dgn keras.


Sedangkan ayana kembali menangis tersedu sedu.


" maafkan aku joon. Aku memang sangat mencintaimu. Aku benar2 mencintaimu. sampai kapanpun hanya nama mu di hatiku joon. Tapi aku juga tidak bisa membantah ayahku. Aku tidak berdaya" keluh ayana sembari menangis dan menekan dada nya dgn kuat.